Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 76


__ADS_3

Dengan mengucap Basmallah, Annisa menginjakkan kakinya di tanah kelahirannya tempat dimana sudah hampir 6 tahun lamanya Annisa tak pernah datang ke daerah tersebut. Tempat dimana semua kenangan Indah dan juga pahit yang Annisa alami dan masih tersimpan hingga sekarang.


Ada sebuah hal penting yang membuat Annisa terpaksa datang ke tempat dan kota tersebut. Tempat yang sebenarnya sudah menjadi janji Annisa sejak 6 tahun lalu bahwa ia tidak akan pernah kembali namun ia langgar hari ini.


Dan sebenarnya ada seseorang yang sebenarnya ingin Annisa temui yaitu Reyhan. Bukan mencari Rain melainkan Reyhan. Sebelum pergi ke kediaman Reyhan, Annisa menyempatkan diri untuk mengunjungi makam kedua orangtuanya dimana di sana juga ada makam nenek Annisa dan juga Bu Ratna.


Karena sudah hampir 6 tahun tak pernah kembali, Annisa sedikit bingung mencari arah jalan menuju makam karena sudah begitu banyak perubahan yang terjadi di tempat tersebut.


" Zaman berubah begitu cepat " ucap Annisa.


Setelah bertanya dengan para warga sekitar, Annisa mendapat petunjuk arah untuk menuju makam.


Sembari berjalan kaki menuju makam, Annisa mencari keberadaan rumahnya yang dulu terbakar. Karena begitu banyak yang berubah, membuat Annisa kebingungan.


" Apa mungkin sudah di bangun rumah lagi, tapi tidak mungkin. Aku kan pemilik rumah dan tanah, tidak mungkin orang bisa sembarangan membangun rumah tanpa persetujuan ku " ucap Annisa.


Annisa terus berjalan hingga akhirnya langkah Annisa terhenti saat melihat apa yang ia cari.


Kedua mata air mata Annisa berkaca-kaca saat kembali mengingat kejadian 6 tahun lalu dimana rumahnya hangus terbakar dan hanya menyisakan abu dan membuat rumahnya rata dengan tanah. Sama seperti yang ia lihat di depannya saat ini, tidak ada yang berubah sedikit pun.


Tidak ingin larut dalam kesedihan, Annisa kembali melangkahkan kakinya menuju makam. Jika dulu jalanan menuju makam cukup memakan waktu, namun kini hanya dalam hitungan menit Annisa sudah sampai di makam tersebut.


Walaupun sudah banyak yang berubah, Annisa tidak melupakan makam keluarga nya. Dengan penuh rasa gembira Annisa melangkah menuju makam kedua orangtuanya. Sesampainya Annisa kembali di kejutkan karena setelah hampir 6 tahun lamanya makam kedua orangtuanya, nenek dan Bu Ratna masih terlihat rapi dan bersih.


Annisa bersimpuh di makam kedua orangtuanya.

__ADS_1


" Assalamualaikum, Ayah , ibu. Annisa datang Yah, Bu, maafkan Annisa karena Annisa baru bisa datang setelah lamanya Annisa pergi "


Air mata pun jatuh membasahi pipi Annisa, Annisa tidak bisa lagi memendung air matanya.


" Maafkan Annisa setelah ini Annisa juga akan kembali pergi dan tak akan kembali lagi yah, Bu, Ayah dan ibu pasti tahu kan kenapa alasan Annisa melakukan semuanya. Walaupun begitu Annisa selalu berdoa untuk Ayah, ibu, nenek dan juga Bu Ratna "


Annisa asyik berbicara sendiri , dan mencurahkan segala isi hatinya , bercerita di depan makam kedua orangtuanya seperti merasa kalau kedua orangtuanya masih hidup. Annisa juga tak lupa bercerita mengenai dirinya yang sudah menjadi seorang ibu dan melahirkan seorang anak laki-laki yang hebat.


Setelah puas bercerita, Annisa pun pamit dan pergi dari makam. Tak lupa sebelum pergi Annisa membaca doa untuk kedua orangtuanya, neneknya dan juga Bu Ratna.


" Pak Tatang ? " sapa Annisa saat melihat Pak Tatang penjaga makam yang ternyata selama hampir 6 tahun masih setia menjadi penjaga makam.


Annisa bertemu Pak Tatang tepat di depan gerbang pemakaman. Annisa masih mengingat wajah Pak Tatang.


" Maaf anda siapa Bu ? " tanya Pak Tatang. Pak Tatang menatap wanita di depannya, wanita yang seluruh tubuhnya tertutup dengan pakaian panjang dan lebar, dengan jilbab yang menutup kepala dan cadar yang menutup wajahnya.


" Saya Annisa, Pak. Ingat saya ? saya datang untuk mengunjungi makan keluarga saya Pak. Di sana ? " tunjuk Annisa ke arah makam kedua orangtuanya.


" Maa syaa Allah, Annisa. Kamu Annisa, saya ingat. Bagaimana kabarnya, sudah lama sekali saya tidak melihat kamu Annisa. Setelah rumahmu kebakaran waktu itu, kamu tidak pernah terlihat lagi. Dimana kamu tinggal sekarang ? "


" Alhamdulillah baik , Pak. Annisa sekarang punya anggota keluarga baru Pak. Bapak sendiri bagaimana kabarnya ? "


" Alhamdulillah baik Annisa. Bapak juga senang mendengar kalau kamu baik-baik saja "


" Oh ya Pak Tatang, kalau boleh tau apa Pak Tatang yang selama ini selalu membersihkan makam keluarga saya ? "

__ADS_1


" Iya benar Annisa, bahkan sudah lama sejak kamu masih tinggal di sini "


Annisa pun terdiam sejenak mendengar ucapan Pak Tatang, Pak tatang penjaga makam bertugas hanya menjaga namun bukan membersihkan makam. Dan akan Pak Tatang bersihkan kalau ada anggota keluarga yang memintanya lalu memberi upah. Sedangkan Annisa tidak pernah meminta bantuan Pak Tatang, bahkan sebelum ia pergi.


" Ada seseorang yang meminta saya untuk selalu menjaga dan membersihkan makam keluarga kamu Annisa. Seseorang lelaki yang waktu itu kamu pernah datang bersamanya, bapak tidak tahu nama lelaki itu. Dia bahkan memberi bapak upah yang besar, sampai sekarang Annisa "


Annisa membulatkan kedua matanya, " sampai sekarang, apa itu Rain ? karena hanya Rain yang pernah datang ke makam ini bersama ku. tapi rasanya tidak mungkin karena aku ingat sekali bagaimana ia sangat membenciku " batin Annisa.


Annisa mengeluarkan beberapa lembar uang dari tasnya, lalu menaruhnya di dalam ember kosong yang kebetulan sedang Pak Tatang bawa.


" Apa ini Annisa ? " tanya Pak Tatang dengan wajah terkejut.


" Ini buat bapak, terima kasih sudah menjaga makam keluarga saya Pak. Semoga berkah dan bermanfaat ya Pak "


" Tidak perlu Annisa, tidak perlu " Pak Tatang ingin mengambil uang di dalam ember tersebut dan mengembalikan nya kepada Annisa.


" Jangan pak, saya ikhlas Pak. Bapak juga ikhlas terimanya ya. Kalau begitu saya permisi Pak. Assalamualaikum "


Annisa segera berlari setelah mengucapkan salam. Ia tidak ingin Pak Tatang mengembalikan uang pemberiannya.


Annisa melanjutkan perjalanan nya menuju rumah Reyhan. Annisa pergi hanya menggunakan taksi. Annisa ingat dan tahu alamat rumah Reyhan, dan saat ini sangat berharap Reyhan berada di rumahnya.


" Ini benar Alamatnya " ucap Annisa setelah turun dari taksi.


Annisa pun melangkah maju menuju kediaman Reyhan, setelah bertemu dengan security penjaga rumah Reyhan dan bertanya. Annisa mengucap syukur karena ternyata yang ia datangi saat ini benar rumah Reyhan. Namun Annisa sedikit kecewa karena Reyhan tidak berada di rumahnya.

__ADS_1


" Ini masih siang, tentu saja dia tidak ada di rumah. Pasti sedang di kantor, apa aku perlu kesana ? tapi tidak mungkin, aku tidak ingin bertemu dengan Rain. Aku hanya ingin bertemu Reyhan dan memberitahunya mengenai keinginan ku, setelah itu aku selesai dan pergi " ucap Annisa.


Karena tidak ingin melewatkan pertemuannya dengan Reyhan, Annisa memilih untuk menunggu di depan rumah Reyhan.


__ADS_2