QIRRERA LOVE YOU

QIRRERA LOVE YOU
JALANG


__ADS_3

"Thank you miss, see you again." kata Pramugari itu ketika aku turun dari tangga Pesawat. Aku hanya melempar senyum.


Pukul 23.15 WIB bagiku sudah sangat malam, biasanya aku tidur jam delapan malam, paling lambat jam sembilan malam. Turun dari Bus Bandara aku langsung menuju baggage conveyor menunggu koper.


"Qi..kamu disini?" suara itu mengagetkanku seketika aku menoleh dan Bu Mayang memandangku dengan senyuman di bibir. Ya ampun pakaiannya seronok banget, dia memakai rok mini dan atasan tank top merah tanpa jacket.


"Bu Mayang sendiri saja?" aku balik bertanya, aku sungguh kaget melihat wajahnya yang tambah cantik dengan hidung mancung, wajah tirus dan mata belok. Umur Bu Mayang masih muda sekitar 30-35 tahunan, badannya mungil.


"Aku baru datang dari Jakarta, biasalah hehe... ."


"Bu Mayang tambah cantik habis reparasi wajah ya."


"Menjadi wanita harus bisa merawat diri, kalau tidak bisa laki-laki cepat berpaling. Aku habis banyak demi terlihat cantik, apalagi sekarang ini aku kembali terjun menjadi penyanyi."


"Hebat Bu...." kataku mengambil koper dari baggage conveyor. Setelah itu aku menyuruh Porter mengikutiku.


"Tunggu kita jalan bareng, kapan-kapan main ke rumahku, kita bisa keliling Kalimantan." katanya menyeret kopernya di sebelahku.


"Aku sangat sibuk, apalagi sekarang ini Suamiku bekerja dari rumah, jadi kita sebulan sekali baru bisa ke perkebunan."


"Kamu terlihat sangat bahagia menikah dengan Semeru, aku menjadi iri. Padahal dulu Semeru pernah menjalin hubungan denganku, sayang sekali Bapaknya main dukun jadi aku terpaksa menikah dengan Bapaknya." Degg!!. dadaku berdesir.


"Begitukah aku baru tahu, Semeru tidak pernah menjelaskan, tapi itu masa lalu semua orang punya kenangan." sahutku diplomatis.


"Terkadang masa lalu bisa kembali lagi menjadi harapan, tergantung kita menyikapi hidup ini. Pintar-pintarnya kita bawa diri." kata Bu Mayang menoleh padaku. Sinar matanya penuh arti dan licik. Aku langsung afirmasi negatif.


Kami telah melewati Solaria ketika Semeru menubrukku. Dia seolah sangat rindu.


"Miss you sayank..." katanya mengecup bibirku.


"Semeru kamu tidak memelukku?" suara Bu Mayang mengagetkannya. Semeru menatap tajam, wajah cantik itu tersenyum manis.


"Ini Bu Mayang, kamu pasti pangling dia tambah cantik dan awet muda."


"Owh..aku kira siapa, ya...ya..." sahut Semeru asal. Aku tidak bisa mengartikan pandangan Semeru kepada Bu Mayang yang jelas saat ini aku merasa ada perasaan jealous di hatiku.


"Aku mau ikut kalian satu mobil."


"Maaf tidak bisa, aku harus pulang segera dengan istriku."


"Ini sudah malam Semeru aku takut pulang sendiri ke perkebunan. Kamu tahukan disitu sangat sepi." Bu Mayang seolah merajuk. aku jadi sebel melihat tingkahnya.

__ADS_1


"Ada Taxi yang bisa mengantar Bu Mayang sampai ketempat tujuan." kataku tegas.


"Aku takut di perkosa, sopir Taxi zaman sekarang kalau melihat cewek sexy langsung *****. Aku minta tolong sekali ini saja, antar ya Semeru.... kamu tidak tegakan melihat seorang wanita dimakan habis oleh sopir Taxi."


"Aku akan mencari Taxi dan aku pastikan tidak akan terjadi hal-hal yang merugikan."


"Qi..suruh suamimu mengantarku, kalau aku celaka nama baik keluargamu juga tercoreng. Aku ibu tiri Semeru...."


Aku terdiam kesal.


"Astaga teganya kalian, aku akan sebarkan di sosmed tingkah kalian, aku sudah merekam semua pembicaraan kita." kata Bu Mayang dengan mulut mengerucut.


"Kamu kerjanya mengancam melulu kapan berubah, yach...aku antar dach." sahut Semeru menuju mobil.


"KAMU" aku merasa sebutan itu tumben dia lontarkan, biasanya dia menyebut ibu tirinya "******" perubahan kecil ini membuat hatiku ketar ketir tidak karuan. Apa perasaanku sajakah.


"Sayank...kamu tidak keberatan kalau kita mengantar Bu Mayang ke perkebunan, kasihan dia kemalaman."


"Tidak apa-apa sayank untuk sekali ini istrimu mengijinkan. Aku harapkan tidak ada kelanjutannya lagi.... bukankah begitu Bu Mayang?" sahutku menatap Bu Mayang.


"Tergantung sikon sayank... Semeru adalah anak tiriku, siapa lagi yang membatuku saat aku butuh pertolongannya. Aku tidak perlu apapun lagi selain kepedulian Semeru sebagai anak kepada diriku yang sebatang kara."


Brengsek!! bisikku dalam hati. Ingin aku mencakar wajahnya yang oplas itu.


"Kamu pasti lama menungguku, aku kasihan padamu." kataku mengecup pipi Semeru. Aku sengaja memperlihatkan kemesraanku pada Bu Mayang supaya dia tahu batasannya.


"Pengantin baru di mana-mana mesra, setahun dua tahun pasti jenuh. Masa terus makan daging ayam, sekali-kali laki pingin juga makan ikan asin." celetuk Bu Mayang membuat kupingku panas.


"Perempuan juga begitu Bu tidak laki saja. Semoga Semeru tidak berpaling dariku dan digaet wanita murahan yang memakai guna-guna untuk mencapai tujuannya."


"Jangan khawatir sayank aku suami siaga." jawab Semeru.


"Hahaha.... siapa tahu hari esok, kita boleh berencana tapi......" kata Bu Mayang menggantung.


"Anjing akan terus mengais sampah, walaupun sudah berkalung emas." sindir Bu Mayang ketika aku mengacuhkannya.


Tiba-tiba Bu Mayang bersenandung, dia menyanyikan lagu cinta. Ntah lagunya siapa, suaranya cukup merdu.


Setelah lama di perjalanan akhirnya mobil berbelok masuk keperkebunan, suasana sangat sepi dan gelap. Lampu penerangan jalan banyak yang mati. Setelah menedekati kantor perkebunan baru terang.


"Kalian tidak mau mampir, rumah sepi lho. Apapun yang kita lakukan di dalam tidak akan ketahuan, tidak mungkin ada yang datang. Aku selalu sendiri. Jika Semeru ke perkebunan mampir ya, kamu harus berbakti kepada orang tua walaupun aku sekedar istri muda ayahmu. Kita sambung lagi tali silahturahmi." kata Bu Mayang setelah turun dari mobil. Kata-katanya mengandung pesan buat Semeru.

__ADS_1


"Kalau aku kesini aku mampir, tapi kalau Semeru kesini aku larang mampir. Tidak baik dilihat orang, nanti saham Semeru bisa anjlok kalau ada gunjingan tetangga." sahutku to the point.


"Hahaha...kamu cembutu padaku sayank? aku tidak akan "memakan" suamimu. Walaupun kita pernah ada rasa ...."


"Aku harus menyelamatkan suamiku dari kerlingan maut Ibu tiri. Apalagi kalian pernah ada afair...aku lebih curiga. Jangan sampai aku seperti Bunda." suaraku mulai meninggi.


"Sayank...kita pulang!!" hardik Semeru cepat. Mungkin dia menyelamatkan dirinya dari perang Dunia ketiga.


"Ya sayank, lebih cepat lebih bagus aku takut kamu kena lintrik!!" kataku pedas.


Aku cepat naik ke mobil tanpa senyum untuk si brengsek Mayang. Prempuan murahan yang tidak tahu diri. Ketika mobil berlalu dia tertawa sambil melambaikan tangannya. Biasanya aku membuka kaca mobil untuk membalas lambaian orang, tapi ini tidak. Aku murka!.


"Sejauh mana hubunganmu dulu dengan ****** itu." tanyaku sudah tidak tahan.


"Tidak ada hubungan, jangan terpancing dengan tingkahnya."


"Aku tidak percaya omonganmu, kalau tidak ada kenapa kamu tadi tidak membantah."


"Aku malas berdebat."


"Kamu berarti mengiyakan bahwa kamu dulu ada afair, dulu pengakuanmu ibu tirimu menfitnah dirimu. Sekarang aku yakin kamu pernah menidurinya."


"Qi..penilaianmu terlalu buruk padaku. Memang dulu aku pernah dekat karena dia beberapa kali menyanyi di pesta yang di gelar Bunda, tapi tidak pernah sampai aku menidurinya."


"Terserahlah, kamu sukses membuat aku sakit hati." kataku menangis. Aku sangat benci.


"Itu masa lalu sayank, jangan dimasukan kehati."


"Aku ingatkan padamu jangan pernah berhubungan lagi dengannya. Perempuan itu aku black list dari kehidupanku."


"Ya sayank aku janji." sahut Semeru tenang. Aku terdiam. Lagu dari Pamungkas, To The Bone mengalun indah membuat marahku mereda.


Have I ever told you


I want you to the bone?


Have I ever called you


When you are all alone?…


Apakah aku pernah mengatakan kepadamu

__ADS_1


Aku menginginkanmu sampai ke tulang Apakah aku pernah menelponmu Ketika kamu sedang sendiri...


****


__ADS_2