
Wajah Andre begitu bengis melihat Alex dan Ibunya. Dia sangat emosi, hampir saja tangannya melayang memukul Dheo. Untunglah Pak Sugama cepat tanggap dan memegang tangan Andre.
"Sabarlah Andre, masalah ini tidak akan bisa selesai dengan cara kekerasan." kata Pak Sugama.
Mereka sekarang berada di ruang tunggu Rumah Sakit Internasional yang terletak di Renon. Ada Bapak Sugama, Alex, Andre, Dheo Dewanto dan Nyonya There. Wajah mereka semua kusut. Persoalan ini seperti bom waktu yang tiba-tiba bisa meledak menghancurkan mereka semua.
Pak Sugama datang kerumah sakit karena Andre menelponnya. Waktu itu dia berada di rumah Pak Yoga membicarakan masalah kecerobohan Natalia yang membikin heboh para warga. Walaupun Natalia dan orang tuanya sudah minta maaf, tapi persoalan ini masih tetap bergulir dan malah menimbulkan korban.
Setelah Qirrera ditangani para dokter Pak Sugama mengajak Andre dan yang lain ke ruang tunggu. Dia ingin tahu duduk persoalannya yang menyebabkan Qirrera pingsan.
"Saya ingin tahu kenapa ini bisa terjadi, siapa yang mulai. Qirrera saya anggap sudah sebagai anak sendiri, jadi saya ingin tahu, sebelum kita memberitahu keluarganya." kata Pak Sugama membuka percakapan.
"Aku melihat Tante There membawa tongkat bisbol, aku yakin ini perbuatannya. Jika aku tidak datang mungkin Qirrera sudah mati ditangan mereka." sahut Alex memandang Tantenya.
"Alex kita sepupu, kita harus punya alibi. Aku mohon kamu mengerti, Mamaku adalah adik Ibumu." protes Dheo. Dia kasihan melihat Mamanya yang dari tadi ketakutan.
"Kita semua bersaudara, tapi persoalan ini harus transparan. Bagaimana kalau Qirrera tidak bisa ditolong?. Saya seringkali berpesan jangan cepat marah, berpikir dulu sebelum mengambil tindakan. Terkadang apa yang kita lihat tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya." ucap Pak Sugama kesal.
"Aku dan mama yang memukul gadis itu, Mama menjadi panas hati setelah Natalia menelponnya. Aku jadi ikut terbawa emosi." kata Dheo lesu. Wajah tampannya terlihat sedih. Dia tidak menyangka gadis itu dekat dengan Om Sugama. Penyesalan memang datangnya belakangan.
"Kalian keterlaluan, Qirrera adalah pacarku, aku sangat mengenal sifatnya. Selama ini warga dan Natalia selalu menyudutkannya, tapi dia berusaha mengalah tanpa mau membela diri. Sulit mencari gadis sepertinya. Jika keluarganya tahu, aku yakin Tante dan Dheo akan berada dibalik jeruji besi." sahut Andre emosi.
"Berarti kamu selama ini pacaran dengan Qirrera dan gosip itu benar?" tanya Papanya memandang Andre.
"Aku memang pacaran, tapi tidak seperti tuduhan mereka. Qirrera adalah....."
Akhirnya Andre bercerita dengan cara bertutur....
"Sebelumnya aku kenal Qirrera karena dia seorang selebgram. Waktu itu aku sudah merasa tertarik padanya. Pertama kali aku melihat dia secara langsung saat Sanjaya dijodohkan dengannya." kata Andre pelan.
__ADS_1
"Lanjutkan, aku juga ingin tahu kebenaran gosip selama ini." sahut Alex memandang Andre. Sebagai lelaki yang berpengalaman dengan berbagai type wanita, Alex sangat terbius ketika dia berjumpa Qirrera.
"Aku terus memantau perkembangannya. Ketika aku mendengar kabar dia sendiri lagi, aku cepat mendekati Maya Wansa untuk minta pekerjaan. Kebetulan Maya Wansa bekas teman sekolahku. Aku pura-pura miskin dan menjadi Scurity di rumah Qirrera, tujuanku supaya bisa bejumpa dengannya. Banyak penderitaanku untuk meraih cinta Qirrera. Karena Qirrera tidak gampang jatuh cinta. Tapi Lambat laun cintaku tersambut, sayang sekali aku terus membuat dia menangis karena aku sudah punya jodoh." sambungp Andre sedih. Dia menarik nafas panjang dan membuangnya kasar.
"Apa kamu sudah tidur dengannya?" tanya Alex tanpa sadar.
"Kami memang serumah tapi tidak sekamar, aku sangat menghormati prinsip Qirrera yang menjunjung tinggi martabat dan personalitynya. Jadi tidak benar Qirrera gadis yang nakal, walaupun dia pernah menikah tapi dia masih seorang perawan."
"Kenapa kamu tidak berterus terang kepada Papa?"
"Karena Mama sudah memilih jodoh untukku. Disamping itu aku pernah curiga kalau Papa berselingkuh debgan Qirrera."
"Hahaha...pikiranmu picik, Qirrera adalah aset mahal, dia sangat menjual. Sebenarnya bukan itu yang membuat Papa dan Mama menyayanginya, tapi karena dia juga sangat sayang pada kami. Mamamu pasti akan malu kalau tahu cerita yang sebenarnya tentang Qirrera."
"Aku yang jahat meninggalkan dia dan menerima Natalia sebagai jodohku. Rasa ketakutanku kehilangannya membuat aku tidak berani terus terang tentang diriku dan tentang jodohku. Tapi dia selalu tahu dengan jalan tidak sengaja."
"Mungkin kamu tidak berjodoh dengannya. Aku akan melanjutkan misimu." ucap Alex percaya diri.
"Kita berdoa supaya Qirrera cepat sadar dan terhindar dari bahaya." potong Pak Sugama.
"Aku harap Tante dan semua yang ada disini mengerti dan jangan terpancing fitnah. Selama ini aku diam karena Qirrera tidak tahu cerita yang sebenarnya tentang diriku."
"Aku minta maaf Andre." sahut Dheo pelan.
"Saya akan bertanggung jawab atas biaya rumah sakit." timpal Nyonya There.
"Kita tidak tahu apa yang bakal terjadi, dan bagaimana taggapan keluarga Qirrera setelah mereka tahu kejadian yang sebenarnya." ucap Pak Sugama.
"Aku juga takut kepada Papa." kata Dheo. Papanya adalah seorang konglomerat yang sangat dihormati, yang pasti akan sangat marah kalau tahu kejadian ini.
__ADS_1
Pembicaraan mereka terhenti, mereka serentak berdiri ketika Dr.Toya datang menghampiri mereka.
"Bagaimana anak saya Dokter?" tanya Pak Sugama khawatir.
"Sudah sadar, tapi dia mengalami amnesia. Bapak boleh bergantian menengoknya, siapa tahu dia ingat kepada anda." kata Dr. Toya membuat Andre saling pandang dengan Dheo.
"Trimakasih Dokter atas pertolongannya, saya akan melihatnya." saut Pak Sugama melangkah ke kamar pemulihan.
"Saya juga mau melihat." kata Alex ikut dengan Pak Sugama.
"Tante, kita tidak akan bisa mengelak dari kakaknya Qirrera. Kecuali Qirrera sadar ada kemungkinan kita bisa menyembunyikan masalah ini." kata Andre menatap Tante There.
"Andre tolonglah Tante, masalah ini bisa timbul karena ulah jodohmu. Waktu itu Tante percaya saja apa yang diomongin, lagi pula ada fotonya."
"Qirrera adalah Owner Hotel U.C, dia tentu sangat dibutuhkan di Hotelnya. Tante pasti mengerti masalah ini."
"Kita harus kerumah Qirrera minta maaf kepada keluarganya. Semua biaya kita yang menanggung." usul Dheo.
"Qirrera tidak kekurangan uang, aku yakin kakaknya tidak akan memaafkanmu." sahut Andre ketus. Dia kesal sama sepupunya yang main hakim.
"Kamu adalah pacarnya Qirrera, tolong bujuk kakaknya supaya mereka mau memaafkan Tante."
"Aku telah menyakiti hati Qirrera, mana berani aku menampakan diri di hadapan keluarganya?"
Dheo diam, pandangannya jauh kedepan. Dari segala sudut dia dan Mamanya jelas bersalah. Dia ingat sewaktu gadis itu mengajaknya duduk untuk bicara, dirinya malah memukulinya. Gadis itu sama sekali tidak membalasnya, hanya menghindar dan terus menghindar.
Dheo mengerjapkan matanya yang tiba-tiba terasa panas. Terbayang darah yang mengalir dari kepala gadis itu membasahi baju Alex.
"Plokk...plokkk..."
__ADS_1
Lamunannya seketika sirna ketika pipinya terasa panas ditampar Papanya. Ntah kapan datangnya, papanya sudah berdiri di samping mereka. Andre juga sangat kaget.
****