Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 23


__ADS_3

Perlahan Annisa mulai membuka kedua mata nya, Annisa menatap sejenak langit-langit kamar yang bercat hitam itu.


" ini bukan kamarku "


Annisa perlahan beranjak dari pembaringan nya, ia duduk lalu menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur. Annisa melihat sekeliling kamar yang semua nya bernuansa hitam. Jelas sekali itu bukanlah kamarnya melainkan kamar Rain, nuansa serba hitam yang sangat jelas mencerminkan sikap dan sifat Rain yang dingin.


Baru saja Annisa ingin beranjak, pintu kamar tiba - tiba terbuka dan terlihat Rain sedang membawa nampan yang berisi semangkuk bubur dan juga segelas air mineral.


" Kenapa aku bisa di kamar mu ? " tanya Annisa.


Rain hanya diam dan duduk di atas tempat tidur tepat di depan Annisa. Rain menatap Annisa tajam sembari tangan nya mengaduk bubur yang masih panas yang baru saja ia buat. Annisa menjadi salah tingkah melihat Rain yang terus saja menatap nya.


" Apa ini ? " tanya Annisa saat Rain menyodorkan sesendok bubur kepada nya.


" ini bubur, apa kau tidak lihat , cepat makan " ucap Rain dan kembali menyodorkan sesendok bubur itu kepada Annisa.


" aku bisa makan sendiri " Annisa mencoba mengambil sendok yang ada di tangan Rain, namun Rain menepis nya.


" Bisa tidak kau ikuti saja apa yang aku katakan, cepat buka mulutmu " ucap Rain dengan nada suara yang sedikit tinggi, Annisa pun terpaksa membuka mulut nya.


Sesendok bubur buatan Rain pun mendarat di mulut Annisa, " enak juga " batin Annisa.


" kenapa aku bisa ada di kamarmu ? kau yang membawa ku ke sini ? " tanya Annisa sembari mengunyah.


" Kau pingsan di depan kamar ku " ucap Rain dan kembali menyodorkan sesendok bubur ke arah Annisa.


" Aku pingsan ? astagfirullahaladzhim, maaf sudah merepotkan mu , semalam aku merasa tidak enak badan, aku keluar kamar dan mencoba mencari obat yang bisa aku minum. Ternyata obat nya tidak ada, setelah itu aku mencoba membangunkan mu, tapi seperti nya tidur mu sangat nyenyak. Setelah itu aku sudah tidak ingat apa - apa lagi "


Entah mengapa Rain kembali merasa bersalah, jika saja ia tidak pergi ke club , mungkin Annisa tidak sempat pingsan seperti ini.


Rain hanya diam saja dan terus menyuapi Annisa, karena sudah terbiasa dengan sikap Rain , Annisa merasa biasa saja saat Rain hanya diam dan tidak berbicara apapun saat ia bercerita.


Annisa makan dengan lahap dan tanpa terasa sudah habis hingga tak tersisa, " semua obat ada di laci ini " ucap Rain saat membuka laci lemari yang ada di samping tempat tidurnya.


" Pantas saja aku tidak menemukan nya " ucap Annisa.


" aku akan menaruhnya di luar " ucap Rain , membawa kotak yang berisi berbagai obat dan menaruhnya di luar kamar tepatnya di dalam lemari kecil yang berada di bawah televisi. Setelah itu Rain kembali lagi ke kamar nya untuk menemui Annisa.

__ADS_1


Rain kembali duduk di atas tempat tidur lalu mencoba menaruh telapak tangan nya di kening Annisa. Annisa mencoba menepis tangan Rain. " Apa yang kau lakukan ? " tanya Annisa merasa takut jika Rain akan melakukan hal yang tidak - tidak kepada nya.


" Jangan berpikir negatif, aku hanya ingin memeriksa suhu tubuhmu " ucap Rain lalu menepis tangan Annisa dan menaruh tangan nya di kening Annisa.


Rain bernafas lega saat merasa suhu tubuh Annisa sudah tidak panas seperti semalam.


" minum obatnya " ucap Rain menyodorkan beberapa obat dan vitamin untuk Annisa.


" Ini..obat.." belum selesai Annisa bertanya, Rain melototinya , dan tentu saja membuat Annisa menciut dan terdiam. Annisa mengambil obat yang ada di tangan Rain dan dengan segera meminumnya.


" Sekarang istirahat lah " ucap Rain lalu pergi meninggalkan Annisa.


Annisa kembali merebahkan tubuhnya setelah Rain pergi, apakah Annisa bisa kembali beristirahat. Tentu saja tidak, karena merasa sudah baikan Annisa beranjak dari tidurnya dan keluar dari kamar.


Ceklek...


Mendengar suara pintu terbuka, Rain yang sedang sibuk dengan laptop di depan nya. Melirik sejenak ke arah Annisa dan kemudian kembali fokus dengan pekerjaan nya. Rain sengaja tidak masuk ke kantor hari ini karena ingin menemani Annisa, dan mengerjakan pekerjaan kantor nya di rumah.


Annisa melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 10 pagi, lalu Annisa berjalan ke arah Rain dan duduk di samping Rain.


" Tidak " jawab Rain singkat.


" Kenapa ? apa karena aku, aku baik - baik saja. Kau pergilah ke kantor, pekerjaan mu pasti sangat banyak " ucap Annisa.


Rain menghentikan aktivitasnya, melepas kacamata yang ia pakai dan menatap Annisa. Kini mereka saling bertatapan dengan jarak yang sangat dekat, membuat Annisa kembali salah tingkah.


" A..a..baiklah, aku tidak akan banyak berbicara lagi " ucap Annisa lalu mencoba beranjak dari duduknya. Namun tiba - tiba saja Rain menarik lengan Annisa dengan kuat dan tanpa sengaja Annisa terjatuh tepat di depan Rain dan jatuh di atas tubuh Rain.


Mereka berdua kembali bertatapan dengan jarak yang sangat dekat.


Deg..


Deg..


Deg..


jantung Annisa berdetak sangat kencang, begitu pula dengan Rain. Ini kali kedua nya mereka bertatapan dengan sangat dekat dan kembali bersentuhan sedekat ini.

__ADS_1


" Kau.. kau sengaja menarik ku , jangan mencari kesempatan ya Rain " ucap Annisa lalu bangkit dari atas tubuh Rain.


Rain hanya tersenyum tipis melihat Annisa yang terlihat salah tingkah karena ulahnya.


" Sudahlah..aku ingin ke kamar ku " ucap Annisa lalu beranjak ke kamar nya.


Rain menggeleng-gelengkan kepalanya sembari tersenyum tipis melihat Annisa.


Didalam kamar, Annisa mengelus - elus dada nya yang terasa sesak. " Ya Allah, ada apa dengan jantungku. Tenang Annisa, jangan terbawa perasaan " ucap Annisa mencoba menenangkan diri nya sendiri.


*****


Ting.. Tong..Ting..Tong..


Rain beranjak menuju pintu dan segera membuka nya, Rain terkejut karena ternyata Tante Sarah yang datang.


" Tante "


" Hei Rain, kenapa kau terlihat terkejut begitu ? " ucap Tante Sarah lalu masuk begitu saja ke dalam apartemen Rain.


" Tidak tan, kenapa tidak memberi tahu kalau Tante akan datang "


" tadi Tante ke kantormu, tapi kata Reyhan kau tidak ke kantor. Jadi Tante ke sini "


Tante Sarah duduk di sofa sembari memperhatikan sekeliling apartemen Rain.


" Tante ingin minum apa ? " tanya Rain.


" Dimana istrimu ? "


" Dia di kamar Tan, aku akan mengambilkan Tante minum " Rain beranjak menuju dapur.


Melihat Rain menuju dapur, Tante Sarah beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah kamar Annisa. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Tante Sarah langsung saja membuka pintu kamar Annisa.


" Jadi begini , ada tamu bukan nya di sambut dengan baik. Justru enak tiduran saja, memalukan "


Annisa terkejut mendengar suara Tante Sarah dan langsung bangkit dari tidurnya. Annisa sebenarnya belum tidur, ia hanya berbaring saja mengistirahatkan tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2