Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 40


__ADS_3

Annisa memejamkan kedua matanya, merasakan betapa sejuk dan nyamannya terpaan angin pagi yang mengenai tubuhnya.


Mencoba menghirup dalam udara pagi yang sejuk dengan senyum lebar yang mengembang di wajahnya. Itulah yang selalu Annisa lakukan setiap pagi sembari berjalan kaki menuju jalan raya , menunggu taksi dan menuju ke tempat ia bekerja.


Sudah sebulan ini Annisa bekerja di sebuah perusahaan industri kecil, dan hari adalah tepat dimana ia menerima gajih pertamanya.


Tentunya hal itu yang membuat Annisa begitu bahagia hari ini, lebih bahagia dari hari-hari sebelumnya.


" Selamat pagi Annisa , ciehh..bahagia sekali hari ini ? " ucap Lala salah satu karyawan yang bekerja di tempat yang sama dengan Annisa, dan salah satu yang paling dekat dengan Annisa dari pada karyawan yang lainnya.


" Iya dong La, hari ini kan gajihan " ucap Annisa sembari tersenyum.


" ini gajih pertama kamu kan Sa, kalau gitu traktir aku dong, habis pulang kerja kita jalan yuk Sa "


" Hmm..gimana ya ?? "


" Ayo dong Sa, pleasee.. " pinta Lala sembari memohon dengan menyatukan kedua tangannya di depan Annisa.


" Baiklah.." ucap Annisa sembari tersenyum, dan Lala pun kegirangan dan memeluk Annisa.

__ADS_1


Lala berusia dua tahun lebih muda dari Annisa, namun ia telah lebih dulu bekerja di perusahaan industri pengolahan kertas. Perusahaan industri kecil namun cukup terkenal tempat mereka bekerja sekarang.


****


Sesuai janjinya, Annisa dan Lala tidak langsung pulang kerumah mereka. Annisa mengajak Lala jalan-jalan, bukan mall atau tempat mewah yang mereka kunjungi. Melainkan hanya sebuah taman, suatu tempat yang membuat Annisa mengingat akan kenangannya bersama Rain.


Sebulan berlalu tidak membuat Annisa lupa akan Rain, bahkan rencananya gajih pertamanya ini akan langsung ia sisihkan untuk membayar hutangnya kepada Rain. Hutang yang mungkin Rain sudah lupa, namun masih diingat oleh Annisa.


Tapi sebenarnya hal inilah yang diinginkan Annisa, Annisa ingin memulai hidupnya kembali, menjauh dari Rain adalah keputusan terbaik. Hati yang mulai luluh dan mulai menyukai Rain, hal itulah yang ingin Annisa hindari. Annisa tidak ingin jatuh terlalu dalam, karena ya Annisa saja tidak bisa membayangkan bagaimana masa depannya bersama Rain. Apalagi setelah melihat Rain bersama wanita yang memeluknya waktu itu, Annisa yakin wanita itu adalah kekasih Rain.


Dan Annisa tidak ingin menjadi penghalang atas hubungan mereka, ya walaupun sebenarnya itu bukanlah alasan yang tepat. Karena posisi nya Annisa adalah istri Rain, istri sah Rain hingga saat ini.


" Huss..Annisa " ucap Lala sembari menepuk lengan Annisa. Annisa pun terkejut dan terbangun akan lamunan nya tentang Rain.


" Tidak apa La "


" Yakin ?? kamu gak senang ya jalan sama aku, atau kamu lagi lelah , sakit ? " tanya Lala khawatir.


" Tidak La, aku baik-baik saja. Dan aku senang bisa jalan sama kamu " ucap Annisa sembari tersenyum, memberikan keyakinan kepada Lala bahwa ia baik-baik saja.

__ADS_1


" Baiklah, kalau begitu kita..kita cari tempat duduk dulu, Aku lelah jalan terus sejak tadi " ucap Lala sembari melihat kiri kanan , mencari bangku panjang yang bisa mereka duduki.


" Ayo duduk dulu Sa " ucap Lala , menarik lengan Annisa dan membawa Annisa duduk, duduk di bangku taman , dimana Annisa dan Rain dulu pernah berada dan juga duduk di sana.


Annisa kembali diam, dan ingatannya bersama Rain kembali datang.


" Wahh..lihat Annisa, bunga-bunganya cantik " ucap Lala sembari menunjuk kumpulan bunga cantik yang berada di depan mereka.


" Sa, kamu kenapa melamun lagi ?? " tanya Lala.


" Hah...tidak..tidak La, maaf. Bagaimana kalau kita jalan ke tempat lain saja. Atau kita langsung makan, aku sudah lapar La " pinta Annisa.


" Oh..jadi kamu tu dari tadi lapar, kenapa gak bilang dari tadi Sa. Ayo kalau gitu kita cari makan sekarang "


Lala menarik lengan Annisa dan membawa Annisa pergi untuk mencari makan. Annisa sengaja berbohong, padahal belum lapar. Ia hanya ingin segera pergi dari taman itu.


Annisa tidak tau, jika Rain juga berada di taman itu. Dan tak selang lama Rain datang dan duduk di bangku tempat ia dan Rain terdahulu.


Rain duduk, lalu memandangi bunga di depannya, Rain mengingat kenangannya bersama Annisa di tempat itu. Rain tak sengaja kebetulan lewat taman, dan ia berhenti sejenak untuk berjalan-jalan ke tempat tersebut.

__ADS_1


Jika Annisa bisa lebih kuat setelah pergi dari Rain, tidak halnya dengan Rain. Rain sudah berusaha sebisa mungkin melupakan Annisa. Namun semakin dilupakan, bayangan Annisa justru kembali datang. Apakah Rain menyadari jika ia menyukai Annisa ? atau mulai jatuh cinta pada Annisa ??


Jawabannya adalah ya , namun hati Rain masih takut untuk membuka hati yang lebih dalam. Merasa takut akan jatuh untuk kedua kalinya, jatuh sakit untuk kedua kalinya.


__ADS_2