Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 47


__ADS_3

Annisa tiba di apartemen , Annisa segera menuju ke dapur untuk memasak makan malam untuk Rain. Hari ini Rajn tidak bisa menjemput Annisa sepulang bekerja, karena ia harus keluar kota untuk melihat cabang perusahaannya.


Sebenarnya Rain merasa bersalah sekali dengan Annisa karena tidak bisa menjemputnya, namun apalah daya Rain karena ia tidak bisa membatalkan kegiatannya hari ini.


Seusai memasak barulah Annisa membersihkan dirinya, dan saat masuk kedalam kamar. Annisa di kejutkan dengan banyaknya box hantaran yang terletak di atas tempat tidur mereka.


Annisa berjalan ke arah tempat tidur dan memperhatikan semua box hantaran tersebut. Box -box hantaran tersebut terlihat sangat cantik, dan tentu di dalamnya terdapat berbagai macam isi di setiap box nya. Box hantaran yang biasa di berikan kepada calon pengantin wanita. Di dalam box tersebut terdapat satu set alat kosmetik, sepatu, baju, tas, dan lainnya.


Annisa mengambil satu box yang berisi mukena, sajadah, Al-Qur'an dan tasbih. Annisa tersenyum melihatnya, dan mengelus-ngelus box tersebut. Annisa tidak berani membukanya karena Annisa masih belum tau box hantaran itu milik siapa.


Annisa pun mengingat akan Rain, ia keluar sejenak mengambil tasnya dan menghubungi Rain. Karena sedang meeting, Rain mematikan dering ponselnya sehingga ia tidak tau bahwa Annisa menghubunginya.


" Apa dia sedang sibuk ? " ucap Annisa , Annisa tidak lagi menghubungi Rain. Dan ternyata ada sebuah pesan yang Rain kirimkan untuk Annisa.

__ADS_1


Rain


kau sudah melihatnya ? itu dariku, untukmu ❤️


Sebuah pesan yang cukup singkat dari Rain, Annisa tersenyum bahagia melihat pesan itu, dan lambang hati yang tertulis di ujung kalimat membuat Annisa tersipu malu.


Karena sudah mendapat pesan bahwa semua box hantaran itu adalah miliknya, Annisa pun segera membuka box yang pertama ia pegang. Sebuah mukena cantik berwarna putih dengan renda dan motif bunga merah yang memenuhi kainnya.


*****


Rain tiba di apartemen tepat pukul 12 malam , perjalanan yang cukup jauh membuat Rain harus pulang larut malam.


Rain segera ke kamar, dan melihat Annisa sudsj tertidur pulas. Annisa sebenarnya sedang menunggu kedatangan Rain, namun karena terlalu lelah ia pun tertidur.

__ADS_1


Karena dari perjalanan jauh, Rain tidak langsung menyentuh Annisa. Ia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu perlahan Rain mendekat ke tempat tidur dan tersenyum tipis melihat Annisa yang tertidur pulas. Walaupun sedang tertidur, Annisa masih terlihat cantik.


Rain beranjak keluar kamar dan menuju dapur, Rain membuka tudung saji dan melihat masakan favoritnya sudah tertata rapi. Rain duduk lalu mengambil piring yang sudah Annisa siapkan sebelumnya.


Sebenarnya Rain sudah makan, namun ia tidak ingin mengecewakan Annisa. Annisa sudah bersusah payah menyiapkan semuanya, jadi tidak mungkin Rain menyia-nyiakan begitu saja. Ia segera melahap masakan Annisa hingga habis.


Merasa kenyang dan juga lelah, Rain segera menuju kamar. Perlahan naik ke atas tempat tidur agar tidak membangunkan Annisa. Rain membawa Annisa kedalam pelukannya dan memperbaiki selimut dan menyelimuti tubuh mereka berdua.


" Kalau aku pulang larut malam terus, dan makan malam terus seperti ini. Lama kelamaan aku bisa gendut " batin Rain , menatap wajah Annisa sembari tersenyum tipis.


Rain mengecup lembut pucuk kepala Annisa lalu memejamkan kedua mata nya dan tertidur.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2