Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 46


__ADS_3

Annisa membuka perlahan kedua matanya , dan tersenyum saat pertama yang ia lihat adalah wajah tampan Rain. Rain tertidur dengan pulas sembari memeluk Annisa. Mereka berdua tidur tanpa memakai sehelai benang pun di tubuh mereka, hanya sebuah selimut yang menutupi tubuh mereka saat ini.


Annisa menyentuh pipi Rain, Annisa mengingat percintaan mereka semalam, dimana Annisa akhirnya memenuhi tugasnya sebagai seorang istri dan menyerahkan seluruhnya dirinya kepada Rain.


" Rain " Annisa berusaha membangunkan Rain dengan mengelus-elus lembut pipi Rain.


Bukannya bangun, Rain justru semakin memperat pelukannya kepada Annisa.


" Rain, sudah subuh. Ayo bangun " ucap Annisa dengan lemah lembut.


Dan tiba-tiba saja Rain membuka kedua matanya dan berbalik badan , membuat Annisa kini berada dalam kungkungan Rain.


" Rain " ucap Annisa dengan tersenyum, Annisa sedikit terkejut dengan ulah Rain yang kini sudah berada di atasnya.


Rain tersenyum menatap Annisa, bukan hanya Annisa yang merasa bahagia, Rain pun sama. Rain bahagia karena kini sudah seutuhnya memiliki Annisa , dan justru membuat Rain merasa ingin dan ingin terus melahap Annisa.


Tanpa aba-aba Rain kembali mengecup mesra bibir Annisa , dan Annisa tentu saja menerimanya dengan senang hati, Annisa mengerti jika Rain menginginkannya kembali. Mereka berdua pun kembali bergulat, menumpahkan segala rasa cinta mereka.


****


Rain tiba di kantor dengan wajah yang terlihat cerah, Rain terlihat begitu bersemangat dan bahagia.


" Rey " panggil Rain.


" Ya, ada apa Rain ? " tanya Reyhan.


" Hari ini tanggal karyawan gajihan kan ? " tanya Rain.


" Ya benar ", ucap Reyhan.


" Beri semua karyawan kita tambahan bonus , tambahkan saja di gajih mereka " ucap Rain.


" Wah..benarkah ? berati aku juga dapat kan ? " tanya Reyhan semringah.


" Tentu ", jawab Rain sembari tersenyum, lalu kembali fokus ke laptop yang berada di depannya.


" Yes....!! baiklah, aku akan segera melaksakannya , sering-sering saja seperti ini Rain " ucap Reyhan sembari terkekeh, lalu tak lama keluar dari ruangan Rain.


Lela fokus memperhatikan Annisa yang sedang sibuk bekerja. Lela merasa ada aura yang berbeda dengan Annisa hari ini.


" Jangan melihatku seperti itu Lela " ucap Annisa.


" Aku hanya merasa kau sedikit berbeda hari ini Sa " ucap Lela.


" Berbeda ? apanya yang beda Lela ? ", tanya Annisa.

__ADS_1


" Hmm..hanya sedikit bercahaya kau terlihat begitu bahagia hari ini ", ucap Lela.


Annisa tersipu malu saat Lela menyebut jika hari ini dirinya terlihat bercahaya, Annisa senyum-senyum sendiri, mengingat kembali percintaan mereka semalam, dan pagi ini. Entahlah berapa kali mereka melakukannya semalam, yang jelas Annisa begitu bahagia hari ini.


" Tuh..kan..benar yang aku katakan, sekarang justru melamun sambil senyum-senyum sendiri " ucap Lela sembari terkekeh.


" Sudah Lela, jangan menggoda ku terus ", ucap Annisa lalu menepuk pelan lengan Lela.


" Entahlah apa yang membuatmu bahagia hari ini , yang jelas aku juga ikut bahagia melihatnya Sa " ucap Lela.


Annisa hanya tersenyum mendengar ucapan Lela.


" Oh ya Sa, kamu tau tidak kalau hari ini kita kedatangan tamu " ucap Annisa.


" Tamu ? siapa ? " tanya Annisa.


" Kita bakal kedatangan tamu spesial Sa , pemilik pertama perusahaan ini " ucap Lela.


" Pemilik pertama perusahaan ini ? jadi perusahaan ini bukan miliknya pak Jaya ? " tanya Annisa.


" Bukan ", ucap Lela sembari menggeleng - gelengan kepalanya.


" Oh... sudah sering datang ke sini ? " tanya Annisa.


" Jarang Sa, biasanya tu cuma asistennya saja yang datang. Dan kabar yang aku dengar, mereka berdua akan datang hari ini. Aku jadi tidak sabar menunggu Sa, kamu tau tidak Sa, pemilik perusahaan ini itu orangnya tampan sekali Sa , cuma dia terkenal dingin orangnya, jarang senyum , tapi tetap saja terlihat tampan. Bukan hanya dia yang tampan, asistennya saja tampan Sa " jelas Lela.


" Sepertinya mereka sudah datang Sa " ucap Lela.


Annisa dan Lela pun beranjak menuju ruang meeting, dan saat bersamaan Annisa merasa ingin buang air kecil. Ia pun meminta Lela untuk terlebih dahulu masuk sedangkan ia ingin ke toilet.


Sekitar sepuluh menit , Annisa keluar dari toilet dan segera masuk ke dalam ruang rapat. Annisa tidak menyadari jika sepasang mata sedang memperhatikannya dari kejauhan.


" Baiklah , sebelum saya mulai. Ada beberapa point penting yang ingin saya sampaikan "


Annisa yang sedang tertunduk , seketika diam saat mendengar suara yang tak asing di telinga. Annisa hafal sekali suara itu , dan saat mendongakkan kepalanya, Annisa terkejut karena Rain kini berada di depannya sedang melakukan persentasi.


Annisa reflek menutup wajahnya, entah mengapa ia jadi malu, dan tidak ingin Rain melihatnya.


" Annisa kamu kenapa ? " tanya Lela saat merubah posisi duduknya di belakang Lela.


" Tidak apa-apa Lela " ucap Annisa.


" Oh ya Sa, kau lihat. Yang sedang berbicara di depan saat ini namanya Pak Rain , pemilik perusahaan kita. Tampan sekali kan Sa " ucap Lela.


Annisa hanya diam, ia tak menjawab pertanyaan dari Lela.

__ADS_1


" Sa, Annisa..kenapa diam ? ihh..kamu kagum juga ya dengan ketampanan Pak Rain " ucap Lela sembari berbisik.


Annisa hanya diam dan membalas ucapan Annisa dengan senyuman tipis. Kemudian Annisa dan Lela kembali fokus mendengarkan penjelasan dari Rain.


Sembari memperhatikan Rain, Annisa juga memperhatikan sekelilingnya. Annisa bisa lihat bagaimana tatapan teman-teman kerjanya yang lain , yang menatap Rain dengan penuh kagum terlebih kaum hawa.


" Apa aku termasuk wanita yang beruntung karena memilki lelaki tampan seperti Rain ? " batin Annisa.


Rapat berlangsung hanya sebentar, setelah itu Rain dan Reyhan beserta Pak Jaya keluar dari ruang rapat untuk berkeliling melihat proses dan hasil produksi.


Annisa menghembuskan nafas panjang saat melihat Rain yang kini sudah tidak ada di ruangan rapat. Kehadiran Rain membuat Annisa menjadi salah tingkah.


Annisa dan Amira pun kembali ke tempat mereka untuk bekerja.


" Dimana Pak Rain ya ? pasti sedang berkeliling. Sebentar lagi pasti ke tempat kita Sa ", ucap Lela.


" Kesini ? " tanya Annisa.


" Ya benar, kenapa Sa ? "


" Hmm..tidak..tidak..tidak apa Lela , kalau begitu aku ke toilet sebentar ya La " ucap Annisa.


" Baiklah Sa "


Detak jantung Annisa berdetak semakin kencang, mendengar ucapan Lela yang mengatakan jika Rain akan datang dan melihat mereka bekerja, membuat Annisa kembali gugup.


" Aduh Annisa, tenang..tenang.. ", ucap Annisa sembari mengelus - elus dadanya.


Saat berjalan menuju Toliet, Annisa melewati sebuah gudang kosong, dan di kejutkan dengan seseorang yang tiba-tiba saja menarik lengannya dan membawanya masuk kedalam gudang tersebut.


" Rain " ucap Annisa.


Rain tersenyum lalu menarik Annisa kedalam pelukannya.


" Aku merindukanmu " ucap Rain dan Annisa tersenyum mendengar ucapan Rain.


" Kenapa kau tidak bercerita kepadaku kalau kau pemilik sebenarnya perusahaan ini ? " tanya Annisa.


" Kau tidak bertanya " ucap Rain.


" Aku kan tidak tahu Rain " ucap Annisa.


Rain merenggang kan sedikit pelukannya. Lalu menangkup wajah Annisa.


" Aku sangat merindukanmu Annisa " ucap Rain lalu mengecup lembut bibir manis Annisa.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2