
Iyas mengumpulkan para pemegang saham dan juga beberapa petinggi staf dari perusahaan LINCOLN GROUP.
Sebuah kabar bahagia akan Iyas sampaikan , yaitu kabar bahwa ia resmi menjadi pemilik dan pemimpin seutuhnya perusahaan LINCOLN GROUP karena secara sah dan bukti yang kuat bahwa Kayla yaitu adiknya Rain yang seharusnya menjadi pengganti Rain sudah dengan jelas memberikan kewenangan dan menyerahkan perusahaan kepada LINCOLN GROUP.
" Dimana Reyhan? " tanya Iyas kepada sekretaris nya.
" Saya tidak tahu Pak, saya sudah mencoba menghubungi nya tapi tidak bisa "
" Sial, tunggu saja Rey, setelah ini aku akan memberimu pelajaran "
Iyas mengumpat, sejak awal Iyas sangat tidak menyukai Reyhan, terlebih Reyhan juga suka mengancam nya. Iyas sudah sangat ingin memberhentikan Reyhan namun Ibunya menahan kemauan Iyas karena mereka masih membutuhkan Reyhan
" Kita mulai saja sekarang "
" Baik Pak "
Dengan bangga nya Iyas berdiri dan memberikan sambutan serta terima kasihnya kepada peserta meeting. Iyas menunjukkan surat penyerahan resmi Kayla kepada nya sebagai pemilik dan pemimpin perusahaan sebagai pengganti Rain.
Sejak awal para pemegang saham dan petinggi-petinggi staf merasa sangat keberatan. Mereka tidak menyukai Iyas dan meragukan Iyas, namun setelah adanya surat resmi tersebut mereka tidak bisa berbuat banyak. Apalagi Iyas juga salah satu anggota keluarga dari Rain.
Iyas pun tersenyum dan merasa sangat bahagia karena akhirnya ia bisa merebut semua yang di miliki oleh Rain.
" sekali lagi saya sangat berterima kasih , saya mohon dukungannya, saya berjanji akan membawa perusahaan ini lebih maju dan berkembang dari sebelumnya, baiklah kalau begitu cukup sekian dan rapat ini kita tutup "
Ceklek....
Pintu terbuka..
Semua orang yang ada di ruang rapat mengarahkan pandangan mereka ke arah pintu, dan mereka semua membulatkan kedua mata mereka saat melihat Rain yang datang bersama Reyhan yang berjalan di belakang nya.
" Pak Rain "
" Ya itu Pak Rain "
Semua orang terkejut termasuk Iyas, Rain menghentikan langkahnya lalu berdiri tepat di depan Iyas.
" Selamat pagi semua nya, senang bisa kembali bertemu dengan kalian "
Rain terlihat sangat tampan dengan jas hitam yang ia pakai, Rain tersenyum kepada semua orang yang ada di sana. Rain juga bisa melihat betapa kesalnya wajah Iyas saat ini.
Berbagai pertanyaan pun di berikan kepada Rain, tentu saja hal ini akan menjadi berita yang sangat besar dan menggemparkan perusahaan.
Tapi di balik itu , para pemegang saham dan beberapa petinggi staf senang sekali melihat Rain yang ternyata masih hidup dan akhirnya kembali memimpin perusahaan.
Setelah rapat selesai, Iyas buru-buru keluar dari ruang meeting untuk menghubungi ibunya. Rain dan Iyas saling pandang lalu tersenyum melihat Iyas yang terlihat gusar.
" Lihat lah Rain, dia sudah seperti cacing kepanasan "
__ADS_1
Rain tersenyum, " biarkan saja dia, ini hanya permulaan Rey "
" Kamu benar, sesuatu yang besar akan menanti nya setelah ini "
" Apa jadwal ku selanjutnya "
" Konferensi pers, semua orang pasti penasaran tentang kembali nya dirimu Rain "
" Baiklah, kita berangkat sekarang "
Dritt...Dritt...Dritt..
Iyas mencoba menghubungi ibunya , Iyas berada di tangga darurat, Iyas sengaja bersembunyi agar tidak ada yang mendengar obrolan nya dengan ibunya.
" Hallo sayang...bagaimana rapat mu hari ini , ibu sudah mengirim beberapa bunga ke kantor mu sebagai ucapan selamat untuk mu sayang "
Tante Sarah tampak bersantai sembari menikmati segelas jus orange di tangannya.
" Rain kembali ibu "
" APAAA.....???!!! "
Gelas yang Tante Sarah pegang jatuh ke lantai, gelas yang terbuat dari kaca itu pun pecah.
" Ibu..suara apa itu ? Ibu baik-baik saja ? "
Bagaikan tersambar petir, Tante Sarah tiba-tiba merasakan sakit di kepala nya, ia mencari tempat duduk sembari berjalan tertatih - tatih.
" Rain kembali ibu, dia ada di kantor saat ini. Semua rencana kita gagal ibu "
Kepala Tante Sarah semakin berdenyut sakit, " Tidak mungkin Iyas, bagaimana bisa ? "
" Aku juga tidak tahu ibu , semua rencana kita gagal "
Iyas menyandarkan tubuhnya ke dinding, Iyas pun merasa kepalanya berdenyut sakit.
Tante Sarah mencoba mengontrol emosi dan perasaan nya, ia mencoba untuk tegar setelah mendengar kabar dari Iyas.
" Ibu, kenapa ibu diam saja. Apa yang harus aku lakukan ibu ? "
Iyas tampak bingung, anak manja itu hanya bisa mengandalkan ibu nya.
" Apa Rain mengatakan sesuatu kepadamu ? "
" Tidak ada ibu "
" Baiklah, sekarang bersikaplah biasa. Bersikaplah seolah kamu ikut senang dengan kehadiran nya "
__ADS_1
" Tapi ibu.. bagaimana dengan posisi ku sekarang ? "
" Ibu bilang tenang Iyas !! "
Mendengar suara Iyas yang tampak gusar membuat Tante Sarah marah dan membentak Iyas.
" Baiklah Ibu "
Tante Sarah langsung menutup sambungan telepon mereka. Tante Sarah bergegas ke kamar nya, mengambil kunci mobil dan pergi menuju LINCOLN GROUP.
Karena sudah lama menghilang, tentu pekerjaan Rain pun kembali menumpuk, belum lagi kabar mengenai kembalinya dirinya membuat para rekan-rekan bisnisnya menghubungi Rain tanpa henti.
Ceklek...
Pintu ruangan kerja Rain terbuka dan Tante Sarah datang dengan memasang wajah terkejutnya melihat Rain.
" Rain "
Rain berdiri dan melihat ke arah Tante Sarah yang berjalan ke arahnya.
Kedua mata Tante Sarah tampak berkaca-kaca, Tante Sarah berdiri tepat di depan Rain, lalu mengelus lembut wajah Rain.
" Ini benar kamu Rain ? "
Rain tersenyum, " benar Tante "
" Rain....kamu benar-benar kembali, kamu masih hidup Rain "
Tangis Tante Sarah pecah, ia lalu memeluk Rain.
Rain memandang ke arah Reyhan saat Tante Sarah memeluknya. Reyhan hanya bisa tersenyum tipis kepada Rain. Rain dan Reyhan tahu bahwa tangisan dan wajah terkejutnya Tante Sarah melihat Rain bukanlah ketulusan. Semua hanyalah sandiwara , saat ini kedua mata Rain ikut berkaca - kaca, bukan karena ia senang bertemu Tante Sarah. Melainkan rasa sakitnya karena perbuatan jahat Tante Sarah kepadanya.
" Selama ini Tante yakin kamu masih hidup, dan benar ternyata kamu memang masih hidup. Bagaimana kamu bisa sampai di sini, selama ini kamu kemana Rain ? dan mengenai kecelakaan itu ? "
" Ceritanya panjang Tante, aku akan menceritakan nya nanti, sekarang banyak hal yang aku harus kerjakan "
" Oh..baiklah..Tante akan segera pulang, Tante akan memberi tahu kabar bahagia ini kepada Kayla dan Tante akan menyiapkan acara syukuran kembalinya dirimu Rain "
" Tidak perlu Tante "
" Tidak, ini harus Rain. Tante akan mempersiapkan semuanya "
Tante Sarah pun pergi , Reyhan berjalan ke arah Rain lalu menepuk pundak Rain.
" Kamu baik-baik saja Rain ? "
" Ya Rey "
__ADS_1
" Tidak ku sangka Tante Sarah pintar sekali bersandiwara, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya Rain , semua bukti sudah kita punya, kapan kita akan mengungkap semuanya "
" Biarkan seperti ini dulu Rey, aku yakin setelah melihat kembalinya diriku , mereka pasti akan kembali merencanakan sesuatu, aku akan menunggu hal itu, dan entah mengapa aku merasa meninggalnya kedua orang tuaku ada kaitannya dengan mereka "