
Rain merencanakan sesuatu untuknya dan juga Annisa. Rain berencana untuk mengajak Annisa berbulan madu. Rain akan mengajak Annisa ke Belanda tempat sang adik menimba ilmu. Sekaligus Rain ingin mengenalkan dan mempertemukan Annisa dengan Kayla adiknya.
Rencana Rain ini tidak di ketahui sedikit pun oleh Annisa. Rain akan memberi kejutan untuk Annisa , dan akan memberitahunya sehari sebelum keberangkatan mereka.
" Kamu sudah mengatur semuanya Rey ? " tanya Rain sembari menandatangi berkas yang Reyhan berikan kepadanya.
" Sudah Rain , kamu tidak perlu khawatir. Aku sudah menyiapkan semuanya "
" Baguslah, aku akan berangkat dua hari lagi. Aku ingin kamu menjaga perusahaan selama aku pergi "
" Sudah kukatakan kan Rain, kamu tak perlu khawatir , bukankah selama ini jika kamu tidak ada, aku yang selalu menghandle nya "
Rain hanya tersenyum mendengar ucapan Reyhan , selama ini Reyhan memang selalu ada untuknya, dan Reyhan selalu membantu Rain dalam segala hal. Jadi tidak salah jika Rain sangat mempercayakan perusahaannya kepada Reyhan.
Di luar ruangan, Rain dan Reyhan tidak tahu jika Iyas mendengar pembicaraan mereka. Iyas mengepalkan kedua tangannya setelah mendengar pembicaraan Rain dan Reyhan. Bukan karena tidak senang mengenai rencana bulan madu Rain dan Annisa, ia tidak senang dan kesal karena Rain justru menyerahkan dan mempercayakan perusahaan kepada Reyhan, bukan kepadanya , padahal Iyas merupakan keluarganya sendiri.
Kabar bulan madu Rain dan Annisa terdengar di telinga Tante Sarah. Tentu saja ia mendapat kabar itu dari anaknya Iyas. Dan kembali lagi Tante Sarah mencari cara untuk menggagalkan rencana bulan madu Rain dan Annisa.
" Ayo berpikir Sarah , berpikir " Tante Sarah mondar mandir di kamarnya sendiri dengan sesekali menggigiti bibirnya.
*****
Annisa menjadi bahan perbincangan di tempatnya bekerja, pasalnya salah satu dari teman Annisa yang juga bekerja di sana sering melihat Annisa datang dan pergi bekerja dengan memakai sebuah mobil mewah.
Berbeda sekali dengan Annisa terdahulu yang sehari-harinya hanya mengendarai angkot kota jika ingin pulang pergi bekerja.
Banyak yang menaruh curiga kepada Annisa, ada yang menyebut Annisa sebenarnya orang kaya dan sekarang hanya berkedok sebagai orang yang sederhana. Namun sebagian lain banyak yang menyunggingkan Annisa bahwa Annisa adalah simpanan om-om atau sugar Daddy.
Gosip yang bertebaran terdengar sampai di telinga Lela. Sebagai orang yang sangat dekat dengan Annisa, tentu saja Lela langsung bertanya langsung hal itu kepada Annisa.
" Apa benar beritanya seperti itu ? " tanya Annisa tak percaya setelah mendengar cerita dari Lela bagiamana Annisa menjadi bahan pembicaraan di tempat mereka bekerja sekarang.
__ADS_1
" Benar Annisa, ayo jelaskan sama aku , pantas beberapa bulan ini kamu tidak pernah mau aku ajak pulang bersama "
" Bukan begitu La "
" Lalu apa ? ayo jelaskan "
" Tidak ada apa-apa La, mungkin mereka cuma salah liat orang. Itu bukan aku " bohong Annisa.
" Yang benar Sa, aku cuma tidak suka dengar omongan mereka Sa. Apalagi gosip yang jelek dan tidak baik tentang kamu "
" Tidak La, kamu tenang aja ya. Tidak penting omongan mereka "
" Baiklah Sa "
Annisa dan Lela kembali bekerja, Annisa tidak ingin mempersoalkan dan memikirkan orang-orang yang menggunjing di belakangnya. Biarlah nantinya orang-orang tahu sendiri kebenarannya.
Jam makan siang, Annisa dan Lela memilih untuk makan bersama di kantin perusahaan. Beberapa dari orang yang ada di sana menatap Annisa dengan tatapan yang Annisa sendiri tidak mengerti.
" Kamu lihat kan Sa, mereka sedang membicarakan mu saat ini " ucap Lela.
" Abaikan saja Lela " pinta Annisa.
Mereka berdua memesan semangkuk bakso lalu makan dengan lahap.
" Dulu mainnya sama Pak Dirut kita, sekarang siapa lagi nih , kalau dari dulu nakal, susah ya sampai sekarang pun tidak akan hilang " sindir salah satu temen kerja Annisa yang duduk di belakang Annisa.
" Siapa Lin ? pak Dirut ? Pak Rain maksudmu "
" Kalian tidak tahu ya ? kan dulu ada video viralnya, hanya saja sekarang video itu sudah di hapus dan Pak Rain mengatakan kalau semua itu hanya rekayasa, tapi aku percaya kalau itu benar " Mereka terus membicarakan dan menyindir Annisa, mereka tidak tahu saja kalau Annisa sudah menjadi istri sah Rain.
Pasalnya pernikahan Rain tidak di publikasin , hanya karyawan di perusahaan Rain yang mengetahuinya, sedangkan yang lain tidak.
__ADS_1
Lela tampak geram mendengar ocehan dan sindiran dari beberapa teman kerjanya, dan sebenarnya Annisa merasakan hal yang sama. Namun kembali lagi Annisa berusaha untuk tenang , ia sudah terbiasa akan hal ini. Jadi biarlah waktu yang akan menjawab semua kekeliruan mereka.
" Annisa, kamu baik-baik saja kan ? ", tanya Lela saat mereka sedang berjalan kembali ke tempat kerja.
" Its okey Lela, sudah hal biasa , dulu aku sering mengalaminya, jadi sekarang sudah terbiasa " jelas Annisa dengan senyum yang terukir di wajahnya.
" Sa, maaf bukannya aku gak percaya sama kamu. Aku percaya , sangat percaya sama kamu, tapi itu semua memang tidak benar kan Sa ? "
Annisa menghentikan langkahnya, Annisa merasa semuanya harus di jelaskan kepada Lela agar Lela tidak selalu bertanya dan khawatir akan Annisa.
" Kamu mau tau semuanya ? " tanya Annisa.
" Mau Sa, aku ingin dengar cerita dari kamu "
" Baiklah, sambil jalan aku ceritakan ya "
Annisa pun bercerita mengenai dirinya dan juga Rain. Dan Lela sangat terkejut saat Annisa mengatakan bahwa Annisa dan Rain sudah menikah.
" Berhenti Annisa, jadi..kamu dan Pak Rain ?? "
", Shuttt...jangan keras-keras " bisik Annisa.
" Maaf Annisa, tapi biar saja biar mereka tahu , setelah mereka tahu semuanya, mereka pasti akan mengemis maaf kepadamu Ya "
" Biarkan saja La, biar nanti mereka tahu sendiri kebenarannya, maaf sebelumnya aku sempat berbohong sama kamu La " Annisa menarik tangan Lela sembari meminta maaf.
" Tidak masalah Annisa, dengan kamu jujur begini , hati aku jadi tenang. Setidaknya aku sudah mendapat jawaban dan tidak perlu mengkhawatirkan ucapan mereka. oh ya selamat atas pernikahan kamu ya Sa, aku turut bahagia Sa "
" Terima kasih Lela, terima kasih ya selama ini sudah jadi teman terbaik aku. Terima kasih kamu selalu percaya sama aku, Dibalik banyaknya orang yang tidak menyukaiku, ternyata Allah kirimkan satu orang teman terbaik untuk aku. yaitu kamu La "
" Annisa..so sweet sekali.. Aku juha berterima kasih sama kamu Sa, kamu juga baik dan selalu ada buat aku ",
__ADS_1
Mereka berdua saling menebar senyuman dan saling berpelukan. Annisa merasa bersyukur sekali memiliki teman sebaik Lela.