
Mata Andre merah membara, rahangnya mengeras. Dia membanting kado yang sedianya akan diserahkan kepada Qirrera malam nanti. Sebuah cincin pertunangan yang dia siapkan jauh-jauh hari.
"Perempuan murahan, munafik, pelakor." gerutunya menendang kotak merah itu kepintu. Sebuah cincin jatuh dari kotak dan menggelinding kembali ke kaki Andre.
"Cincin sialan!!" dia menendang cincin emas yang bertahtakan berlian itu dengan kesal. Cincin itu terlempar mengenai pintu dan berbalik lagi ke kaki Andre.
Kembali dia mengambil ponselnya dan melihat Qirrera berpelukan dengan Papanya. Hatinya sakit, rasa hormatnya hilang kepada Papanya, kini berganti benci dan dendam. Dia tidak menyangka Papanya yang terhormat, sayang dengan istri, bisa berselingkuh.
Mamanya pasti tidak tahu kelakuan suaminya, padahal seminggu yang lalu dia memperingati Mamanya dan mengatakan Papanya kemungkinan mempunyai selingkuhan. Arrrgghhh....
Andre kemudian mengambil cincin itu dan mengantonginya. Dia akan menemui Papanya sekarang. Ini sudah keterlaluan. Papanya sudah berani terang-terangan berpelukan dengan Qirrera.
Dia keluar dari kamarnya nenuju garasi.
Mobil Lamborghini itu melaju kencang menembus jalan Badak. Hatinya sakit memikirkan kelakuan Qirrera dan Papanya.
Sampai di rumah orang tuanya Andre langsung masuk ke dalam menemui Mamanya. Dia melihat Mamanya berada di ruangan keluarga sendirian.
"Andre, tumben mau menengok Mama, bagaimana keadaanmu?" sapa Mamanya tersenyum. Andre memang tidak mau datang semenjak orang tuanya memaksa perjodohannya dengan Natalia.
"Maa...gimana keadaan Papa ketika perjalanan bisnis ke Singapore." tanya Andre duduk di sofa di samping Mamanya.
"Baik...memangnya kenapa, Mama minta maaf tidak bisa beli oleh-oleh di Singapore karena sesuatu hal."
"Apa Mama tidak melihat perubahan Papa akhir-akhir ini. Atau mencurigai Papa punya selingkuhan." kata Andre to the point.
"Hahaha...kamu ada-ada saja, mana mungkin Papamu punya selingkuhan. Cintanya hanya kepada Mama saja."
"Tidak baik terlalu percaya diri. Zaman sekarang apa sih yang tidak mungkin. Papa masih ganteng, kaya dan penyayang. Semua cewek akan nempel dengannya."
"Jangan berperasangka buruk kepada orang yang kita sayangi karena akan membuat hubungan menjadi kacau. Jika dugaanmu benar, Mama tetap tidak percaya."
"Aku cuma mengingatkan Maa, aku sayang Mama." kata Andre kecewa.
Ternyata Mamanya tidak tertarik atas gosip yang dia hembuskan. Tidak mungkinlah dia memperlihatkan Vidio pendek Qirrera yang berpelukan sama Papanya di Hotel ketika Qirrera Ulang Tahun.
__ADS_1
"Bagaimana hubunganmu dengan Natalia, Mama lihat kamu sudah bisa menerima jodohmu. Kalian sudah dewasa lebih baik hubungan ini dilanjutkan ke acara pertunangan."
"Aku tidak mencintainya Maa, dia begitu ambisius dan arogan."
"Jangan membuat malu, kita sudah sepakat dalam perjodohan ini. Manusia tidak ada yang sempurna, berpikirlah positif terhadap pasanganmu. Kita tidak mungkin membatalkan perjodohan ini karena tetua sudah setuju."
"Aku mencintai orang lain." sahut Andre dengan wajah murung. Sorot matanya menerobos keluar menembus hamparan taman yang ada di samping Manssionnya.
"Waktu Mama dan Papa ada di Singapore Mama mendengar cerita dari Om Hendra, bahwa ada janda yang memikat hatimu. Hati-hati bergaul, kita ini keluarga ningrat yang sangat terpandang. Para tetua pasti memutuskan yang terbaik. Mama bersyukur Om Hendra cepat bertindak, kalau tidak ada Om Hendra, nama besar keluarga kita sudah tercoreng."
Andre terdiam, pantaskah dia membela Qirrera di depan Mamanya, sementara sifat Qirrera sudah membuat dirinya terpuruk.
"Maa...aku pulang." kata Andre berdiri. Pikirannya sangat galau. Wajah Qirrera yang bahagia berpelukan dengan Papanya mengusik jiwa.
"Tidak menunggu Papa?" tanya Mamanya ikut berdiri.
"Tidak!!" jawab Andre pendek. Dia keluar dengan langkah gontai.
Rumah Andre memang berbeda dengan orang tuanya, walaupun masih satu komplek. Semenjak dia kenal Qirrera dia bersandiwara pura-pura miskin di depan Qirrera, tujuannya supaya dia mendapatkan cinta sejati gadis itu. Ambisinya untuk mempersunting Qirrera sangat tinggi.
Andre rela menggelontorkan tabungannya untuk membuat rumah pribadi yang mirip rumah Qirrera. Membeli mobil yang sama seperti gadis itu. Dia terobsesi dengan Qirrera. Sebagai CEO (Chief Exceutive Officer) dari Supercar, Andre sangat mudah untuk membuang uang memenuhi keinginannya membangun rumah atau semacamnya.
Andre sendiri mengenal Qirrera sewaktu membeli mobil Mc Larren. Dia tertarik kepada Qirrera walaupun mereka belum pernah bertemu langsung. Andre mengenal Qirrera lewat CCTV yang berada di kantornya. Saat itu Papanya yang meladeni Qirrera karena Andre berada di bengkel.
Sebagai orang berduit tentu Andre dengan mudah mencari biodata Qirrera. Untuk mempermudah aksinya dia mendekati Maya Wansa yang kebetulan teman sekolahnya waktu SMA. Mulailah Andre menyaru menjadi Satpam, dia juga memboyong kedua pembantu Mamanya yaitu Bik Inah dan Bik Surti.
Perjuangannya untuk mendapatkan cinta Qirrera membuahkan hasil, Qirrera mati-matian mencintainya. Sayang sekali hubungannya dengan Qirrera selalu putus nyambung gara-gara hadirnya Natalia kembali di rumah orang tuanya.
Dengan alasan perjodohan keluarga Natalia kembali mengusik kehidupannya. Keinginan Andre untuk menjelaskan siapa dirinya yang sebenarnya selalu mendapat kendala.
Seperti hari ini, dia sudah mantap nanti malam akan menjelaskan siapa dirinya sekalian akan meminang Qirrera, tapi kembali tidak jadi karena Papanya sudah memeluk Qirrera terlebih dahulu. Seperti pisau yang menghujam jantungnya, sangat sakit. Tidak ada ampun lagi dia harus bertindak.
Lamborghini Huracan warna Yellow itu menerobos keluar dari Menssion dan menembus jalan Badak. Sebuah rumah mewah bercat putih tulang menunggu kedatangan Andre. Disinilah Andre tinggal dengan tiga asisten rumah tangga dan dua tukang kebun.
Rumah ini dia buat dengan perencanaan yang matang dibawah konsep Hotel bintang lima. Tamannya mirip dengan yang ada di rumah Qirrera. Rencananya dia akan tinggal disini dengan Qirrera, tapi sayang angan-angan itu buyar. Kesetiaan Qirrera perlu dipertanyakan.
__ADS_1
Andre turun dari mobil dengan wajah kuyu, dia langsung menuju kamarnya. Dia tidak menyadari Natalia berada di ruang tamu.
"Sayank...kamu tidak menyapaku?" suara Natalia manja menghentikan langkah Andre.
"Owh Lia, aku tidak fokus. Sudah dari tadi?" tanya Andre merasa terusik.
"Baru 15 menit. Aku ingin mengajakmu makan di luar."
"Pergilah sendiri aku tidak mood."
"Ada apa sayank...pertunangan kita sudah dekat, aku harap kamu terbiasa denganku. Lambat laun kamu akan mencintaiku dan merengek setiap saat supaya diladenin." kata Natalia berusaha merayu Andre yang semakin hari terasa semakin jauh darinya.
Padahal dulu Andre sempat dekat dengannya, sudah sering pergi berdua. Mereka juga sempat pacaran. Memang dia yang bersalah, Andre pernah memergoki dirinya bersama Jodi.
Waktu itu sehabis dugem dia dan Jodi menghabiskan sisa malamnya disebuah Hotel langganan mereka. Natalia tidak tahu kalau Andre mengikutinya dan menangkap basah perbuatan mereka.
Semenjak itu Andre menghilang dari hidupnya. Natalia sempat frustasi kalau Andre akan mengadu kepada orang tuanya, ternyata Andre bungkam. Itu kesempatan Natalia kembali mendekati orang tua Andre dan mengingatkannya tentang perjodohan mereka.
Hampir Andre kembali terpikat dengan rayuannya, tapi semenjak Andre terang-terangan ingin menikahi Qirrera dunia seolah terbalik. Melawan Qirrera seperti bunuh diri, Qirrera adalah ikon kesuksesan.
Cantik, cerdas dan sukses, itulah Qirrera. Dengan dibantu Mamanya, Natalia bisa mempengaruhi keluarga besar Andre dan tetua. Qirrera hanya bisa dikalahkan dengan berita miring yang tidak semua tahu kebenarannya. Natalia mengangkat status Qirrera sebagai janda dan anak haram.
Status janda cerai hidup sangat tabu dilingkungan warganya, kecuali janda cerai mati orang masih maklum. Namun ulahnya yang mendiskreditkan Qirrera tidak berhasil maksimal. Ada pro dan kontra di lingkungan warganya, karena Qirrera donatur tetap.
"Sekali ini saja sayank, aku sangat lapar belum makan dari pagi." kata Natalia memaksa. Akhirnya Andre terpaksa menuruti kemauan Natalia.
"Kita kemana?" tanya Andre ketika sudah berada di mobil.
"Kita makan dekat pantai, kita makan seafood."
"Tapi jalan kesana becek, apalagi malam sering hujan. Cari yang lain saja." sahut Andre malas. Dia sering ke sana bersama Qirrera untuk membeli ikan mentah untuk dipanggang dirumah. Kenangan itu mengusik dirinya, membuat gumpalan rindu yang mendera dirinya.
"Ayuklah Andre aku sangat lapar." kata Natalia menarik tangan Andre ke mobilnya. Sebenarnya Natalia ingin menikmati naik mobil Lamborghini bersama Andre. Dia juga ingin selfie dan memperlihatkan kepada warga bahwa hubungan mereka baik-baik saja. Tujuannya supaya perjodohan mereka cepat dilaksanakan.
Perjalanan ke pantai ikan tidak begitu ramai, malah terasa sepi. Kalau dulu dia dan Qirrera kesini memakai mobil pick up karena tempatnya becek. Dia merasa kasihan membawa mobilnya kesini, taou sudah terlanjur.
__ADS_1
Mereka menyusuri jalan ke Pantai, banyak pedagang ikan berjejer dipinggir jalan. Bau khas ikan laut menyebar.
******