Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 50


__ADS_3

Rasanya Annisa ingin sekali menceritakan kepada Rain bahwa Tante Sarah menemuinya dan mengatakan hal yang tidak baik kepadanya. Namun Annisa urungkan karena tidak ingin nantinya terjadi keributan antara Rain dan Tante Sarah.


Dan pastinya Tante Sarah yang sudah tidak menyukainya pasti nantinya akan semakin membenci Annisa.


Yang terpenting Annisa tidak terhasut dan selalu percaya kepada Rain.


Saat Rain tiba di apartemen, Annisa menyambut Rain dengan penuh hangat, Annisa menyimpan semua kegalauan di hatinya dan menunjukkan kepada Rain bahwa tidak terjadi apa-apa.


" Maaf, aku baru pulang "


Rain memeluk Annisa dan mengecup lembut kening Annisa.


" Tidak perlu minta maaf Rain, kamu pasti lelah kan ? aku sudah menyiapkan air hangat, kamu mau mandi sekarang ? "


" Iya, terima kasih Annisa "


Rain pergi ke kamar untuk membersihkan dirinya , sedangkan Annisa menyiapkan makan malam untuk Rain.


" Aku sudah katakan kan, tidak perlu menunggu ku " Rain datang menemui Annisa dengan hanya memakai celana pendek, tanpa memakai bajunya.


" Rain, kenapa tidak memakai bajumu ? "


" Agar kamu bisa terus-menerus melihat perut seksi ku "


Ucapan Rain membuat kedua pipi Annisa memerah. Terlihat menggemaskan di mata Rain. Rain berjalan ke arah Annisa dan memeluk Annisa.


" Bagaimana aku bisa menyiapkan makanan untukmu kalau kamu memelukku terus seperti ini Rain "


Rain melepas pelukannya dan tiba - tiba menggendong dan mendudukkan Annisa di atas meja.


" Rain..apa yang kau.. "


Belum selesai Annisa berbicara , Rain sudah terlebih dahulu mengecup manis bibir Annisa. Membuat Annisa ikut terlena akan sentuhan Rain.


" Aku sudah tidak tahan Annisa "


Rain menggendong Annisa dan membawa Annisa kedalam kamar, Rain dan Annisa kembali memadu kasih dan cinta mereka.


" Terima kasih Annisa, aku mencintaimu " ucap Rain lalu mengecup pucuk kepala Annisa. Membawa Annisa kedalam pelukannya dan mulai tertidur.


Sesaat, ucapan Tante Sarah terlintas di pikiran Annisa. Annisa berusaha untuk percaya, namun bayangan ucapan-ucapan Tante Sarah terus menghantui.


" Apa aku perlu mempertanyakan tentang pernikahan ini lagi ? mengenai surat nikah kami ? " batin Annisa.


*****


Walaupun sudah merasa menang dan berhasil menghasut Annisa. Tante Sarah masih saja penasaran akan Annisa, dan berharap Annisa segera pergi dari kehidupan Rain.


" Ada apa Bu ? kenapa terlihat tegang sekali " tanya Iyas.


" Ibu tidak bisa tenang Iyas, kalau wanita itu tidak pergi dari kehidupan Rain "


" Kenapa ibu memikirkan wanita itu ? dia hanya wanita kampung Bu, tidak akan menjadi ancaman untuk kita "


Pletakk...


Tante Sarah menepuk tangan Iyas, " aduh, sakit ibu. Kenapa ibu memukulku ? "


" Jangan melihat dari luarnya saja Iyas, bagaimana jika Rain benar-benar mencintainya dan semua ini iya manfaatkan untuk mengambil dan menguras semua harta Rain, kau tau kan bagaimana Rain bila sudah jatuh cinta ? "


" Benar juga ya Bu, terus apa yang akan ibu lakukan ? "


" Ibu sudah menemuinya tadi sore, dan ibu berusaha menghasutnya. Ibu yakin sebentar lagi ia akan meninggalkan Rain "

__ADS_1


" Benarkah Bu ? kenapa tidak memberitahuku ? ibu berani sekali, bagaimana jika di mengadu kepada Rain ? "


" Tidak, itu tidak akan dia lakukan. Ibu yakin "


" Seharusnya ibu berbicara kepadaku terlebih dahulu, aku bisa memberi ide terbaik untuk menyingkirkan wanita itu "


" Wanita itu biar menjadi urusan Ibu, kamu hanya perlu fokus ke perusahaan Iyas "


" Baiklah , terserah ibu "


Iyas memandang malas sang ibu , lalu ia pergi ke kamarnya. Sedangkan Tante Sarah masih berada di ruang keluarga, mencoba mencari langkah selanjutnya untuk membuat Annisa pergi dari Rain.


*****


" Rain, bangun... " dengan lemah lembut , Annisa membangunkan Rain yang masih tertidur.


Bukannya bangun, Rain justru menarik Annisa dan membawa Annisa kedalam pelukannya.


" Rain..kamu sudah bangun kan ? ayo bangun, sudah pagi "


" Biarkan seperti ini sebentar Annisa "


Annisa pun diam, diam merasakan pelukan hangat dari Rain. Entah berapa lama harus seperti ini, Annisa hanya bisa pasrah.


" Rain, boleh aku bertanya sesuatu ? " Annisa merasa ini waktu yang tepat untuk bertanya mengenai surat nikah mereka kepada Rain.


" bertanyalah , aku akan menjawabnya " ucap Rain dengan kedua mata yang masih tertutup.


" Rain..bagaimana dengan... "


Dritt...Dritt...Dritt...


Belum selesai Annisa berbicara, ponsel Rain berbunyi. Rain membuka kedua matanya lalu mengambil ponselnya yang ada di atas nakas. Tertulis nama Reyhan di layar kaca ponsel.


" Ya Rey "


" Baiklah "


Rain mematikan sambungan teleponnya , menaruh kembali ponselnya di atas nakas.


" Ada apa ? " Annisa bertanya kepada Rain.


" Hari ini kamu masih libur bekerja kan ? aku akan mengajakmu ke suatu tempat, aku akan segera mandi, dan kamu bersiap "


Rain beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.


" Rain ingin mengajakku kemana ? padahal pertanyaan ku belum selesai aku tanyakan ", batin Annisa.


Annisa pun bersiap , dan menyiapkan pakaian untuk Rain. Annisa menyiapkan kemeja berwarna hitam dengan celana panjang yang juga berwarna hitam.


" Ganti pakaianmu Annisa , ganti dengan warna hitam yang sama denganku "pinta Rain saat ia sudah keluar dari kamar mandi dan melihat Annisa yang sudah siap dengan kemeja berwarna biru dan rok plisket panjang berwarna hitam.


" Harus sama ? baiklah, tunggu sebentar "


" Kamu ingin kemana Annisa ? "


" Berganti pakaian , ada apa ? "


" Kenapa tidak mengganti pakaian mu di sini saja ? "


" Pakaianku kan ada di kamar sebelah Rain "


", Baiklah, kalau begitu nanti pindahkan semua pakaianmu ke kamar kita "

__ADS_1


" Baiklah "


*****


Rain dan Annisa tiba di studio foto tempat yang sudah di pesan oleh Reyhan.


" Kenapa kita di sini Rain ? " tanya Annisa heran.


Rain hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Annisa. Ia mengajak Annisa masuk kedalam dan bertemu dengan fhotografer yang sudah siap karena sudah menunggu kedatangan Rain dan Annisa.


" Selamat datang Pak Rain " sapa salah satu seorang yang ada di sana.


" Kita langsung saja, saya sudah terlambat " ucap Rain.


" Baiklah Pak, silahkan duduk di sana ya "


Rain dan Annisa di pinta duduk berdampingan dengan background berwarna biru di belakang mereka.


" Rain , ada apa ini ? " tanya Annisa kembali.


" Sekarang, ikut saja instruksi dari mereka, aku akan menjelaskannya nanti " bisik Rain di telinga Annisa.


Rain menggenggam tangan Annisa, agar Annisa tidak merasa gugup.


Annisa dan Rain pun duduk berdampingan dan tersenyum saat sang fhotografer meminta mereka untuk tersenyum sebelum akhirnya mengambil foto mereka berdua.


" Pak Rain, kami minta satu foto lagi ya " pinta salah satu fhotografer yang mengambil foto Annisa dan Rain.


Fhotografer itu pun meminta Rain memeluk Annisa, Annisa berada di depan Rain, dan Rain memeluk Annisa dari belakang. Annisa terlihat malu dan canggung melakukan pose seperti itu karena di sana bukan hanya ada mereka berdua.


Sedangkan Rain tampak biasa saja.


" Ibu Annisa, tolong senyum " pinta Fhotografer tersebut.


" Senyum sayang " bisik Rain di telinga Annisa, lalu mengecup pucuk kepala Annisa.


" Baiklah, three, two, one. Okey finish , wah..perfect "


kedua fhotografer yang mengambil foto Annisa dan Rain begitu kagum melihat hasilnya. Rain dan Annisa terlihat sangat serasi.


" Tunggu beberapa menit ya Pak Rain , kami akan memberikan hasilnya "


Rain dan Annisa pun mengikuti perintah , dan tak lama hasilnya selesai. Rain bergegas membawa Annisa ke kantor urusan agama. Rain bahkan belum menjelaskan apapun kepada Annisa.


" Lama sekali Rain, untung saja petugasnya mau menunggu "ucap Reyhan saat melihat kedatangan Annisa.


" Reyhan, kamu di sini juga "


" Iya Annisa, ayo kita harus bergegas "


Rain, Annisa dan Reyhan masuk kedalam kantor tersebut. Reyhan tidak masuk kedalam ruangan, hanya sampai di depan pintu,sedangkan Rain dan Annisa masuk kedalam ruangan.


Didalam ruangan, Rain memberikan foto gandeng mereka saat di studio fhoto tadi. Lalu petugas menempelkan fhoto mereka di surat nikah Rain dan Annisa. Annisa terkejut melihat hal itu, padahal baru tadi pagi Annisa ingin memepertanyakannya kepada Rain , dan ternyata semua sudah terjawab.


Sebelum pergi, petugas juga memberi nasihat mengenai pernikahan kepada Annisa dan Rain. Rain dan Annisa tampak serius mendengarkannya.


" Bagaimana Rain ? sudah selesai ? " tanya Reyhan saat Rain dan Annisa keluar dari ruangan petugas.


" Sudah ", jawab Rain singkat.


" Syukurlah,selamat ya Rain, Annisa. Sekarang semua urusan sudah selesai, dan aku tidak perlu khawatir lagi. Pernikahan kalian sudah tercatat dan resmi di mata agama dan juga hukum "


Rain dan Annisa saling pandang, mereka juga sama-sama bahagia dan tidak merasa khawatir lagi. Sebenarnya hal ini sudah lama ingin Rain lakukan dan Rain urus, hanya saja belum ada waktu yang tepat. Dan Alhamdulillah hari ini semua nya sudah selesai.

__ADS_1


Hal ini menjadi bukti bahwa apa yang di katakan oleh Tante sarah tidaklah benar, Rain benar-benar menunjukkan kesungguhannya untuk menikah dan hidup bersama Annisa selamanya seperti yang di katakan Rain kepadanya.


Bersambung...


__ADS_2