Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 62


__ADS_3

Annisa dan Kayla memilih untuk pulang ke apartemen setelah mereka makan siang bersama Rain. Dan Rain masih berada di kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Sepanjang jalan menuju apartemen , Kayla menatap Annisa yang sedang melihat pemandangan di luar kaca jendela mobil, melihat banyaknya kendaraan yang berlalu lalang.


" Kak Annisa sangat baik, rasanya tidak mungkin dan terbanding terbalik dari apa yang di ceritakan Tante Sarah kepadaku. Kak Annisa juga merawat kak Rain dengan sangat baik, menyiapkan semua keperluan kak Rain dari makan hingga pakaian kak Rain sendiri "


" Kak Annisa, terima kasih "


Kayla menarik lengan Annisa dan kini berbaring di bahu Annisa, Annisa tersenyum melihat Kayla.


" Terima kasih kak, kakak udah bantu aku, akhirnya kak Rain percaya sama aku "


" Sama-sama Kayla , oh ya Kay, kak Annisa minta tolong ya sama kamu, jangan cerita atau bahas lagi mengenai Bunga yang tadi tidak sengaja menampar kakak, kakak tidak mau kak Rain mu tahu, kak Annisa hanya tidak ingin membuat kakakmu khawatir "


Kayla menatap Annisa, " Kak Annisa sweet banget sih , dimana-dimana tu kak perempuan yang dekat sama kak Rain pasti maunya di manja sama Kak Rain, atau cari perhatian apapun agar kak Rain memperhatikan mereka. Tapi kak Annisa justru menyembunyikan semua itu hanya karena tidak mau membuat kak Rain khawatir , oh so sweet banget kak "


Annisa terkekeh mendengar penjelasan Kayla. " Oh..jadi selama ini kak Rain punya banyak kenalan dan punya banyak teman perempuan ? " tanya Annisa dengan memasang wajah tidak suka tau cemburunya, hal itu ia lakukan hanya ingin mengerjai Kayla.


" Ehh..bukan begitu kak, maksud aku banyak perempuan - perempuan di luar sana yang suka sama kak Rain, jadi mereka tuh pada cari perhatian gitu, apalagi dulu itu mantan pacarnya kak Rain, Kayla tidak suka kak, soalnya dia itu kelewat manja bahkan menurut Kayla terlalu berlebihan , selalu mencoba mencari cara agar di perhatikan oleh Kak Rain. Sama Kayla saja seperti itu, ya dia baik, tapi entah mengapa Kayla merasa di hanya baik kepada Kayla seperti berpura-pura , dan benar kan akhirnya dia yang meninggalkan kak Rain "


" Pasti yang Annisa maksud wanita yang bernama Sania " batin Annisa.


" Kayla..Kayla..kenapa jadi keceplosan bahas mantan " batin Kayla.


" Maaf ya kak Annisa, aku jadi keceplosan. Kak Annisa jangan pikirkan apa yang aku ceritakan tadi, jangan marah ya kak Annisa " Kayla menangkupkan kedua tangannya di depan Annisa, Kayla takut Annisa marah kepadanya.


Awalnya Annisa ingin berpura-pura marah , namun melihat wajah polos Kayla justru membuat Annisa tersentuh.


" Jangan meminta maaf seperti ini, Kakak tidak marah sama sekali. Itu semua masa lalu Rain, yang harus kita fokuskan sekarang adalah masa depan Kayla " ucap Annisa sembari tersenyum.

__ADS_1


" Kak Rain beruntung sekali bisa menikah dengan kak Annisa, terima kasih kak Annisa "


Kayla kembali memeluk Annisa, lalu setelahnya mereka saling bertukar cerita dengan di selingi canda tawa.


****


" Assalamualaikum , Mas Rain "


Annisa menyambut kedatangan Rain yang baru saja pulang dari bekerja.


" Wa'alaikumussalam "


Annisa menyambut hangat uluran tangan Rain lalu mencium tangan suaminya.


" Dimana Kayla ? " tanya Rain.


" Kayla ada di kamarnya mas, mandi dulu ya , aku siapkan airnya untuk mas mandi "


" Kenapa Mas ? "


Rain hanya diam, ia menatap dalam Annisa. Memperhatikan pipi Annisa yang sudah tak terlihat memerah lagi, tidak seperti siang tadi dimana pipi Annisa terlihat sangat merah.


" Duduklah "


Rain melepas pelukannya dan meminta Annisa duduk di atas tempat tidur mereka.


" Tunggu sebentar di sini "


Rain keluar dari kamar dan menuju dapur untuk mengambil alat kompres untuk mengompres pipi Annisa.

__ADS_1


" Buat apa Mas ? " tanya Annisa heran melihat Rain.


" Sini , di sini kan sakitnya " Rain menyodorkan kompres yang ia bawa ke pipi sebelah kanan Annisa


Deg...


Annisa terdiam, padahal ia sudah meminta Kayla untuk tidak memberi tahu Rain. Tapi dari mana Rain tahu, Kayla sudah berjanji kepadanya.


" Apa masih sakit ? " terlihat kekhawatiran di raut wajah Rain.


Annisa memegang tangan Rain yang saat ini mengompres pipinya.


" Tidak Mas, tidak sakit "


" Jangan berbohong, kenapa kamu berbohong kepada ku ? apa alasan mu ke minimarket semalam karena ini ? " tanya Rain sembari terus mengompres pipi Annisa.


" Maafkan aku Mas, maaf aku tidak jujur " Annisa menundukkan kepalanya.


Rain berhenti mengompres pipi Annisa, lalu Rain menarik tengkuk Annisa dan mencium lembut bibir Annisa.


" Terima kasih sudah melindungi adikku "


Annisa tersenyum, " sudah seharusnya aku lakukan Mas, sebagai seorang kakak "


Rain mengelus lembut pipi Annisa, " Jangan berbohong lagi, katakan kepadaku, dan jangan lakukan hal nekat lagi seperti ini "


" Iya Mas, maafkan aku. Aku terpaksa tidak jujur karena Mas tidak mau mendengarkan ucapan dan penjelasan ku "


Rain terus menatap Annisa, Rain sadar ia juga salah dalam hal ini karena tidak mau mendengar penjelasan Annisa. Amarahnya sudah menutup hati dan pikirannya untuk berpikir jernih.

__ADS_1


Tanpa berkata apa-apa lagi, Rain kembali menarik Annisa dan mencium bibir manis Annisa.


" ciuman ini adalah ungkapan rasa bersalah dan terima kasih ku kepadamu Annisa. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu " batin Rain.


__ADS_2