
Rain tampak sibuk dan mondar - mandir sendiri di dalam kamarnya sembari mencoba menghubungi Kayla.
Rain terlihat sangat khawatir karena sudah pukul satu dihari Kayla tak kunjung pulang. Setelah tiga hari bermalam bersama Tante Sarah, Kayla kembali ke apartemen dan tinggal bersama Rain dan Annisa.
Keesokan harinya Kayla meminta ijin kepada Rain untuk menemui teman-temannya dan mengajak teman-temannya makan malam serta shopping.
Annisa juga tak luput dari rasa kekhawatirannya kepada Kayla. Padahal Annisa sudah berpesan kepada Kayla untuk pulang sebelum jam 10 malam. Namun hingga kini belum juga pulang bahkan tidak bisa di hubungi sama sekali.
Rain sudah meminta Reyhan untuk mencari Annisa sejak jam sebelas malam dan hingga kini pun Reyhan masih mencoba mencari Kayla.
" Kayla, akhh..sial..kemana anak itu, kalau aku tau seperti ini aku tidak akan mengijinkannya keluar "
Rain kembali mengumpat dengan kata yang tidak baik yaitu kata sial, Annisa hanya bisa menarik nafas panjang mendengarnya. Merubah seseorang itu memang tidak mudah, dan berubah juga perlu banyak waktu.
Annisa beranjak lalu memeluk Rain, Annisa memeluk Rain dengan posisi membelakangi Rain. Annisa mengelus lembut dada Rain sembari berdoa " Ya Allah, lembutkanlah hati suamiku "
" Sabar ya Mas, bagaimana kalau kita cari Kayla. Kasian juga kan Reyhan kalau harus mencari sendiri di luar sana "
" Baiklah "
Rain dan Annisa bersiap untuk mencari Kayla, dan saat membuka pintu, Rain dan Annisa di kejutkan dengan Kayla yang sudah berada di depan mereka dengan sedikit sempoyongan.
" Kayla " teriak Rain.
Kayla terjatuh dan pingsan, untung saja Rain dengan sigap menahan tubuh Kayla.
" Cepat bawa masuk Mas "
Rain menggendong Kayla dan membaringkan Kayla di tempat tidur di kamarnya sendiri.
" Kayla, apa yang kamu lakukan "
Rain menepuk-nepuk pipi Kayla, mencoba membangunkan Kayla , perasaan dan pikiran Rain saat ini campur aduk, ada rasa marah , kesal dan juga khawatir akan adiknya Kayla.
Rain mendekatkan wajahnya ke arah Kayla, Rain menghirup aroma alkohol pada Kayla. Dan hal itu membuat amarah Rain semakin memuncak.
" Kamu Minum ? sial.. " Rain marah dan ingin membuka baju Kayla, Rain takut jikatl terjadi sesuatu kepada sang adik , jadi ia ingin memastikan bahwa tidak ada yang berbuat jahat kepada adiknya.
" Mas..Mas Rain mau apa ? "
Annisa mencoba menahan Rain.
" Dia mabuk Annisa, aku hanya ingin membuka bajunya, aku..aku takut kalau Kayla di ganggu atau mungkin.. "
" Baiklah, Mas Rain tenang ya. Biar aku saja yang lakukan, tenang Mas, in syaa Allah tidak ada yang terjadi dengan Kayla "
Rain keluar dari kamar Kayla, ia membiarkan Annisa memeriksa anggota tubuh Kayla dan sembari ia mencoba menenangkan pikirannya dan mereda amarahnya.
Annisa berjalan dan duduk di sisi Kayla, Annisa menatap wajah cantik Kayla. Annisa mulai membuka baju Kayla dan memperhatikan tubuh Kayla.
" Tidak ada bekas luka atau bekas ciuman lelaki yang mungkin di pikirkan Rain saat ini, aku yakin tidak ada yang terjadi dengan mu Kayla "
__ADS_1
Annisa lalu mengganti pakaian Kayla dengan pakaian tidur.
Di luar suara bel berbunyi , Rain bergegas membuka pintu dan ternyata Reyhan datang menemuinya. Wajah Reyhan saat ini terlihat sangat kusut, sama halnya dengan Rain dan Annisa. Reyhan sangat mengkhawatirkan keadaan Kayla.
" Maaf Rain, aku sudah mencari Kayla kemana - mana tapi tidak ada "
" Dia sudah pulang "
", Sudah pulang ? dimana dia sekarang ? " Reyhan bisa bernafas lega karena akhirnya Kayla di temukan.
" Di kamar "
Reyhan ingin segera ke kamar Kayla namun di tahan oleh Rain.
" Di dalam ada Annisa, dia sedang memeriksa anggota tubuh Kayla "
" Maksudmu Rain ? "
" Kamu tau Rey , Kayla pulang dengan keadaan mabuk "
Deg...
Reyhan terkejut, pasalnya Kayla sangat anti dengan alkohol, bahkan dulu hingga sekarang Kayla selalu memarahi dan menceramahi kakaknya untuk tidak meminum alkohol dan pergi ke bar. Jadi wajar saja jika saat ini Rain dan Reyhan sangat terkejut. Terlebih Rain dan Reyhan sangat tau dunia malam itu seperti apa, apalagi Rain yang setiap malamnya selalu berada di bar, sangat tau dunia di sana seperti apa. Maka dari itu muncullah pikiran negatif dan yang tidak - tidak Rain kepada adiknya Kayla.
" Dengan siapa dia pulang Rain, tidak mungkin Kayla minum - minuman beralkohol "
" Aku tidak tahu dia pulang dengan siapa , dan dia benar-benar datang dalam keadaan mabuk Rey "
Tampak kekhawatiran yang sangat dalam diri Rain, ia takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terjadi kepada Kayla, jika itu terjadi maka Rain gagal menjaga adiknya Kayla.
Annisa keluar dari kamar Kayla.
" Reyhan , kapan kamu datang ? "
" Baru saja Annisa, gimana keadaan Kayla ? "
" Sepertinya Kayla sudah tidur Mas, aku sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur, dan aku tidak menemukan tanda atau apapun yang mas maksud, in syaa Allah tidak terjadi apapun kepada Kayla "
Rain dan Reyhan merasa tenang mendengar penjelasan Annisa.
" Tunggu Rey aku buatkan minum buat kamu "
" Eh tidak perlu Annisa, aku ingin pulang saja sekarang. Yang terpenting Kayla sudah pulang jadi aku sudah tenang "
" Baiklah Rey "
" Terima kasih sudah membantu mencari Kayla "
" Sama-sama Rain, Kayla sudah aku anggap seperti adikku sendiri , jadi aku juga ikut khawatir kalau terjadi sesuatu kepadanya. Aku pamit Rain , Annisa "
*****
__ADS_1
Pagi harinya Kayla terbangun, Kayla meringis saat merasakan berat dan sakit di kepalanya.
" Kayla, kamu sudah bangun "
Annisa masuk ke kamar Kayla dengan membawa secangkir teh hangat dan sepotong roti untuk Kayla.
" Kak Annisa "
" Minum dulu tehnya "
Annisa menyodorkan secangkir teh kepada Kayla dan Kayla dengan senang hati meminumnya.
" Kak, semalam yang ganti baju aku kakak ? "
" Iya , kamu semalam pulang sangat larut bahkan sudah jam 1 pagi kamu belum pulang. Kakak dan Kak Rain begitu mengkhawatirkan keadaan kamu, apalagi kamu... "
Ceklek..
pintu kamar terbuka dan Rain masuk ke kamar Kayla, membuat Annisa berhenti berbicara dengan Kayla.
" Kak Rain "
" Katakan apa yang kamu lakukan semalam ? dari mana saja kamu Kayla "
Suara Rain terdengar cukup keras, membuat Kayla ketakutan , bahkan kedua mata Kayla kini sudah tampak berkaca-kaca.
"Aku...aku ingat terakhir aku dinner bersama teman-teman SMA aku kak, terus habis itu kami nonton di bioskop "
" Jangan bohong Kayla, lalu kenapa semalam kamu datang dengan keadaan mabuk ? kamu tidak ingat ? " Rain masih saja berbicara dengan suara yang keras kepada Kayla, begitulah Rain jika Kayla melakukan kesalahan, semua itu Rain lakukan karena ia begitu menyayangi Kayla.
" Aku tidak bohong kak, aku juga tidak tau kenapa aku..aku pulang dalam keadaan mabuk , aku tidak ingat apa-apa kak "
" Jelas kamu tidak ingat apa-apa karena kamu minum terlalu banyak sampai tidak sadarkan diri, apa begini kelakukan kamu selama di Belanda, kalau terjadi sesuatu dengan kamu bagaimana ? "
" Tidak kak, semua tidak benar. Aku tidak pernah sama sekali minum-minuman haram itu kak, bukannya aku juga sering menasihati kakak ? "
" Mulai sekarang kamu tidak perlu melanjutkan kuliah kamu lagi, kamu tinggal di sini bersama kakak. Kakak akan minta Reyhan untuk mengurus semua nya dan memindahkan semua barang-barang kamu di Belanda ke sini "
Rain terpaksa mengambil keputusan tegas kepada Kayla.
Kayla beranjak dari duduknya dan berlari ke arah Rain, ia meraih lengan Rain dan memohon untuk tidak menghentikan kuliahnya.
" Kak, Please, aku masih ingin kuliah di sana kak , aku mohon jangan kak, maafkan aku kak Rain "
Kayla menangis di hadapan Rain , Rain tidak berani memandang wajah sang adik karena ia tidak tega melihat adiknya menangis dan memohon seperti ini kepadanya. Tapi demi melindungi sang adik ia terpaksa melakukan hal ini.
" Ini keputusan kakak , Kayla " Rain melepaskan tangan Kayla dan keluar dari kamar.
Kayla terduduk dan menangis sesegukan. Setelah Rain pergi, Annisa segera menenangkan Kayla.
" Kayla "
__ADS_1
" Kak Annisa, hiks..hiks..hiks.."
Kayla memeluk Annisa, Annisa mengelus - elus punggung Kayla mencoba menenangkan Kayla.