Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 8


__ADS_3

Setelah mendapatkan alamat tempat tinggal Annisa dari rekan kerjanya Resty, Rain dan Reyhan segera menuju ke kediaman Annisa.


Sebelum menuju kesana, Rain sempat menemui dan memarahi manager Resto karena sudah memecat Annisa begitu saja tanpa mencari tahu dulu kebenaran nya. Keputusan sepihak yang sangat di sesali oleh Rain, kini rasa bersalah Rain semakin bertambah. Yang di katakan oleh Reyhan benar adanya, bukan hanya dirinya yang terpuruk akan masalah ini.


" Benar ini alamatnya Rey ? " tanya Rain saat mobil mereka berhenti di sebuah perkampungan kecil yang berada di pinggir kota.


" Benar Rain, sepertinya kita harus berjalan kaki , kita tidak mungkin membawa mobil masuk ke gang sempit itu " Reyhan menunjuk sebuah gang sempit yang hanya bisa di lalui oleh sepeda motor.


Tanpa berkata apapun, Rain turun dari mobil dan di susul oleh Reyhan.


" Tunggu sebentar di sini Rain, aku akan bertanya kepada orang - orang di sana dimana rumah wanita itu "


Reyhan melihat beberapa orang yang sedang berkumpul di teras rumah mereka, Reyhan menemui salah satunya dan bertanya dimana rumah Annisa. Setelah mendapat informasi, Rain dan Reyhan melangkah menuju Rumah Annisa. Memasuki gang sempit yang sebelumnya di ceritakan oleh Resty, gang sempit dimana rumah - rumah orang saling berdekatan hanya dengan jarak dua centi saja, yang membuat Rain heran yaitu gang tersebut tampak sepi. Tidak ada satu orang pun terlihat , bahkan di teras rumah mereka pun tak ada.


Annisa saat ini berada di dalam kamarnya, selesai melaksanakan sholat, Annisa mulai berdoa dan menumpahkan semua kesedihan dan keluh kesahnya kepada sang pencipta. Tangisan yang ia coba tahan di depan Nenek Ana akhirnya pecah. Setelah pulang dari Resto, Annisa mendapati nenek Ana tidak sadarkan diri di rumah. Hal itu karena nenek Ana sudah tahu dan melihat video yang tersebar setelah salah satu tetangga mereka memberitahunya.


Sebelumnya nenek Ana tampak kuat ketika Annisa menceritakan hal yang menimpa Annisa waktu itu, tapi melihat video itu membuat dada nenek Ana sesak dan penyakit jantungnya pun kambuh. Bukan karena tidak percaya dengan Annisa, hanya saja nenek Ana memikirkan betapa sedih dan menderitanya Annisa karena video yang kini tersebar dimana - mana dan bahkan semua orang tau akan hal itu.


Masalah yang menimpa Annisa seakan datang bertubi - tubi, sekarang ia sudah tidak memilki pekerjaan. Annisa bingung bagaimana ia harus membayar biaya rumah sakit nenek Ana dan juga ibu Ratna yang kini masih koma. Belum lagi Annisa juga harus kuat menghadapi cibiran tetangganya yang kini sudah mencap Annisa sebagai wanita yang tidak baik.


" Annisa..keluar kamu "


" Annisa..cepat keluar "


Annisa segera mengakhiri doa nya setelah mendengar suara teriakan yang memanggilnya dari luar rumah.


" Loh, ada apa ini Bu , Pak ? tanya Annisa saat ia keluar dan membuka pintu, Annisa terkejut melihat begitu banyak nya orang yang berkumpul di depan rumah nya.

__ADS_1


" Kami mau kau pergi dari rumah ini Annisa " pinta salah satu warga yang ada di sana.


" Kami ingin kau pergi, kami tidak ingin tempat kami jadi sial karena keberadaan mu di sini "


" Tapi Pak, Bu..apa salah saya, kenapa kalian berkata seperti itu "


" Salahmu, apa kau tidak tau salahmu Annisa. Ck, penampilanmu saja yang terlihat alim, ternyata kau busuk Annisa. Penampilanmu hanya kedok, sedangkan kelakuan mu, aku saja malu untuk mengatakannya "


Annisa terdiam, ia mencoba menahan bendungan airmatanya saat mendengar orang - orang merendahkannya.


" Pak, Bu, semua yang kalian lihat itu tidak benar, semua itu hanya rekayasa Bu. Tolong percaya sama saya, saat ini nenek saya sedang berada di rumah sakit. Dan rumah ini, rumah ini adalah peninggalan ayah dan ibu saya. Tidak mungkin saya meninggalkan rumah ini Pak, Bu, dimana kami akan tinggal nanti nya "


" Ahhh...tidak usah banyak alasan, ayo semua kita usir wanita ini "


Salah satu warga menarik lengan Annisa dan memaksa Annisa untuk keluar dari rumah. Bahkan mereka dengan tega mendorong Annisa hingga Annisa hampir saja terjatuh namun tidak jadi karena ada seseorang yang menumpu dan menahan tubuh Annisa.


Dan yang membantu Annisa adalah Rain, seketika tatapan keduanya saling bertemu. Namun tak lama Annisa sadar dan mengalihkan pandangannya.


" Ya benar, ya ternyata benar mereka memang memilki hubungan "


Setelah membantu Annisa berdiri, Rain berjalan ke arah para warga. Kedua mata Rain tampak memerah menahan amarahnya karena ia begitu marah dan kesal melihat tingkah para warga di sana.


" Apa kalian tidak malu dengan apa yang kalian semua lakukan ? " ucap Rain.


" Malu..untuk apa kami malu, seharusnya kalian lah yang malu karena kelakuan tidak bermoral yang sudah kalian berdua lakukan "


" Tidak bermoral ? kalian lah yang tidak bermoral, menghakimi seseorang begitu saja tanpa mengetahui terlebih dahulu kebenarannya "

__ADS_1


" Kebenaran, video itulah kebenaran yang kami lihat. Anda tidak usah banyak bicara Tuan , lebih baik anda pergi dari sini "


" Aku tidak akan pergi dari sini , aku akan membuktikan kepada kalian kalau video itu tidak benar " jelas Rain.


" Kami tidak perlu bukti, semua itu sudah menjadi bukti yang jelas " ucap salah satu warga.


" Bagaimana kalau kita nikahkan saja mereka berdua " teriak dari salah satu warga yang membuat Rain, Reyhan, dan Annisa membulatkan kedua mata mereka.


" Ya Benar !! " ucap warga kompak.


" Apa maksud bapak dan ibu - ibu semua ? " tanya Annisa.


" Kalian harus menikah Annisa, kalian sudah berzinah. Seharusnya kalian menikah , dan kami tidak akan mengusirmu dari sini "


Annisa hanya terdiam, ia senang karena warga tidak jadi mengusirnya. Tapi jika harus menikah, itu tidak mungkin. Terlebih apa yang sebenarnya terjadi tidaklah benar.


" Tidak pak, kami tidak mungkin menikah. Saya sudah katakan Pak,ibu, video itu tidak benar. Saya dan dia justru tidak saling mengenal " Annisa mencoba menjelaskan lagi kepada para warga.


" Kami tidak percaya dengan ucapanmu Annisa , jika kalian tidak ingin menikah, maka segeralah pergi dari sini. Kami tidak mau kampung kami ikutan berdosa dan menerima azab dari perbuatan kalian " ucap salah satu warga yang mulai bergerak ingin mendorong Annisa dan meminta Annisa pergi.


" SAYA AKAN MENIKAHINYA "


Semua orang menatap Rain, entah apa yang ada di pikiran Rain saat ini. Rain menyetujui keinginan warga dan akan menikahi Annisa.


" Apa maksud anda ? " Annisa mendekat dan berbicara kepada Rain.


" Apa kau tidak dengar, aku akan menikahimu " ucap Rain dengan nada dingin.

__ADS_1


" Aku akan menikah dengan nya " ucap Rain lagi kepada para warga yang berada di depannya.


Bersambung...


__ADS_2