QIRRERA LOVE YOU

QIRRERA LOVE YOU
RESEPSI


__ADS_3

Semeru memacu mobilku dengan tenang, aku tidak berharap banyak dari perubahan sifatnya. Sesekali dia menoleh dan tersenyum. Sepanjang jalan aku berpikir, apa yang bisa aku harapkan dari dia. Aku sendiri tidak kesulitan uang, sebenarnya aku hanya mengharap dia menyayangiku dan membiarkan aku mengadu disaat aku lelah.


"Mobil ini peganganmu ya, selama kamu pergi siapa yang merawat?" tanya Semeru tiba-tiba.


"Aku menyuruh kak Leon, mungkin dia menyewa orang untuk merawat semua mobilku."


"Semenjak kamu kabur aku sering ke Bali dan tidur di rumahmu. Pada waktu itu mobilmu diambil orang, ternyata yang merawatnya mantan pacarmu. Andre namanya." katanya sinis.


"Oh itu.. sebelum kenal Andre aku biasa beli mobil di Showroom Papanya. Dulu dia pura-pura miskin dan menjadi scurity di rumahku, akhirnya kami pacaran, dia sangat rajin dan mengurus semuanya, termasuk dia yang merawat mobilku. Dia punya bengkel super car juga. Aku tidak tahu kalau sampai sekarang dia setia merawat mobilku."


"Mungkin dia masih mencintaimu walaupun dia sudah beristri."


"Semua orang boleh mencintaiku, bebas. Yang penting akunya. Cintaku untuk satu lelaki, kecuali kita sudah pisah baru aku bisa mencintai orang lain. Aku sulit jatuh cinta."


"Berarti kamu masih mencintaiku?" tanya Semeru berharap.


"Setelah banyak masalah yang kamu ciptakan untukku, cintaku masih tersisa satu persen untukmu, sisanya aku serahkan kepada lelaki lain."


"Ini hari bahagia kita, aku tidak mau mendengar kebohonganmu. Katakan siapa lelaki itu."


Hahaha...Semeru ternyata penasaran. Tentu laki-laki itu Sagara... tidak ada yang lain, hidupku hanya untuknya.

__ADS_1


Lamborghini itu masuk ke area Hotelku, aku dan Semeru turun dari mobil dan berganti dengan kereta buggy. Aku melihat Mama di belakang dengan Segara serta pengawal.


Kami diarahkan ke Taman samping. Tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata kehindahan dekorasi out door yang di persembahkan oleh Team Decoration Hotel.


"Ada apa ini Tuan Semeru." bisikku menatapnya.


"Aku mengadakan resepsi pernikahan kita, supaya Masyarakat tahu bahwa kamu hanya milikku. Mari kita ganti pakaian." sahut Semeru hati-hati.


Saat ini aku tidak perlu membantah dan bertingkah soq jual mahal, karena Semeru bermaksud baik, disamping itu perhelatan ini dibuat di Hotelku. Sedikit keributan akan membawa dampak buruk kepada Hotelku. Jadi aku menurut saja ketika MUA meriasku.


Selesai berdandan Semeru sudah menungguku dengan pakaian Tuksedo. Dia begitu gagah, hati kecilku sangat mengaguminya. Dia juga tanpa berkedip melihatku.


"Kamu sangat cantik dan anggun, aku mencintaimu." kata Semeru di depan semua orang yang meriasku. Sandiwara akan mulai detik ini. pikirku.


"Aku ingin bersama Sagara." kataku setelah selesai berhias.


"Sagara menjadi rebutan kakak-kakakmu, tidak mungkin kita bisa mengambilnya."


"6tTapi...." aku tidak melanjutkan, aku ingat Mama Evelyn yang bermusuhan dengan kakakku. Apakah mereka sudah akur? Aku berdoa dalam hati semoga tidak ada masalah.


Saatnya aku keluar menuju tempat yang sudah disiapkan. Biasanya Taman ini dipakai tempat prewedding oleh tamu Hotel. Taman ini luas dan berisi aneka ragam bunga, sangat indah dipandang mata.

__ADS_1


Semeru menggandeng tanganku, aku berjalan anggun di atas red carpet, semua mata memandangku, itu pasti. Para pencari berita mengambil gambar kami dari segala arah.


Aku tidak melihat celah untuk mencela dekorasi ini, semuanya sangat mewah. Satu meja bundar dengan empat kursi empuk yang berlapiskan bludru biru berada di samping kiri, semua yang duduk disitu adalah staf Hotel. Sedangkan di samping kanan, kursi yang berlapiskan bludru merah duduk para kolega, serta rekan Selebgram.


Yang membuat aku terpana kursi yang berlapis bludru hitam terdiri dari Bunda, Mama Evelyn dan kakak-kakakku serta wargaku, ada Om Sugama dan isri, Om Wedakarna dan istri serta Dheo, Adi, Andre, Dwiki, Agung, ntah siapa lagi. Rupanya Semeru sengaja mengumpulkan pria yang pernah dekat denganku. Aku tidak mengerti apa maksudnya.


Semeru sangat bangga mendampingiku, acara demi acara terlewati dengan memakai bahasa Inggris, karena hampir semua yang hadir bisa berbahasa Inggris. Aku melihat wajah-wajah yang hadir masih segar. Terakhir Semeru mengucapkan sepatah dua patah kata memakai bahasa Inggris.


"Dear Sir, Madam and friends, I apologize for only being able to hold this reception now, because we are very busy. I am very happy to marry a Balinese girl who is beautiful, intelligent and still a virgin. My luck is endless because we have been blessed with a son. I thank my wife's ex-lover who took care of my wife to meet her soul mate.... Those who still love him and are curious about him please stay away, don't be a thorn in the flesh..." (Bapak, Ibu dan teman yang saya cintai, saya mohon maaf karena baru bisa menggelar acara resepsi ini sekarang, karena kesibukan kami yang sangat padat. Saya sangat berbahagia mempersunting seorang gadis Bali yang cantik, cerdas dan masih Virgin. Keberuntungan saya tidak habis-habisnya kami sudah dianugrahkan seorang putra. Trimakasih juga saya ucapkan kepada mantan kekasih istri saya yang menjaga istri saya menemui jodohnya....Yang masih mencintainya dan penasaran padanya tolong menjauhlah, jangan menjadi duri dalam daging...).


Semeru langsung "skakmat" membuat wajah para mantan kekasihku berubah merah. Aku baru tahu kenapa dia mengumpulkan mantan dan para warga. Semeru ternyata ingin memperbaiki sudut pandang warga kepadaku. Mereka menganggap aku seorang janda murahan. Dan Semeru juga mengangkat dirinya setinggi langit supaya warga tahu siapa dirinya. Dia menunjukkan dirinya dengan cara membagikan Souvenir mewah replika tambang Batu Bara dari emas murni. SAGARA BARITO.


Aku melihat mimik bangga yang tersirat dari wajah Semeru. Mungkin dia ingin menyombongkan diri di depan para mantanku yang konglomerat. Rasanya perang kekayaan akan mulai, karena Om Wedakarna berdiri dan maju kearahku.


"Qirrera sudah seperti anak saya sendiri, saya begitu terkejut dan kecewa ketika dia memilih jalan untuk meninggalkan atributnya. Semua sudah terjadi, saya hanya bisa mendoakannya supaya kedepannya mereka berbahagia. Jika terjadi sesuatu yang membuat dia menderita, saya akan mengambilnya. Saya tidak mencampuri urusan rumah tangga kalian, tapi saya mengikuti perkembangan biduk rumah tangga kalian." kata Om Wedakarna dengan suara parau. Aku hampir memeluknya dan menangis, untung aku cepat sadar, bahwa aku tidak boleh sembarang berpelukan.


"I apologize for my ignorance all this time, I hope Om understands my choice. Thank you for your kindness, I am still your child and always love you." (Aku minta maaf atas ketidaktahuanku selama ini, aku harap Om memaklumi pilihanku. Trimakasih atas kebaikanmu, aku tetap anakmu dan selalu menyayangimu). ucapku dengan hati sedih.


"Saya ingin memberi hadiah kepada Qirrera, hadiah ini saya siapkan ketika dia masih menjadi pacar anak saya, baru sekarang bisa terealisasi." kata Om Wedakarna menyerahkan kunci rumah kepadaku.


"Trimakasih Om." hanya itu yang bisa aku ucapkan kepadanya.

__ADS_1


"Sebuah Villa di Ubud for you." kata Om Wedakarna tersenyum. Aku terharu atas kebaikannya dan merasa bersalah tidak menghubunginya.


*****


__ADS_2