QIRRERA LOVE YOU

QIRRERA LOVE YOU
KECURIGAAN PERMANEN


__ADS_3

Every morning you have two choices, continue to sleep with your dreams, or wake up and chase them.


Mataku sulit untuk terbuka, rasa kantuk masih menderaku. Tadi malam aku sulit tidur, bayangan Adi memenuhi otakku. Ingin rasanya mencurahkan isi hatiku dan membuang rasa egoku yang tinggi.


Tapi sudahlah, mungkin perjalanan cintaku harus begini. Aku yakin dikemudian hari setelah dia tahu siapa aku, dia akan menyesal. Aku tidak seperti yang dia tuduhkan selama ini, hanya aku malas membela diri. Kalau dia tidak percaya, ya sudah. Dia juga tidak rugi. Bukankah dia tidak perlu kehadiranku lagi.


Mengapa merasa rugi, cintanya sudah ada pelabuhannya. Keisengannya sudah disambut oleh perempuan murahan yang sehaluan. Haruskah aku tangisi orang seperti ini??


Pukul 07.00 wita, aku turun untuk sarapan. Mataku tertuju kepada Andre yang sudah duduk seolah menungguku.


"Kamu masih disini, aku kira tadi malam sudah pulang."


"Aku tidak bawa uang bagaimana pulang. Perlu ongkos untuk naik grabb." sahut Andre tanpa beban. Dia menatapku datar.


"Kenapa tidak bilang kalau tidak bawa uang. Tadi malam aku sangat capek datang dari rumah kak Leon."


"Kamu sudah naik ke kamar tidur, mana mungkin kamu ingat denganku yang miskin ini. Cowokmu biarpun sudah beristri tapi orang kaya, tentu sangat membahagiakan."


"Duhhh, pagi-pagi sudah ngajakin berantem. Sarapan dulu, setelah itu aku akan mengantarmu ke tempat kerja."


"Tidak usah diantar, aku mau naik grabb."


"Suruh gundikmu menjemput, mungkin pagimu bisa bahagia, asal jangan didepanku bermesraan."


"Hati-hati bicara kalau bibirmu tidak ingin disosor." sahut Andre pindah duduk disampingku.


"Jangan mendekat nanti aku ketularan virus cintamu."


"Rugi mendekat, yach...aku diam saja dah. Aku rasa cintamu sudah beralih ke Om Sugama sehingga kehadiranku tidak ada gunanya."


"Capek dech, bahasnya itu melulu. Halusinasi tingkat tinggi, sampai tidak memakai nalar."


"Kamu yang tidak memakai akal sehat, sudah tahu Om Sugama sudah beristri kenapa kamu gaet juga?" suara Andre meninggi.


"Aku tidak jadi sarapan, udah berapa kali dijelasin tapi tidak percaya. Terserah kamu aja dah." sahutku berdiri.


Andre cepat menarikku kepelukannya ketika aku mau pergi dari ruang makan.


"Happy birthday sayank, I Love You." bisik Andre menggetarkan jiwaku. Aku ikut terhanyut ketika bibirnya menyentuh lembut. Aku tidak bisa pura-pura berontak, atau sekedar marah. Semua yang Andre lakukan membuat hatiku penuh hasrat.


"Ulang Tahunku kemarin." kataku melepaskan pelukan Andre.


"Aku tahu, yang kemarin dirimu untuk orang lain. Sekarang kamu milikku seutuhnya."


"Besok kamu milik gundikmu, begitukah?"


"Tidak ada hubungan apa-apa aku dengannya kecuali perjodohan, cintaku tetap denganmu."

__ADS_1


"Aku akan percaya apapun yang kamu katakan." sahutku.


Kami menumpahkan kerinduan sesat sebelum aku naik ke mobil. Cinta kami sulit dipisahkan, padahal kepercayaan kami satu sama lain sudah rontok. Andre sering menuduhku dan aku juga sering menuduhnya. Aku merasa kurangnya komunikasi antara kami berdua. Aku terlalu sibuk dan Andre juga begitu.


"Yank..aku boleh numpang di rumahmu lagi?" tanya Andre menahanku masuk mobil.


"Asal kamu tahu batasannya. Aku sangat mencintaimu, dan takut terjerumus. Aku tidak mau terjadi hal-hal yang membuat nama keluargaku tercoreng."


"Jadi selama dengan Om Sugama kamu belum tersentuh, atau kamu pura-pura suci supaya aku terpesona."


"Mau dicoba?" sahutku membuat Andre melotot.


"Kalau boleh, toh aku sudah hafal lekuk tubuhmu." sambernya cepat.


"Aku akan menyerahkan semuanya setelah pernikahan kita dilaksanakan." kataku.


Senyum Andre mendadak hilang. Dia ingat dengan perjodohannya. Lari dari perjodohan sama dengan membunuh Mamanya. Warga akan mengecamnya, dia tidak tega mengatakan kalau Natalia bersama Jodi pernah tertangkap basah. Disamping itu bukti tidak ada, kejadian itu sudah lama.


"Kenapa kamu diam Andre. Apakah pikiranmu bercabang antara aku dan gundikmu. Cinta tidak perlu bersatu, aku rela kamu menjalani perjodohan ini demi keluarga. Tidak ada pemaksaan dariku yang menyuruh kamu menikahiku. Santai sajalah....."


"Separuh jiwaku ada padamu, aku sangat mencintaimu. Kita akan lari dari Bali dan hidup berdua di tempat lain."


"Pemikiran yang absurd. Aku tidak mau membuat rumah di bawah Laut atau di tempat lain. Jalanilah sesuai aturan adat." kataku naik ke mobil.


"Miss You." bisik Andre mengecup bibirku.


****


Hari sudah menjelang malam, Pegawainya sudah pulang semua. Pak Sugama keluar dari Office seorang diri. Tidak terasa waktu cepat berlalu, hari ini dia sangat sibuk sehingga dia tidak sempat menelpon Qirrera untuk Endorses mobil Supercar yang baru datang tadi pagi. Dia ingin memakai Qirrera sebagai modelnya.


Kakinya melangkah gontai keluar dari Show Room Supercarnya ketika Andre berdiri menghadangnya. Dia tidak heran terhadap kelakuan anaknya yang terkadang manja.


"Andre sudah selesai di bengkel, bagaimana kesanmu selama menangani bengkelnya?" tanya Pak Sugama menghampiri Andre yang menatapnya kaku.


"Tidak ada masalah, bagaimana khabar Papa ketika berada di Singapore tempo hari?" Andre balik bertanya.


Pak Sugama memang jarang bertemu dengan Andre, apalagi Andre sering berada di bengkel yang jauh dari Show Room mobilnya.


"Rencananya Papa akan kembali kesana, karena waktu ini ada masalah yang menyebabkan Papa cepat pulang ke Bali."


"Begitukah? masalah apa?"


"Masalah kecil yang membuat Papa cepat mengambil keputusan untuk pulang."


"Papa nanti ke Singapora dengan siapa?" tanya Andre menyelidik.


Dia mencoba menahan rasa marahnya. Papanya tidak mau terus terang tentang masalah yang terjadi di Singapore. Bisa saja Papa kepergok mengajak Qirrera dan Mama marah. pikir Andre.

__ADS_1


"Kalau ke Singapore mungkin sendiri saja, Mama tidak mau kesana lagi, trauma katanya."


Jelaslah Mama trauma karena Papa tega mengkhianatinya. Rupanya Mamanya sengaja menyembunyikan ini semua. Dia sangat mengerti sifat Mamanya yang selalu sabar dan mengalah. Hatinya panas melihat Papanya yang tanpa beban.


"Paa..aku mohon jangan sakiti hati Mama. Aku berharap putuskan hubungan Papa dengan gadis itu. Hatiku sedih melihat Mama, aku sangat sayang sama Mama." kata Andre akhirnya, dia sudah tidak tahan terhadap sikap Papanya yang seolah tidak peduli.


"Mana mungkin Papa menyakiti hati Mamamu. Kami saling menyayangi." sahut Pak Sugama heran. Dia merasa aneh kalau Andre berkata begitu.


"Aku pegang kata-kata Papa." kata Andre lalu berbalik pergi.


"Andre....." panggil Pak Sugama tambah heran melihat tingkah Andre yang tidak seperti biasanya.


Sesuatu telah terjadi yang membuat otak Andre diliputi kecurigaan yang tidak pasti. pikir Pak Sugama membiarkan Andre pergi begitu saja. Andre anak yang santun tiba-tiba berubah menjadi tidak sopan di hadapannya. Apa yang menyebabkan putranya punya pikiran negatif kepadanya.


Kenapa dia curiga kepadaku, gadis siapa yang dia maksud?. bathin Pak Sugama. Selama menjadi Owner Supercar, banyak sekali gadis-gadis cantik yang datang padanya untuk membeli mobil. Tidak ada gadis yang istimewa, walaupun mereka rata-rata dari kaum jet-zet.


Ada satu orang yang membuat hidupnya berarti sebagai orang tua yang selama ini tidak mempunyai seorang putri. Qirrera, gadis super cantik yang maha dasyat. Terkadang Qirrera datang membawakan makanan kesenangannya, atau ikut meladeni pembeli yang rata-rata anak muda tajir. Sosok Qirrera memang menjual.


Apakah Andre curiga kepada Qirrera atau gadis lain, karena Artis Jakarta juga sering mengambil mobil darinya. Pak Sugama tersenyum sendiri ingat tingkah Andre tadi. Dia begitu sayang kepada Mamanya.


Mungkin istrinya tahu masalah ini, Pak Sugama bergegas pulang kerumah untuk menemukan istrinya. Dia ingin tahu apakah Andre juga mengabarkan kecurigaannya kepada Mamanya. Keanehan sikap Andre memenuhi pikiran Pak Sugama.


Mobil BMW M8 Competition itu menyusuri jalan Badak dengan tenang. Jalannya lebar dan sangat nyaman. Kanan kiri jalan berjejer pohon hias dengan rapi. Komplek perumahan ini memang sepi. Hampir keseluruhan penghuni disini adalah orang kaya yang rata-rata memiliki mobil Supercar.


Pak Sugama turun dari mobil disambut Pak Nyoman penjaga rumahnya.


"Kami khawatir dari tadi, sudah beberapa kali Nyonya menghubungi Bapak tapi tidak Bapak jawab. Syukurlah Bapak selamat." kata Pak Nyoman lega.


"Ponselnya tidak kedengaran suaranya, volumenya kecil. Ada apa Pak Nyoman?"


"Ada calon besan Bapak, mereka sudah datang dari tadi."


"Owh, baiklah."


Pak Sugama melangkah masuk, ada Pak Yoga, Ibu Dilla dan Natalia bersama kedua orang tuanya. Dia tidak begitu suka akan keluarga besannya, karena terkesan pecicilan. Apalagi Natalia yang soq manja.


"Selamat malam semuanya, kalian sudah lama menunggu?" tanya Pak Sugama tersenyum.


"Sudah dari tadi, kita sudah selesai makan malam." sahut Natalia riang. Orang tuanya ikut tersenyum.


"Silahkan kalian duduk dulu aku mau membersihkan diri." kata Pak Sugama keluar dari ruang keluarga.


"Paa..tidak usah mandi deh, mereka sudah lama disini. Kita ngobrol sebentar saja." kata Bu Wilda mengajak suaminya masuk lagi.


"Ya kalau begitu." sahut Pak Sugama mengerti. Istrinya pasti sudah bosan meladeni calon besan yang nyinyir.


"Tidak jadi mandi Om."

__ADS_1


****


__ADS_2