QIRRERA LOVE YOU

QIRRERA LOVE YOU
MENGINAP


__ADS_3

Aku beralih ke ponselku karena Semeru Video Call.


"Sayank, aku tidak tahu apa-apa menjadi Owner disini. Aku minta kamu mengajari aku. Bagaimana kalau aku ke kantormu."


"Aku akan mengajarimu setiap kamu bertanya. Bekerjalah yang baik karena kita adalah buruh di perusahan Ini, Ownernya adalah Sagara. Kalau kamu baik bekerja kamu akan mendapat upah, kalau buruk pekerjaanmu, kamu dipecat."


"Sadis banget, aku agak sulit belajar lewat zoom, boleh donk aku datang ke kantormu belajar langsung."


"Kalau begitu aku akan mencari konsultan untuk mengajarimu secara langsung, karena aku alergi dekat sama pecundang."


"Kamu tidak kangen padaku? aku kangen dengan Sagara dan ibunya."


"Sagara tidak kangen padamu, ibunya benci padamu."


"Ayank...miss you, love you."


"Aku tidak dengar apa katamu, aku sudah tuli bisu semenjak kamu berpeluh bersama selirmu. Aku benciii padamu." sahutku memutuskan hubungan sepihak. Dadaku bergemuruh...sakit hatiku.


Semeru terus menghubungiku tapi aku tidak mau mengangkat teleponnya.


Hari pertama aku bisa lalui dengan baik, Semeru sudah aktif di Perusahan Sagara Barito, sedangkan aku mulai mempelajari berkas-berkas yang ditinggalin oleh Semeru di Perusahan Semeru Barito.


Aku membayangkan Semeru sebagai CEO dan perempuan itu sebagai staf. Betapa mesranya mereka bekerja berdua. Duhh...teganya Semeru berbuat begitu padaku. Aku tidak percaya Semeru kena guna-guna, jangan guna-guna di jadikan kambing hitam.... yang pasti Semeru manusia brengsek. titik.


Ponselku bergetar, Giovano General Managerku menelepon dari Bali.


"Ada apa Giovano?" sapaku dengan memakai bahasa Inggris.


"Aku mengharapkan kamu mulai perjalanan bisnis ke Thailand, hunian kamar menurun sampai 75%. Banyak Hotel baru yang menawarkan fasilitas yang lebih bagus."


"Untuk sementara waktu aku tidak bisa keluar Negeri, tapi aku akan menghubungi Nguyen, agen Travel kita yang berada di Thailand."


"Okay....bagaimana kalau kita updating furniture and AC?"


"Boleh juga, pilih yang perlu diganti sesuai budget, hubungi bagian processing. Bagiku yang perlu dibenahi adalah Beach Club, tambah dengan lima Banana Boat, adakan live musik setiap malam minggu dan longgarkan peraturan untuk Wisatawan lokal. Down payment bisa di sesuaikan, aku kasi dari nominal yang terkecil, mulai harga Lima ratus ribu rupiah."


"Okay Owner, aku harap kamu bisa secepatnya ke Bali, banyak yang harus di kerjakan."


"Aku pasti akan datang, see you."


"Thank you Owner."


Waktu cepat sekali berlalu, aku semakin sibuk, terkadang aku sampai lembur untuk menyelesaikan kerjaanku. Pernah terbesit dalam hati untuk meninggalkan semua ini, biarlah aku hidup berdua dengan anakku jauh dari kemewahan, yang penting nyaman. Aku merasa lelah lahir bathin.


Sagara sekarang berumur lima bulan, dia begitu aktif dan menggemaskan. Wajahnya semakin mirip dengan Semeru, hanya rambutnya yang mirip denganku.


Suatu hari Yesi dan Vadae mengajaknya jalan sore dengan memakai stroller, aku masih berada di ruang kerja ketika Yesi mengadu,

__ADS_1


"Maaf Nyonya, ada Tuan Semeru diluar." kata Yesi pelan. Tidak urung dadaku langsung berdesir, beraninya dia kesini.


"Usir saja, jangan dikasi masuk." kataku.


"Baik Nyonya, tapi apa Nyonya tidak menyesal."


"Seumur hidup aku tidak menyesal." sahutku kencang. Yesi berlalu dariku.


Gara-gara Yesi pikiranku jadi terbelah, akhirnya aku kluar dari ruang kerja. Aku melihat Yesi menyiram tanaman dan Vadae lagi menyapu.


"Vadae Tuan Sagara dimana?"


"Sudah pergi sama Tuan besar."


"Vadae maksudmu apa?" tanyaku gemetar.


Aku tidak menunggu jawaban Vadae dengan cepat aku mengambil ponselku. Aku langsung menghubungi Semeru.


"Hallo sayank...."


"Kemana kamu bawa anakku." bentakku cepat.


"Lagi jalan-jalan di perkebunan." jawab Semeru santai.


"Apa maksudmu menculik anakku, aku tidak bisa hidup kalau dia ada apa-apa." kataku meracau sambil menangis, hilang sudah ketegaran hatiku di depan Semeru.


"Kenapa menangis Sagara aman denganku, dia tahu Ayahnya." kata Semeru merasa menang.


"Aku takut kehilangannya, aku shock." sahutku sambil menghapus air mata.


"Supaya kamu mengerti bagaimana sakit hatiku kehilangan kalian. Biasanya kalian ada di rumah, tapi tiba-tiba kosong. itu berbulan-bulan. Aku mengerti, Itu hukumanku atas perbuatanku."


"Kalau sudah mengerti itu hukumanmu jalanilah terus, jangan aku diajak sengsara. Aku sudah hidup nyaman disini."


"Sagara sudah besar, dia sangat lengket padaku. Aku adalah Ayahnya, jadi aku akan meminjamnya, Bunda juga kangen sama cucunya." sahutnya tanpa ingin berdebat denganku.


"Kamu bukan Ayahnya, aku berselingkuh dengan orang." kataku bohong.


"Tidak apa-apa yang penting cintamu tetap padaku."


"Berarti aku boleh berselingkuh? akan aku buat adiknya Sagara."


"Tidak ada yang melarang kamu selingkuh asal aku yang memilih cowoknya."


"Kamu serius?" tanyaku heran. Berarti dia sudah tidak mencintaiku. pikirku sedih.


"Siapa cowok itu?" tanyaku penasaran

__ADS_1


"Tuan Semeru." sahutnya tersenyum.


"Jijik bekas orang!!" kataku menjauh, aku keluar dari ruang tamu. Aku menepis rasa rinduku pada Semeru. Seandainya cinta bisa berbelok.....


"Kamu pulanglah, aku tidak ingin melihat wajahmu yang genit. Aku perempuan mahal, tidak seperti gundikmu." kataku kembali masuk ruang tamu menemui Semeru.


"Tanggung aku mau sholat sebentar lagi."


"Aku yang ngajak Sagara, dia pasti haus." kataku mendekati Semeru. Hari ini aku merasa sial, Sagara tidak mau lepas dari Ayahnya.


"Kamu apakan Sagara kenapa bisa lengket denganmu, jangan-jangan kamu guna-gunain."


"Anak juga bisa rindu kepada Ayahnya, seperti aku merindukanmu." katanya lirih, mata kami beradu. Aku cepat melengos.


Ya Allah..beri aku kekuatan supaya hatiku tidak luluh kalau menatapnya. Dia sangat ganteng dan cool. bisikku dalam hati.


"Bulsit!! coba selirmu masih disini mana kamu ingat kami? kamu begitu tergila-gila dengannya. Ingatan tentang kejadian itu tidak bisa lepas dariku...hatiku begitu sakit sampai saat ini."


"Aku tobat, aku janji tidak akan mengulangi lagi. Kalau ingat kejadian itu aku sendiri jijik. Dia bekas istri Ayahku, dibandingkan dengan kamu dia tidak ada apa-apanya. Aku merasa terpedaya."


"Apapun yang kamu bicarakan tidak mempengaruhi penilaiankun kepadamu, kamu tetap bajingan yang aku sudah buang dari hatiku."


"Aku tahu itu, karena cintamu sudah mampir kepada Jayus."


Aku kaget, Jayus adalah CEO di Perusahan Sagara Barito. Aku memang sering berkomunikasi dengannya, tapi aku tidak pernah usil akan kehidupannya. Jika keramahanku disalah artikan oleh Jayus aku angkat tangan.


"Darimana kamu tahu aku mencintai Jayus?" tanyaku ingin tahu.


"Kemarin aku hampir memukulnya, dia menyindirku tidak bisa mengurus istri sama anak sehingga istriku jatuh cinta kepadanya."


"Hahaha...dia hanya berkoar, biarin saja. Kamu jangan cepat emosi."


"Aku benci melihat mukanya, lebih baik kamu pecat manusia begitu."


"Sulit mencari staf seperti dia. Orangnya pintar, jujur bertanggung jawab."


"Bilang saja kamu ada hati dengannya."


"Aku ingin ada hati dengannya tapi tidak bisa, mungkin karena kita belum pisah."


"Langkahi dulu mayatku baru minta pisah. Jangan membuat aku jadi pembunuh."


"Sudah mau magrib kamu mandilah." kataku berusaha mengambil Sagara.


Sagara menangis kencang ketika Ayahnya mau mandi. Aku sampai kewalahan dibuatnya, apa yang harus aku lakukan?


****

__ADS_1


__ADS_2