Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 11


__ADS_3

" Ikutlah denganku " ucapan Rain membuat Annisa mengernyitkan keningnya.


" Untuk apa saya ikut dengan anda ? " entah mengapa setiap ucapan yang keluar dari mulut Annisa membuat Rain seolah tidak siap dan membuat Rain marah.


" Kau istriku kan ? dan sekarang aku memintamu untuk ikut denganku " Reyhan kembali mengusap wajahnya kasar mendengar ucapan Rain.


" Istri ? kalau memang saya ini istri anda ? bukankah sejak awal menikah, anda membawa saya ikut bersama anda ? jadi jangan salahkan saya jika saat ini saya tidak akan ikut bersama anda atau mengikuti kemauan dan perintah anda " jawaban Annisa kembali menyulut amarah Rain, Rain yang mudah sekali emosi itu tidak bisa lagi menahan amarahnya.


" Baiklah, kalau begitu hiduplah sendiri dengan kesombonganmu itu " ucap Rain lalu pergi begitu saja.


" Rain..Rain..tunggu.. "


" Annisa tunggu sebentar ya "


Reyhan mengejar Rain , mungkin karena sedang emosi membuat Rain begitu cepat berjalan. Membuat Reyhan harus berlari mengejar Rain.


" Rain..tunggu !! " Reyhan menarik lengan Rain.


" Kau lihat Rey, kau lihat betapa sombongnya wanita itu. Bagaimana bisa aku hidup dengannya dan membawanya tinggal bersamaku "


" Tenang Rain, tahan emosi mu. Annisa seperti itu karena dia juga marah kepadamu. Kau tak ingat, setelah video itu beredar membuat hidupnya jauh lebih menderita daripada dirimu Rain. Wajar saja jika ia seperti itu, dan apa yang ia katakan itu benar "


" kau bilang benar Rey, tidak Rey. Sekarang antarkan aku pulang !! "


" Tapi Rain... "


" Aku bilang pulang !! " bentak Rain.


Kalau sudah begini, apapun nasihat yang Reyhan ucapkan tidak akan masuk di akal Rain. Reyhan terpaksa mengikuti perintah Rain, dan akan mencoba berbicara lagi kepada Rain setelah amarah Rain meredam.


Annisa masuk kedalam rumahnya setelah Rain dan Reyhan pergi. Annisa mengambil segelas air putih lalu duduk dan meminum nya. Setelah kepergian nenek Ana, Annisa mulai mencari pekerjaan baru. Annisa sudah mencoba mencari pekerjaan kemana - mana namun tidak ada yang mau menerima nya.


Mencari pekerjaan di kota memang tidak mudah, dan mungkin karena video itu juga yang membuat mereka tidak ingin memperkerjakan Annisa. Tapi Annisa bersyukur karena akhirnya ia mendapat pekerjaan sebagai penyapu jalanan, dan Annisa juga masih menjalankan usaha nenek Ana yaitu menjajakan dan mengantar kue buatannya setiap pagi ke warung - warung terdekat. Untung saja mereka masih mau menerima pesanan kue dari Annisa.


****


Malam ini Annisa kembali menghabiskan malam nya menemani Bu Ratna di rumah sakit, Annisa duduk di samping Bu Ratna dan kembali mengajak Bu Ratna berbicara.


" Assalamu'alaikum..Bu Ratna, Annisa kembali lagi "


" Bu, apa ibu tau ? sekarang Annisa sudah menikah, dan Annisa sudah berstatus sebagai istri orang. Istri dari lelaki yang tidak Annisa kenal. Sebelumnya Annisa sudah lupa Bu, karena kesibukan Annisa, Annisa lupa kalau Annisa sudah mempunyai seorang suami. Dan tadi lelaki itu datang Bu, entah kenapa ia kembali lagi , dan ibu tau ? lelaki itu meminta Annisa untuk ikut bersama nya "


" Walaupun pernikahan kami karena keterpaksaan, tapi pernikahan kami sah secara agama Bu. Dan dia berhak atas diri Annisa, menurut ibu apa yang harus Annisa lakukan. Annisa tidak mengenalnya sama sekali Bu, sikapnya juga begitu dingin, pemarah dan juga sombong. Jika Annisa ikut dengannya, bagaimana Annisa menjalani rumah tangga bersama nya Bu ? "

__ADS_1


" Hiks..hiks..hiks..ayo Bu..bangunlah, berikan jawaban mu Bu.." Annisa menangis lalu menciumi tangan Bu Ratna.


Tiba - Tiba saja jari tangan Bu Ratna bergerak, Annisa menghentikan tangisannya dan melihat Bu Ratna.


" Ibu..ibu.." Annisa mencoba membangunkan Bu Ratna, dan saat mencoba berbicara dan membangunkan Bu Ratna, Bu Ratna mengalami kejang - kejang. Annisa segera memanggil dokter untuk segera memeriksa Bu Ratna.


" Dokter..tolong ibu saya Dok..ada apa dengan Ibu saya Dok ? "


" Bu Annisa silahkan tunggu di luar, kami akan memeriksa ibu anda "


" Tapi Pak.. "


" Maaf Bu Annisa, mohon tunggu di luar "


Annisa mau tidak mau mengikuti perintah dari Dokter dan menunggu di luar ruangan. Annisa sangat terlihat khawatir dengan keadaan Bu Ratna.


setengah jam menunggu, akhirnya dokter keluar dari ruangan rawat Bu Ratna.


" Dokter, bagaimana keadaan ibu saya ? apa yang terjadi dokter ? "


" Maaf Bu Annisa, kondisi Bu Ratna semakin memburuk. Kami perlu melakukan operasi sekarang juga "


" Operasi ? " Hati Annisa terasa hancur sekali mendengar penjelasan Dokter, padahal Annisa berharap Bu Annisa segera sadar dari koma nya. Namun kenyataannya malah sebaliknya.


" Apa ibu saya akan membaik dan sadar dari koma nya dok setelah melakukan operasi ? " tanya Annisa.


" Baiklah Dok, lakukan apapun itu yang terbaik untuk ibu saya "


" Baik Bu Annisa " Dokter kembali ke dalam ruang rawat Bu Ratna, dan tak lama seorang perawat datang menemui Annisa untuk memberi tahu biaya operasi yang harus Annisa bayar.


" 100 juta Suster ? " Annisa membulatkan kedua matanya, dari mana ia bisa mendapatkan uang sebanyak itu. Sedangkan ia baru saja bekerja, dan gajih nya pun juga tidak akan cukup untuk membayar operasi Bu Ratna.


" Apa tidak ada cara lain sus ? bisakah operasi nya di lakukan saja, saya berjanji akan mencari uang untuk membayar biaya operasinya "


" Bisa Bu Annisa, tapi paling tidak bayar setengahnya. Perawatan Ibu Ratna selama ini sudah di bantu oleh jaminan kesehatan, tapi itu masih belum cukup Bu Annisa. Dan untuk operasi kali ini tidak di tanggung sama sekali "


" Baiklah Suster, saya akan mencari uangnya terlebih dahulu. Saya akan kembali " perawat tersebut hanya menganggukkan kepala nya lalu pergi. Annisa pun segera pergi dari Rumah sakit.


" Dimana aku harus mencari pinjaman uang untuk biaya operasi ibu Ratna " Annisa berjalan ke arah parkiran dimana sepeda motornya berada.


Annisa melajukan sepeda motornya menuju Rumah, Annisa kembali berpikir dimana ia bisa mendapatkan pinjaman uang. Meminta bantuan kepada tetangga dan warga sekitar rumahnya rasanya sangat tidak mungkin karena hidup mereka juga pas - pasan seperti Annisa. Tidak mungkin punya uang sebanyak itu, kalaupun ada, tidak mungkin mereka mau meminjamkan nya kepada Annisa.


Ingin mencari sesuatu yang bisa menjadi jaminan juga Annisa tidak punya. " Apa aku jual saja motorku ? tapi masih belum cukup ? " dada Annisa terasa sesak, ia tak tau harus mencari pinjaman kepada siapa.

__ADS_1


Tok..tok..tok..


" Annisa..Annisa.. " terdengar suara yang memanggil Annisa dari luar Rumah. Annisa menyeka air mata nya lalu keluar untuk membukakan pintu.


" Ibu Sahmi, ada apa Bu ? "


" Ibu cuma mau antar uang kue kamu Annisa, ibu besok mau ke luar kota. Warung ibu mau tutup sementara. Takutnya nanti kalau besok ibu tidak sempat ketemu kamu "


" Oh iya Bu "


" Ya udah ibu pamit ya "


" Bu Sahmi tunggu sebentar "


" Ada apa Annisa ? "


" ibu Sahmi tau tidak dimana tempat orang yang bisa kasih pinjaman uang ? "


" Pinjaman uang ? buat apa Annisa ? "


" Saya lagi butuh Bu, ibu Ratna harus segera di operasi "


" Bu Ratna ? oh..yang sudah lama koma itu kan ? jadi harus di operasi ? " tanya Bu Sahmi dan di balas anggukan oleh Annisa.


" Memang berapa biaya nya Annisa "


" 100 juta Bu "


" Astaga besar sekali , yang sabar ya Annisa. Jujur ibu tidak tau dimana orang yang bisa meminjamkan uang. Tapi kalau ibu boleh kasih saran, kenapa Annisa tidak meminta kepada suami Annisa saja . Bukannya dia orang berada ya, kalau di lihat dari penampilan begitu "


" Oh..itu.. "


" Ya udah ibu pamit ya Annisa " ibu Sahmi pergi begitu saja meninggalkan Annisa yang terdiam dan termenung memikirkan Rain.


" Ibu Sahmi benar, lelaki itu. Mungkin dia bisa membantuku " Annisa tersenyum senang dan bersiap untuk menemui Rain, namun tiba - tiba saja Annisa menghentikan langkahnya.


" Apa dia mau membantuku ? kemarin aku tidak mau ikut dengannya, dan sekarang aku mencarinya hanya untuk meminjam uang. Dia pasti tidak akan membantuku " batin Annisa.


" Tidak..tidak..berusaha dulu Annisa, berusaha " Annisa kembali melanjutkan langkahnya tapi kemudian kembali berhenti.


" Tapi..aku tidak tau dimana rumahnya "


" Oh iya, apartemen itu. Di sana dia tinggal. Bismillah Annisa..bantu aku ya Allah "

__ADS_1


Annisa bergegas melajukan sepeda motornya menuju apartemen Rain.


Bersambung...


__ADS_2