QIRRERA LOVE YOU

QIRRERA LOVE YOU
PATAH HATI


__ADS_3

Perkataan kakakku membuat semua bengong, tentu mereka tidak menyangka Owner Maya Wansa adalah kakakku. Dan yang lebih parah bahwa aku punya Hotel juga. Kulihat Marina bengong. Adi juga bengong. Tapi mereka telat meminta maaf karena aku cepat di tarik keluar oleh kakakku. Aku melihat mereka mengejar kami tapi scurity kami melarang untuk bertemu. Aku dan Kak Maya menaiki mobil sendiri-sendiri dan meluncur ke Hotelku.


Kak Maya langsung mengajakku masuk ke ruangannya dan memberi aku setumpuk buku. Aku melirik buku itu Peraturan Perhotelan. Hemm....


"Pelajari itu, jangan sampai kamu di pencundangi oleh orang bodoh." katanya kesal.


"Mereka mencoba menjebak kamu dan menuruti kemauannya. Kamu akan bisa menangkis setiap omongan orang, asal kamu di pihak yang benar. Aku yakin sebentar lagi Ownernya akan datang kesini. Selama ini aku melihat kinerja kamu disana, belum tentu mereka akan bisa mendapat tamu sebanyak bulan ini."


"Rupanya kak Maya pemerhati ya."


"Itulah tugas kakak tertua, harus tahu setiap kiprah adiknya."


"Aku salut sama kakak, tapi boleh gak aku minta cuti hari ini, aku ingin ke SPA setelah itu aku ingin nemenin mama."


"Ingat, kamu ada kerja sama dengan Diego, sekitar jam satu siang kamu datang, karena pemotretan paling sekitar jam tiga, menunggu sore dan sunset juga."


"Aku akan datang tepat waktu." sahutku mencium pipi kakak, aku pamit.


Aku cepat-cepat pergi takut kepergok Diego, rasanya seperti maling. Untung tidak ada crewnya melihat aku, mungkin masih tidur. Aku keluar dari Hotelku sampai di jalan raya aku berpapasan dengan mobil Ownerku Pak Hermanto yang masuk ke Hotelku. Dia main klakson, aku cuma membalasnya. Bukan aku sakit hati, aku cuma tidak mau basa basi lagi.


Aku tancap gas menuju SPA, biasanya aku pakai jasa SPA Hotel, berhubung aku sudah di luar aku mencari di sekitar Kuta saja. Selama aku di Bali belum pernah aku keluyuran tanpa tujuan, karena sebenarnya aku sangat menghargai waktu. Setelah aku pikir hidupku kebanyakan untuk mencari uang. Harusnya aku bisa santai atau mencari waktu luang dengan Adi.


Akhirnya aku mendapat SPA, dari sini aku mencoba menghubungi Adi, tapi dia tidak mau mengangkat teleponku. Aku wa dia juga tidak dibalas. Selesai dari SPA aku pergi ke Restoran sea food di sekitar Kuta. Aku biasa memilih tempat di pojok, karena malas jadi pusat perhatian. Kembali aku menghubungi Adi.


"Sayank...kamu kenapa, kita ketemuan yuk aku kangen." tulisku merindu.


"Maaf aku sibuk banyak kerjaan." balas Adi dangkal.


"Aku kangen, kamu kemana tidak pernah chat aku." tulisku, betul-betul kangen.


"Sehatin dirimu dulu yank." jawabnya tidak nyambung. Aku memjadi berpikir, bahwa dia sudah memilih cewek lain.


"Apa maksudmu?, kamu pacar apa ini tidak perhatian sama sekali, garing. Kalau memang sudah bosen bilang, dasar munafik." tulisku emosi.


"Apa salahku?" balasnya. Ohh... dia bertanya apa salahnya?. Apa ada seorang pacar yang tidak chat berhari-hari, apa ada seorang pacar di chat buru-buru ilang.


Aku sangat mengerti kelakuan laki-laki yang cuma memanfaatkan aku dan sebenarnya berselera dengan cewek lain.

__ADS_1


Aku memang disayang Tuhan, baru aku menutup ponsel dengan hati masih menggebu, Adi sudah datang bergandengan tangan dengan seorang gadis. Selera makanku tiba-tiba hilang.


Aku bangun ketika mereka duduk berdua, aku tahu cewek itu, seleranya tidak lebih dari wanita daur ulang yang gampang dilepeh. Mereka kaget melihat aku. Aku tidak merendahkan diriku sedikitpun, aku gadis sempurna, sepuluh Adi bisa aku cari dalam sekejap. Tapi aku punya harga diri, tidak seperti Adi yang brengsek!!. Aku sangat sakit hati diselingkuhi dibelakangku seumur hidup akan aku ukir dihatiku bahwa ada sosok jahat yang tega menusukku dari belakang. Aku cepat-cepat membayar di kasir dan pergi dari hadapan mereka. Sedikitpun Adi tidak memanggilku. Berani dia memanggilku, aku jamin gigi depannya rontok aku gebug. Syukur dia tidak memanggilku, jadi aku mengurangi dosa.


Dengan cepat aku naik ke mobil. Aku menerima Adi apa adanya, tapi begini balasannya. Air mataku menganak sungai. Dadaku sesak di perlakukan begini. Aku menangis sesenggukan. Ya Tuhan... sakitnya hatiku, tidak bisa aku katakan. Mobilku aku masukan ke Taman kota di pinggir jalan, sehingga menjadi totonan orang lewat. Aku menumpahkan tangisku sejadi-jadinya.


Seorang Polisi mengetok kaca jendela mobilku. Dengan ragu aku membukanya.


"Why miss, are you sick?"


"Tidak, aku sedikit sedih. Maafkan aku." sahutku dengan memakai bahasa Inggris juga.


"Apa aku bisa membantumu?" tanyanya prihatin.


"Tidak, trimakasih." sahutku berusaha menenangkan diri. Polisi itu menulis nomor ponselnya dan menyerahkan padaku.


"Call Me, bila kamu butuh pertolongan." katanya.


"Thank you." sahutku dan setelah agak tenang, aku mulai keluar dari taman kota dan memacu mobilku. Aku mencoba menepis ingatanku tentang Adi. Kini aku harus ke Hotel, bekerja dengan Diego. Harus profesional pikirku sambil menghapus air mataku.


Sampai di Hotelku para staf mencoba menyapaku. Dengan memakai kaca mata hitam aku berharap mataku bisa ditutupi bengkaknya. Aku langsung ke ruangan kak Maya dan ke Kamar mandi. Beruntung kak Maya tidak ada, katanya tugas keluar, aku bisa mandi dan melanjutkan tangisku. Brengsek Adi itu, dasar play boy...rutukku dalam hati. Dasar pecundang!!.


Selesai mandi aku duduk di sofa di ruangan Kak Maya, setiap staf yang mencari kak Maya menasehatiku supaya jangan menangis di perlakukan tidak adil oleh Hotel tempatku bekerja. Begitu kata mereka. Owalah....rupanya mereka mengira aku menangis gara-gara hilang pekerjaan. Aku cuma mengiyakan.


Tidak berapa lama Kak Maya datang. Dia menatap aku. Seolah aku di telanjangi.


"Kamu bertengkar dengan pacarmu?" Degg!! aku kaget setengah mati. Mulutku kaku, aku langsung menunduk. Aku tidak mengira kak Maya bertanya begitu.


"Kenapa diam, kamu pikir kakak tidak tahu. Kita orang kaya Qi, aku tidak mungkin melepasmu tanpa pengawasan. Kamu di pantau 12 jam dan aku membayar untuk itu." jelas kak Maya membuat aku merasa bodoh.


"Kamu masih muda Qi, kalau putus cinta itu hal biasa. Kamu bisa mencari yang lebih baik dan lebih setia. Yang penting dia menyayangimu dan perhatian."


"Tapi aku benci diselingkuhi."


"Jsngankan baru pacaran, sudah menikahpun rentan akan perselingkuhan, yang penting jangan tuba dibalas tuba. Biarkan lawanmu menyakitimu asal kamu jangan menyakitinya."


"Aku sangat membencinya kak, ingin aku cakar dia sampai hancur."

__ADS_1


"Itu tandanya kamu masih mencintainya, karena kamu sangat cemburu. Tunggu berapa hari kamu akan perlahan menerima apa yang kamu alami. Jangan lupa membuka diri dengan cowok lain."


"Tidak bakalan, aku benci dengan mahluk yang namanya cowok!!." kataku kesel.


Kak Maya hanya tersenyum. Mungkin dia sudah lebih berpengalaman, akupun tidak tahu. Yang jelas aku tumben pacaran dan langsung patah hati. kesel banget aku sama Adi, ingin aku tendang tubuhnya sampai ke Laut. Dasar manusia munafik. Pokoknya banyak sekali umpatanku kepada Adi. Aku baru merasakan patah hati, ternyata sakit sekali. Tidak ada obatnya lagi.


Konsentrasi kerjaku menjadi runyam, Diego dengan telaten membimbing di setiap pemotretan. Dia begitu menyayangi aku dan perhatian. Tapi Diego bukanlah seleraku, aku lebih senang yang agak ke Bapakan seperti Adi, mungkin karena aku menginginkan sosok papa.


"I Love You darling....." kata Diego disetiap kesempatan. Aku tersenyum, tidak mau menjawab.


"Kapan kamu akan menjawab bahwa kamu juga mencintaiku?"


"Nanti, setelah aku mengerti bahwa cintamu hanya untukku, bukan untuk setiap wanita yang menggodamu." sahutku diplomatis. Dia tertawa dan mungkin menyadari bahwa godaannya sangat banyak sebagai sosok yang ganteng.


"Saat ini aku mencintaimu, melebihi cintaku kepada siapapun." sahutnya mulai memegang tanganku.


"Aku tahu cowok plamboyan sepertimu. Dimanapun kamu singgah disitu hatimu akan tertambat."


"Hahaha..kamu ada-ada saja, seolah kamu seorang psikolog. Aku tidak sebegitunya."


"Aku seorang cenayang, aku tahu perjalanan hidupmu sampai kemana."


"Apa sampai kita menikah dan mempunyai anak? mungkihkah itu?"


"Itu tidak mungkin, karena sampai di Hawai kamu akan ketemu cewek baru yang menyambar cintamu dan kamu akan lupa padaku."


"Beb....tidak ada gadis yang seistimewa kamu, mereka semua murahan. Aku gampang memetik, tapi kamu ibarat mawar berduri. Sulit memetiknya, banyak durinya. Tidak bisa di beli."


"Aku menjaga diriku untuk suamiku, karena dialah yang berhak atas diriku."


"Sangat bahagia calon suamimu itu, aku mengharapkan calonmu itu adalah aku."


"Semua orang boleh menjadi calonku, asal bisa menyayangi aku, setia. Soal materi adalah nomer dua, karena aku sudah mapan."


"Aku mendaftar mulai sekarang." sahut Diego berharap. Aku tersenyum melihat tingkahnya yang jenaka.


*****

__ADS_1


__ADS_2