Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 36


__ADS_3

Rain bangun terlebih dahulu daripada Annisa, saat mata Rain terbuka , wajah cantik Annisa lah yang pertama kali ia lihat. Rain tersenyum tipis melihat Annisa yang masih tertidur dengan pulas.


Rain menyadari jika ternyata Annisa itu sebenarnya sangat cantik, apalagi saat melihat Annisa tertidur pulas dan dengan jarak mereka yang begitu dekat.


Wajah yang putih bersih, bulu mata yang lebat dan lentik, dan bibir yang merah merona membuat Rain terkesima.


Walaupun tanpa polesan makeup Annisa tetap terlihat cantik, bahkan menurut Rain Annisa lebih cantik dari Sania. Rain tidak pernah melihat Sania dengan wajah natural nya, Sania selalu menutupi wajahnya dengan makeup setiap kali bertemu.


" Apa aku mulai jatuh hati dengannya ? apa aku harus membuka hatiku kembali ? bagaimana jika nantinya akan berujung sama dengan Sania ? " batin Rain, Rain terus saja memperhatikan wajah cantik Annisa. Dan saat Annisa mulai bergerak dan ingin membuka kedua matanya, Rain pun langsung menutup kedua mata nya dan berpura-pura masih tidur.


Annisa bangun dari tidurnya dan melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 5 subuh, Annisa pun membangunkan Rain.


" Rain " panggil Annisa.


" Rain,bangun " panggil Annisa kembali,namun Rain masih berpura-pura tidur.


" Rain,bangun sudah subuh " panggil Annisa untuk yang ketiga kali sembari membangunkan Rain dengan menekan-nekan lengan Rain dengan jari kanan telunjuknya.


" Hooaaammm..." ucap Rain sembari menguap seperti orang yang masih mengantuk.


" Ada apa Annisa ? " tanya Rain masih menutup kedua matanya.


" Bangun Rain, sudah waktunya sholat subuh " ajak Annisa.


" Kau saja yang sholat " ucap Rain.


Annisa menarik nafas panjang mendengar ucapan Rain.


" Kenapa kau tidak sholat Rain, bagaimana cara mu mengirimkan doa untuk kedua orangtua mu ? orangtua mu akan bersedih jika melihatmu seperti ini "


" Kalau begitu aku titip doa saja ya, untuk kau sampaikan kepada orangtuaku " ucap Rain.

__ADS_1


Annisa hanya menggeleng-gelengkan kepala nya melihat sikap Rain, Annisa pun beranjak menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan meninggalkan Rain yang kembali tidur.


Saat Annisa sedang melakukan sholat di kamar sebelah, Rain masih terbaring di kamar. Ia tidak tidur kembali, mengingat apa yang Annisa katakan mengenai orangtua nya membuat Rain gelisah.


" Maafkan aku Ayah,ibu, semoga kalian tenang di sana. Aku selalu berdoa yang terbaik untuk kalian " ucap Rain.


Sebenarnya Rain dahulunya sangat rajin dalam beribadah, namun semenjak kedua orangtua nya meninggal, membuat Rain jauh akan hal itu. Ia hanya merasa kecewa kepada Tuhan karena Tuhan tidak berlaku adil kepadanya. Ia kecewa karena Tuhan mengambil kedua orangtua nya terlebih dahulu dan meninggalkan ia dan adiknya yang masih sangat kecil.


****


Seperti biasa halnya yang Annisa lakukan di apartemen Rain, ia lakukan juga di rumah nya saat ini. Annisa dengan telaten menyiapkan sarapan untuk Rain.


" Kau tidak bekerja ? " tanya Rain.


" Tidak, aku sudah meminta ijin selama tiga hari ini " ucap Annisa.


" Baiklah, oh ya apa dasiku sudah terlihat rapi ? " tanya Rain kepada Annisa.


" Jantungku, apa memang benar aku sudah jatuh hati kepada Annisa " batin Rain.


" Baik sudah cukup Annisa " ucap Rain, meminta Annisa untuk tidak lagi merapikan dasinya.


" Aku pergi " ucap Rain lalu meninggalkan Annisa.


" Waalaikumsalam " ucap Annisa saat melihat Rain yang sudah berjalan jauh.


" Susah sekali mengucapkan salam, apa salahnya coba " ucap Annisa.


Annisa kembali ke dalam rumah, malam nanti akan kembali di adakan tahlilan untuk malam kedua , Annisa sedang bersiap karena kemungkinan sebentar lagi sebagian warga yang notabene ibu - ibu akan datang kerumahnya untuk membantu.


" Nah , ini kan tas nya Rain. Dia pasti lupa membawa nya " ucap Annisa saat melihat tas Rain yang berada di kamarnya. Annisa lantas menghubungi Rain.

__ADS_1


Rain saat ini masih berada di dalam mobilnya, ia mencoba menetralkan jantungnya yang sejak tadi berdetak kencang.


" Annisa " ucap Rain saat ponsel nya berbunyi dan tertulis nama Annisa di layar kaca ponselnya.


" Ya Ada apa ? " tanya Rain.


" Assalamualaikum " ucap Annisa.


" Waalaikumsalam, ada apa ? " tanya Rain.


" Kau lupa membawa tasmu ranselmu Rain " ucap Annisa.


" Aku bukan lupa, tapi aku sengaja tidak membawa nya " ucap Rain.


Annisa mengerenyitkan keningnya. " kenapa tidak di bawa ? " tanya Annisa.


" Ya aku akan kembali bermalam di rumahmu , sepulang bekerja aku akan kembali kerumah mu ", ucap Rain.


" Apa???? " ucap Annisa terkejut, bagaimana tidak terkejut karena jika Rain kembali menginap di rumahnya. Ia tidak mau jika harus tidur berdua lagi dengan Rain.


" Kenapa ? kau mau mengusirku " ucap Rain dengan nada dingin.


" Bu..bu..bukan gitu Rain, maksudku.."


" Aku sedang sibuk Annisa, tunggu saja nanti sore aku akan kembali " ucap Rain lalu memutus sambungan teleponnya tanpa mendengarkan Annisa yang belum selesai berbicara.


" Rain....aku kan belum selesai bicara " ucap Annisa kesal.


**Bersambung...


Rain udah mulai jatuh hati nih readers..🥰 dan**

__ADS_1


__ADS_2