QIRRERA LOVE YOU

QIRRERA LOVE YOU
AKU TERJATUH LAGI


__ADS_3

Kami tidak tahu siapa yang memanggil Polisi. Aku merasa ada orang yang tidak senang Dheo bebas, atau berjodoh dengan diriku. Om Wedakarna dan Tante There sangat sedih melihat Dheo diborgol dan dibawa pergi oleh Polisi.


"Aku mohon tidak ada yang mengambil gambar atau merekam. Apapun yang terjadi hari ini jangan sampai di blow up. Kita bersaudara, siapapun yang membocorkan kejadian ini aku akan tuntut." kataku membuat mereka heran.


"Sabar Qi, jangan panik. Walaupun aku benci dengan keputusanmu, aku tidak mungkin berbuat bodoh memanggil Polisi dan menjerumuskan Dheo." kata Andre.


"Aku juga tidak ada melapor, mungkin orang luar atau bisa saja Bibik." sahut Alex. Tidak ada yang berkomentar lagi.


Akibat dari ucapanku yang memilih Dheo untuk menjadi jodohku, aku jadi sibuk dan bolak balik ke Kantor Polisi supaya Dheo bisa di bebaskan. Seharusnya aku membiarkan dia di penjara bersama Mamanya. Peduli setan dengan mereka.


Aku jadi stres sendiri, kalau tidak ditolong dia akan di penjara dan mengakibatkan nama baikku terseret. Tapi kalau ditolong dia akan ngelunjak. Kesel aku jadinya. Ternyata aku sangat bodoh, dan telat mikir.


Hari ini Dheo akan bebas bersyarat dan bisa keluar dari tahanan Polda. Aku cukup menunggu di rumah. Sebenarnya aku tidak peduli dia datang ke rumahku atau tidak, yang penting dia sudah bebas. Permintaan keluarga Om Wedakarna sudah terpenuhi dan aku tidak minta imbalan apapun.


Andre yang tidak terpilih menjadi jodohku, terus saja datang,8 dia tidak putus asa. Dia sering datang menemuiku membuat aku sedikit lega karena ada teman bicara, lagi pula Andre sudah mengerti diriku, sifatku dan tahu makanan kesukaanku. Kalau ada Andre aku merasa nyaman. Hanya kepadanya aku mengadu dan berkeluh kesah. Dia selalu bijak dan kadang cemburu.


Semenjak aku tinggal di rumahku sendiri, hari-hariku semakin berwarna. Aku lebih banyak nge gym atau berenang, aktivitas lain belum berani aku ambil. Harapanku cuma satu, supaya cepat sembuh. Bisa mengingat dan bekerja seperti biasa.


"Qi..aku ingin bicara." kata Andre datang menemuiku. Sebelum kerja, dia selalu menyempatkan diri untuk datang menemuiku. Biasanya kami breakfast bersama.


"Ada apa Andre, kamu minta naik gaji?" tanyaku bercanda.


"Aku bukan scuritymu, tapi kekasihmu. Sudah tidak perlu gaji lagi, aku cuma membutuhkanmu." rayunya. Aku tersenyum mendengar gombalannya.


"Kamu adalah kekasih sebelum aku sakit, jadi sudah kedaluwarsa. Sekarang aku punya kekasih baru yang lebih greget dan dia calon jodohku...."


"Jangan cepat mengambil keputusan nanti kamu menyesal. Setelah kamu sadar baru kamu mengerti, kenapa aku kesini setiap hari." sahutnya ketus. Wajahnya memerah.


"Emangnya kenapa?" tanyaku berlagak pilon. Aku tentu tahu tujuannya kesini untuk menyambung percintaan kami yang dulu sempat putus.


"Aku berharap ingatanmu kembali muncul, sebelum Dheo membawamu ke pelaminan. Itu yang membuat aku khawatir, seminggu ini aku tidak bisa tidur atas keputusanmu yang keliru."


"Tujuanku menerima Dheo untuk balas dendam, aku akan menyiksanya dua kali lipat. Dia begitu bengis menyiksaku dan akupun bisa lebih bar-bar." sahutku terus terang.

__ADS_1


"Dengan memasukan dia ke penjara sudah membuat dia hancur, malah sekarang dia tidak jadi masuk penjara gara-gara kamu menolongnya."


"Aku terpaksa menolongnya supaya nama baikku tidak ikut hancur. Tenang saja, banyak jalan untuk membalas dendam."


"Aku tidak yakin kepadamu, dulu waktu di rumah Dheo kamu membiarkan Dheo menjelajahi bibirmu." kata Andre menohok. Aku kaget, ternyata dia ingat....


"Dia yang memaksaku, jadi aku terbuai." sahutku asal.


"Jadi selama disana kamu selalu terbuai begitu? ucapanmu tidak bermutu, aku jadi sangsi, saat ini apa kamu masih tetap virgin atau sudah kena buaian Dheo. Maklumlah Dheo orangnya ganteng dan tajir."


"Mulai marah dah, udah gak usah dibahas. Kita cuma berteman jadi pakai logika jangan pakai hati kalau bicara denganku."


Andre langsung diam dengan wajah penuh cemburu. Padahal aku bercanda. Dia lalu berdiri turun ketangga, aku membiarkan Andre turun.


Dengan santai aku lalu masuk kamar, sebentar lagi Dheo datang


Hidup sendiri di rumah yang sebesar ini terasa sangat sepi. Memang ada dua bibik dan tukang kebun, tapi tetap saja terasa sepi. Aku membuka laptop berusaha mengingat apa saja yang pernah aku kerjakan. Tapi semua nihil.


Tidak bisa aku pungkiri perasaanku yang tiba-tiba hanyut terbawa lirik lagu yang mendayu-dayu dari Naff yang berjudul "kamu masih kekasihku" inilah lagu Indo yang aku sering dengar. Sangat menyentuh membuat hatiku hampa.


"Bibik apa Andre sudah pergi?" tanyaku sedikit berteriak. Bibik muncul ntah dari mana. Ada saja yang mereka kerjakan.


"Non...mau kemana? Tuan Andre nanti marah kalau Non sampai pergi. Bibik tidak mau pura-pura tidak melihat Non pergi."


"Andre kemana Bik, apa dia sudah pergi?"


"Sudah Non, dia kerja. Bibik disuruh mengawasi Nona."


"Kalau begitu aku akan ketempat kerjanya. Jangan khawatir Bik." kataku menenangkan Bibik. Bibik pasrah melihatku melenggang keluar.


Aku memilih Lamborghini Aventador sebagai tungganganku, mobil ini selalu membius anganku. Saat ini aku boleh dibilang amnesia, tapi cara menyetir mobil aku masih ingat.


Denpasar kota kecil yang sangat Indah, aku selalu mengagumi penduduk aslinya. Mereka ramah dan unik. Adat istiadatnya kental, tidak terpengaruh oleh budaya asing. Itu penilaianku sepanjang aku tinggal di Bali.

__ADS_1


Siang ini sangat panas, aku memacu mobilku tanpa tujuan mengikuti arah jalan. Sampai di jalan Nakula aku melihat Bengkel Supercar. Kemudian aku iseng masuk, aku ingin mobilku di servis. Sepanjang aku sakit mobil tidak terurus.


Turun dari mobil aku disambut oleh scurity dengan sopan, dia mengajak aku ke From Office, setelah itu aku diantar ke bagian Bengkel Quality Workshops Supercar.


"Selamat siang Nona, silahkan duduk. Ceritakan tentang keluhan anda tentang mobil Lamborghini kesayangan anda. Kami dari Workshop Supercar siap membantu anda."


"Tolong periksa mobilku, ini SNTK nya." sahutku menyodorkan STNK lalu duduk.


Dia mengambil STNK ku dan mencocokkan ke Computer. Tidak berapa lama sudah keluar hasilnya. Aku membaca list ECU. Tidak ada kerusakan sama sekali.


Yang membuat aku heran mobil sudah di servis lengkap, sedangkan tanggal servis mobil bersamaan dengan aku sakit dan berada di rumah Dheo. Mungkinkah Dheo yang membawa mobilku ke Bengkel?


"Maaf Nona, mobil anda sudah di servis beberapa hari yang lalu."


"Bapak tahu siapa yang membawa mobilku kesini?" tanyaku berharap dia ingat.


"Maaf Nona saya tidak tahu, karena tidak ada ketentuan untuk memeriksa KTP yang membawa mobil." sahutnya tersenyum. Aku juga tersenyum, pertanyaanku memang bodoh.


"Ok. aku permisi." sahutku mengambil STNK. aku berdiri dan keluar lewat pintu samping karena mobilku terparkir di samping.


Mendadak langkahku terhenti, mataku tertuju kepada seorang gadis yang bertingkah manja sama Andre. Aku diam terpaku memandangnya. Beginikah cowok yang mau menikahiku? pikirku kesal.


Aku berusaha tenang dan seolah tidak melihat, tapi bagaimana mungkin karena mobilku tidak jauh dari mereka berdiri.


"Qi...kenapa berada disini?" Andre tersadar atas kehadiranku. Dia menghampiriku, gadis itu menariknya.


"Aku mau servis mobil, tapi udah ada yang servis. Aku tidak tahu siapa orang yang baik hati itu." kataku berusaha tenang.


"Perempuan gila, ternyata kamu belum mati. Jangan berlagak manis di depan pacar orang." bentak gadis itu memegang tangan Andre.


"Lepaskan aku, kita sudah tidak ada hubungan apapun." sahut Andre menepis tangan gadis itu.


Gadis itu hampir terpelanting karena Andre mendorongnya. Aku tetap berjalan menuju mobil, saat itulah gadis itu berlari dan menarik rambutku kebelakang. Aku terjatuh, kepalaku terbentur besi pembatas dan aku tidak ingat apapun.

__ADS_1


*****


__ADS_2