Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 55


__ADS_3

Tante Sarah sangat-sangat berhasil menggagalkan rencana Bulan madu Rain dan Annisa. Tidak tanggung-tanggung, Tante Sarah rela berpura-pura sakit dan terbaring lemas hingga dua Minggu lamanya.


Selama dua Minggu itu pula Rain dan Annisa menginap dan tinggal bersama Tante Sarah.


Hari ini Annisa pulang bekerja lebih awal, ia pulang dengan menaiki taksi online sebab Rain tidak bisa menjemputnya karena sedang berada di luar kota , melakukan pengecekan perusahaannya yang berada di sana.


Selama dua Minggu berada di rumah bersama Tante Sarah, Tante Sarah tidak ingin sama sekali Annisa masuk kedalam kamarnya. Kecuali bila ada Rain, dan hal itu tidak di ketahui oleh Rain.


Setiap kali Annisa ingin menjenguk Tante Sarah di kamarnya, pembantu rumah selalu menghalangi Annisa, dan bila sudah terlanjur masuk kedalam kamar, Tante Sarah pasti mengusir Annisa.


Hal itu sebenarnya membuat Annisa sedih, karena bagaimana pun Annisa tidak ingin hal seperti ini, Annisa ingin semua baik-baik saja, tidak ada yang namanya saling membenci atau tidak saling menyukai. Terlebih Tante Sarah adalah anggota keluarga Rain juga, Annisa berharap Tante Sarah menyukai dan menyayangi nya juga seperti Rain.


Karena rasa penasarannya mengenai keadaan Tante Sarah, Annisa berniat untuk kembali menjenguk Tante Sarah. Semalam sebenarnya Annisa sudah melihat keadaan Tante Sarah bersama Rain, Tante Sarah masih terlihat pucat dan lemas, dan karena khawatir juga Annisa ingin kembali melihat kondisi Tante Sarah.


Annisa memberanikan diri masuk kedalam kamar Tante Sarah dan membuka pintu secara perlahan. Dan suatu hal mengejutkan terjadi, Annisa terkejut melihat Tante Sarah sedang asyik berjoged sembari menikmati sepotong pizza.


" Tante Sarah "


Tante Sarah yang sedang memakai penutup di kedua telinga tidak mendengar panggilan dari Annisa. Tante Sarah masih saja asyik berjoged dengan posisi membelakangi Annisa.


Annisa berjalan ke arah Tante Sarah, dan saat berbalik badan. Tante Sarah mematung dan berhenti berjoget saat melihat Annisa di depannya.


" Tante Sarah, Tante sudah sembuh ? " tanya Annisa.


Tante Sarah terlihat salah tingkah di depan Annisa. Namun karena sudah terlanjut tertangkap basah, Tante Sarah tak ingin lagi menutupi semua kebohongannya dari Annisa.


Tante Sarah melepas earphone yang ada di telinganya, Tante Sarah tersenyum tipis dan dengan santainya berjalan menuju sofa.


" Karena kamu sudah tahu semua, baiklah aku tidak ingin berbohong lagi. Ya aku sudah sembuh " ucap Tante Sarah lalu memasukkan sepotong pizza kedalam mulutnya.


" Sejak kapan Tante sembuh ? bukankah semalam Tante terlihat masih lemah ? maksud tante berbohong ? " Annisa menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia sudah bisa mengerti maksud Tante Sarah berbohong yaitu bahwa Tante Sarah sebenarnya tidak benar-benar sakit.


" Kau sudah bisa mengerti ? hahahaha...baguslah , jadi aku tidak perlu menjelaskannya lagi " Tante Sarah justru tertawa lepas.

__ADS_1


" Kenapa Tante ? kenapa Tante berbuat seperti ini ? Tante sudah berbohong, Tante membohongiku dan juga Rain " jelas Annisa.


" Aku sengaja melakukannya , karena aku tidak ingin kamu dan Rain pergi berbulan madu "


Kedua mata Annisa tampak berkaca-kaca, ia tidak menyangka Tante Sarah akan sejahat itu. Rela berpura-pura sakit selama dua Minggu hanya untuk membatalkan rencana bulan madunya bersama Rain.


" Tante boleh membenciku, Tante boleh membohongiku, tapi Rain ? kenapa tega melakukan itu kepada Rain ? jika saja Rain tahu, Rain pasti akan sangat kecewa kepada Tante "


" Justru aku melakukan hal ini karena aku menyayangi Rain, bukannya aku sudah memperingati kamu Annisa, tapi sepertinya kamu tidak menghiraukan perintahku "


Annisa menggeleng-gelengkan kepalanya, " Tidak Tante, aku istri Rain, sampai kapanpun aku tidak akan meninggalkan Rain " tegas Annisa.


Hati Tante Sarah memanas mendengar ucapan Annisa, Annisa sangat berani kepadanya.


" Oh ya ,hahaha...sudah ku katakan , kamu itu hanya pelampiasan Rain, sudahlah Annisa jangan terlalu lugu " Tante Sarah kembali membohongi Annisa, mencoba mempengaruhi Annisa.


" Berhenti meracuni pikiranku Tante Sarah, aku sangat percaya dengan Rain "


*****


Rain tiba di kediamannya, Rain segera masuk keadalam rumah dan terkejut melihat Tante Sarah sedang duduk santai di ruang keluarga.


" Tante " sapa Rain.


"Hei Rain "


Rain duduk di sisi sebelah Tante Sarah, " Tante sudah membaik ? " tanya Rain dengan wajah semringah karena senang melihat Tante Sarah yang sudah sembuh.


" Lumayan Rain, Tante bosan di kamar terus , jadi Tante duduk santai di sini " jelas Tante Sarah.


" Syukurlah, aku senang mendengarnya "


" Terima kasih Rain, sudah menemani Tante. Tante senang sekali kamu kembali tinggal di sini. Tante berharap kamu bisa selamanya tinggal di sini bersama tante. Please, tinggal kembali bersama Tante ya Rain " mohon Tante Sarah.

__ADS_1


"Akan ku pikirkan kembali Tante, aku juga harus berbicara dulu dengan Annisa "


" Kenapa harus berbicara dengannya ? jangan bilang dia melarangmu tinggal di sini, apa dia tidak menyukai Tante ? oh tidak Rain, pantas saja sikap Annisa itu tidak pernah baik di depan Tante "


Rain mengerenyitkan keningnya " Maksud Tante ? " tanya Rain.


" Kamu tidak tahu saja Rain, jika tidak ada kamu , Annisa tidak pernah menjenguk Tante di kamar, dia juga jarang tersenyum kepada Tante " bohong Tante Sarah.


" Apa benar Tante ? tapi mungkin semua hanya salah paham ? aku akan menanyakan hal ini kepada Annisa ? "


" Ehhh..tidak perlu Rain, tidak perlu. Biarkan saja , kamu percaya kan dengan Tante , tidak perlu berbicara dengannya, yang ada nanti kamu hanya akan bertengkar, Tante tidak ingin itu terjadi. Hanya saja Tante berbicara seperti ini ke kamu hanya untuk mengingatkan kamu bahwa Annisa itu sepertinya bukan wanita yang baik seperti yang kamu kira " bisik Tante Sarah.


Hati Rain bergejolak amarah mendengar Tante Sarah mengatakan jika Annisa bukan wanita yang baik. " Tidak Tante, Annisa itu wanita yang sangat baik, mungkin semua hanya salah paham saja. Aku akan berbicara kepadanya " Rain segera beranjak dari duduknya untuk menemui Annisa.


Rain berhenti di depan pintu kamar, dari dalam kamar Rain bisa mendengar lantunan ayat - ayat suci Al-Quran yang Annisa lantunkan. Rain pun menurunkan niatnya untuk menemui Annisa. Rain lalu bersandar di dinding pintu sembari memejamkan kedua matanya.


" Sudah lama sekali aku tidak mendengar lantunan ayat - ayat suci Al-Quran , rasanya sangat menenangkan " batin Rain.


Rain ingat bahwa terakhir kali ia mendengar lantunan ayat suci Al-Quran ini dari sang ibu , malam sebelum kecelakaan itu terjadi. Dan saat sangat khusyu mendengarkan suara Annisa mengaji, tak di rasa setetes air mata mengalir di pipi Rain. Rain pun segera menghapusnya setelah mendengar Annisa selesai mengaji.


Ceklek..


Rain membuka pintu dan segera menghampiri Annisa yang sedang melipat mukenanya.


" Assalamualaikum , suami aku sudah pulang " ucap Annisa sembari tersenyum.


Kata-kata hangat dari Annisa membuat Rain merasa sangat bahagia.


Annisa berjalan ke arah Rain dan menyalimi tangan Rain, Rain tersenyum dan langsung membawa Annisa kedalam pelukannya.


" Aku mencintaimu Annisa, sangat mencintaimu " batin Rain.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2