QIRRERA LOVE YOU

QIRRERA LOVE YOU
BERKABUNG


__ADS_3

Kami sedang sibuk membereskan file ketika terdengar suara letusan. Kami cepat berlari kebelakang?


Astaga...Semeru kaget melihat Ayahnya bersimbah darah. Polisi yang tadi mengawal Ayahnya tidak ada, Semeru mendorong Mayang ketika prempuan itu meraung disamping Pak Haji.


"Panggil cepat Ambulance." teriak Semeru memeluk Ayahnya.


"Tidak Tuan, lebih baik kita yang membawa beliau ke rumah sakit." bantah Dahlan. Dia memimpin temannya mengevakuasi Pak Haji ke mobil.


"******, siapa yang menembak Ayahku. Katakan, kalau tidak aku tembak kepalamu." bentak Semeru menatap tajam Bu Mayang.


"Sandy...Polisi telah mengejarnya." jawab Bu Mayang gugup.


"Manusia terkutuk!! enyah kau dari sini." bentak Semeru.


Mereka akhirnya mengangkat tubuh Pak Haji ke Bus Semeru dan melarikannya ke Rumah Sakit terdekat.


"Ayah sadarlah." ceracau Semeru sangat panik.


*****


*Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah dan mengampuni segala dosa almarhum, Bapak Haji Saleh. Semoga bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran menghadapi ujian ini.


*Innalillahi Wainnailaihi Rajiun. Saya turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Haji Saleh. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. Aamin.


Ucapan bela sungkawa memenuhi halaman rumah Pak Haji yang sangat luas. Ntah berapa kali Bunda tidak sadarkan diri, dia begitu shock menerima kenyataan ini. Suami yang sangat dia cintai begitu cepat meninggalkannya.


Semeru duduk termenung, seandainya dia tidak memanggil Ayahnya tentu Ayahnya masih hidup. Begitu cepat kepergianmu Ayah, belum sempat rasanya aku membalas kebaikanmu, kamu sudah pergi.


Matahari sudah mulai condong ke Barat ketika sebuah tangan menyentuh tangan Semeru.


"Mari kita pulang, para pelayat semua sudah pulang," ajak sarah.


Mendengar kematian Bapak Haji Saleh, Sarah cepat terbang dari Lampung ke Tarakan. Sudah lama dia berencana akan pindah kerja ke Kalimantan, tapi belum terealisasi.


Semakin lama dia semakin mencintai Semeru, sayang Semeru belum mau menerima cintanya. Baginya Semeru ragu-ragu karena masih ada ikatan perjodohan.


Dia sudah tahu Semeru sudah menikah dan tahu bahwa Semeru dijodohin. Kenapa Sarah tidak mundur?, karena Semeru tidak mencintai istrinya dia yakin itu.


"Maaf Sarah, aku ingin diam beberapa saat disini menemani Ayah. Pulanglah dengan yang lain."


"Tidak, aku sengaja menunggumu disini. Aku akan pulang apabila kamu juga pulang." sahut Sarah duduk disamping Semeru.

__ADS_1


"Aku sangat kasihan padamu, disaat begini mana ada istrimu, prempuan begitu mana bisa di percaya. Dia hanya menginginkan hartamu tidak lebih."


"Aku sedang berduka, jangan membuat aku mengusirmu."


"Maaf sayank, memang seharusnya aku tidak bicara begitu. Aku kasihan padamu." kata Sarah membelai tangan Semeru.


Dia terus merayu Semeru dan berharap lebih. Terbayang kekayaan Semeru yang bombastis, di suruh menjadi selirnya juga tidak apa-apa. pikir Sarah tersenyum dalam hati.


Langit sudah memerah di ufuk Barat, Semeru di temani Sarah berjalan pulang. Di belakangnya ada pengawalnya naik Bus.


"Apakah masih pembunuhnya berkeliaran?" tanya Sarah membuka pembicaraan ketika mereka sudah ada di mobil.


Sarah tambah ingin memiliki Semeru, baru pertama kali dia naik mobil sport, rasanya sangat melambung. Kesombongannya berlipat.


"Kata Polisi Sandy sudah ditangkap, aku tidak tahu khabar istri muda Ayah." jawab Semeru malas.


"Aku akan menginap di rumahmu, bolehkan. Istrimu tidak ada, aku akan menghiburmu."


"Kalau mau menginap, di rumah Bunda saja Sebentar akan diadakan tahlilan." saran Semeru.


"Aku hanya ingin ganti baju di rumahmu setelah itu kita bareng-bareng ke rumah Bunda."


Mobil masuk ke garase, Semeru dan Sarah pergi ke rumah kedua. Sarah tidak bisa menghilangkan rasa kagumnya melihat detail rumah Semeru. Begitu mewah, seolah berada di Negeri dongeng.


Mendengar khabar kematian orang tua Semeru aku membatalkan beberapa rapat dan kunjungan keluar Negeri. Belum ada seminggu di Bali aku harus balik ke Tarakan. Berita ini sangat mengejutkan, terbayang wajah Pak Haji yang sumbringah pada saat dia bertemu di Restoran untuk pertama kalinya.


Aku berlari kecil ke rumah induk dan mencari Bunda. Banyak orang berada di ruangan ini, dan bengong melihat kedatanganku.


"Bunda, maaf aku baru bisa datang." kataku memeluk Bunda yang lagi tiduran di kamar. Banyak orang berada di kamar menghibur Bunda. Mereka hanya bisa menatapku bengong. Pada saat emosiku kacau, bahasa Indonesiaku lenyap. Yang keluar bahasa Inggris, selalu begitu.


"Miss you Bunda...." kataku terus menangis.


"Bunda tidak apa-apa, sebentar lagi akan diadakan upacara tahlilan, kamu boleh berganti pakaian dulu." kata Bunda sambil menghapus air matanya.


"Aku ingin melihat Bapak." kataku tidak mengerti kalau Bapak sudah dikubur.


Ternyata banyak yang aku tidak mengerti. Tapi Bunda memaklumi dan memaafkan setiap kesalahanku. Aku menggeret koperku ke rumah kedua.


"Saya membawa barang Nyonya." kata seorang pelayan menawarkan diri.


"Ini tidak berat, trimakasih." sahutku.

__ADS_1


Aku tidak melihat Semeru seharusnya dia berada disamping Bunda. pikirku.


Pintu utama tidak di kunci aku leluasa masuk ke dalam. Aku kaget melihat seorang perempuan keluar dari kamarku, setelah itu Semeru berada di belakangnya.


Tanganku seketika gemetar dan darahku meloncat ke otak. Kakiku seketika lemas, aku berusaha tenang dan menahan diri. Semua ini belum pasti, lebih baik aku bermain cantik untuk mengusir wanita itu.


Aku menepis pikiran negatif dan berharap mereka tidak berbuat mesum di kamarku. Berjalan dengan mantap dan pura-pura tidak tahu apa yang terjadi.


"Sayank....." Semeru kaget melihat kedatanganku, aku langsung menghambur kepelukannya.


"Aku sangat merindukanmu." bisiknya.


"Aku turut berduka cita, maaf aku baru bisa datang, kamu tidak marahkan?" kataku manja tetap berada dipelukannya.


"Owh mbak Sarah, aku kira siapa. Sudah lama berada di sini?"


"Lumayanlah....." sahutnya dengan wajah cemberut.


"Sarah, duluan ke rumah Bunda, nanti aku menyusul." kata Semeru tetap memelukku.


"Bukankah kita sudah janjian akan datang berdua ke rumah Bunda." sahut Sarah.


"Pergilah mbak Sarah tidak baik di rumah suami orang. Kecuali mbak ingin disebut pelakor atau cewek murahan." kataku tersenyum sinis.


"Tidak ada salahnya kalau seorang suami menginginkan lebih dari satu istri, itu hal yang wajar. Seorang suami akan terus berburu wanita muda yang memberinya perhatian lebih. Seperti Mas Semeru kepadaku."


"Khayalan mbak Sarah terlalu tinggi, tidak sesuai dengan kemampuan. Seorang suami tidak akan tertarik dengan air comberan karena dia terbiasa minum air mineral." sindirku.


"Sarah pergilah!" bentak Semeru membuat Sarah terpaksa pergi setengsh berlari.


Semeru menyeretku masuk kamar dan memelukku. Aku cepat menepis tangannya dengan kasar.


"Apa maksudmu mengajak perempuan ke kamarku. Kamu pintar menghinaku, menamparku tapi kelakuanmu sendiri sangat rendah. Itukah perempuan soleha pujaanmu yang tidsk tahu diri ingin merebut suami orang."


"Apa kamu cemburu?"


"Ciihh...tidak level." sahutku kesel. Dia tidak peduli dengan ocehanku, dia sibuk memelukku dan memanfaatkan situasi ini untuk bisa menciumku.


"Aku benci denganmu, baru ditinggal sebentar kamu sudah memasukan perempuan lain ke kamarku. Aku mau cerai...cerai...cerai...." kataku sengit.


*****

__ADS_1


__ADS_2