Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 44


__ADS_3

Iyas memutar musik di dalam ruangan kerjanya dengan sedikit keras. Karena ruangan kerjanya kedap suara, membuat suara musik yang keras itu tidak terdengar dari luar.


Iyas berjalan menuju kursi kebesarannya dengan sedikit menggoyangkan tubuhnya. Iyas tersenyum senang , kedua kakinya ia naikkan di atas meja, Iyas tersenyum bahkan sampai terpejam, menikmati kedudukan yang ia tempati sekarang.


Posisi manager keuangan di perusahaan milik Rain, di mana ia memilki kesempatan untuk meraup keuntungan besar dari posisi nya sekarang.


" Dimana Iyas ?? " tanya Reyhan kepada sekretaris Iyas.


" Pak..Iyas..Pak Iyas sedang keluar Pak " ucap sekretaris Iyas berbohong.


Reyhan melirik kearah ruangan Iyas, ia tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh sekretaris Iyas.


" Pak Reyhan mau kemana Pak, Pak Iyas sedang tidak ada di ruangannya " ucap Sekretaris Iyas, mencoba menghalangi Reyhan.


" Jangan berbohong, kau mau di pecat ? " ucap Reyhan, membuat wanita itu menunduk, sekretaris Iyas sebenarnya tidak ingin berbohong kepada Reyhan, namun ia juga takut dengan Iyas karena Iyas merupakan Bosnya


" Baik Pak " ucap Sekretaris Iyas, melangkah mundur lalu kembali ke tempatnya. Membiarkan Reyhan masuk kedalam ruang kerja Iyas.


Reyhan membuka pintu perlahan, Reyhan membulatkan kedua matanya, dan sedikit terpekik saat suara musik yang terdengar sangat keras dan nyaring di dalam ruangan itu.


Reyhan pun mencari sumber suara, ia berjalan kearah speaker yang ada di atas meja dan langsung mematikannya.


Iyas membuka kedua matanya saat suara musiknya terhenti.


" Akhh..sial..kenapa matj ? " ucap Iyas dan betapa terkejutnya Iyas saat melihat Reyhan sedang berdiri di depannya.


Reyhan menyunggingkan bibirnya saat menatap Iyas. Lalu ia berjalan menghampiri Iyas yang kini sedang berdiri.


"Apa ini ?? " tanya Reyhan, melempar sebuah map di atas meja Iyas.


" Apa apaan ini Pak Reyhan, tidak bisakah anda bersikap sopan ? " ucap Iyas.


" Kau hanya perlu menjawab apa yang aku tanyakan ? " ucap Reyhan.


" Anda sungguh tidak sopan Pak Reyhan, saya tidak mengerti dengan maksud anda " ucap Iyas.


" Apa perlu saya yang membacakannya ? " ucap Reyhan , mengambil map yang tadi ia lempar dan membukanya.


" Ini adalah rincian keuangan bulan ini ? kenapa semua pembelian meningkat menjadi 3 kali lipat ? " tanya Reyhan.


" Itu..ya memang benar semuanya meningkat, bukankah semuanya jelas di sini, semua bahan dan apa saja yang di beli sudah tertulis " ucap Iyas.

__ADS_1


Reyhan menggeleng-gelengkan kepalanya , " Kau pikir aku bodoh ? kau yang tidak pintar Iyas , kau pikir semudah itu membohongi ku dan juga Reyhan . Kau salah, aku sudah memeriksa semuanya, pembelian semuanya hanya terhitung 2, pengiriman ke luar kota juga hanya dua di masing-masing perusahaannya "


Iyas terdiam, ia tertangkap dan ketahuan oleh Reyhan. Padahal baru saja ia menikmati kemenangannya, Iyas kira Reyhan tidak akan terperinci memeriksanya, ternyata Iyas memang salah. Reyhan sangat pintar,pantas saja Rain memintanya untuk menjadi Asisten pribadi Rain.


" Kau diam ? benar yang ku duga " ucap Reyhan dengan tersenyum tipis.


" Aku ingin kau mengembalikan semuanya, aku tunggu besok. Jika tidak, kau tau sendiri akibatnya kan ? " ucap Reyhan lalu pergi meninggalkan Iyas.


" Siiiiaaaaalll...!!!!! teriak Iyas saat Reyhan pergi.


" Aku pikir dia tidak sepintar itu , lihat saja nanti Rey, tunggu saja gilirannya " ucap Iyas dengan tersenyum tipis.


****


" Rain, kau ingin makan apa siang ini ? " tanya Reyhan.


" Kau saja, aku sudah bawa bekal " ucap Rain.


" apa ? bekal ? " tanya Reyhan bingung.


" Ya " jawab rain.


Reyhan beranjak lalu menghampiri Rain, " bekal ? kau masak Rain ? "


" Annisa ? kau sudah membawanya kembali Rain ? Alhamdulillah..aku senang sekali mendengarnya Rain. Pantas saja kau terlihat berbeda hari ini " ucap Reyhan.


" Berbeda apanya ? " tanya Rain.


" Ceritakan kepada ku sekarang Rain, bagaimana bisa Annisa kembali kepadamu ? apa yang kau katakan padanya ? " tanya Reyhan penasaran.


Rain beranjak dari duduknya. " Kau terlalu banyak tanya Rey " ucap Rain lalu berlalu meninggalkan Reyhan.


" Hey Rain..tunggu..kau belum ceritakan semuanya kepadaku " teriak Reyhan lalu berjalan mengikuti Rain.


****


" Annisa, ayo ceritakan kepadaku kenapa kemarin kau meninggalkanku begitu saja " tanya Lela.


" Tidak ada Lela, aku mengira kalau temanku yang mengalami kecelakaan, ternyata bukan " ucap Annisa.


" Teman ? Annisa, kau punya teman yang kaya ? bukankah mobil yang mengalami kecelakaan kemarin itu , mobilnya sangat mewah " ucap Lela.

__ADS_1


Annisa terkekeh, " Lela..Lela..memangnya aku tidak pantas ya kalau punya teman yang kaya ? "


" Iya, memang tidak, kau hanya boleh berteman denganku. Hahahaha... " ucap Lela sembari tertawa .


" Huss...jangan keras-keras, nanti kita kedengaran bos , kita yang di marahi " ucap Annisa sembari cekikikan.


" Aku hanya bercanda Annisa, kau berhak berteman dengan siapa saja. Yang terpenting jangan lupakan aku ya Annisa " ucap Lela lalu memeluk Annisa.


Annisa dan Lela kembali bekerja, sesekali mereka tampak bercanda di sela - sela pekerjaan mereka. Lela lah yang sering mengajak Annisa bercanda.


" Sa, ikut aku aja ya pulang " ajak Lela , saat mereka berdua keluar dari pabrik.


" Gak usah La, bentar lagi jemputan aku datang " ucap Annisa.


" Jemputan ? kamu di jemput siapa Sa " tanya Lela sembari celingukan ke kiri dan kekanan mencoba mencari seseorang yang ingin menjemput Annisa.


" Ehh..bukan La, maksudku taksi yang jemput " ucap Annisa.


" Ohhh...Annisa suka bercanda saja, ya udah aku duluan gak apa ya Sa "


" Iya La, hati-hati di jalan "


" Siap, kamu juga Sa "


Lela pun berlalu pergi, Annisa menghembuskan nafas panjang. Hampir saja ia keceplosan, karena memang ia sedang menunggu Rain menjemputnya.


Dari kejauhan mobil Rain terlihat, Annisa pun segera menghampiri Rain.


" Aku bisa menjemputmu sampai depan Annisa, kenapa kau harus berjalan menghampiri ku " ucap Rain saat Annisa sudah masuk ke dalam mobilnya.


" Tidak apa Rain, hanya tidak enak saja jika ada yang lihat " ucap Annisa.


" Kenapa ? seharusnya kau senang , karena ada sebuah mobil mewah menjemputmu " ucap Rain menyombongkan dirinya.


" Kau terlalu sombong Rain " ucap Annisa sembari terkekeh.


Rain tersenyum melihat Annisa tertawa.


" Kenapa melihatku seperti itu ? " tanya Annisa saat Rain sedang memperhatikannya.


" Baru beberapa jam berpisah, aku merasa sangat rindu kepadamu Annisa " batin Rain.

__ADS_1


" Tidak, aku hanya merindukanmu " ucap Rain , berbicara tanpa melihat Annisa, lalu mulai mengendarai kendaraannya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2