
Annisa dan Rain pulang ke apartemen mereka setelah semua urusan administrasi di rumah sakit selesai. Rain juga sudah menebus obat untuk Annisa.
Karena kelelahan, Annisa tertidur di dalam mobil. Rain menyandarkan kepala Annisa di pundaknya, melihat itu Kayla dan Reyhan yang juga bersama Rain dan Annisa saling pandang kemudian saling tersenyum. Mereka berdua terkekeh melihat sikap Rain yang begitu lembut dan menyayangi Annisa.
" Kay, Rey, kalian pergilah terlebih dahulu. Biar aku bawa Annisa "
" Baik kak "
Kayla dan Reyhan berjalan terlebih dahulu menuju apartemen. Menyusul Rain di belakang mereka.
Annisa tidur terlalu lelap, entah mungkin karena obat yang tadi sempat di suntikkan Dokter kepadanya. Karena terlalu lelap, Annisa bahkan tidak merasa kalau mobil mereka sudah berhenti.
" Kak Rey "
" Iya Apa ? "
" Kak Rey merasa tidak kalau kak Rain itu banyak sekali berubah "
" Ya kurasa begitu, semua karena Annisa kan "
" Benar Kak, dulu sewaktu kak Rain masih berpacaran dengan wanita ondel-ondel itu. Kak Rain tidak pernah memperlakukannya seperti kak Annisa. Kak Rain terlihat sekali begitu mencintai kak Annisa, tapi kak Annisa itu memang pantas untuk di sayangi dan di cantik kak Rey, kak Annisa itu orangnya sangat baik "
Reyhan terkekeh mendengar Kayla yang menyamakan Sania dengan ondel-ondel.
" Kak Rey, kenapa tertawa ? "
" Aku tertawa karena kamu menyamakan Sania dengan ondel-ondel "
" Memang benar kan kak, wanita itu persis seperti ondel-ondel. Makeupnya saja terlalu berlebihan, belum lagi pakaiannya. Aku muak kalau bertemu dengannya kak "
Kayla dan Reyhan sampai di depan pintu apartemen.
" Kayla..Kayla.. "
Kayla sedang membuka pintu, Reyhan mengelus lembut kepala Kayla. Kayla yang sedang tertunduk sembari membuka pintu tersenyum tipis saat Reyhan mengelus kepalanya.
Tak lama Rain menyusul, Kayla dengan sigap membantu membuka pintu kamar untuk Rain dan membawa Annisa kedalam kamar.
Dengan perlahan Rain merebahkan tubuh Annisa di atas tempat tidur, perlahan Rain juga mengganti semua pakaian Annisa. Pakaian Annisa terlihat lusuh dan berbau asap.
Setelah mengganti pakaian Annisa, Rain menyelimuti Annisa dan duduk di samping Annisa.
" Tidurlah dengan nyenyak, mulai sekarang kamu tidak perlu bekerja lagi Annisa. Biarlah aku yang bekerja untukmu, aku tidak ingin hal ini terjadi lagi kepadamu "
Rain tersenyum lalu mengecup lembut kening Annisa.
" Kak Annisa masih tidur ya kak Rain ? "
__ADS_1
Kayla dan Reyhan sedang duduk di ruang tamu.
" Masih Kay, oh ya Rey , apa sudah ada kabar mengenai kebakaran di pabrik kertas itu. Penyebabnya karena apa ? "
" Belum , aku akan kembali ke sana untuk menyelidikinya "
" Kak Rey, kenapa kembali ke sana ? bukannya baru saja tiba "
" Kayla benar Rey, istirahat dulu. Biarkan anak buah kita yang di sana bekerja "
" Baik Rain, kalau begitu aku akan kembali ke kantor saja "
" Baiklah, aku tidak akan kembali Rey. Tolong cancel saja semua meetingku selama seminggu ini. Aku tidak akan masuk bekerja selama seminggu, aku akan menemani Annisa "
Reyhan dan Kayla tampak menahan tawa, padahal hanya kaki Annisa yang terluka, tapi Rain sudah segitu khawatirnya bahkan rela untuk tidak bekerja hanya untuk menemani Annisa.
" Baiklah Rain, aku akan mengatur semuanya. Kalau begitu aku kembali dulu "
" Hati-hati di jalan kak Rey "
" Iya Kayla "
Reyhan beranjak dan keluar dari apartemen.
" Kay, nanti pesan makanan online saja ya. Pesan makanan yang bagus untuk mempercepat penyembuhan luka di kaki Annisa. Aku ingin istirahat juga di dalam "
Kayla memberi hormat kepada Rain, tanda mengerti dan akan melakukan perintah Rain. Rain tersenyum melihat Kayla yang tingkahnya selalu menghibur.
*****
Keesokan harinya Tante Sarah pergi mengunjungi Annisa di apartemen.
" Tante Sarah "
Kayla senang sekali melihat kedatangan Tante Sarah.
" Dimana Annisa ? Tante ke sini untuk mengunjunginya, Tante dengar dia tempat dia bekerja kebakaran dan Annisa mengalami luka di kakinya "
" Iya tan, Kak Annisa ada di kamarnya sekarang "
Kayla mengajak Tante Sarah ke kamar Annisa dan Rain.
Tok..tok..tok..
Rain beranjak membuka pintu kamar.
" Rain "
__ADS_1
" Tante Sarah "
" Kamu tidak bekerja Rain ? "
" Tidak Tante, aku ingin menemani Annisa "
" Oh..ya bagaimana dengan keadaan Annisa ? "
" Masuklah Tan "
Tante Sarah masuk kedalam kamar , dan duduk di atas tempat tidur tepat di depan Annisa.
" Apa kabar Annisa ? bagaimana keadaanmu ? "
" Baik Tante "
" Syukurlah Annisa, Tante dengar dari Reyhan kalau kamu mengalami kecelakaan dalam insiden kebakaran itu. Syukurlah kamu selamat. Oh ya ini ada buah-buahan yang Tante bawa untuk kamu "
Tante Sarah menaruh keranjang buah yang ia bawa di atas nakas. Annisa tidak tahu apakah Tante Sarah saat ini benar-benar bersimati dengannya atau hanya berpura-pura. Yang jelas Annisa tidak percaya seutuhnya kepada Tante sarah.
" Terim kasih Tante Sarah "
" Sama-sama sayang "
Tante Sarah menatap Annisa tajam sembari mengelus lembut pipi Annisa. Dari tatapan Tante Sarah, Annisa bisa lihat kalau semua ini hanyalah sandiwara Tante Sarah.
" Ngomong-ngomong kenapa kamu tidak bekerja Rain ? bukankah ada Kayla di sini yang bisa menjaga Annisa, atau kalau perlu Tante juga bisa menjaga Annisa di sini " Ucap Tante Sarah, melihat ke arah Rain dan Annisa bergantian.
" Kak Rain hanya terlalu bucin Tan, padahal aku juga sudah katakan kepada Kak Rain kalau ada aku yang akan menemani kak Annisa "
Kayla berbicara sembari terkekeh. Membuat Rain sedikit malu karena ucapan Kayla.
" Benar Rain, atau kamu bisa membawa Annisa ke rumah. Rumah kita Rain, di sana lebih banyak orang dan pelayan yang akan membantu menjaga dan melayani Annisa. Jadi kamu bisa bekerja dengan tenang, Kayla juga bisa tinggal di sana bersama Tante "
Rain tampak diam, ia memikirkan ucapan Tante Sarah.
" Please jangan bilang iya Mas, aku tidak mau " Annisa hanya bisa berkata dalam hatinya, berharap Rain tidak menyetujui ide dari Tante Sarah.
" Tidak Tante, biar aku saja yang merawat Annisa. Lagipula ada Reyhan yang bisa menghandle semua pekerjaanku. Tante tidak perlu khawatir "
Tante Sarah menghela nafas panjang saat menerima tolakan dari Rain.
" Baiklah Rain, Tante tidak akan memaksa "
" Ya Tante , terima kasih atas perhatiannya "
Cukup lama berada di apartemen Rain, Tante Sarah memilih untuk pulang.
__ADS_1
Annisa tersenyum dalam hati, ia senang sekali karena Rain menolak ajakan Tante Sarah dan Tante Sarah akhirnya pulang. Annisa tidak bisa membayangkan kalau saja ia di bawa ke rumah Tante Sarah, entah apa yang akan terjadi karena Annisa tau Tante Sarah meminta Rain membawanya ke rumah itu karena ada sesuatu yang akan Tante Sarah lakukan kepadanya.