QIRRERA LOVE YOU

QIRRERA LOVE YOU
PUTUS CINTA


__ADS_3

Bibir Andre terkatup rapat, jangankan untuk berbicara berpikirpun dia tidak ingin. Keputusan orang tuanya untuk mengadakan acara pertunangan besok pagi, membuat jantungnya berdetak lemah. Nafasnya seketika sesak. Dia mengutuk dirinya yang tidak berani membeberkan tingkah Natalia bersama Jodi. Harusnya dia membuat Vidio saat Natalia tertangkap basah dengan Jodi.


"Apa sanksinya kalau aku tidak mengikuti perintah Mama?. Aku tidak mencintai Natalia."


"Andre, kalau kamu sayang kepada orang tua turuti perintah Kami. Kami sudah tahu bahwa kamu kecantol janda muda, Mama tidak ingin nama baik keluarga hancur gara-gara masalah ini, camkan itu!"


"Kenapa kalian menjebak aku, Mama tahu masalah ini sangat riskan, tapi Mama selalu memaksakan kehendak. Aku capek Maa...."


Bu Wilda diam, dia tidak tahu harus bicara apa. Semua ini tidak sepenuhnya keinginan dia, ada campur tangan keluarga Bu Dilla. Andre adalah anak satu-satunya yang sangat dia sayangi, sebenarnya dia tidak tega memaksa putranya. Namun dia merasa ketakutan kalau Andre jatuh di pelukan seorang janda.


"Kamu harus sabar sayang, tidak ada orang tua ingin menjerumuskan anaknya."


Andre menarik nafas panjang dan membuangnya kasar. Terlintas wajah Qirrera dibenaknya. Gadis itu sangat dia cintai. Haruskah dia mengorbankan diri demi prestise?


"Mama aku mau pulang."


"Kamu harus tetap disini karena besok pagi acara pertunanganmu akan digelar di Balai Agung. Undangan sudah tersebar, Mama harap jangan membuat ulah yang membuat keluarga kita malu." kata Bu Wilda menatap putranya.


"Ya Maa...." sahut Andre pendek.


Dia tidak ingin berdebat dengan Mamanya. Biarlah dia mengorbankan cintanya demi kebahagiaan perempuan itu. Saat ini pasti Mamanya sangat menderita karena ulah Papanya yang berselingkuh, tidak mungkin dia menambah beban penderitaan untuk Mamanya.


Andre berdiri keluar dari ruang keluarga menuju kamarnya. Walaupun dia sudah punya rumah, kamarnya masih ada di rumah orang tuanya.


Dia berpikir keras untuk menyampaikan berita ini kepada Qirrera. Sifat Qirrera yang gengsian pasti akan membiarkan dia bertunangan. Belum pernah Qirrera memaksa kehendaknya.


Ponselnya bergetar, sebuah pesan masuk ke WA nya. Andre membuka ponselnya. Dia berharap Qirrera yang menghubunginya tapi tidak. Sebuah Vidio pendek dikirim oleh Natalia lengkap dengan captionnya. Didalam Vidio itu Qirrera dipeluk oleh Papanya dihadapan banyak orang. Lokasi kejadian di Show Room mobilnya.


"Tidak dapat anaknya janda ini mencari Babenya, moral bejat!!" tulis Natalia.


Natalia seperti mendapat durian runtuh. Dia merasa angin sorga berembus kepadanya. Ketika dia lewat di depan Show Room calon mertuanya, matanya melihat pemandangan yang mengagetkan. Tidak sengaja dia melihat mobil Qirrera berhenti di depan Show Room.


Natalia menghentikan mobilnya, ponselnya stand by mengambil gambar Qirrera yang berlari kecil dan memeluk Pak Sugama di depan semua pegawainya. Wajah Pak Sugama terlihat tersenyum senang.


Sebuah tontonan yang akan membuat Pak Sugama bertekuk lutut padanya. Laki-laki tua itu memang tidak begitu senang kepada dirinya. Dengan adanya Vidio ini Natalia bisa mengancam Pak Sugama.

__ADS_1


Dia cepat bertindak selain dia mengirim Vidio itu ke Andre dia juga mengirim ke Mamanya.


"Maa..simpan Vidio ini. Kita akan memeras Pak Sugama memakai Vidio ini." tulis Natalia kepada Mamanya yang kaget menerima kiriman Vidio itu. Bayangan uang melimpah melintas di pikiran Bu Dilla. Calon besan lelakinya itu terlihat kurang sreg kepada keluarganya.


Keadaan Andre tidak jauh berbeda dengan Bu Dilla. Dia kaget menerima Vidio pendek itu, tapi Vidio itu membuat darah mudanya bergolak panas, dia tidak menyangka Qirrera sudah berani terang-terangan berpelukan di depan karyawan Papanya. Dimana akal sehat Papanya?


"Perempuan murahan, sampah masyarakat. Aku jijik melihat tingkahmu yang hina itu. Selama ini mataku buta. Ternyata Natalia sejuta lebih beharga darimu. Cukup sampai disini. Good Bye!!" tulis Andre.


Aku baru saja datang dari Show Room mobil Om Sugama, baru sampai rumah. Belum sempat ke kamar, ponselku tiba-tiba berbunyi. Sebuah pesan lewat Whatsapp dari Andre membuat senyumku lenyap.


Sungguh aku tidak mengerti apa maksud hinaannya itu. Aku duduk di meja makan dengan terpekur. Andre memang sering cemburu dan menuduhku sembarangan, sepanjang tuduhannya itu tidak beralasan aku tidak pernah ambil hati.


Tapi kata-kata Andre yang menyamai aku dengan Natalia membuat aku terluka. Aku mencoba menghubunginya, dan mengirim pesan, namun dia telah memblokirku.


Air mataku bergulir jatuh. Rasa sakit menusuk hati. Rasanya tidak ada gunanya aku bekerja, buat apa kaya kalau hidupku menderita. Orang yang aku cintai tidak mempercayaiku, selalu menuduhku seenaknya. Sepanjang aku bersama Andre aku berusaha berbuat baik, dia harusnya mengerti aku lama di Luar Negeri, banyak hal yang aku belum mengerti.


"Nona jangan bersedih, apapun yang menimpa diri Nona, itu adalah cobaan hidup. Menangislah sepuasnya supaya hati Nona lega." Bibik Surti mendekat dan berdiri di sampingku.


"Tidak apa-apa Bik, hari ini aku merasa tidak enak hati." sahutku tetap menangis.


"Apa maksud Bibik?" tanyaku heran. Kenapa Bibik berkata begitu. Bibik seolah tahu tentang Andre.


"Bibik hanya mengira-ngira saja." sahut Bik Surti. Hatinya ikut sedih melihat Nonanya menangis sesenggukkan. Ingin rasanya dia menegur Tuannya yang sudah dia anggap anak sendiri.


Ketika Tuan Andre menyamar menjadi Scurity, dia dan Bik Inah ikut diajak kesini. Alasannya Andre tidak bisa makan masakan orang lain. Lebay!. Tapi dengan berjalannya waktu dia dan Bik Inah menjadi betah tinggal disini dan sayang kepada Nona Qirrera. Sayang sekali hubungan Tuannya dan Nona putus nyambung, apalagi ada Nona Natalia yang ikut membawa andil membuat Nonanya bersedih.


"Nona makanlah dulu, Nona harus menjaga kesehatan, kalau sakit siapa yang akan mengurus karena Tuan Andre tidak ada khabar dari pagi."


"Aku akan ke kamar Bik." kataku berdiri. Kepalaku terasa pening.


"Nona tidak makan?"


"Aku tidak selera makan, nanti kalau aku lapar aku akan turun." jawab ku terus naik ketangga. Nasibku memang jelek, ada saja masalah disaat kebahagiaan itu datang. Baru aku berpikir akan bercerita banyak tentang Om Sugama, tiba-tiba Andre memutuskan hubungan sepihak.


Aku merebahkan tubuhku ke Ranjang berharap Andre kembali lagi. Tentu aku ingin penjelasan kenapa dia berbuat begitu menghinaku dan meninggalkanku.

__ADS_1


"Derrettt...derrertt....derrettt..."


suara ponselku mendominasi keheningan kamarku. Dengan malas aku menggapai ponselku yang tergeletak di nakas.


"Hallo Tante, ada apa?" sahutku ketika tahu yang menelponku Tante Wilda.


"Kenapa suaramu serak sayank, sudah makan apa belum? Tante minta maaf karena tadi tidak bisa menemanimu pemotretan."


"Aku baru bangun Tante. Kata Om Sugama Tante sibuk, jadi aku cepat pulang tanpa menunggu Tante lagi."


"Tante memang sibuk, besok kamu harus datang."


"Ada apa Tante?" sahutku tidak berselera.


"Putra Tante besok mau menggelar acara pertunangan. Kamu harus datang sayank."


"Besok aku mau ke Hotel dulu, setelah itu langsung ke Rumah Tante."


"Kamu bisa langsung ke Balai Agung, dan cari Tante disana. Anggap saja kamu adalah tamu istimewa Tante."


"Aku tidak mau jadi tamu istimewa, aku maunya jadi anak Tante yang ikut sibuk dalam perhelatan ini. Mintalah sesuatu Tante, aku ingin berarti berada dilingkungan Tante."


"Hahaha...kamu adalah kesayangan kami, ini acara mendadak, nanti setelah pernikahan anak Tante, kamu harus ikut sibuk. Sekarang tidak usah repot-repot, calon besan semua menyiapkan."


"Aku kecewa Tante, lain kali Tante harus minta sesuatu dariku."


"Kalau begitu Tante minta kue Ulang Tahun karena Om Sugama besok Ulang Tahun, besok sekalian dirayakan sehabis acara pertunangan. Kita membuat kejutan untuk Om hahaha....."


"Ok. Tante siip....." sahutku.


Aku mengakhiri perbincangan itu dan beralih ke RATU Cake, langganan keluarga kalau berulang tahun. Aku memesan Black Forest yang Rum nya agak banyak dengan tinggi satu meter berbentuk mobil mewah. "Supercar Cake Black Forest Hot" nama kue Ulang Tahun yang aku pesan. Aku berharap Om Sugama senang.


Malam ini aku tidak bisa tidur, aku sangat gelisah. Pikiranku mengembara kemana-mana. Ingin rasanya kembali ke Los Angeles hidup berdua bersama Mama Evelyn. Jauh dari intrik dan terlepas dari semua beban pikiran yang mengganjel.


Tidak perlu menjadi kaya, cukup hidup seadanya yang penting enjoy........... Terlalu cantik orang takut mendekati, terlalu kaya juga begitu, jadi serba salah. Lebih baik hidup seadanya.

__ADS_1


****


__ADS_2