QIRRERA LOVE YOU

QIRRERA LOVE YOU
So Whaaaaat?


__ADS_3

"Katakan trus terang bahwa kamu cemburu ketika ada Sarah bersamaku." cerca Semeru ketika mereka masih berada di kamar.


"So Whaaaaat? aku marah bukan karena cemburu, karena melihat kamu masih berada disini sedangkan Bunda perlu ditemani." elakku menutupi perasaanku yang sebenarnya.


Semeru melepaskan pelukannya, dia menatapku kecewa.


"Tadi aku sudah senang bahwa kamu cemburu, aku berharap kamu mencintaiku dan merindukanku."


"Mana mungkin aku mencintaimu, kita sudah punya perjanjian digital yang berumur satu tahun, setelah itu kita bebas merdekaa..."


"Masa bodo dengan semua itu, kita sudah sah menikah, jadi tidak ada perpisahan."


"Kamu sudah dapat perempuan soleha yang siap menikah denganmu walaupun menjadi istri kedua, jadi aku sudah tidak perlu lagi disini. Apalagi aku melihat kamu sudah berani mengajak dia ke kamarku."


"Dia hanya melihat isi kamarmu, kami tidak ada melakukan apapun, kamu boleh tes kalau tidak percaya."


"Aku tidak PERCAYA titik." sahutku.


Semeru langsung saja memelukku dan menciumku, dia tidak memberi aku ruang untuk bernafas. Astagaa....Semeru seperti kerasukan setan, untung aku diselamatkan oleh ketukan pintu.


"Tok.tok..tok..tok.."


Aku heran siapa yang mengetuk pintu sangat kencang dan ritmenya cepat. Semua kali kerasukan.


"Siapa?" teriakku sambil membenahi pakaianku.


"Cepat ke Bunda, tidak tahu diri!!" suara Sarah melengking. Aku cepat melincat bangun dan membuka pintu, sayang Sarah sudah pergi. Aku ingin mengajarkan kesopanan kepada wanita itu.


"Selirmu tidak punya attitude." kataku kepada Semeru.


"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Dia cuma teman."


"Keluarkan dia dari ponselmu aku tidak mau ada duri dalam daging. Ini bibit yang bisa menjatuhkan nama baik."


"Aku tidak enak blokir dia, soalnya dia tidak bersalah padaku. Kamu saja yang negatif thinking kepadanya. Kami cuma teman." perkataan Semeru membungkam mulutku.


Aku berbenah tidak mau peduli padanya. Hatiku tergores....sakit. Okelah kalau begitu keinginannya, aku meraih ponselku dari nakas dan memblokir nomor Semeru. Mungkin sifatku jelek tapi aku ingin diprioritaskan karena aku ingin menjadi pendampingnya satu-satunya.


"Mari kita berbenah, nanti kita tidak boleh duduk bersama. Karena peria dan wanita duduknya pisah, kamu akan mendampingi Bunda."

__ADS_1


"Hemm...."


"Aahh...salah lagi, aku merasa salah terus kalau bersamamu." sahut Semeru ikut berbenah.


"Cari wanita soleha yang membuat hstimu damai, aku tidak cocok denganmu." sahutku keluar dari kamar.


"Aku bingung denganmu kerjamu marah-marah, aku jadi malas."


"Kalau begitu pergilah!!" sahutku pendek.


Rupanya orang menunggu kami, Bunda melambaikan tangannya kepadaku. Tapi Sarah ikut berdiri dan duduk disamping Bunda. Aku kebingungan karena tumben menghadiri acara begini. Semua menawarkan aku duduk disampingnya. Aku baru tahu ada liputan dari beberapa wartawan dalam dan luar Negeri.


"Nona tolong jangan duduk disitu, itu tempat Nyonya Semeru." seorang pelayan berdiri berkata tegas, belakangan dia memperkenalkan diri dengan nama Soraya. Kulitnya hitam dengan rambut kriwil, aku ingat Naomi Campbell super model Dunia, mirip sekali.


Aku berdiri dan duduk disamping Bunda setelah salim.


"Maaf Bunda...." bisikku mengecup pipi Bunda. Lampu blitz mulai mengarah padaku dan Bunda. Aku diberi buku, tapi aku tidak mengerti hanya mengikuti saja. Aku sungguh tidak focus dan pikiranku malah terbayang Pak Haji.


"Mother I love you, my heart is sad to remember Dad." (Bunda aku sayang padamu, hatiku sedih ingat Ayah). kataku lirih kepada diri sendiri, air mataku jatuh membasahi pipi. Aku menyentuh tangan Bunda dan menghapus air mataku.


Aku tidak tahu berapa lama acara ini, sepanjang itu aku terus menangis, sedih banget. Mataku melihat langit-langit ruangan, aku berharap ada ayah melihat kami disini.


"Sayank..kamu tidak boleh lain-lain, minimal kamu ikut membuka buku yang kamu bawa." bisik Bunda.


Bunda menghapus air mataku, aku melihat dia juga menangis. Dia memelukku erat, perasaanku sangat nyaman berada dipelukkan Bunda.


Setelah selesai aku keluar ruangan dan langsung di giring ke sebuah ruangan. Ada Semeru sudah duduk di sofa. Astaga...aku baru sadar, ternyata live broadcast. Aku bisa bayangkan akan ada kecaman padaku sebagai mualaf aku bertingkah kurang focus saat semua lagi khusuk.


"Kalian sangat jeli mencari kekuranganku." kataku menyapa para Wartawan yang mengurumuni kami.


"Kami paparazzi yang nggan menolak celah sempit."


"Paling sedikit kalian membuat janji padaku atau keluargaku. Aku sudah ada suami."


"Sudah sayank...ini sudah di tanda tangani."


Waow...ternyata Bunda sudah eksis, dia yang tanda tangan. Sedangkan sekarang dia tidak mau ikut nimbrung.


"Ok let's continue......" sahutku membeti kode OK kepada mereka.

__ADS_1


Aku meyubah sikap dan menghampiri dan memeluk suamiku, aku berbuat mesra dan dia tanggap cepat nyosor. Selalu mencari kesempatan.


"Good Evening all...." itu awal dari Press conference yang aku lakukan pasca Pak Haji berpulang.


*Semoga segala doa-doa terbaik yang kupanjatkan dikabulkan oleh Allah. Hanya satu yang bisa aku lakukan saat ini, kini biarkan aku mengenang, mendoakanmu dan mengukir namamu dihatiku. Selamat jalan Ayah.


Jam menunjukkan pukul.22.10 WIB, acara sudah usai, aku masih tetap duduk berdua dengan Semeru.


"Kita cari Bunda." ajakku.


"Masih banyak orang nanti kamu diajak selfie sama orang, yang konglomerat siapa, harusnya aku yang diajak selfie bukan kamu." kata Semeru bercanda.


"Mari kita selfie, kamu cium pipiku." kataku mesra karena aku melihat sosok Sarah mengintip keberadaan kami.


Tidak menunggu dua kali Semeru langsung memelukku dan mengikuti perintahku. Aku langsung pasang di Instagram.


"Yank...kamu blokir aku ya, kamu ratu blokir."


"Yaaaa...supaya kamu mengerti salahmu, setelah kamu waras aku buka blokirmu. Aku istrimu dan jangan harap ada selir disampingku. Setelah setahun, kamu boleh bebas, semua ini demi nama baikku dan keluargamu."


"Aku tidak tahan ingin memakanmu." bisiknya.


"Aku tahu itu dari wajahmu yang mesum." sahutku tersenyum.


Sepuluh pengawal khusus datang untuk mengevakuasi aku kerumah kedua. Aula dan ruangan lain penuh sesak. Saudara, kolega Semeru semua datang dari seluruh Indonesia. Aku hanya bisa tersenyum dan melambaikan tangan kepada mereka.


Mereka ingin melihatku dari dekat dan bergerombol menungguku. Tentu Bunda ntah siapa lagi yang bergosip ria tentangku sehingga mereka ingin selfie denganku.


Tapi Semeru menyuruh aku ke rumah, dia tidak ingin istrinya disentuh orang. Banyak juga aku melihat saudara sepupunya yang macho dan cantik.


"Tunggu aku di kamar sayank, aku mau menjelaskan sesuatu padamu." Sebelum aku pergi Semeru berbisik mesra padaku.


"Tentang apa?" tanyaku ingin tahu.


"Tentang Ayah......" sahutnya. Mukanya berubah sedih. Aku langsung memeluknya.


"Sabar ya suamiku, aku akan menunggumu temani Bunda dulu." kataku beranjak dari sana.


Aku meninggalkan ruangan aula dengan langkah elegant, aku tahu banyak yang usil mengarahkan camera ponselnya padaku. Terlihat beberapa cowok macho melempar sekuntum bunga padaku.

__ADS_1


Ini hari berduka aku merasa bersalah menampakkan diri dan membuat suasana sedikit riuh. Sudah terlanjur.


****


__ADS_2