QIRRERA LOVE YOU

QIRRERA LOVE YOU
GOOD NIGHT HONEY


__ADS_3

Duduk berdua dengan Dheo di balkon sambil memandang langit atau melirik pemuda tetanggaku yang sibuk membersihkan sayuran dan mengikatnya kecil-kecil. Aku merasa kasihan melihat Ibunya yang kurus terkadang terbatuk-batuk. Mereka pasti menahan dinginnya udara malam.


"Siapa yang kamu perhatikan, sehingga menyita pikiranmu." kata Dheo ikut menengok ke samping.


Kami berada di lantai atas, jadi sangat jelas aku melihat sepak terjang tetangga sebelah. Pekarangannya memang luas tapi rumahnya hanya sepetak dan sangat sederhana.


"Aku kasihan melihat mereka, setiap hari aku menunggu hari yang tepat untuk silahturahmi dan membantu mereka." sahutku.


"Kadang orang tidak punya belum tentu minta dibantu, hati-hati melakukan sesuatu supaya tidak jadi bumerang. Kalau kamu ingin menyumbangkan uang atau barang lebih baik tanyakan mereka, apa yang dia butuhkan saat ini."


"Aku ingin memberi dia modal untuk usahanya." sahutku memandang Dheo.


"Kamu harus melakukan besok, karena aku akan mengajakmu pulang ke Bali. Kita akan menikah, aku tidak ingin anakku tidak punya Bapak."


"Ta... tapi...aku belum siap." sahutku terbata-bata. Aku tiba-tiba gugup.


"Dari segi umur dan finansial kita berdua sudah siap. Aku sangat mencintaimu dan sangat takut kehilanganmu. Aku tahu kamu tidak mencintaiku dan sulit move on dari Andre, tapi lambat laun kamu pasti mencintaiku."


"Aku malas ke Bali dan benci pada mereka. Saat ini hubunganku denganp kakakku masih dingin karena Natalia yang menyebarkan hoax, disamping itu ada masalah bisnis yang membuat Hotel keluarga rugi besar." jelasku.


"Ceritakanlah bagaimana kamu bertemu dengan Andre di Korea selatan." ucap Dheo memandangku dengan sabar .


Aku menarik nafas panjang dan mulai bercerita dengan gaya bertutur.


"General Managerku yang melaporkan tentang penyelewengan Agent Travelku dan menyuruh aku pergi ke Korea untuk mengurusnya. Agent itu telah menipuku." kataku mulai menceritakan sepak terjang Linda yang membuat rugi di pihakku.


"Berarti kamu tidak tahu Andre ke sana berbulan madu?"


"Tidak tahu. Semua kontak warga, aku sudah hapus dari ponselku. Tinggal nomer kakak-kakakku dan General Managerku. Aku trauma dengan penghinaan mereka yang membabi buta. Selama di sini aku tidak tahu berita di Bali. Kakakku tidak mungkin akan memberitahuku masalah yang sekiranya membuat pikiranku rusak."


"Kamu boleh benci dengan orang-orang yang menghina dirimu, tapi tidak semua warga percaya pada Natalia. Om Sugama sangat merindukanmu dan berharap kamu muncul waktu pernikahan Andre. Dia bertanya padaku dengan sedih, tentang keadaan dan segala macam yang berhuhungan denganmu."


"Aku juga merindukan mereka berdua, sayang sekali mereka orang tua Andre. Dulu aku tidak tahu bahwa mereka ortunya Andre, sehingga aku menyayanginya sepenuh hati."


"Orang tuaku juga sering menanyakanmu, terutama Papaku. Mereka berharap supaya kita bisa menikah."


"Apa orang tuamu percaya dengan gosip dari Natalia?" tanyaku ingin tahu.


"Mama sudah pernah kena batunya, dia tidak terpengaruh oleh gosip itu. Orang tuaku lebih banyak tinggal di luar Negeri dan sangat sibuk, jarang peduli dengan situasi yang menyangkut warga."

__ADS_1


"Kamu ingin menikahiku, apa keinginanmu ini sudah diketahui oleh orang tuamu atau rencanamu ini hanya sekedar untuk menebus kesalahanmu terhadapku."


"Dulu aku dan Mama punya keinginan mendekatimu untuk mencegah supaya kamu tidak memenjarakan kami. Tapi belakangan ini aku malah beneran suka padamu dan ingin cepat menikahimu."


"Bagaimana kalau kita menikah disini saja tanpa kehadiran warga hanya melalui catatan sipil." kataku menatapnya.


"Kenapa begitu? aku ingin menikah secara adat dan resmi di ketahui warga. Keluargaku adalah orang terpandang tidak mungkin akan mengijinkan anaknya nikah seperti itu apalagi aku anak satu-satunya." kata Dheo menolak gagasanku. Sedangkan aku kukuh dengan pendirianku.


"Aku rasa kakakmu juga tidak setuju dengan idemu, kesampingkan penilaianmu terhadap warga. Tidak semua warga benci padamu. Kita menikah secara sakral, setelah menikah kamu boleh tinggal disini dan sesekali ke Bali."


"Apakah pernikahan ini tidak boleh ditunda lagi, mengingat aku masih trauma dengan warga."


"Para tetua pasti sudah mencari hari baik." sahut Dheo berusaha bersabar. Sulitnya menghadapi Qirrera, tidak seperti gadis lain yang cepat mau asal calon suaminya kaya, apalagi ganteng.


"Sebenarnya kita menikah di catatan sipil terlebih dahulu, setelah resmi baru kita laksanakan secara adat." usulku lagi.


"Nanti kita lakukan di Bali " sahut Dheo cepat. Dia sudah malas meladeniku yang tidak mengerti adat istiadat.


"Deal....."


"Ya deal!!" sahut Dheo asal.


"Berarti boleh dong kita mulai tidur bersama malam ini, toh kita sudah pernah melakukannya." kata Dheo mulai menggodaku.


"Kita tidur berdua tapi tidak.melakukan apapun, aku ingin bersamamu saja."


"Kalau begitu kita tidur disini saja." sahutku enteng.


"Disini hanya ada sofa panjang, tidak cukup dong kalau berdua."


"Aku yang tidur dan kamu cukup duduk." kataku sesekali menguap.


Dheo berdiri dan menarik tubuhku. Kini aku sudah berada di pelukannya.


"Kita tidur di dalam, aku sudah ngantuk dan lelah." bisiknya lalu mengajak aku ke kamar. Tidak ada salahnya aku menurut saat ini, akupun ngantuk berat.


Sampai di kamar aku melempar tubuhku ke ranjang, ngantuk sekali. Begitu juga Dheo. Aku sengaja tidur dipinggir dengan tubuh miring.


"Kenapa tidurnya jauh sekali pasti takut disentuh, Jangan khawatir aman khoq. Apa lagi sudah ada bantal sebagai penghalang." ucap Dheo melihat jejeran bantal guling.

__ADS_1


"Gapapa...tidurlah aku ngantuk sekali."


"Good night honey....." kata Dheo lembut.


Dheo tersenyum nakal menatap punggung Qirrera yang terbungkus pakaian tidur dari satin. Bau wangi tubuh Qirrera membuat hasrat Dheo menari-nari, ingin sekali dia memeluk tubuh itu dengan mesra dan menggumuli sampai pagi.


Hanya orang bodoh saja yang membiarkan kesempatan itu berlalu, itu terjadi pada Dheo, dia hanya menelan salivanya ketika Qirrera mulai tidur terlelap dengan Daster tersingkap.


Otaknya sudah tidak Connect menjadi penonton tunggal. Perlahan dia mengambil bantal yang menjadi penghalang, setelah itu dia menggulingkan badannya dekat dengan Qirrera.


Tahan nafas dulu....takut Qirrera bangun, kemudian Dheo mulai memeluk dan menempelkan wajahnya. Hemm..... Bibirnya mulai menyentuh lembut pipi Qirrera dan "plookkk......"


"Aduuhhh......" Dheo memegang pipinya yang kena gampar.


Aku kaget terbangun, dengan lembut aku mengusap pipi Dheo.


"Maaf, tanganku reflek." kataku merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, aku sudah biasa, kena pukul, kena tendang...."


"Apa aku juga menendangmu?"


"Jelaslah....aku sampai tidak bisa tidur. Aku hampir memelukmu supaya kamu diam."


"Maaf ya, tidak lagi dech." kataku beringsut dan menggeser tubuhku mendekati Dheo.


"Cuma maaf doang, tidak mempanlah. Tolong aplikasikan dengan perbuatan yang menggoda. Misalnya memelukku."


"Iss...mulau genit dach, tidurlah, aku yang akan menjagamu."


"Aku tidak bisa tidur kecuali kamu memelukku. Sudah hilang kantuknya. Kepalaku sedikit pening...."


"Hemm...begini saja, aku tidak mungkinlah memelukmu. Kita belum suami istri. Ada kamu di kamarku sudah menyalahi aturan, apalagi memelukmu. Aku tidak akan mau mendekatimu seandainya kamu belum menyatu denganku. Camkanlah itu."


"Aku juga berprinsip begitu, dan merasa telah menyatu denganmu. Sebentar lagi kita menjadi suami istri, aku sangat sayang kepadamu. Aku berharap kamu akan mencintaiku, seperti kamu mencintai Andre." kata Dheo.


"Jangan sebut nama itu lagi, ibaratkan buku aku telah merobek bab demi bab dan melemparkan ke tong sampah. Itu mantan terindah yang pantang diingat." kataku ringan.


Dheo tersenyum senang mendengar pernyataanku, Andre adalah penghalang baginya. Dia tahu Andre sangat mencintaiku dan menjadi bayanganku.

__ADS_1


Dengan lembut Dheo memelukku, aku biarkan tangan kekar itu mengelus tubuhku tanpa syarat. Dia semakin berani dan liar ketika mendaratkan bibirnya. Aku terbuai sesat, tapi dengan lembut tanganku menepis tangannya ketika tangannya mulai nakal.


*****


__ADS_2