
Rain tiba di rumah Tante Sarah, kedatangan Rain karena ingin menemui Kayla dan membawa Kayla untuk menemui Annisa dan Arkana.
Sebelum masuk kedalam rumah, Rain melihat sebuah mobil terparkir yang Rain tidak mengenal pemilik mobil itu, karena kalau mobil Tante Sarah, Iyas atau Kayla, tentulah Rain mengenalnya.
Rain membuka pintu, Rain melihat Tante Sarah dengan seseorang wanita, namun Rain tak bisa melihatnya karena posisi wanita itu membelakangi Rain.
Tante Sarah yang melihat Rain pun langsung berdiri dan tersenyum lebar.
" Rain.. "
" Tante.."
" Kebetulan sekali kamu datang, ada tamu istimewa Rain "
Tamu istimewa yang di maksud Tante Sarah itu berbalik badan ternyata tamu istimewa itu adalah Sania, mantan pacar Rain yang dahulu sudah meninggal Rain tanpa sebab dan tanpa kabar.
" Rain.. " panggil Sania dengan tersenyum manis kepada Rain.
Melihat Sania tentu membuat amarah Rain memuncak, ini bukan pertama kalinya Rain bertemu Sania, dulu ia pernah bertemu Sania di perusahaan nya, itu pun Sania datang secara tiba-tiba lalu memeluk Rain, dan pada saat itu pun ada Annisa di antara mereka.
Entah bagaimana bisa sekarang Sania ada di rumah itu dan bersama Tante Sarah.
" Kenapa dia ada di sini Tante ? " tanya Rain dengan memasang wajah datarnya.
Tante Sarah beranjak dan berjalan ke arah Rain, Tante Sarah bergelayut di lengan Rain, mencoba membujuk Rain agar tidak emosi saat bertemu Sania.
" Rain, tenang..tadi Tante bertemu dengan Sania di jalan, Sania menyelamatkan Tante karena Tante hampir di tabrak saat Tante ingin menyeberang jalan "
Apakah Rain percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Tante Sarah,tentulah tidak sama sekali.
Sania beranjak dan berjalan ke arah Rain, Sania memakai pakaian yang sedikit terbuka, apalagi di bagian dada nya, Rain segera menundukkan pandangannya dari Sania.
" Aku akan pergi kalau kamu tidak menyukai aku di sini Rain, aku datang ke sini karena Tante Sarah yang meminta , aku akan pergi, tapi aku mohon jangan marahi Tante Sarah "
" Sania..jangan pergi, kita belum makan malam bersama Sania "
Tante Sarah memegangi tangan Sania, memohon agar Sania tetap tinggal dan makan malam bersama mereka.
" Maaf Tante, sepertinya aku tidak bisa "
__ADS_1
" Tapi Sania..gimana ini Rain, ayolah bujuk Sania Rain, hilangkan semua kekesalan dan kebencian mu kepada Sania, lagipula Sania sudah menceritakan semua nya kepada Tante, Sania meninggalkan mu waktu itu karena terpaksa "
Rain tidak berbicara apapun, ia melepas tangan Tante Sarah yang bergelayut di lengannya kemudian pergi ke dalam untuk mencari Kayla.
" Sabar ya Kay, Rain tidak menjawab apapun itu berarti dia mau makan malam bersama kita, kamu tetap di sini , kita siapkan bersama makan malam nya "
" Baik Tante "
Rain masuk ke dalam kamar Kayla dan Kayla tidak ada, Rain pun segera menghubungi Kayla.
" Assalamualaikum "
" Wa'alaikumussalam, ada apa kak , kak Rain kemana saja, sudah beberapa hari tidak pulang kerumah ? " tanya Kayla.
" Maaf ya dek, kakak ada urusan, kamu dimana sekarang? "
" Di butik kak, seperti biasa, kak Rain dimana ? "
" Kakak ada di rumah, kakak mencarimu "
" oh..kalau begitu kak Rain ke butik saja, aku belum bisa pulang kak karena masih banyak yang harus aku kerjakan "
" menjemput aku ? kita mau kemana kak ? apa yang ingin kakak tunjukkan ? "
" kabari saja kakak nanti ya, assalamualaikum "
" Wa'alaikumussalam "
Sambungan telepon Rain dan Kayla terputus.
Rain kembali ke kamarnya, ia ingin mengambil beberapa barangnya yang tertinggal. Setelahnya Rain keluar dari kamar, namun saat membuka pintu kamar, Rain di kejutkan dengan adanya Sania yang sudah menunggu nya.
Rain hanya menatap datar wajah Sania lalu pergi.
" Rain tunggu.."
Rain menghentikan langkahnya, Sania lalu berjalan mendekati Rain.
" Rain, aku tahu kamu membenci ku, tapi ijinkan aku untuk menjelaskan sesuatu Rain "
__ADS_1
" Aku tidak perlu penjelasan apapun Sania "
" Rain.. please..aku mohon..dengarkan aku sebentar saja. Aku hanya ingin kamu berhenti membenci ku Rain, aku tahu aku salah, aku salah karena aku pergi dan memutuskan hubungan kita begitu saja, tapi semua itu..semua itu aku lakukan karena terpaksa Rain "
" Ayahku mengalami kebangkrutan Rain, aku terpaksa harus pergi bersama kedua orangtua ku keluar negeri karena ayah dan ibu merasa malu dan juga banyak hutang yang ayah tinggalkan,.aku sengaja berbohong dan mengirim pesan itu kepadamu Rain, semua uangku bahkan tabungan ku selama menjadi modeling pun sudah habis dn tak cukup untuk membantu kedua orang tuaku, kamu tahu betapa hancurnya aku saat itu, aku terpaksa Rain , dan saat aku tahu dan mendengar kamu menikah, aku langsung pulang ke sini untuk menemui kamu Rain "
Rain berbalik badan menghadap Sania namun tetap menundukkan pandangannya.
" Segitu benci nya kamu kepada ku Rain, bahkan untuk menatap ku saja kamu tidak mau " ucap Sania saat menatap Rain.
" Aku terima alasan kamu Sania, tapi itu semua tidak akan mengembalikan semuanya yang sudah terjadi "
" Tapi Rain, bukankah kita bisa memulai nya lagi, saat aku mendengar kabar bahwa istri mu selingkuh, aku juga merasa sedih Rain, terlbejh saat mendengar kematian mu, tapi aku yakin kalau kamu masih hidup, dan ternyata benar, perasaan aku tidak salah Rain , aku rasa ini adalah jalan tuhan untuk membuat kita kembali bersama Rain "
" Aku tahu kamu masih mencintai ku Rain, aku juga begitu, aku sangat mencintaimu mu Rain, beberapa tahun ini juga begitu berat bagiku "
" Dari mana kamu bisa tahu kalau istri ku berselingkuh? " selidik Rain, pasalnya mengenai hal itu tidak ada yang tahu selain Tante Sarah, Reyhan dan Kayla.
" a..a..ku..kamu tidak tahu Rain, semua orang tahu akan hal itu dan semua orang membicarakan nya Rain, kamu itu orang yang sangat penting, tentulah menjadi pusat perhatian semua orang "
Rain merasa curiga dan tidak percaya dengan penjelasan Sania.
Rain hanya diam kemudian pergi meninggalkan Sania.
" Rain..Rain..kamu mau kemana Rain ? "
Sania mengejar Rain hingga keluar rumah.
" Ada apa Sania ? " tanya Tante Sarah yang juga ikut keluar Rumah dan mendatangi Sania.
" Rain pergi Tante "
Sania dan Tante Sarah hanya bisa melihat mobil Rain yang sudah berjalan keluar dari pagar rumah Mereka.
" Biarkan saja Sania, nanti kita cari cara lain ya, Tante akan coba bicara dengan Rain "
" Apa Rain akan mendengarkan nya Tante ? "
" Tentu, aku ini adalah ibu pengganti Rain, sejak kecil aku sudah mengasuhnya, aku yakin dia pasti akan menuruti semua keinginanku "
__ADS_1