QIRRERA LOVE YOU

QIRRERA LOVE YOU
AKAD NIKAH


__ADS_3

Akhirnya datang juga hari yang kutunggu setelah aku gagal mensomasi Pak Haji dan Bunda. Alasannya mereka sibuk dan sibuk. Semerupun semakin overprotektif, ada saja kesalahanku yang membuat dia marah.


Aku berharap setelah acara ini aku bisa terbang bebas melanglang buana. Kadang aku merasa tertekan kalau sering di marah oleh Semeru. Dia sering menuduhku tanpa alasan, mengatakan aku wanita murahan.


Pagi-pagi aku sudah bangun, Bunda juga ada disini memberi perintah kepada sepuluh orang menjadi pelayan khusus untuk menemaniku saat akad nikah. Dia sangat sibuk mengurusku yang sama sekali awam akan masalah ini. Aku di Bali pernah juga di jodohin pakai pakaian putih begini tapi beda culture.


Bunda memakai jasa MUA make up artist, mereka saat ini sedang mendandaniku. Aku memakai Pakaian Kebaya putih dari Prancis dan Kain tradisional Lampung. Wajahku terlihat anggun dan sexy.


Selesai berdandan aku di telepon oleh Kak Leon, dia mengatakan tidak bisa datang karena istrinya melahirkan.


"Bunda Kak Leon tidak bisa datang, apa berpengaruh dengan acara ini."


"Kita sudah siapkan studio, semua acara akan disiarkan langsung secara virtual dan kakakmu yang ada di Bali akan ikut terlibat. Disini kamu akan diwakilkan oleh wali hakim." sahut Bunda, aku cuma mengangguk karena tidak mengerti.


"Tapi pernikahan ini khan palsu kenapa harus ribet Bunda." bisikku takut di dengar orang lain.


"Kamu sangat cantik seperti bidadari sorga. Bunda sangat sayank padamu. Kapan-kapan Bunda ingin ke Bali."


Bunda sangat pintar ngeles dari pertanyaanku. Aku sungguh curiga. Dia seolah ingin aku tetap tinggal disini. Semoga acara ini sukses, setelah itu aku bebas merdeka.


"Kalau begitu kita besok akan ke Bali Bunda, nanti Bunda sendiri pulang aku akan menetap di Bali." sahutku tersenyum.


"Begitu? Bunda ikut menetap di Bali saja hahaha...." kami tertawa.


"Bunda sangat cantik." kataku memuji, walaupun sudah kepala lima, tapi Bunda kelihatan awet muda.


"Kamu juga cantik sayank...."


Orang kaya pasti perawatan, make upnya aku lihat merk Lamere, 11; 12 denganku. Bunda tidak mau jauh dariku, maunya lengket terus. Aku tidak mengerti, apa ini tricknya atau memang dia sengaja ngintil denganku. Padahal sudah ada sepuluh pelayan khusus yang menemaniku.


Bunda mengajakku ke sebuah gedung ber cat putih, ini masih dilingkungan rumah Pak Haji, tepatnya berada dekat taman bunga. Kami kesana naik mobil limousine. Aku seperti kerbau dicocok hidungnya.

__ADS_1


Tidak satupun bantahan keluar dari mulutku ketika acara di mulai dari awal sampai akhir. Penyebabnya adalah puluhan Photographer dari berbagai Media yang telah mengenalku sebagai Selebgram dan pembisnis termuda yang sukses di Bali.


"How are you guys, we meet again here." kataku menyapa mereka yang kaget menyambutku.


"This is a surprise!!" sahut nereka hampir berbarengan.


Aku berjalan perlahan dengan senyum profesional. Kami masuk ke dalam gedung. Dekorasi gedungnya membuat aku kagum, seperti menikah sungguhan. pikirku. Ratusan buket bunga mawar segar tertata rapi memenuhi ruangan.


Di dalam gedung sudah ada Pak Haji dan ntah siapa lagi aku tidak tahu, mataku melirik Semeru yang ganteng banget. Kami beradu pandang saling tatap, saling mengagumi. Kami disuruh duduk berdampingan. Aku langsung berbisik,


"Besok aku pulang ke Bali. Aku sudah bebas. Kamu tidak akan lihat aku lagi, tidak ada yang di marah."


"Hemm...."


Dia diam tidak bereaksi, matanya memandang lurus ke depan. Ternyata Pak Haji menepati janjinya, kami di dalam gedung cuma bersembilan. Aku cepat-cepat mengikuti apa yang harus ku lakukan Cincin juga di sematkan ke jariku, kata Bunda itu Cindramata. Dasar orang kaya Cincinnya berlian.


"Apa kita tukar cincin?" bisikku kepada Semeru. Dia tersenyum penuh arti. Capek bicara sendiri.


Dari tadi aku merasa aneh, dimana para kuli tinta itu, kenapa tidak satupun yang meliput. Ketika aku sibuk berpikir tirai di depanku terangkat ke atas. Aku kaget setengah mati karena di belakang tirai ribuan tamu duduk manis di kursi masing-masing. Gedung ini sangat luas dan melebar ke samping. Dan para kuli tinta sibuk mengambil gambar.


Tentu aku tidak tahu apa saja yang terjadi dibalik tirai, masalahnya kedap suara.


"Aku merasa ditipu." bisikku kepada Semeru.


"Tenang, pasti penipunya bisa ditangkap." sahut Semeru membuat aku tersenyum.


Lantunan lagu dari Raef - You are the One, kemudian lanjut ke Perfect dari Ed Sheeran membuat aku menjadi baper. Aku merasa hatiku tersentuh asmara.


Tiba giliran perjamuan makan, sudah tersedia meja oval yang sangat besar di tengah ruangan. Atap ruangan seolah terbuka, perlahan dari atas turun berbagai makanan, layaknya seperti di Hotel.


Mungkin tamu lain merasa kagum, tapi aku biasa saja, karena ada di Hotel. Makanan akan tersedia dalam keadaan masih berasap/fresh. Pokoknya meriah banget dech.

__ADS_1


Mataku sibuk mencari Bu Mayang dan Sandy, tapi tidak terlihat batang hidungnya. Mungkin mereka sedang bersedih. pikirku. yang jelas Sandy pasti tidak dikasi kesini, karena takut membuat image jelek.


Terakhir kami Press conference, Keluarga Pak Haji merasa kaget karena aku seorang Selebgram dan pembisnis muda berbakat. Mereka juga memperhatikan bagaimana aku menyapa fans ku secara Vartual. Semeru juga bicara sepatah dua patah kata dengan bahasa Inggris yang fasih.


****


Inilah malam pertama bagi penganten baru, berhubung aku penganten palsu aku tidak peduli. Aku duduk di ruang tamu dengan santai.


"Gara-gara Pak Haji mengundang orang dan photographer, ponselku terus berdering. Mereka mengira aku menikah sungguhan." kataku memandang Semeru.


"Pak Haji seorang Konglomerat, jadi ada selentingan sedikit mereka datang bergerombol. Dua puluh empat jam para Wartawan mengintip." kata Semeru. masuk akal juga. pikirku.


"Tapi aku merasa terganggu, padahal aku ingin tidur."


"Semua diluar dugaan, aku harap kamu bisa memaklumi. Tindak tanduk kita menjadi konsumsi Masyarakat, kita sama-sama menjaganya nama baik."


"Aku juga tidak akan membuka rahasia ini sebelum ada ijin dari Pak Haji."


"Trimakasih kamu mau mengerti." sahut Semeru. Aku hanya mengangguk.


"Maaf aku akan masuk ke kamar, masalahnya besok aku mau pulang ke Bali. Semoga Pak Haji mengijinkan."


"Pak Haji tidak mungkin mengijinkan, pamali, mungkin lagi seminggu pasti diijinkan."


"Lama sakali, aku tidak takut pamali. Banyak pekerjaan yang harus aku tangani segera."


"Apa kamu kangen sama brondongmu?" tanya Semeru membuat aku tertawa.


"Maybe." sahutku enteng.


Aku berdiri dan menuju kamar, bagiku seorang Semeru tidak membuat aku bergetar. Aku mengakui dia macho dan kaya, cuma kami tidak ada chemistry. Sebelum menikah aku ingin sekali menundukannya tapi setelah menikah aku melihatnya sebelah mata.

__ADS_1


Penyakit moody ku rasanya kambuh, aku mematikan semua ponselku dan mengunci pintu. Dan mulai menarik selimut untuk tidur.


****


__ADS_2