
Rain mencoba menghubungi Annisa namun tak di jawab oleh Annisa. Membuat Rain khawatir, Rain pun bergegas keluar dan turun ke lantai bawah untuk mencari Annisa.
"Maaf kalau aku berbohong Mas " batin Annisa saat ia sudah sampai di minimarket yang berada di lantai bawah apartemen mereka.
Annisa masuk ke dalam minimarket dan memilih beberapa cemilan untuk ia bawa, setelahnya Annisa menuju ke kasir untuk membayar semua belanjaannya.
" Annisa "
Annisa terkejut karena melihat Rain , tanpa melihat ke sekelilingnya lagi. Rain langsung memeluk Annisa. Rain merasa sangat khawatir akan keadaan Annisa.
" Mas , Mas Rain " Annisa memanggil Rain , berharap Rain segera melepas pelukannya karena banyak orang yang melihat mereka.
Pengunjung minimarket dan juga pelayan kasir hanya senyum-senyum melihat Rain dan Annisa.
"Mas, lihat " ucap Annisa , menyadarkan Rain. Rain pun melihat ke kiri dan kanannya dan setelah sadar barulah ia melepas pelukannya dari Annisa.
"Maaf mba semua totalnya 150.000 " ucap pelayan kasir.
" Ini mbak makasih , kembaliannya ambil saja " setelah membayar, Annisa membawa Rain keluar dari minimarket. Annisa merasa malu sekali karena orang-orang di minimarket melihatnya berpelukan dengan Rain.
Rain menghentikan langkahnya lalu menarik tangan Annisa sehingga Annisa kembali kedalam dekapan Rain.
" Kamu keluar terlalu lama, kemana saja ? " selidik Rain.
" Aku hanya di minimarket Mas, memilih cemilan " ucap Annisa sembari menunjukkan sekantong cemilan yang ia beli tadi.
" Lalu, kenapa telepon dariku tidak kamu jawab "
" Sebentar Mas, Annisa mengambil ponselnya dan melihat banyaknya panggilan tak terjawab dari Rain "
" Mas Rain telepon ya tadi, maaf Mas Rain, aku tidak dengar, aneh sekali ya ponsel Ini, padahal volumenya sudah di tinggikan tapi kenapa tidak ada suaranya "
Rain pun ikut melihat ponsel Annisa.
" Ponselmu rusak ? ya sudah besok kita beli lagi yang baru "
" Jangan Mas, nih sudah ada suaranya. Mungkin aku hanya salah tekan, maka dari itu suaranya hilang "
" Baiklah, ayo kita kembali " Ajak Rain, Rain menggenggam tangan Annisa dan membawa Annisa kembali ke apartemen mereka.
*****
Keesokan harinya Annisa pergi ke rumah Tante Sarah untuk menemui menjemput Kayla, untung saja Annisa tidak bekerja hari ini, jadi ia bisa menyempatkan diri untuk menyelesaikan masalah yang menimpa Kayla.
Tante Sarah menatap tajam kepada Annisa saat melihat kedatangan Annisa. Kedatangan Annisa sudah di ketahui oleh Kayla karena sebelumnya Annisa sudah memberi tahu Kayla lewat pesan yang ia kirim.
__ADS_1
Karena tidak ingin berlama-lama berada di sana, Annisa langsung mengajak Kayla untuk pergi.
" Terima kasih kak Annisa , Aku tidak kepikiran sama sekali sampai di sini , terima kasih sudah bantu aku kak "
" Sama-sama Kayla, sekarang kita berdoa saja semoga teman kamu itu ada di rumahnya, kamu sudah coba hubungi dia kemarin ? "
" Sudah kak, Dia tahu kalau aku akan ke rumahnya hari ini "
" Bagus, semoga rencana kita hari ini berhasil "
Sekitar setengah jam lamanya Annisa dan Kayla tiba di kediaman teman Kayla yang bernama Bunga.
Tok..tok..tok..
Seorang wanita paruh baya membukakan pintu untuk Annisa dan Kayla, wanita paruh baya itu mempersilahkan Annisa dan Kayla untuk masuk kedalam rumah.
" Kayla "
Bunga datang dengan senyum senangnya karena Kayla mengunjungi dirinya, ya walaupun sedikit heran karena Kayla datang tidak seorang diri.
" Apa kabar Kay ? "
Bunga berjalan ke arah Kayla berniat untuk memeluk Kayla.
PLAKK....
" Kayla, apa maksud mu menamparku "
Bunga terlihat geram, ia sedikit merasa pedih di pipi sebelah kanannya.
" Itu ganjaran untuk kamu, karena kamu udah berbuat jahat sama aku. Kamu itu teman aku bunga, kenapa kamu tega sama aku "
Bunga tak mau kalah, ia mengangkat sebelah tangannya berniat untuk menampar balik Kayla, namun Annisa menghalanginya dan berdiri di depan Kayla. Dan alhasil Annisa lah yang tertampar.
" Kak Annisa "
Kayla segera melihat pipi Annisa, terlihat sekali pipi Annisa memerah akibat tamparan dari Bunga.
" Kamu ya.."
Kayla melangkah maju berniat membalas Bunga, begitu pula dengan Bunga. Annisa dengan sigap menahan Kayla, sifat kayla sangat persis dengan Rain, tidak bisa sama sekali mengontrol emosi mereka. Akibatnya menjadi seperti ini, padahal Annisa ingin menyelesaikannya dengan berbicara baik-baik, tapi yang ada justru Kayla dan Bunga ingin berkelahi.
" Sudah cukup !! " teriak Annisa dengan sedikit keras.
" Kamu , nama kamu Bunga kan ? Saya adalah kakaknya Kayla, kedatangan kami kesini hanya untuk meminta kejujuran kamu karena kamu sudah berbuat jahat kepada Kayla "
__ADS_1
" Berbuat jahat , apa maksud kalian ? "
" Jangan mengelak kamu Bunga, kamu tau tidak, gara-gara kamu, Kak Rain marah besar sama aku " Kayla kembali berbicara dengan keras , posisi Kayla berada di belakang Annisa.
" Jangan fitnah ya kamu Kayla, lebih baik kalian pergi sekarang, atau aku akan hubungi keamanan rumah ini untuk usir kalian berdua, kalau perlu aku panggil polisi, aku akan laporkan kamu mengenai aniaya yang kamu lakukan sama aku "
" Kami punya buktinya, ini semua bukan fitnah "
Annisa mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan rekaman CCTV yang ia minta dari pihak resto dan menunjukkannya di depan Bunga.
Deg...
Terlihat wajah keterkejutan Bunga, dan kini ia terlihat gemetaran karena tidak menyangka perbuatannya di ketahui oleh Kayla dan Annisa.
" Kenapa diam ? baru sadar sekarang ? " ucap Kayla.
" Sekarang, bukan kami yang harus kamu laporkan ke polisi, tapi kami yang akan melaporkan kamu ke polisi atas kejahatanmu ini. Lebih baik kamu akui saja " jelas Annisa.
" Aku.."
Bunga tiba-tiba berlari kedalam kamarnya, dia berusaha kabur dari Annisa dan Kayla. Melihat Bunga yang berusaha kabur, Kayla bergegas mengejar Bunga. Annisa mau tidak mau mengikuti Kayla dan ikut mengejar Bunga.
" Bunga..buka pintunya, kamu pikir bisa lari begitu saja. Aku tidak akan memaafkan kamu, kamu lihat saja "
" Sudahlah Kayla, kita biarkan saja dia. Kita berikan saja rekaman CCTV ini kepada Polisi, jadi biarkan polisi yang menjemput Bunga " ucap Annisa dengan sedikit keras , sengaja agar Bunga mendengar ucapan Annisa.
" Baiklah kak, ayo kita pergi sekarang "
Ceklek..
Pintu terbuka, Annisa dan Kayla berbalik badan. Bunga sudah berdiri di depan mereka. Kayla kembali emosi melihat Bunga, Kayla melangkah maju namun tangan Kayla di tahan oleh Annisa.
" Baiklah, aku akui aku memang melakukannya "
Annisa bernafas lega mendengar pengakuan dari Bunga, sedangkan Kayla kembali emosi, Annisa masih memegang erat lengan Kayla, menahan Kayla agar tidak bertindak hal aneh.
" Kalau begitu bisa aku bertemu dengan kedua orangtua mu ? "
" Orangtua ku tidak ada kak, mereka berada di luar negeri " jelas Bunga.
Annisa bisa menangkap bahwa bunga ini sepertinya anak yang kekurangan kasih sayang dari kedua orangtuanya, sepertinya ia selalu di manja sehingga berani melakukan hal kejahatan seperti ini. Tidak ada rasa takut pada diri Bunga.
Hanya saja alasan Bunga melakukan hal itu, itulah yang perlu di ketahui.
" Baiklah, kalau begitu ikutlah bersama kami "
__ADS_1
Annisa menarik Bunga dan membawa Bunga kedalam mobil. Di dalam mobil Annisa duduk di belakang di antara Bunga dan Kayla.
Kayla terus saja menatap tajam kepada Bunga, begitu pula dengan Bunga. Annisa hanya bisa menarik nafas panjang melihat Kayla dan juga Bunga.