
Rain memutuskan untuk kembali ke apartemennya bersama Annisa setelah melihat kondisi Tante Sarah yang sudah membaik.
Berulang kali Tante Sarah memohon untuk Rain tinggal bersamanya, namun Rain tetap dengan keputusannya yaitu kembali ke apartemennya sendiri.
Tante Sarah terpaksa harus mengalah dan menerima keputusan Rain. Karena di saat seperti ini Tante Sarah juga tidak ingin terlalu bersikeras , ia tidak ingin nantinya Rain justru tidak menyukainya dan berpikir yang tidak baik tentangnya.
" Rain pulang Tante "
Pamit Rain dan di susul Annisa. Setelahnya Rain dan Annisa pergi meninggalkan Tante Sarah.
" Sekarang kamu menang Annisa, tapi lihat saja nanti " batin Tante Sarah.
*****
Setengah jam kemudian Rain dan Annisa tiba di apartemen mereka, Annisa segera ke kamar untuk membereskan pakaiannya dan juga Rain. Dan setelah itu ia segera keluar untuk kembali membersihkan dapur dan juga ruang tamu.
"Mau kemana ? " tanya Rain , kebetulan Rain baru masuk kedalam kamar setelah kembali dari parkiran mobil karena ada barang merek yang tertinggal.
" Aku mau bersihkan dapur dan juga ruang tamu, sudah lama kita tinggal , pasti kotor dan berdebu " ucap Annisa.
" Kita baru sampai, apa kamu tidak lelah ? " tanya Rain, Rain berjalan ke arah Annisa lalu melingkarkan kedua tangannya di pinggang Annisa.
" in syaa Allah, aku tidak lelah. Aku juga perlu masak untuk makan malam kita "
" Masak , aku rindu masakan kamu Annisa " Rain tersenyum lalu mengecup kening Annisa.
" Baiklah, aku mau mandi dulu "
Annisa menuju dapur terlebih dahulu, dengan telaten Annisa membersihkan meja makan dan tempat memasak lainnya. Walaupun tidak terlalu kotor, tetap saja Annisa mengelap semua meja agar tidak ada debu yang menempel.
Saat sedang mengelap meja dapur, Annisa terkejut karena Rain tiba-tiba menyentuh tangannya dan mengambil lap yang ada di tangan Annisa.
" Aku akan membantumu " ucap Rain.
" Tidak perlu Rain, biar aku saja " ucap Annisa lalu ingin mengambil kain lap yang ada di tangan Rain.
Cup
" Rain " ucap Annisa sembari tersenyum, lalu Annisa ingin kembali mengambil kain lap di tangan Rain. Namun yang ada Rain kembi mencium pipi Annisa.
" Rain , kembalikan kain lapnya " ucap Annisa sembari terkekeh.
Cup
" Aku bilang, aku akan membantu. Kalau kamu terus melarang dan mau mengambil lap ini, maka aku akan terus menciummu " ucap Rain.
" Modus " ucap Annisa sembari tertawa dan Rain pun ikut tertawa.
__ADS_1
" Baiklah, kalau begitu bersihkan semua meja di sini, di situ, dan di sana. Aku akan memasak " ucap Annisa lalu berlari menuju dapur sembari terkekeh.
Rain tersenyum melihat tingkah Annisa, ia pun memulai mengelap dan membersihkan meja yang di minta oleh Annisa.
Sesekali Annisa melirik ke arah Rain yang terlihat kelelahan, karena setelah membersihkan Meja, Annisa meminta Rain untuk mengepel lantai.
" Sudah selesai ? " tanya Annisa saat melihat Rain sudah berada di dapur dan duduk dengan keringat yang bercucuran di wajahnya.
Annisa memberi segelas jus alpukat untuk Rain, yang sengaja ia buat sejak tadi untuk Rain.
" Terima kasih " ucap Rain dan langsung meminum jus buatan Annisa.
Annisa mengambil selembar tissue dan mengelap keringat di dahi Rain.
" Terima kasih sudah membantuku " ucap Annisa.
Rain memegang tangan Annisa dan membawa Annisa duduk di atas pangkuannya.
" Bukankah tugas seorang suami bukan hanya mencari nafkah ? tapi juga membantu pekerjaan istri di rumah kan, jadi tidak perlu berterima kasih. Itu sudah menjadi kewajiban ku untuk membantumu membersihkan apartemen ini " ucap Rain.
Annisa merasa terharu mendengar penjelasan Rain, semakin kesini Rain terlihat cukup banyak berubah.
" Rain , boleh aku meminta sesuatu ? ", tanya Annisa.
" Silahkan, kamu mau apa ? aku akan berusaha untuk mewujudkan semua kemauanmu "
Rain tersenyum , " ucapkan sekali lagi ? " pinta Rain.
" Mas Rain " ucap Annisa dengan tersipu malu.
" Sekali lagi ? " pinta Rain.
" Mas Rain " bisik Annisa di telinga Rain.
Rain tersenyum lalu menggendong Annisa.
" Mas , mau bawa aku kemana ? " teriak Annisa sembari tertawa.
Rain menggendong Annisa dan ingin membawanya ke kamar, namun saat berada di depan kamar. Tiba-tiba pintu utama apartment mereka terbuka, Rain dan Annisa melihat kearah pintu dan terkejut, begitu pula dengan Reyhan dan juga Kayla.
" Kak Rain " teriak Kayla.
Rain menurunkan Annisa dari gendongannya, Annisa merasa sangat malu karena terpergok Reyhan dan Kayla.
" Kayla, kenapa kamu bisa di sini ? sejak kapan kamu pulang ? kenapa tidak memberi tahu kakak ", tanya Rain.
" Huhh..jelaskan kak Rey " pinta Kayla, Kayla langsung duduk karena lelah setelah melakukan perjalanan jauh.
__ADS_1
" Kami sudah berusaha menghubungimu Rain, tapi kamu tidak menjawabnya " jelas Reyhan.
" Benarkah ? salah sendiri kenapa tidak memberi tahuku sejak awal " ucap Rain.
" Wajar saja kak Rey kalau kak Rain itu tidak bisa di hubungi, lagi asyik berduaan , buatin aku keponakan " celoteh Kayla.
" Kayla " tegur Rain.
" Benar kan kak Rey " tanya Kayla mencari pembenaran diri.
Annisa tertunduk dan tersipu malu saat Anisa menyebut bahwa dirinya dan Rain sedang proses membuat keponakan untuknya.
Reyhan hanya menganggukkan kepalanya sembari menahan tawa.
Kayla hampir lupa dengan Annisa yang berdiri di sebelah Rain. Kayla berdiri lalu berjalan ke arah Annisa.
" Kak Annisa " ucap Kayla sembari tersenyum.
Annisa pun membalas senyuman Kayla, " akhirnya aku bertemu dengan kakak ipar aku, senangnya, akhirnya kak Rain tidak selamanya menjomblo dan menjadi perjaka tua " Kayla memeluk Annisa, Reyhan kembali menahan tawa mendengar ucapan Kayla.
" Kak, aku lapar " ucap Kayla.
Annisa tersenyum , " kamu lapar ? ayo kita makan, aku sudah memasak " ajak Annisa.
" Wah , yang benar kak, ayo kak, aku sudah lapar sekali " Kayla membawa Annisa ke dapur.
Annisa menyiapkan makanan yang sudah ia masak, kali ini mereka makan berempat. Kayla yang sudah sangat lapar langsung melahap makanan buatan Annisa.
" Hhmmm...enak kak, masakan kak Annisa kenapa bisa sama seperti buatan ibu ", ucap Kayla.
" Benar Annisa, masakan kamu enak sekali. Baru kali ini aku bisa merasakan masakan kamu, di kantor , Rain tidak sama sekali memperbolehkan aku untuk mencoba sedikit bekal yang kamu buat untuk Rain "
" Yang benar kak Rey, kak Rain terlalu bucin . Hahahaha... " tawa Kayla.
" Kalau seperti ini terus, aku akan betah tinggal di sini kak ", ucap Kayla.
" Kamu sudah libur ? " tanya Rain.
" Sudah kak, tapi cuma seminggu. Karena kak Rain tidak jadi mengunjungiku, aku memutuskan untuk pulang. Oh ya gimana kabar Tante Sarah ? " tanya Kayla kepada Rain.
" Sudah membaik , maka dari itu kakak bisa pulang ke sini "
" Syukurlah, besok aku akan mengunjungi Tante. Kak Annisa temani aku ya ? " pinta Kayla.
" Iya Kayla " jawab Annisa , Annisa sebenarnya merasa terpaksa, karena jujur ia tidak ingin kembali ke sana untuk bertemu Tante Sarah. Tapi jika menolak rasanya juga tidak mungkin , jadi Annisa harus mempersiapkan mental dan fisiknya untuk kembali bertemu Tante Sarah esok hari.
Bersambung...
__ADS_1