Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 21


__ADS_3

Rain dan Annisa tiba di kediaman Pak Brata, dari kejauhan sudah terlihat begitu banyak nya kendaraan yang berjajar rapi di depan rumah bersama dengan banyak nya orang yang juga berdatangan untuk menghadiri acara anniversary pernikahan Pak Brata dan istrinya yang bernama ibu Jessy.


" Saat di dalam nanti, kau tidak perlu banyak bicara. Cukup diam dan ikuti saja aku " ucap Rain sebelum ia dan Annisa turun dari mobil.


" Rain, Annisa " sapa Reyhan yang sudah menunggu kedatangan Rain dan Annisa di depan pintu gerbang rumah Pak Brata.


" Kau terlihat cantik , Annisa " puji Reyhan, Annisa hanya tersenyum tipis menanggapi pujian dari Reyhan. Sedangkan Rain hanya memasang wajah datarnya lalu terlebih dahulu masuk kedalam rumah meninggalkan Annisa dan Reyhan. Padahal diam - diam Rain juga mengagumi kecantikan Annisa.


" Aku berkata jujur Annisa, kau terlihat sangat berbeda. Apa Rain yang membelikan dress untukmu ? " tanya Reyhan.


" Iya Rey, dia juga membawa ku ke salon untuk merubah potongan rambut ku dan memake up wajah ku. Tidak terlalu berlebihan kan ? "


" Tidak Annisa, kau benar - benar cantik. Pilihan dress ini dan make up mu sangat serasi. Aku yakin Rain juga terpesona dengan kecantikanmu malam ini "


" Sudahlah Rey, itu tidak mungkin. Kau tau, sejak pertama membeli dress ini dia selalu menyebutku jelek, dan lagipula aku tidak peduli. Mau dia terpesona atau tidak denganku, aku tidak peduli Rey. Dan sungguh aku juga tidak menginginkan itu "


" Hahaaha...kau ini lucu sekali Annisa "


Rain menghentikan langkahnya dan berbalik badan, memperhatikan Annisa dan Reyhan yang sedang asyik berbincang. " Hmm..Hmm..Hmm.. " Rain berdehem, membuat Annisa dan Reyhan menghentikan langkah mereka lalu melihat ke arah Rain.


" Ada apa Rain ? " tanya Reyhan.


" Kau lihat itu ? " Rain menunjuk salah seorang lelaki yang ada di depan mereka yang sedang asyik berbincang bersama Pak Brata dan istrinya.


" Iyas..apa yang dia lakukan di sini ? " tanya Reyhan.


Rain, Annisa dan Reyhan berjalan menghampiri Iyas yang sedang berbincang dengan Pak Brata.


" Selamat malam Pak Brata " sapa Rain.


" Wah.. Pak Rain " Pak Brata menyapa Rain dengan senyum bahagia, sedangkan Iyas tersenyum kecut melihat kedatangan Rain.


" Selamat atas pernikahan nya yang ke 30 tahun Pak, Bu " ucap Rain lalu saling bersalaman kepada Pak Brata dan Bu Jessy. Di susul Reyhan dan Annisa yang juga bersalaman kepada mereka.


" Oh ya Pak, sesuai janji saya. Saya datang bersama istri saya, perkenalkan ini istri saya Annisa " Rain merangkul dan memeluk pinggang Annisa dengan satu tangan nya. Mendapat perlakuan seperti itu Annisa reflek melihat ke arah Rain, sedangkan Rain pandangan nya lurus ke depan ke arah Pak Brata dan Bu Jessy.


" istri anda sangat cantik Pak Rain " puji Bu Jessy.


Annisa masih saja menatap Rain, Rain menepuk - nepuk punggung Annisa agar Annisa sadar dan memberikan senyuman atau terima kasih atas pujian yang Bu Jessy. Rain bahkan menaik turunkan alisnya agar Annisa mengerti. Melihat ekspresi wajah Rain, pandangan Annisa beralih kepada Pak Brata dan Bu Jessy.


" Maaf ibu, ibu bilang apa tadi ? " tanya Annisa.

__ADS_1


" Saya bilang, anda sangat cantik. Pak Rain tidak salah memilih istri secantik anda " ucap Bu Jessy kembali.


Kedua pipi Annisa memerah mendengar pujian dari Bu Jessy, " Terima kasih ibu, anda juga sangat cantik dan terlihat sangat elegan. Semoga Bapak dan Ibu selalu mencintai dan menyayangi hingga akhir hayat , dan keluarga Bapak dan Ibu selalu di berikan keberkahan dan kesehatan oleh Allah "


" Aamiin..aamiin.. terima kasih Bu Annisa, terima kasih doa nya " ucap Pak Brata dan Bu Jessy bersamaan.


" Mari Pak Rain, Bu Annisa silahkan menikmati hidangan nya " Pak Brata dan Bu Jessy mengajak Rain dan Annisa untuk bersama masuk kedalam menikmati hidangan yang sudah di persiapkan oleh Pak Brata dan Bu Jessy. Mereka melupakan begitu saja Iyas yang sejak awal sudah berada di sana, Iyas mendengus kesal karena Pak Brata melupakan nya.


" Hei..kau mau kemana ? " Reyhan menarik lengan Iyas mencoba menghalangi Iyas yang berniat mengiringi Rain dan Pak Brata.


" Kau tak lihat, aku juga ingin masuk. Jangan menghalangi ku "


" Jangan ganggu mereka, lagipula kau tak punya kepentingan dengan Pak Brata. Sudah cukup kan berbincang dengan nya, sekarang biarkan Rain bersama dengan keluarga Pak Brata. Kau hanya akan merusak suasana "


" Berani sekali kau berkata seperti itu, ingat ya Reyhan jangan hanya karena kau asisten pribadi Rain kau bisa berbuat semau mu. Ingat , kau bukan siapa - siapa Rain. Kau bukan anggota keluarga nya sedangkan aku jelas sepupu dari Rain. Aku bisa saja meminta ibuku untuk memecat mu dan aku yakin jika ibuku yang meminta hal itu kepada Rain, Rain pasti akan menyetujui nya karena Rain tidak pernah menolak permintaan ibuku "


" Lakukan saja, kau pikir aku peduli dengan itu. Aku memang bukan siapa - siapa Rain, aku juga bukan anggota keluarga Rain. Tapi setidaknya aku adalah yang paling baik karena tidak sepertimu yang mengaku keluarga tapi diam - diam menusuk Rain dari belakang. Kau pikir aku tidak tahu ? " jelas Reyhan lalu menatap Iyas dengan tatapan menyelidik.


Iyas terdiam mendengar perkataan Reyhan, tidak terpikir sebelumnya jika ternyata Reyhan mengetahui jika ia sangat tidak menyukai Rain dan mempunyai rencana buruk untuk Rain.


Iyas pun pergi meninggalkan Reyhan tanpa sepatah kata pun, " Sepertinya aku harus terus memantau gerak gerikmu Iyas " batin Reyhan.


*****


" Baiklah Pak "


" Sayang , kau temani istri Pak Rain dulu ya. Aku dan Pak Rain ingin ke ruang kerja ku sebentar " ucap Pak Brata dan menyempatkan diri mencium pucuk kepala istrinya sebelum ia pergi. Annisa sangat senang melihat keharmonisan Pak Brata dan istrinya.


" Begitulah suami saya Bu Annisa, sudah tau hari ini adalah hari istimewa kami. Tapi tetap saja pekerjaan tidak bisa di tinggalkan " ucap Bu Jessy sembari terkekeh.


" Dan sepertinya Pak Rain dan suami saya itu sama ya Bu Annisa " ucap Bu jessy lagi, Annisa hanya diam sembari tersenyum ramah kepada Bu Jessy.


Bu Jessy dan Annisa asyik berbincang, ya walaupun lebih tepatnya Bu Jessy lah yang lebih banyak bercerita mengenai keluarga nya dan bagaimana sikap Romantis suaminya kepada nya. Annisa tentu saja sangat antusias mendengarnya.


" Maaf Bu Annisa, lama menunggu " ucap Pak Brata yang datang bersama Rain.


" Tidak masalah Pak " ucap Annisa.


Rain kembali duduk di samping Annisa, mereka semua kembali berbincang sembari menikmati hidangan yang tersedia dengan berbagai menu yang sudah di siapkan oleh Pak Brata dan Bu Jessy.


Hingga tak terasa sudah pukul 10 malam, Rain dan Annisa berpamitan pulang.

__ADS_1


" Kami pamit pulang Pak Brata, Bu Jessy. Terima kasih atas undangan nya " ucap Rain.


" Sama - sama Pak Rain "


" Annisa , ingat ya nanti hubungi saya " ucap Bu Jessy dan di balas anggukan dan senyuman oleh Annisa. Sedangkan Rain dan Pak Brata memandang heran kepada Bu Jessy.


" Kenapa sayang, kenapa melihatku seperti itu ? " tanya Bu Jessy saat sadar Pak Brata menatap nya dengan penuh tanda tanya.


" Tidak apa sayang, aku..hanya terkejut saja. Kau memanggil istri Pak Rain hanya dengan sebutan nama ? "


" Oh...hahahaha..itu.. Annisa sendiri yang meminta nya, perbincangan kami tadi sungguh mengasyikkan. Dan saya sudah menganggap Annisa seperti adik saya sendiri, saya senang sekali bisa berkenalan dengan istri anda Pak Rain " ucap Bu Jessy.


" Oh ya Pak Rain, nanti tolong kirimkan nomor ponsel Annisa ke Saya. Tadi kami ingin bertukar nomor ponsel, tapi kata Annisa ponselnya ketinggalan di rumah kalian. Jadi nanti tolong kirimkan ke saya ya agar saya bisa menghubungi istri anda, atau Annisa saja nanti yang langsung menghubungi saya ya Annisa "


" Baik Bu " ucap Annisa.


" Anda tidak keberatan kan Pak Rain ? " tanya Bu Jessy.


" Tentu saja tidak Bu, saya justru sangat senang mendengarnya " ucap Rain.


Rain dan Annisa pamit pulang, " Apa saja yang kau perbincangkan dengan Bu Jessy saat tadi ku tak ada ? " tanya Rain.


" Tidak ada, hanya obrolan biasa "


" Kau tidak membicarakan hal buruk tentangku kan ? " Rain menghentikan langkahnya lalu menatap Annisa.


" Kenapa menatapku seperti itu ? "


" Kau pasti berbicara buruk tentangku ? " ucap Rain dan semakin menatap Annisa dengan tatapan tajam.


" Membicarakan mu saja tidak sama sekali, tidak penting. Bukannya kau bilang aku tidak boleh banyak bicara dan aku mengikuti perintahmu. " Ucap Annisa lalu berjalan menuju mobil terlebih dahulu. Annisa yang ingin menyeberang jalan tidak melihat dari kejauhan ada sebuah mobil yang berjalan ke arah nya.


Titt...titt..titt...


Suara klakson mobil mengagetkan Annisa, Annisa melihat sorot lampu mobil yang jaraknya sangat dekat dengan nya.


" Annisa AWAS !!! " teriak Rain, Rain dengan sigap menarik lengan Annisa dan membawa Annisa kedalam pelukan nya.


Annisa memejamkan kedua matanya, " kau tidak apa ? " tanya Rain lalu menangkup wajah Annisa.


Annisa yang sejak tadi memejamkan kedua matanya kini perlahan membuka kedua matanya dan kini kedua mata itu saling bertemu dengan kedua mata Rain. Denyut jantung kedua nya pun saling bertautan, " Ya tuhan, kenapa jantung ku berdebar kencang seperti ini " batin Rain.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2