QIRRERA LOVE YOU

QIRRERA LOVE YOU
PELAKOR


__ADS_3

Detik, menit, jam, Semeru tidak muncul-muncul. Aku bersabar demi mendengar cerita tentang Pak Haji. Lebih baik aku menyelesaikan pekerjaanku yang menguras otak.


Ada beberapa kolega menawarkan aku Pom bensin, Retail dan properti. Aku menolak semua tawaran itu dan memilih Batu bara, bukan berarti aku tidak punya empaty kepada mereka, tapi aku perlu mengembangkan sayapku disini.


Waktu ini aku sudah joint dengan Semeru Barito, sekarang aku berencana invest di Segara Barito. Aku ingin mendalami bisnis Batu bara, itung-itung aku membantu Bunda supaya tetap eksis.


Pukul.01.00 WIB. Aku heran kenapa Semeru belum pulang juga. Aku meraih ponselku dan melihat di IG temannya, siaran langsung. Aku biasa menyelidiki seseorang dari status atau IG temannya, karena di ponsel pribadinya tidak mungkin dia merekam hal buruk.


Aku masuk ke IG Sarah....apa yang aku lihat? ternyata Sarah seorang pemburu ulet, dia tahu aku akan kepo.


Dia sangat pintar, seseorang membatunya menjalani misi busuknya. Saat Semeru keluar dari tempat aku Press conference, dia dengan lembut menawarkan Semeru menemui Bunda.


Semeru memperkenalkan Sarah dan sarah memperkenalkan dirinya sebagai pacar Semeru dimasa lalu. Video stop. Aku menarik nafas berusaha tenang.


Video kedua Sarah ternyata nempel sama Semeru ketika saudara dan kolega Semeru saling temu kangen. Mungkin saking sibuknya orang-orang ini sampai sulit bertemu kecuali ada hal penting.


Video ketiga aku menonton Semeru dipaksa disuapi kue oleh Sarah. Apa artinya ini? Aku akan melihat Tranding Topic dan anjloknya sahan Barito.


Aku sudah sering memperhatikan anjloknya Saham seseorang karena tingkah lakunya. Sarah tidak mengerti, karena dia ambisi menaklukan Semeru dan membuat aku marah. Mungkin Sarah sendiri tidak mengerti tentang saham.


Sedangkan Semeru aku melihat dari bahasa tubuhnya bahwa dia terpaksa, lebih tepatnya sungkan menolak karena Sarah itu dari Lampung datang seorang diri demi menghadiri pemakaman Ayahnya. Klop.


Aku menggerakkan oyot leher yang kaku, berusaha menahan emosi. Kalian pasti tidak tahu yang aku rasakan....


Dulu aku mengira cintaku seperti air di daun talas, bila aku tiup air itu cintapun menggelinding jatuh. Tidak berbekas. Tapi aku salah, ketika aku melihat Sarah berada dekat dengan Semeru, darahku melonjak dan rasa cemburuku membuat aku sesak.


Aku jealous!!. Dengan langkah gontai aku akan menyusul Semeru. Pukul.02.00 WIB sudah seharusnya aku menjemputnya. Aku yakin semua sudah pada tidur.


Sampai di pintu depan aku melihat Semeru di tarik oleh Sarah dan dipeluk. Sebelum bibir mereka menyapu tanganku cepat terayun. "plokk...plokk...plokk"


"Prempuan murahan!!" kataku menarik kerudungnya.


"Kau yang murahan merebut pacarku." katanya sengit.


"Keluar kau dari rumah ini." bentakku marah.


"Kau hanya istri palsu, apa hakmu mengusir aku." pekiknya.

__ADS_1


Aku menyeringai menatap Semeru. Pasti dia yang mengatakan aku istri palsu.


"Qi....."


"Jangan ikut bicara, aku akan mengirimnya ke Bandara. Tolong panggil pengawalmu."


"Ta...tapi...."


"Ow..jadi kau keberatan Selirmu pergi? kalau begitu kau akan aku usir sekalian. Pergilah!!.


Semeru bungkam. Aku benci dengan sikapnya, suami apa ini? kurang ajar sekali. Ingin aku menendangnya sampai keok.


"Ada apa Nyonya?" dua orang pengawal bertanya dengan takut-takut. Aku yakin mereka tahu kronologisnya, cuma dia menahan diri untuk menampakan diri.


"Bawa perempuan liar ini ke Bandara, aku muak melihat tingkahnya." kataku tegas.


"Aku tidak mau pergi, kecuali Semeru menyuruhku." sanggahnya pongah.


"Maaf Sarah pergilah....." tiba-tiba semeru mengusirnya. Dia menangis.


Pengawal membawa dia pergi. Aku masuk ke dalam tanpa menoleh kepada Semeru.


"Qi...maafkan aku." Semeru mengejarku.


"Aku muak dengan tingkahmu yang tengil Kau mengerti bisnis tidak? tingkahmu tadi bisa membuat Saham Semeru anjlok."


"Apa salahku, tidak ada yang kami lakukan kecuali bersenda gurau dengan banyak orang, tidak ada yang aku sembunyikan. Kamu selalu mencari kesalahan Sarah, kadang aku kasian padanya yang terzalimi."


Aku hampir menendang mulutnya, tapi aku mencoba sabar dan menahan diri.


"Tuan Semeru, kamu adalah putra seorang konglomerat yang sangat termasyur. Banyak orang ingin memanfaatkanmu dan menjegal bisnismu, kita tidak tahu kawan. Mereka manis di mulut dan menusuk di belakang, mulai sekarang kau hati-hatilah berbicara, bertindak dan bertingkah laku. Aku tahu kamu belum merasakan nikmat menjadi anak Konglomerat, maka dari itu aku ingatkan." kataku menceramahinya.


"Aku mau tidur." sahutnya masuk kamar tanpa mengganti baju dia langsung merebahkan badannya.


"Aku yakin kamu masih memikirkan Selirmu, supaya kau tidak menyusul ke Bandara aku sarankan kau menonton statusnya di WA, boleh juga kau nonton IG nya. Aku yakin Saham Semeru besok anjlok dan gosip hubunganmu dengan selirmu akan merebak, tentu nama baikku dan Sahamku ikut kena imbas." kataku mengambil ponselnya dan melempar ke dadanya.


Aku keluar kamar, tidak lupa aku menutup pintu dengan extra keras. Hatiku sakittt... tanpa bisa ditahan air mataku merembes dipipi, selalu saja kesedihan itu datang tanpa mau membiarkan aku bahagia sedetikpun.

__ADS_1


Mungkin masalah ini akan bisa membuat Semeru semakin mengerti, betapa dia sangat berpengaruh dalam bisnisnya. Dia adalah seorang CEO dengan masa kerja yang singkat, tentu banyak hal yang tidak dia mengerti. Aku berdoa dalam hati supaya semuanya baik-baik saja.


Ketukan halus dipintu membuat mataku terpaksa terbuka. Aku bangun dari sofa dan melangkah gontai ke pintu.


"Qi...kenapa kamu tidur disini." Bunda sudah di depanku berdandan rapi. Tadi malam aku tidur di ruang kerja di sifa panjang. Tidak masalah bagiku, karena aku sering melakukan ini. Aku fleksibel, tidak sombong dengan kemewahanku. Aku sadar diri semua ini titipan dari Allah.


"Aku ngelembur Bunda, malas ke kamar." sahutku. Seorang Ibu tidak akan bisa dibohongi. Bunda hanya mengangguk dan mengelus rambutku.


"Mandilah sayank... awal pernikahan akan banyak cobaan, harus sabar." kata Bunda menatap mataku yang sembab.


"Ya Bunda...." sahutku tersenyum garing. Aku tidak pintar merubah situasi.


"Sekitar pukul. 10.00 pengacara kita akan datang, mereka akan membacakan wasihat yang ditinggalkan oleh Pak Haji. Istri muda Pak Haji juga akan datang, Bunda harapkan jangan terlalu dekat dengannya. Cukup tersenyum saja."


"Siap Bunda." sahutku.


"Bunda pergi dulu, jangan sering begadang, nanti sholatnya bolong-bolong." kata Bunda lalu pergi dari hadapanku.


"Ya Bunda." sahutku.


Aku lalu ke kamar dan langsung menuju kamar mandi. Kulihat Semeru memeluk bantal dan ponsel ada disampingnya. Pasti dia sudah melihat status Sarah, atau dia sudah melihat harga sahamnya?


Aku akan mandi super lama dengan cara berendam di Bathtub. Air hangat mengalir deras, bercampur dengan bath bomb serta minyak asiri untuk aromaterapi dan menjaga kelembapan kulitku. Gelembung busa dari bath bomb membuat sensasi tersendiri. Segar!!.


"Sayank..cepat mandinya kita sudah dipanggil oleh Bunda." teriakan Semeru di pintu membuat aku meloncat. Rasanya belum ada sepuluh menit. Aku cepat-cepat memakai jubah mandi dan melongok keluar.


"Kata Bunda kita jam sepuluh kesana, ini baru jam berapa?"


"Sudah jam sepuluh sayank." kata Semeru menarik tanganku keluar. Hampir aku terjatuh. Rambutku masih basah.


"Semeru kamu kenapa sih, aku belum pakai handuk. Lantai akan basah."


"Aku mencintaimu sayank...." kata Semeru mendorong badanku ke ranjang.


Sungguh aku kehilangan akal karena pakaianku hanya jubah mandi yang terbuka lebar saat talinya ditarik.


*****

__ADS_1


__ADS_2