
Cukup lama Annisa dan Rain berdiam diri satu sama lain, mereka sama-sama menangis.
" Annisa, aku mohon "
Rain kembali menarik lengan Annisa saat Annisa berusaha pergi.
" Kamu tahu Annisa, saat aku hampir mati , aku hanya meminta satu hal saat itu, aku meminta kepada Allah agar aku dapat kembali bertemu denganmu dan memulai semuanya kembali denganmu, dan Allah mengabulkan doaku , Allah kembali pertemukan kita , dan aku berjanji akan memperbaiki semuanya , Annisa "
Annisa kembali meneteskan air matanya, Annisa tak mampu untuk berkata apapun lagi kepada Rain, walaupun sudah memaafkan Rain. Namun jauh dari lubuk hati Annisa yang paling dalam, Annisa masih belum bisa melupakan semua yang sudah terjadi. Dimana ia begitu kecewa dengan Rain yang tak sama sekali mempercayai nya. Rain yang di kalahkan oleh emosinya sehingga tidak bisa berpikir jernih dan bersikap baik.
" Annisa, Rain "
Amir yang menyusul Rain pun datang, Annisa mengambil kesempatan itu untuk pergi dan melepas tangan Rain.
" Annisa, aku mohon !! "
Rain tidak menyerah, ia kembali memegang lengan Annisa dengan kuat dan mereka kembali saling tatap , dan Rain mengabaikan Amir yang ada di antara mereka.
" Hei Rain !! apa yang kamu lakukan kepada Annisa ? "
Rain melihat ke arah Amir, dan saat itu Annisa kembali mengambil kesempatan untuk pergi dan berhasil Annisa lakukan.
" Annisa , tunggu !! "
Rain berusaha mengejar Annisa namun di tahan oleh Amir.
" Lepaskan aku Amir !! " marah Rain.
" Tidak !! aku tidak akan melepaskan mu "
Amir menghalangi langkah Rain untuk mengejar Annisa dan hal itu membuat Rain marah besar kepada Amir.
BUGGHH....
__ADS_1
Rain pun melayangkan pukulannya ke wajah Amir. Dan saat itu pula Rain juga sadar kalau apa yang ia lakukan adalah sebuah kesalahan.
Amir yang sempat terjatuh ke tanah karena pukulan Rain pun berusaha bangkit. Terlihat sudut bibir bawah Amir mengeluarkan sedikit darah.
" Pantas saja kalau Annisa tidak ingin kembali kepadamu !! "
Amir berkata seperti itu dengan menatap tajam Rain tanpa membalas sedikit pun pukulan dari Rain. Setelah mengatakan itu, Amir memilih pergi.
Rain hanya bisa mengusap kasar rambutnya setelah Amir pergi.
" Arghhhh....apa yang kamu lakukan Rain ?? bodoh..bodoh.. !! " ucap Rain menyesali perbuatannya.
*****
Semalaman Rain memilih untuk berdiam diri di masjid bahkan ia tertidur di dalam masjid, meringkuk sendiri dengan kedua mata yang tampak sembab.
" Nak Rain , Nak Rain !! "
Dengan perlahan, Abah Rahman membangun Rain yang tertidur pulas.
" Maaf Abah "
Abah Rahman tersenyum lalu duduk di depan Rain.
" Kamu semalaman di masjid nak Rain ? "
" Ya Abah , maafkan saya "
" Tidak masalah nak "
Rain melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 3 pagi.
" Masih pukul 3 , Abah. Apa yang Abah lakukan di masjid ? "
__ADS_1
" Abah ingin sholat tahajjud, kamu ingin ikut sholat bersama Abah ? "
" Baik Abah, sebentar saya ambil wudhu dulu "
Rain bergegas mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat bersama Abah Rahman.
Seusai sholat, Rain terlihat begitu khusyuk berdoa, dan ia sempat beberapa kali meneteskan air mata.
" Bagaimana nak Rain ? apa yang kamu rasakan setelah melaksanan sholat tahajjud ? "
Abah Rahman mendekati Rain dan mengajak Rain berbicara setelah Rain selesai berdoa.
" Alhamdulillah, Abah. Saya merasa lebih tenang "
" Syukurlah, kamu tau keutamaan sholat tahajjud ? ada beberapa keutamaan sholat tahajjud, di antara nya yaitu doa nya akan di kabulkan oleh Allah SWT, di janjikan masuk surga oleh Allah SWT, dosanya di hapuskan, mendapat ridho Allah, dan masih banyak lagi "
" Apakah..saya pantas Abah, Allah hapuskan semua dosa saya "
Rain kembali menangis, bahkan tertunduk di depan Abah. Bukan hanya dosanya kepada Annisa, namun Rain mengingat bagaimana banyak nya dosa yang sudah ia perbuat sejak dulu, bahkan sejak sebelum mengenal Annisa. Semenjak kedua orangtuanya meninggal, saat itulah Rain tak pernah lagi dekat dengan Tuhan, bahkan begitu sangat jauh.
Allah SWT berfirman " Dan Dialah yang menerima taubat hamba-hamba-Nya dan memaafkan semua kesalahan - kesalahan, serta mengetahui apa yang kamu kerjakan " ( QS. Asy-Syura { 42 } : 25 ) "
" Yakinlah nak Rain, bahwa Allah akan menerima taubat setiap hambanya "
Mendengar penjelasan dari Abah Rahman membuat Rain sedikit tenang.
" Mengenai Annisa, apakah saya masih bisa memiliki kesempatan untuk memperbaiki semuanya Abah ? apakah saya masih bisa kembali bersama dengan keluarga saya, saya ingin memperbaiki kesalahan saya kepada mereka , Abah "
Abah tersenyum lalu menepuk - nepuk pundak Rain.
" Serahkan semuanya kepada Allah, Allah maha mengetahui semuanya nak, jika Allah menghendaki maka tidak ada yang mustahil "
" Terima kasih nasihatnya , Abah "
__ADS_1
" Sama-sama nak Rain "