Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 34


__ADS_3

Rain membawa Annisa untuk kembali ke rumah, Orang-orang yang sebelumnya datang melayat dan membantu proses pemakaman sudah pergi. Hanya meninggalkan Rain dan Annisa.


" Hanya ada pakaian ayahku saja Rain, apa kau mau memakainya? " tanya Annisa saat ia sudah selesai berganti pakaian.


" Iya tidak apa " ucap Rain.


Annisa mengambil pakaian untuk Rain, baju kaos oblong berwarna biru dengan celana batik pendek. Hanya itu saja pakaian ayahnya yang masih Annisa simpan, sebagian sudah Annisa berikan kepada orang.


Rain segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian yang Annisa berikan. Sedangkan Annisa sedang membuat teh hangat untuk dirinya dan juga Rain.


Annisa tersenyum melihat Rain yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan pakaian ayahnya yang Rain pakai. Walaupun hanya baju kaos oblong dan celana pendek, Rain tetap saja terlihat tampan. Melihat Rain membuat Annisa teringat akan mendiang ayahnya.


" Minumlah Rain, kau pasti membutuhkan ini " ucap Annisa sembari menyodorkan teh hangat kepada Rain, dengan senang hati Rain menerima nya dan langsung menyeruput habis teh hangat itu. Begitu nyaman rasanya, suhu tubuh yang terasa sangat dingin saat kehujanan di luar seketika hilang saat meminum taeh hangat buatan Annisa.


" Maafkan aku Rain, aku pergi tanpa ijin denganmu " ucap Annisa membuka pembicaraan.


" Tidak apa " jawab Rain.


" Ibu Ratna adalah ibu angkat ku Rain, dia sudah lama koma di rumah sakit. Maaf jika sebelumnya aku tidak pernah berbicara akan hal ini " ucap Annisa.


" Ya tidak apa, aku mengerti " ucap Rain.


Sebenarnya ada banyak hal yang ingin Rain tau mengenai kehidupan Annisa, termasuk Bu Ratna yang tak pernah Annisa ceritakan sebelumnya.

__ADS_1


Tingg..


Sebuah pesan masuk di ponsel Rain, pesan yang dikirim oleh Reyhan. Dimana Reyhan meminta Rain untuk segera kembali ke kantor karena tiba-tiba saja Pak Brata datang untuk menemuinya.


" Ada apa Rain? " tanya Annisa.


" Reyhan memintaku untuk kembali ke kantor, Pak Brata menungguku " jelas Rain.


" Baiklah kalau begitu pergilah " pinta Annisa.


Rain merasa bimbang, sebenarnya ia memiliki janji bersama Pak Brata, ada suatu hal yang ingin mereka bahas mengenai kerjasama mereka. Dan Rain tidak mungkin membatalkan pertemuannya dengan Pak Brata, sedangkan di sisi lain Rain juga tidak ingin meninggalkan Annisa dalam keadaan bersedih.


" Kau.. kau tak apa? " tanya Rain, merasa tidak enak jika harus meninggalkan Annisa.


" Aku baik - baik saja Rain, kau pergilah. Sampaikan salamku kepada Pak Brata " ucap Annisa.


" Baiklah " dengan berat hati Rain pun melangkah keluar dari rumah Annisa.


" Oh ya Rain, boleh Aku meminta ijin? Aku tidak bisa pulang selama tiga hari ini, Aku akan bermalam di rumah ku karena Aku akan melakukan acara tahlilan untuk Bu Ratna "


" Baiklah "


" Terima kasih Rain, oh ya sebentar Aku ambilkan jas hujan dulu " Annisa beranjak ke dapur untuk mengambil jas hujan miliknya.

__ADS_1


" Aku bantu memakaikannya " ucap Annisa.


Annisa memakaikan jas hujan di tubuh Rain, Rain kembali tersentuh melihat sikap Annisa yang begitu perhatian kepadanya.


*****


Di tempat lain tepatnya di sebuah hotel sepasang kekasih sedang berpadu cinta, hujan yang deras dan hawa dingin tidak membuat mereka kedinginan, justru mereka kini bermandi peluh dengan kegiatan panas mereka berdua.


" terus yas.. terus.. akhh.. Aku sudah tidak tahan " oceh wanita yang bersama Iyas.


" yess baby, sebentar lagi " ucap Iyas.


" Ya.. seperti itu.. terus.. terus.. akhhh.. " teriak Iyas saat puncaknya dan ia tumpahkan habis semua cairan kentalnya di rahim wanita tersebut.


" I Love You baby " ucap Iyas dengan memberi kecupan mesra di kening wanita itu.


" Iyas, sampai kapan Aku seperti ini? " tanya wanita itu.


" Ada apa baby, apa maksudmu? "


" Aku lelah, Aku tidak bisa bersembunyi terus seperti ini " ucap wanita itu dengan memanyunkan bibirnya.


" Sabar baby, setelah Aku mendapatkan semua nya dan menghancurkan hidup Rain, Aku berjanji akan segera menikahimu dan kita akan hidup bahagia " janji manis Iyas kepada wanita itu.

__ADS_1


To be continue...


__ADS_2