
Rain keluar dari kamar Arkana setelah Arkana tertidur pulas. Di ruang tamu Annisa sudah menunggu Rain untuk berbicara.
Rain tersenyum melihat Annisa, Rain berjalan ke arah Annisa dan berdiri di depan Annisa.
" Kamu tidak tidur , Annisa ? "
" Ada yang ingin aku sampaikan "
" Baiklah, aku siap mendengarkan "
" Katakan apa mau mu Mas ? "
Rain mengerenyitkan keningnya mendengar pertanyaan dari Annisa.
" Mau ku ? maksud mu Annisa ? "
" Jika mau nya Mas untuk merebut Arkana , aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi "
Rain tersenyum, lalu berdiri berjalan mendekati Annisa. Annisa mundur selangkah setelah melihat Rain yang berjalan mendekati nya.
" Aku tidak ingin merebut Arkana, Arkana adalah anak kita. Dan kita berdua akan menjadi ayah dan ibu yang sempurna untuk Arkana "
Kedua pipi Annisa memerah mendengar ucapan Rain, Annisa jadi salah tingkah dan tak tahu harus berkata apalagi kepada Rain.
" Itu tidak mungkin terjadi Mas, lebih baik Mas Rain pergi "
" Kamu ingin menjauhkan anak dari ayahnya ? sudah cukup Annisa, aku mohon beri aku kesempatan, beri aku kesempatan untuk kembali memperbaiki semuanya, sejauh apapun kamu memisahkan aku dengan Arkana, pasti kami akan kembali bertemu, aku adalah ayah Arkana, ini semua adalah takdir Allah, apa kamu tidak merasa kalau Allah mempertemukan kita untuk kembali memberikan kita kesempatan? "
Rain meraih kedua tangan Annisa, namun sesegera Annisa menepisnya.
" Baiklah, aku akan memberikan kesempatan "
Rain tersenyum, " benarkah ? "
" Karena Arkana sudah tahu semuanya, maka aku akan memberikan kesempatan untuk Mas Rain, hanya untuk Arkana. Bukan untukku , kita bisa menjadi ayah dan ibu yang baik untuk Arkana, tapi bukan berarti kita berdua harus kembali bersama "
Awalnya Rain tampak senang, namun kata kalimat terakhir Annisa membuat Rain kembali bersedih.
Annisa pun memilih pergi setelah berkata seperti itu kepada Rain. Rain hanya bisa menghela nafas panjang, begitu sulit sekali untuk Rain mengambil hati Annisa.
" Aku tidak akan menyerah, aku pasti bisa mendapatkan kamu kembali Annisa "
*****
Arkana masuk kedalam kamar Annisa dan membangunkan Annisa untuk sholat subuh bersama, Annisa hampir saja kesiangan karena semalaman ia tidak bisa tidur memikirkan Rain.
__ADS_1
" Ummi...ayo bangun !! "
Annisa bergegas bangun setelah di bangunkan oleh Arkana.
" Apa ibu sakit ? "
Arkana menaruh telapak tangannya di kening Annisa.
" Tidak sayang , Ummi baik- baik saja "
" Syukurlah, Arkana pikir Ummi sakit. Karena biasanya Ummi yang selalu membangunkan Arkana "
" Arkana, Arkana tidak marah ke Ummi kan ? Maafkan Ummi ya nak, mengenai ayahmu "
Annisa menggenggam tangan Arkana, rasa ketakutan Annisa akan kehilangan Arkana masih saja terbesit di hati Annisa.
" Tidak Ummi, Arkana sayang sekali dengan Ummi. Sekarang Arkana begitu bahagia karena ada Abi bersama kita "
Annisa tampak bingung, ia masih bingung bagaimana menjelaskan kepada Arkana bahwa dirinya dan Rain tidak mungkin akan bersama.
" Ayo Ummi, kita sholat subuh bersama "
Annisa dan Arkana keluar dari kamar dan bersiap untuk sholat subuh bersama, kali ini mereka tidak melakukan sholat di masjid, melainkan hanya di rumah saja.
Abah Rahman menjadi imam sholat, Annisa tampak celingak celinguk mencari keberadaan Rain.
" Oh..tidak Ummi "
Annisa tidak berkata jujur kepada Ummi shofiah karena ia merasa malu jika saja sebenarnya apa yang di ucapkan Ummi benar, Annisa tampak mencari Rain karena Rain tidak sholat bersama mereka.
Abah Rahman, Arkana, Ummi shofiah dan Annisa pun melaksanakan sholat subuh dengan khusyuk.
" Biar Annisa saja Ummi "
Annisa mengambil alih urusan memasak , sudah kewajiban Annisa membantu Ummi shofiah setiap harinya menyiapkan makanan untuk mereka semua.
" Bagaimana Annisa, hubungan mu dengan Nak Rain ? " tanya Ummi Shofiah di sela-sela pekerjaan mereka.
" Maksud Ummi ? Annisa tidak mengerti "
" Sekarang Arkana sudah tahu siapa Rain sebenarnya, dan Ummi lihat Arkana sangat menerima Rain , jadi sekarang pertanyaan Ummi yaitu tentang kamu nak, apakah kamu akan kembali menerima Rain "
Annisa yang sedang memotong sayur menghentikan pekerjaannya itu.
" Annisa rasa itu semua tidak penting Ummi, tidak menjadi masalah juga kan Ummi ? Kami bisa membesarkan Arkana dan mengasuh Arkana bersama , tapi bukan berarti kami berdua juga harus kembali bersama Ummi "
__ADS_1
" Tentu jadi masalah sayang, walaupun kalian sudah berpisah lama, kamu dan Rain masih sah sebagai suami istri "
" Tapi Ummi, Mas Rain sudah mengusir Annisa "
" Tapi dia tidak mengatakan talak kepadamu kan nak, dia tidak bilang kalau dia menceraikan kan mu bukan ? bukankah posisi nya saat itu Rain juga tidak tahu hal yang sebenarnya, semua hanyalah kesalahpahaman "
" Kalau begitu Annisa akan mengurus perceraian kami segera Ummi "
" Astaghfirullah Annisa, apa yang kamu katakan , jangan sampai setan mengambil alih dirimu hanya karena amarah nak "
Annisa menundukkan kepalanya sembari beristighfar, ia sadar bahwa ia sudah salah berucap.
" Maafkan Annisa , Ummi "
Ummi shofiah menggenggam kedua tangan Annisa, " Cobalah di pikirkan kembali ya nak, Ummi tidak memaksa mu Annisa, Ummi hanya melihat bahwa Rain bersungguh - sungguh, berilah dia kesempatan, bukankah Allah juga selalu memberikan kesempatan kepada setiap hamba nya untuk bertobat ? Maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menerima seseorang yang juga meminta kesempatan untuk memperbaiki diri "
" Allah pisahkan kalian karena suatu alasan, begitu pula dengan pertemuan kalian kali ini. Allah maha tahu yang terbaik untuk setiap hamba-Nya, dan Ummi yakin pertemuan kalian ini adalah cara Allah untuk memberikan kebahagiaan untuk kamu dan juga Arkana "
" Terima kasih nasihatnya Ummi "
Annisa lalu memeluk Ummi shofiah, kata-kata Ummi shofiah sama halnya dengan yang di katakan oleh Rain semalam.
" Kalau begitu Annisa akan berbicara dengan Mas Rain, Ummi "
" Rain tidak ada nak "
" Tidak ada ? Maksud Ummi ? "
" Semalam Rain mengetuk pintu kamar dan membangunkan Ummi dan Abah. Rain pamit untuk pergi ke kota "
" Ke kota ? Untuk apa Ummi ? "
" Ummi juga tidak tahu sayang, Rain hanya mengatakan kalau ada beberapa hal yang ingin ia selesai kan di kota , oh ya ampun Ummi hampir lupa "
Ummi shofiah beranjak menuju kamarnya , mengambil sebuah surat dan memberikan nya kepada Annisa.
Annisa kembali kesal dengan Rain, pasalnya kini Rain justru pergi tanpa memberitahu nya.
" Rain menitipkan ini kepada Ummi, dia tidak memberitahu mu dan Arkana karena tidak ingin mengganggu tidur kalian "
Annisa menerima surat yang di berikan oleh Ummi shofiah, Annisa beranjak menuju ruang tamu untuk membaca surat dari Rain.
^^^Maafkan aku pergi tanpa memberitahu mu secara langsung Annisa, ada beberapa hal yang ingin aku selesaikan di kota. Aku berjanji akan kembali, tunggulah aku. Dan jaga anak kita dengan baik , aku mencintaimu Annisa ^^^
Annisa tersenyum membaca kalimat terakhir surat yang Rain tulis, seketika rasa kesal Annisa menghilang.
__ADS_1
" Baiklah, aku akan menunggu , semoga saja kamu akan menepati janjimu Mas "