
Annisa dalam perjalanan menuju apartemen Rain, seperti yang ia katakan kepada Rain. Setelah acara tahlilan, ia akan kembali ke apartemen.
Sebuah pesan singkat masuk di ponsel Annisa, tentu saja yang mengirim pesan itu adalah Rain. Karena sampai saat ini hanya ada dua nomor ponsel yang tersimpan di ponselnya, nomor kontak Rain dan juga perawat yang dulu menjaga dan merawat Bu Ratna.
^^^Rain^^^
Dimana kau?
^^^Annisa^^^
Di jalan, kenapa?
^^^Rain^^^
Tidak ada, lekaslah jangan lupa setelah itu masak. Aku akan pulang sebelum malam.
^^^Annisa^^^
Baiklah
Annisa tersenyum melihat isi pesan dari Rain, setelah membalas pesan Rain, Annisa menyimpan ponsel nya di dalam tas. Annisa lalu memandangi pemandangan jalanan dari balik jendela mobil.
Seketika ucapan Reyhan mengisi pikiran Annisa, mengenai Reyhan yang sangat berharap ia dan Rain terus bersama dan menjalani rumah tangga yang sebenarnya. Ucapan Reyhan yang mengatakan jika Rain memiliki perasaan kepada nya pun membuat Annisa memikirkannya.
Samar-samar dari kejauhan Annisa bisa melihat seseorang yang begitu ia kenal sedang berdiri di jalan dengan seorang wanita.
" Pak.. pak.. berhenti sebentar pak " pinta Annisa, sopir taksi pun segera menghentikan laju mobilnya.
Annisa menyipitkan matanya, dan benar sosok yang sangat familiar itu adalah Rain. Rain sedang berdiri di pinggir jalan dengan seorang wanita. Dan wanita itu sedang memegang kedua tangan Rain.
__ADS_1
" Siapa wanita itu? " batin Annisa, Annisa terus memperhatikan Rain dan wanita yang bersama Rain dari kejauhan.
Dan tiba - tiba saja wanita yang bersama Rain tadi memeluk Rain, dan hal itu membuat hati Annisa sakit. Hati Annisa sakit saat melihat wanita lain memeluk Rain.
" Jalan pak " Annisa meminta sopir taksi untuk kembali menjalankan kendaraan nya. Hati Annisa terasa dongkol saat ini.
*****
Rain segera melepas pelukan Sania dari tubuhnya. Kepala dan wajah Rain sudah begitu panas melihat tingkah Sania yang berani sekali menyentuh dan memeluknya.
" Lepaskan aku " bentak Rain, lalu menolong Sania.
" Rain, kenapa kau kasar sekali " ucap Sania.
" Jangan mengangguku lagi " ucap Rain lalu pergi meninggalkan Sania.
" Rain, tunggu Rain. Dengar penjelasan ku dulu " ucap Sania sembari mengetuk-ngetuk jendela mobil Rain.
Rain hanya bisa menghela nafas panjang melihat Sania, lalu ia menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan Sania.
Setelah cukup jauh dari Sania, Rain menepikan mobilnya di pinggir jalan.
" Sial.. sial.. sial.. " bentak Rain sembari memukuli stir mobilnya. Rain begitu kesal dan marah karena kembali bertemu dengan Sania.
Flashback on
Mendengar Annisa yang hari ini kembali ke kediamannya membuat Rain begitu antusias. Rain pulang lebih awal, dan sebelum pulang ia menyempatkan diri untuk singgah membeli sebuah kue untuk ia bawa pulang.
Saat sedang asyik memilih kue yang ingin ia beli, Rain di kejutkan dengan suara yang tak asing yang menyapa nya.
__ADS_1
" Hai Rain " sapa Sania, dengan senyum manis yang mengembang di wajahnya.
Rain berbalik badan untuk melihat siapa yang menyapa nya, dan berapa terkejutnya Rain saat melihat seorang wanita yang dulu begitu ia cintai dan juga kini begitu ia benci berdiri di depannya.
" Rain, aku senang bisa bertemu dengan mu " ucap Sania dengan mata yang berkaca-kaca.
Rain sempat mematung sebentar, namun setelah itu ia sadar dan segera menepis tangan Sania yang ingin meraih tangannya.
Tanpa mengucap apapun, Rain segera pergi meninggalkan Sania begitu saja. Melihat hal itu Sania mengekor di belakang Rain dan mengikuti Rain hingga di parkiran tepat di pinggir jalan.
" Rain tunggu " ucap Sania, Sania menarik lengan Rain. Dan Sania memberanikan diri untuk menggengam kedua tangan Rain.
Rain kembali diam saat Sania memegang erat kedua tangannya. Sesaat masa-masa indahnya dulu bersama Sania kembali terngiang di pikiran Rain.
" Maafkan aku Rain " ucap Sania lalu memeluk Rain.
Rain kembali diam, namun tak lama Rain sadar dan melepas pelukan Sania dari tubuhnya.
Lepaskan aku " bentak Rain, lalu menolong Sania.
" Rain, kenapa kau kasar sekali " ucap Sania.
" Jangan mengangguku lagi " ucap Rain lalu pergi meninggalkan Sania.
Flashback off
Setelah meredakan sedikit amarahnya, Rain kembali melajukan kendaraan nya menuju apartemen.
Bersambung..
__ADS_1