Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 64


__ADS_3

Sebuah kehebohan terjadi di pabrik pembuatan kertas dimana di sana tempat Annisa bekerja.


Terjadi sebuah korsleting listrik di tempat Annisa bekerja, korsleting listrik terjadi tiba-tiba dan terjadi pada saat semua karyawan sedang asyik berkerja.


korsleting listrik terjadi tiba-tiba dan membuat ledakan yang lumayan besar, karena panik semua karyawan berhamburan untuk menyelamatkan diri mereka.


Karena di dalam pabrik terdapat banyak bahan yang berbahaya dan mudah terbakar, membuat lontaran api semakin besar dan menjalar lebih cepat.


Saat semua orang lain panik dan berlarian untuk keluar dari pabrik, Annisa justru mencari sedang sibuk mencari keberadaan Lela. Karena saat terjadi musibah tersebut, Lela sedang tidak bersama dengan Annisa. Lela berada di ruangan berbeda.


Annisa segera berlari menuju ruangan tempat Lela bekerja, dan tentu didalam sana sudah tak ada satu pun orang.


" Dimana Lela ? apa sudah keluar bersama yang lain ? "


Annisa segera berlari dan pergi dari sana, Annisa berlari ke arah orang-orang yang juga saat ini berlarian keluar dari pabrik.


Saat sedikit lagi sampai di depan pintu , Annisa melihat Bu Anggis yang sedang duduk dan terlihat terbatuk-terbatuk karena asap mulai memenuhi sekeliling ruangan pabrik.


Bu Anggis adalah salah satu teman Annisa juga yang sama-sama bekerja di sana. Walaupun tidak di tempatkan di ruang kerja yang sama, Annisa sempat beberapa kali bertemu Bu Anggis


Annisa mengurungkan niatnya untuk keluar dari pabrik, ia segera menghampiri Bu Anggis.


" Bu Anggis, ibu baik-baik saja ? "


Bu Anggis terlihat sulit bernafas, ia hanya terbatuk-batuk dan tidak menjawab pertanyaan dari Annisa.


" Ayo bu, kita harus keluar dari sini "


Annisa membatu Bu Anggis untuk keluar dari pabrik bersamanya.


" Aww.. "


Pekik Annisa saat kakinya terasa sakit karena ternyata ia menginjak serpihan kaca yang menembus sepatunya.


Annisa dan Bu Anggis sempat menghentikan langkah mereka. Namun setelah beberapa saat Annisa kembali berjalan dan melawan rasa sakit yang ada di kaki kirinya, semua harus ia paksakan karena tidak mungkin ia harus berlama-lama di sana karena kobaran api sudah semakin membesar.


Diluar pabrik, Lela memperhatikan satu persatu orang yang keluar dari pabrik. Lela mencari keberadaan Annisa namun Annisa tak terlihat sama sekali.


" Annisa..apa dia masih di dalam ? "


" Annisa... "


Teriak Lela berulang kali, Lela bahkan sudah menangis karena tak ada lagi yang keluar dari pabrik, ingin kembali lagi kedalam pun Lela tak bisa karena beberapa orang menahannya , melihat kobaran api semakin besar membuat Lela semakin menangis.

__ADS_1


Annisa berusaha terus berjalan keluar dengan memapah Bu Anggis. Langkah Annisa dan Bu Anggis sempat terhenti karena ada beberapa bangkai kayu yang berjatuhan di depan mereka.


" Annisa.. "


Teriak Lela saat melihat Annisa bersama Bu Anggis keluar dari pabrik.


Lela segera berlari ke arah Annisa bersama dengan beberapa orang untuk membantu Annisa dan Bu Anggis.


" Tolong Pak, Bu Anggis sulit bernafas "


Annisa tampak mengkhawatirkan Bu Anggis, padahal ia sendiri mengalami luka yang tidak ia sadari.


Lela membantu Annisa untuk menjauh dari pabrik, tak lama dua unit pemadam kebakaran datang dan membantu memadamkan api.


" Annisa, kaki kamu "


Lela melihat Annisa yang berjalan dengan sedikit tertatih. Annisa menghentikan langkahnya dan melihat kakinya.


" Sepertinya aku menginjak sesuatu La, tapi tidak apa "


" Ada ambulance Sa, ayo kita ke sana "


Lela mengajak Annisa dan meminta petugas ambulance untuk melihat kaki Annisa.


" Astaghfirullah , kaki kamu kena serpihan kaca Sa "


Lela tampak terkejut dan ia bisa merasakan bahwa Annisa pasti kesakitan karena serpihan kaca tersebut. Belum lagi darah yang keluar dari luka tersebut cukup banyak membuat Lela ngeri melihatnya.


Petugas ambulance dengan sigap membersihkan dan membalut luka di telapak kaki Annisa. Rasa sakit di awal kini terasa sedikit berkurang.


Setelah petugas ambulance pergi, Lela memeluk Annisa. Ia senang sekali karena Annisa selamat, mereka berdua selamat dari musibah kebakaran yang telah terjadi.


" Aku bersyukur sekali kamu selamat Sa, aku khawatir Sa sama kamu "


Lela melepas pelukannya dari Annisa, mereka berdua saling bergandengan tangan.


" Aku juga bersyukur sekali La, kamu selamat"


Annisa dan Lela kembali berpelukan.


****


" Rain "

__ADS_1


Reyhan masuk kedalam ruang kerja Rain dengan raut wajah khawatir.


" Ada apa ? "


Reyhan berjalan ke arah Rain dan menunjukkan ponselnya kepada Rain. Reyhan menunjukkan berita mengenai kebakaran yang menimpa pabrik kertas tempat Annisa bekerja.


" Pabrik kertas tempat Annisa bekerja mengalami kebakaran Rain "


Rain benar-benar syok mendengarnya, ia bergegas berdiri dan berlari menuju pintu.


" Kita ke sana sekarang Rey "


Rain dan Reyhan segera melajukan kendaraan mereka untuk mencari Annisa.


Sepanjang perjalanan Rain tampak tidak tenang, ia begitu khawatir akan keadaan Annisa.


Dritt..Dritt..Dritt..


Dering ponsel Rain berbunyi dan tertulis nama Kayla di balik layar ponselnya.


" Kak, kakak sudah lihat berita ? "


" Sudah kay, sekarang kakak dan Reyhan dalam perjalanan ke tempat Annisa "


" Baik kak, kabari aku kalau kakak sudah bertemu kak Annisa. Aku sudah mencoba menghubungi kak Annisa tapi ponselnya tidak aktif kak "


" Ya Kay, kakak akan menghubungimu lagi "


Rain menutup sambungan teleponnya.


" Apa pemadam kebakaran sudah sampai di sana ? "


" Sudah Rain, mobil ambulance juga sudah tiba di sana "


Rain kembali mencoba menghubungi Annisa namun kembali lagi ponsel Annisa tidak aktif.


" Anggota kita sudah ada yang tiba di sana ? apa kamu sudah mencoba menghubungi anak buah kita di sana ? apa mereka melihat Annisa ? "


Rain mencecar Reyhan dengan berbagai pertanyaan, ia begitu khawatir dan ingin segera mendapat kabar bahwa Annisa baik-baik saja.


" Mereka juga sudah dalam perjalanan Rain, mereka akan datang lebih awal dari kita. Dan mengenai anak buah kita di sana, mereka juga tidak bisa di hubungi "


" Kalau begitu percepat kendaraannya Rey "

__ADS_1


Reyhan mengikuti perintah Rain dan melajukan kendaraan mereka agar segera sampai dan mencari Annisa.


__ADS_2