
Annisa tiba di taman kota dimana terlihat banyak sekali orang-orang yang datang berkunjung. Di hari weekend taman kota menjadi salah satu objek wisata di sebagian orang untuk menikmati hari libur mereka.
Annisa berjalan menyusuri taman sembari celingukan mencari keberadaan Rain, hingga tak lama Annisa bisa melihat sosok Rain yang terlihat sedang duduk seorang diri di sebuah bangku panjang yang berada di taman itu. Annisa tersenyum lalu berjalan ke arah Rain.
" Assalamualaikum " Annisa duduk dan tersenyum manis ke arah Rain. Annisa tau jika saat ini Rain sedang marah besar kepadanya.
Melihat Annisa datang tidak membuat Rain terkejut, Rain hanya memasang wajah datarnya dengan tatapan tajamnya kepada Annisa. Rain memang sangat pintar dalam hal ini, sikap dingin, cuek, dan juga juga selalu memasang wajah datarnya adalah khas dari Rain.
" Sudah lama menunggu ? " tanya Annisa masih dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
Pletakk..
" Aduh..."
Annisa memekik pelan saat Rain menepuk pelan kening nya.
" Kau membohongiku kan ? " tanya Rain.
" Bohong ? Hehehe.. maafkan aku Rain, sebenarnya aku memang tidak di taman. Aku sedang berada di rumah sakit, aku tidak tahu kalau kau ingin kemari. Salah sendiri juga kenapa kau tidak memberi tahu ku, kalau kau bilang ingin menemui ku, ya aku tidak asal menjawab dimana aku berada " jelas Annisa masih dengan senyum manis nya kepada Rain.
" Kalau kau berbohong lagi, aku akan memukul keningmu lebih keras " ucap Rain.
Awalnya Rain memang marah, tapi mendengar penjelasan dan juga wajah Annisa , membuat Rain luluh dan kemarahan itu hilang. Melihat Annisa yang begitu tulus meminta maaf senyum manis Annisa membuat Annisa terlihat begitu menggemaskan di mata Rain.
" Iya " jawab Annisa.
" Bagus " ucap Rain, Rain menatap Annisa sejenak lalu setelah itu memandang ke arah depan dimana begitu banyak bunga - bunga indah dengan berbagai jenis yang berada tepat di depan nya saat ini.
Sudah sejak lama Rain tidak pernah menginjakkan kaki nya di taman sederhana seperti ini, selama ini Rain hanya sibuk dengan pekerjaannya. Selama bersama Sania pun ia tak kemari, bukan karena Rain tidak pernah mengajak Sania, hanya saja Sania selalu menolak. Jika bersama Sania, mereka pasti berkunjung ke tempat - tempat mewah, seperti resort-resort mewah, mall, pantai , dan restaurant -, restaurant mewah. Hal itu karena permintaan Sania sendiri.
Melihat Rain yang sedang fokus melihat bunga - bunga di depan nya membuat Annisa melakukan hal yang sama.
" Indah ya Rain " ucap Annisa sembari tersenyum memandangi bunga - bunga yang ada di depan nya.
" Kau tau tidak Rain ? sejak kecil aku ingin sekali punya rumah yang memilki kebun bunga yang luas. Kata ayahku bunga adalah lambang cinta, dalam kegembiraan dan kesedihan, bunga adalah hidup kita "
Mendengar Annisa berbicara, pandangan Rain beralih ke Annisa. Sedangkan pandangan Annisa masih lurus kedepan menatap bunga-bunga di depan mereka.
" Dan Ali bin Abi Thalib juga berkata jadilah seperti bunga yang memberikan keharumannya, bahkan kepada tangan yang telah menghancurkannya "
Pandangan Annisa beralih ke Rain, dan kini mereka berdua saling bertatapan. Annisa lalu melempar senyum nya kepada Rain.
" Apa kau punya pengalaman atau cerita yang unik mengenai bunga ? " tanya Annisa kepada Rain.
__ADS_1
Rain hanya diam lalu menggeleng-gelengkan kepalanya, setelah itu Rain kembali melihat bunga-bunga yang berada di depan mereka.
" Banyak Annisa, banyak, apa kau tau jika rumahku memilki kebun yang luas dengan penuh bunga. Ibuku lah yang membuatnya, ibuku sangat menyukai bunga. Sama sepertimu " batin Rain.
Rain dan Annisa kembali memandangi bunga-bunga indah yang tumbuh di depan mereka, sama-sama hanyut dalam pikiran mereka masing-masing.
Cukup lama berdiam, Annisa berdiri dan beranjak dari duduknya. " Karena sudah di sini, sayang sekali kan kalau kita lewatkan begitu saja. Hanya diam dan duduk di sini tanpa melakukan apa-apa " ucap Annisa.
" Maksudmu ? " tanya Rain.
Annisa mengambil ponsel di dalam tasnya, Tas jalan berwarna hitam yang terlihat usang di mata Rain.
" Ayo fotokan aku Rain " ucap Annisa sembari memberikan ponselnya kepada Rain.
Rain mengambil ponsel yang ada di tangan Annisa, Annisa tersenyum melihat itu , Annisa kira Rain tidak akan mau mengikuti kemauannya. Annisa pun berjalan ke arah bunga - bunga yang banyak di depan mereka. Annisa pun mulai memposisikan dirinya untuk di ambil gambar oleh Rain.
" Baiklah Rain, apa sudah bagus seperti ini " ucap Annisa dengan gaya tangan kanan dan kirinya berada di pinggang nya lalu ia tersenyum lebar ke arah Rain.
" Ya sudah cukup " ucap Rain lalu mengambil foto Annisa.
" Lagi-lagi Rain " Annisa kembali merubah pose nya.
" Baiklah sudah cukup, coba aku lihat hasilnya Rain " ucap Annisa, berjalan ke arah Rain ingin melihat hasil pemotretan yang di lakukan oleh Rain.
Annisa tersenyum senang melihat foto dirinya di ponsel, terlihat begitu cantik , ya mungkin karena efek kamera ponsel nya yang canggih juga menurut Annisa. Annisa tidak sadar jika Rain memandanginya sejak tadi.
" Wah...bagus Rain " ucap Annisa lalu melihat ke arah Rain, dan sepasang mata mereka pun kembali bertemu. Entah sudah keberapa kalinya mereka saling berpandangan dengan jarak dekat seperti ini.
" A..apa..kau ingin berfoto juga Rain ? " tanya Annisa.
" Aku ? tidak " ucap Rain lalu berjalan kembali ke kursi.
" Ayolah Rain, kenapa kau tidak ingin berfoto. Lihat has fotoku saja bagus seperti ini " ucap Annisa sembari menunjukkan foto nya.
" Aku tidak suka berfoto " ucap Rain.
" Benarkah ? hidupmu membosankan sekali Rain " ucap Annisa.
" Apa !! apa kau bilang tadi ? " ucap Rain yang mulai kesal mendengar Annisa yang menyebutnya membosankan.
" Coba sekarang aku tanya ? umurmu sekarang berapa ? " tanya Annisa.
__ADS_1
" Kenapa jadi tanya umurku ? "
" jawab saja berapa "
" 30 " jawab Rain.
" Tu kan, umurmu saja sudah kepala tiga. Tapi lihat, hidupmu begitu membosankan Rain. Hidup itu harus penuh warna, di nikmati . Jangan selalu bersikap dingin. Ayo cepat, berdiri di sana. Aku foto sekarang ya " ucap Annisa beranjak dari duduknya, menarik lengan Rain meminta Rain untuk berdiri tepat di posisi nya berdiri sebelumnya saat Rain mengambil foto dirinya. Rain hanya diam dan mengikuti kemauan Annisa.
" Sudahlah Annisa, aku tidak suka " ucap Rain lalu berjalan ke arah Annisa.
" Rain, tidak mengasyikkan " ucap Annisa.
Rain kembali duduk dan Annisa mengekor di belakangnya.
" apa kau malu berfoto sendirian Rain, kalau begitu berfotolah bersamaku " ucap Annisa dengan senyum semringah.
" Ayo berdiri Rain " Annisa mengajak Rain berdiri, Annisa menaruh ponselnya di kursi taman dan mengarahkan ponsel ke arah mereka.
" Annisa apa yang kau lakukan ? " tanya Rain.
" Ayo cepat berpose Rain, aku hanya memberi waktu tiga detik saja " ucap Annisa dan mulai memposisikan diri nya dengan pose terbaiknya.
Melihat Rain yang hanya diam seperti tiang, Annisa memberanikan diri untuk menggandeng lengan Rain. " Lihat kamera nya Rain " ucap Annisa, dengan malas Rain pun melihat ke arah kamera tanpa ekspresi.
" Sebentar Rain, aku lihat dulu hasil foto nya " ucap Annisa.
" Bagus Rain, kau lihat " ucap Annisa memberikan ponselnya kepada Rain, dan ternyata apa yang di katakan oleh Annisa benar. Foto mereka berdua terlihat bagus, apalagi dengan background bunga - bunga indah di belakang nya.
" Lagi ya Rain, tapi kau harus senyum. Seperti ini, senyum " ucap Annisa sembari tersenyum dan memperlihatkan gigi putih nya kepada Rain. Rain mencoba menahan tawa nya melihat Annisa yang terlihat lucu di mata Rain.
Rain dan Annisa pun kembali berfoto berdua, kali ini gaya Rain dalam berfoto tidak sedatar sebelumnya dan tanpa perlu Annisa perintah terlebih dahulu. Rain dan Annisa menikmati photoshoot mereka.
" Baiklah, sudah cukup, sekarang giliranmu berfoto sendiri ya Rain. Diam di situ, biar aku ambil foto nya " ucap Annisa.
" Kekanan sedikit Rain "
" Tanganmu, masukkan sebelah kirinya ke saku celanamu yang depan "
" Ya seperti itu, jangan lupa senyumnya Rain "
" Baik, dalam hitungan ketiga ya.. tiga, dua , satu "
Annisa mulai mengambil foto Rain, " Lihat Rain, bagus kan " ucap Annisa berjalan ke arah Rain menununjukkan hasil pemotretan nya.
__ADS_1
" Bagiamana ? bagus kan ?kau terlihat sangat tampan Rain, apalagi jika kau suka tersenyum seperti ini " ucap Annisa.