Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 7


__ADS_3

Rain baru saja keluar dari kamar mandi dan bersamaan itu pula ponsel Rain berbunyi.


" Ya, ada apa ? " tanya Rain kepada Reyhan.


" Kemana saja kau Rain ? aku menghubungi mu sejak tadi "


" Aku baru selesai mandi, ada apa ? "


" Ada apa ? apa kau tidak lihat berita hari ini ? "


" Berita apa ? "


" Lihat sekarang, aku sudah mengirimkannya padamu "


Rain segera melihat pesan yang dikirim oleh Reyhan tanpa menutup sambungan telepon nya. Rain terkejut melihat video yang di kirim oleh Reyhan kepada nya, video mulai dari Rain menarik Annisa untuk masuk kedalam apartemen nya, hingga Rain menggendong Annisa dan membawa nya ke dalam kamar. Adegan saat Rain memeluk dan ingin mencium Annisa pun terpampang jelas di video itu.


" Apa kau sudah melihat nya ? itu benar kau Rain ? tempatnya sangat mirip dengan apartemen mu ? " tanya Reyhan.


" Aku ke kantor sekarang " Rain memutuskan sambungan telepon nya dan segera menuju kantor.


Di depan kantor Rain, banyak wartawan yang sudah menunggu nya. Padahal Rain tidak ingin masuk kerja hari ini karena ia begitu kelelahan setelah seharian kemarin bertemu dengan rekan bisnis nya untuk membahas launching produk terbaru mereka.


Tapi karena masalah besar ini Rain mau tidak mau harus segera ke kantor dan membahas masalah ini bersama Reyhan.


Baru saja turun dari mobil, Rain sudah di serbu oleh puluhan wartawan yang ingin meminta penjelasan darinya.


" Apa pendapat anda mengenai video itu Pak ? "


" Apa benar itu anda ? "


" Siapa wanita itu Pak ?


" Apa dia kekasih anda ? "


" Apa selama ini anda sering mabuk - mabukkan dan menghabiskan malam anda di club ? "


" Pak Rain tunggu "


" Pak tolong penjelasan nya "

__ADS_1


" Pak, sejak kapan anda berhubungan dengan wanita pengantar pizza itu ? "


Begitu banyak pertanyaan bertubi - tubi yang di berikan kepada Rain, tapi Rain hanya diam saja dan seperti biasa hanya memasang wajah dingin nya sembari terus berjalan masuk ke dalam kantornya.


" Sejak kapan wartawan di depan itu berkumpul Rey ? " tanya Rain.


" Sejak video mu itu tersebar. Bisa kau jelaskan Rey ? apa benar kau yang ada di video itu ? "


" Benar " Rain duduk di sofa bersama Reyhan.


" Bagaimana bisa Rain ? "


" Aku juga tidak tau, aku mabuk. Tapi, tidak ada yang terjadi antara aku dan wanita itu "


" Maksudmu ? oh ya, wanita itu..adalah wanita yang pernah menabrakku di jalan waktu itu . Bagaimana kau bisa bersama nya Rain ? "


" Apa ?? "


" Iya, wanita itu. Coba kau ingat - ingat Rain "


Setelah mengatakan itu barulah Rain ingat, ternyata wanita yang hampir ia perkosa malam itu adalah wanita yang pernah ia temui saat tak sengaja menabrak Reyhan. Rain benar - benar tidak tau akan hal itu karena ia tak begitu memperhatikan Annisa.


" Rain, kenapa kau hanya diam saja ? apa yang sebenarnya terjadi ? aku juga sudah berulang kali katakan padamu kan, jangan terlalu banyak minum, lihat akibat nya "


" Astaga Rain, berarti kau hampir saja memperkosa wanita itu. Apa kau bertemu lagi dengan nya, apa kau sudah meminta maaf kepada nya ? "


" Belum "


" Kenapa belum Rain ? apa yang ada di pikiranmu ?


" Apa kau tidak lihat, sejak kemarin kita sibuk, bagaimana caranya aku mencari wanita itu. Aku juga tidak tau dia tinggal di mana , aku hanya tau tempatnya bekerja "


" Kita akan mencari wanita itu, tapi sebelumnya kita harus mencari dalang semua ini ? rekaman video itu berada di apartemen mu Rain ? bagaimana bisa ? tidak mungkin kan kalau kau sendiri yang melakukan hal bodoh seperti ini ? "


" Benar Rey , ada yang ingin menjatuhkan reputasi ku saat ini "


Rain dan Reyhan terdiam sejenak , mereka hanyut dalam pikiran mereka masing - masing. Kalau rekaman video itu di buat secara langsung dan benar di apartemen Rain, berarti ada seseorang yang sengaja menaruh kamera itu di sudut ruangan apartemen Rain secara diam - diam. Tapi siapa ? itulah yang sedang di pikirkan oleh Rain dan Reyhan.


" Siapa saja yang tau kode akses masuk apartemen mu Rain ? "

__ADS_1


" Hanya aku, Tante Ratna dan juga kau " jawab Rain dengan menatap tajam ke arah Reyhan.


" Kenapa kau menatap ku seperti itu Rain ? kau mencurigai ku ? "


" Lalu siapa yang harus ku curigai ? hanya kau dan Tante Ratna saja yang tau , kalau Tante Ratna tidak mungkin melakukan nya "


" Jadi maksud mu aku yang berbuat hal ini ? "


" Tidak, aku percaya padamu "


" Memang sebaiknya begitu, percayalah selalu kepadaku Rain. Dan sebaiknya sekarang kita kembali ke apartemen mu dan mengecek CCTV yang ada di sana "


" Baiklah "


Setelah melihat rekaman CCTV , terlihat tidak ada hal yang mencurigakan. Hanya ada beberapa orang saja yang terlihat melintas di depan kamar apartemen Rain, tidak ada terlihat seseorang yang mencoba masuk ke apartemen Rain.


" Ini tidak mungkin Rain, pasti ada seseorang yang masuk ke dalam apartemen mu dan menaruh kamera itu "


" Kau benar Rey, kalau begitu sebaiknya kita pergi saja "


Rain dan Reyhan keluar dari ruangan petugas yang tadi membantu mereka melihat rekaman CCTV.


" setelah ini periksa ulang CCTV nya, dan paksa lelaki yang ada di dalam itu untuk mengaku. Aku yakin pasti ia sudah di bayar untuk menghapus jejak pelaku itu " pinta Rain kepada Reyhan dan di balas anggukan oleh Reyhan.


Selesai dengan CCTV, mereka masuk kedalam apartemen Rain. Di sana Rain dan Reyhan mencoba menggeledah sesisi apartemen, mereka curiga jika masih ada kamera yang masih di selipkan oleh penjahat itu yang tidak di ketahui oleh Rain.


Sibuk menggeledah seisi ruangan, membuat Rain dan Reyhan tidak sadar jika di luar hari mulai gelap. Rain dan Reyhan mengakhiri kegiatan mereka dan beristirahat.


" Apa kau tidak ingin makan Rain ? " tanya Reyhan.


" Tidak " Rain tidak berselera sedikit pun untuk makan, ia sudah terlalu lelah, kepala nya juga berasa panas memikirkan masalah yang menimpanya sekarang.


" Tidak perlu cemas Rain, aku sudah meminta orang kepercayaan kita untuk mengurus para wartawan , dan mengenai rekan bisnis kita, biar aku yang mengurus hal itu "


" Oh ya Rain, mengenai wanita itu. Setelah aku makan, kita pergi mencari nya "


" Nanti saja Rey, aku ingin masalah ku ini terselesaikan terlebih dahulu " Rain memang menyesali perbuatan nya, dan waktu itu ia ingin segera mencari Annisa untuk meminta maaf. Namun setelah video ini tersebar, Rain merasa tidak perlu untuk mencari Annisa dengan terburu - buru. Ia harus menyelesaikan masalah nya ini terlebih dahulu.


" Kau bilang nanti Rain ? apa aku tidak salah dengar ? kau kira hanya kau yang pusing dan menderita akan masalah ini ? apa kau tidak memikirkan wanita itu Rain ? saat ini orang - orang di luar sana bisa saja menghakiminya karena video itu " Sembari makan, Reyhan tak berhenti mengoceh dan memarahi Rain.

__ADS_1


Rain hanya diam saja, apa yang di katakan oleh Reyhan benar dan ia setelah Reyhan makan mereka segera menuju ke tempat Annisa bekerja.


Bersambung..


__ADS_2