QIRRERA LOVE YOU

QIRRERA LOVE YOU
PERJANJIAN PASCA NIKAH


__ADS_3

Semeru memelukku dari belakang, dia berbisik....


"Seorang istri tidak boleh menyebut kata cerai, itu pamali."


"Kalau suami pamali juga?"


"Sama, jadi dalam suatu hubungan perkawinan tidak ada kata cerai, kita harus saling memahami dan saling mencintai."


"Kalau mau cerai kita ngomongnya bagaimana?"


"Kata itu tidak ada dalam penikahan kita, lsekarang kita hanya boleh membicarakan masa depan dan berapa punya anak."


"Ahh..sekarepmulah aku mau tidur." sahutku.


Semeru membalikan tubuhku supaya menghadap padanya. Aku cepat menolak wajahnya yang berusaha menempel pada wajahku, perlahan aku bangun dan keluar dari kamar.


"Sayank, mau kemana?"


"Keluarlah aku ingin bicara denganmu." kataku setengah memerintah.


Aku duduk di sofa dan menunggunya. Ini sebuah pernikahan yang sesungguhnya. Seharusnya aku bangga menikah dengan Semeru yang kaya dan super ganteng. Disini aku merasa menjadi korban, jadi aku harus menjelaskan bagaimana perasaanku dan kehidupanku. Aku harus terus terang siapa sebenarnya diriku.


"Wajahmu sangat serius aku khawatir ada yang salah padaku."


"Aku sudah terlanjur masuk dalam permainanmu, kita sama-sama berusaha menjaga prestise dan segala hal yang menyangkut nama baik. Aku bukan Cinderela yang menikah dengan Pangeran dan kamu juga bukan si buruk rupa yang menikahi putri cantik." kataku sambil menghembuskan nafas dan melanjutkan lagi.


"Aku ingin menjelaskan siapa sebenarnya diriku. Mungkin kamu sudah baca Iewat sosmed tentang diriku, tapi aku ingin kamu tahu dari mulutku sendiri. Akhirnya aku bercerita dengan cara bertutur.


"Jadi kamu benar seorang janda?"


"Benar!!. kamu pasti banyak tahu dari sosmed, berita tentang pernikahan kita menjadi trending topik. Ada yang benar dan ada yang diplintir beritanya, tergantung sumber berita.


"Aku menutup mata tentang masa lalumu dan berusaha menerima kamu apa adanya demi keutuhan rumah tangga kita, kasihan juga Bunda yang menginginkan pernikahan ini." kata Semeru membuat aku mati gaya.


Dia menganggap aku manusia hina yang perlu uluran tangannya. Dan pernikahan ini mengatas namakan Bundanya. Bukan keinginannya sendiri. Aku yakin dia sudah mencari autobiografiku

__ADS_1


"Sorry Semeru, aku tidak akan membela diri dan tidak juga membanggakan diriku. Dalam masa remajaku memang ada beberapa lelaki yang pernah singgah di hatiku dan aku sangat mencintai pacarku ketika itu."


"Jadi kamu mengakui bahwa kamu seorang wanita bebas yang menganut faham free ***?" suara Semeru mulai sarkas.


"Aku tidak menganut faham apapun, hidupku mengalir apa adanya. Aku adalah seorang anak haram yang hidup di keluarga ningrat dengan segudang peraturan adat yang aku harus taati. Jika aku gagal melakukan. I'm sorry because I'm human." sahutku tenang.


"Banyak lelaki yang mengelilingi hidupmu dari Diego sampai Dheo, di antara lelaki itu yang mana kamu paling cintai." tanya Semeru menyelidik.


"Dulu aku tidak begitu mengerti cinta, aku berpacaran mengikuti gayaku, sifatku agak keras dan dingin. Aku moody juga. Jadi mereka selalu menganggap aku banyak pacar dan bosenan. Kami juga jarang nyambung, karena aku tidak bisa merayu."


"Aku menanyakan siapa yang kamu paling cintai!" Semeru sudah tidak sabar rupanya.


"Andre, dia bijaksana dan tempat aku banyak belajar. Aku sangat mencintainya dan sudah banyak aku persiapkan jika kami menikah. Sayang sekali dia tidak bisa dipercaya. Aku hancur...hidupku berada diambang batas, aku prustasi dan sangat susah menghilangkan sosok Andre dari ingatanku."


"Pemabuk yang kamu ajak nginap di Lampung siapa namanya?"


"Dheo....."


"Hmm...aku bisa gila memikirkan ini semua. Lebih baik punya istri soleha biarpun pas-pasan. Tidak ngobral diri ke sembarang lelaki."


"Bunda dan Ayahmu salah memilihku, katakan dengan sejujurnya kepada mereka apa maumu." sahutku berusaha menelan luka yang ditorehkan oleh Semeru.


"Oke...aku akan ikuti semua permainanmu. Aku akan mulai menata diri dan mencari laki-laki lain sesuai levelku."


"Aku juga mencari gadis soleha yang hormat kepada suami, bisa diajak sharing dan yang terpenting masih Virgin."


"Bikin hitam diatas putih, jika ada yang melanggar akan kena sanksi." kataku mengambil laptop.


Aku mulai mengetik perjanjian gila ini setenang mungkin. Ingin sekali aku melihat pilihan Semeru yang dia bilang soleha dan sebagainya.


"Tidak usah kamu menatapku mulai detik ini, nanti matamu berjamur. Aku janda beranak banyak yang suka obral tubuh."


"Itu aku tahu dari cara berpakaianmu, tidak bisa dibohongi lagi, semua lelaki pasti ingin tubuhmu saja setelah itu good bye."


"Perjanjian sudah selesai, tolong tanda tangan digital." sahutku tandas.

__ADS_1


"Siip...ini yang aku inginkan, aku akan mempersembahkan pengganti untuk Bunda, supaya keluarga kami kembali namanya terangkat."


"Aku akan bekerja, keluar dari ruang kerjaku." pekikku dengan mata melotot.


"Kirim berkas ini ke ponselku, aku tidak ingin ada perubahan, mulai detik ini kita bebas."


"Jangan khawatir, kembalikan ponsel yang kamu pecahin, semua data keuanganku ada disana, aku takut kamu mencurinya."


"Jangan narkis, kekayaanmu tidak ada seujung kukuku."


"Aku tidak melihat kamu kaya, semua ini punya Pak Haji, bagiku kamu orang yang perlu dikasiani."


Perdebatan kami berhenti ketika dia menggebrak meja. Kemudian dia keluar dengan pintu dibanting. Aku tidak PEDULI. Apapun yang dia pikirkan dan lakukan itu utusan dia. Mulai saat ini aku bebas dari semua peraturannya, kecuali ibadah. Memang aku gadis modern dan cuek tapi kalau tentang ibadah, aku takut lalai.


Aku mulai menghubungi Mr. Giovino General Managerku secara virtual di Bali. Kemungkinan aku akan ke Bali mengurus beberapa pekerjaan sekalian ketemu kangen dengan saudaraku dan Bibik. Setelah itu aku akan ke Luar Negeri perjalanan bisnis.


"Hallo Mr. Giovano, besok pagi aku akan pulang dengan pesawat pertama, anda memimpin Morning Briefing untuk seminggu kedepan. Setelah itu aku akan langsung keluar Negeri." kataku memakai bahasa Inggris.


"Syukurlah anda datang Owner, ada masalah sedikit, Maneger loss prevention mau pindah kerja, sepertinya ada Hotel lain membajaknya. Saya sudah mencari penggantinya, tapi belum ada yang sesuai dengan kreteria Hotel kita."


"Tok...tokk...tokk.." suara ketukan pintu membuat aku tidak focus.


"Oke Mr. Giovano, see you." kataku menutup pembicaraan.


Bunda langsung nyelonong masuk ketika lama aku membuka pintu.


"Maaf Bunda, tadi aku bicara dengan GM ku. Bunda dengan siapa kesini?" katsku berdiri dan salim.


"Kamu berbicara dengan lelaki lain dengan berpakaian begini?, jaga nama keluarga kita. Berpakaian yang sopan, kalau panas tinggal atur AC nya."


"Maaf Bunda, aku tidak menyadari. Pikiranku belum sejauh itu."


"Sudah biasa begitu sulit merubahnya." Semeru ikut nyeletuk dia berada di belakang Bunda.


"Silahkan duduk Bunda, kebetulan Bunda datang. Aku mohon pamit untuk pulang ke Bali karena ada sedikit problem di Hotel."

__ADS_1


"Berapa lama?" raut wajah Bunda berubah. Begitupun raut wajah Semeru, dia pasti tidak menyangka secepat itu aku pergi baru perjanjian pasca nikah dilaksanakan.


****


__ADS_2