Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 35


__ADS_3

Beberapa karyawan yang masih berada di kantor mencoba menahan tawa mereka saat melihat kedatangan Rain yang datang hanya dengan hanya memakai kaos oblong dan celana pendek bermotif batik.


Tapi walaupun begitu tidak menurunkan kharisma ketampanan dari seorang Rain, begitu masuk kedalam ruangan kerjanya, Reyhan langsung tertawa melihat Rain. Tentu saja Reyhan berani menertawakan Rain, karena Rain adalah sahabatnya, walaupun Rain marah pun Reyhan tidak akan peduli.


" Kau lucu sekali Rain, dimana pakaianmu? kenapa kau datang dengan memakai pakaian seperti ini? " tanya Rain sembari tertawa.


" Hentikan tertawamu " ucap Rain lalu masuk ke ruang pribadi nya untuk berganti pakaian.


Beberapa menit setelah nya Rain sudah tampak gagah dengan setelan kemeja putih dan jas hitamnya.


" Dimana Pak Brata? " tanya Rain.


" Masih di jalan " ucap Rain santai.


" Apa?? kau membohongiku Rey? "


" Maaf Rain, aku begitu agar kau cepat kembali "


Rain mendengus kesal, jika tau begitu Rain tidak akan buru-buru ke kantor nya dan masih bisa menemani Annisa ya walaupun hanya sebentar.


*****


Annisa di bantu tetangga dan juga sebagian warga menyelenggarakan tahlilan untuk Bu Ratna. Tahlilan berjalan lancar dan penuh hikmat. Di sela-sela doa air mata Annisa kembali menetes, namun Annisa segera menyeka air matanya. Ia harus ikhlas, dan tidak terus menerus larut dalam kesedihan.


Pertemuan yang cukup memakan waktu lama bersama Pak Brata membuat Rain harus pulang tepat pukul 10 malam. Rain merebahkahkan tubuhnya di sofa, lalu ia melirik ke arah kamar Annisa, Rain ingat jika Annisa tidak ada, Annisa akan bermalam di rumahnya selama beberapa hari.


Tak lama Rain beranjak menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Karena terlalu lelah membuat Rain akhirnya tertidur. Pukul 2 malam Rain terbangun, lalu ia keluar dari kamarnya untuk mengambil segelas air. Rain kembali melirik ke arah kamar Annisa, terasa sunyi sekali. Karena terbiasa adanya Annisa, membuat Rain kesepian. Rain pun mencoba kembali untuk tidur namun tak bisa.


Cukup lama berpikir, Rain akhirnya beranjak membuka lemari nya dan mengeluarkan tas ransel miliknya. Lalu ia isi dengan beberapa pakaian, setelah itu Rain bergegas keluar dari apartemen dan melajukan kendaraan nya menuju kediaman Annisa.


Tok.. tok.. tok..


Tok.. tok.. tok..


Annisa yang baru selesai melaksanakan sholat tahajjud terkejut mendengar suara ketukan pintu rumahnya. Suara ketukan pintu terdengar pelan namun cepat, perlahan Annisa berjalan menuju pintu lalu ia membuka sedikit tirai jendela rumahnya untuk melihat siapa yang datang.


" Rain " ucap Annisa, ia pun segera membuka pintu.


" Kenapa lama sekali membuka nya " ucap Rain dan langsung masuk kedalam rumah Annisa.


Rain yang semula tidak memperhatikan Annisa terkejut dan terpana melihat Annisa yang begitu cantik dengan balutan mukena yang menutupi seluruh tubuhnya. Bahkan Rain tidak berkedip melihat Annisa yang menurutnya begitu cantik.

__ADS_1


" Rain "


" Rain "


Panggil Annisa.


" Tidak apa " ucap Rain.


" Apa yang kau lakukan di sini? lihat ini sudah jam berapa? " tanya Annisa sembari menunjuk jam yang tertempel di dinding rumahnya.


" Aku.. aku hanya ingin menemanimu " ucap Rain.


" Hah!! menemaniku? " ucap Annisa tersenyum senang, ia tidak menyangka Rain seperhatian itu kepadanya.


" Jangan terlalu percaya diri, aku hanya tidak ingin kau berbuat yang tidak-tidak setelah kepergian IBU mu " ucap Rain.


" Maksudmu? "


" Ya.. begitulah, sudah tidak usah banyak tanya. Aku mengantuk " ucap Rain lalu berjalan ke sofa, menaruh tasnya untuk bantalan lalu berbaring.


Annisa memanyunkan bibirnya melihat sikap Rain, ya begitulah Rain, sulit sekali untuk Rain berkata jujur jika ia merasa kesepian karena tidak ada Annisa. Rasa Gengsi Rain terlalu tinggi.


" Jangan tidur di sana Rain, tidurlah di kamar. Diluar dingin " ucap Annisa.


" Kalau begitu tidur di kamar sebelah saja, dari pada di luar kan? " ucap Annisa, menunjuk kamar mendiang kedua orang tua nya.


" Baiklah " Rain beranjak menuju kamar mendiang kedua orang tua Annisa.


Kamar yang sempit dan tempat tidur yang sudah terlihat usang membuat Rain tidak nyaman. Tapi Rain berusaha menyamankan dirinya dan berbaring di tempat tidur itu.


Baru saja akan tidur, Tiba-tiba seekor kecoa berjalan di kepala Rain, lalu perlahan berjalan ke wajah Rain. Dan sontak saja Rain terkejut dan berteriak.


" Aaaaaaaaa..... " teriak Rain, Rain sudah seperti cacing kepanasan, meliuk-liukkan tubuhnya kegelian melihat kecoa. Annisa yang mendengar teriakan Rain pun keluar dari kamarnya menemui Rain.


" Ada apa Rain? " tanya Annisa dengan wajah khawatir.


"itu.. kecoa " ucap Rain menunjuk kecoa yang berada di lantai.


" Hahahaha.. " Annisa tertawa.


Seorang CEO tampan yang terkenal dingin dan pemarah takut akan seekor kecoa. Hal itu tentu saja hal yang terlucu bagi Annisa.

__ADS_1


" Hentikan tertawamu, tidak lucu " ucap Rain.


" Iya.. iya.. sebentar aku usir dulu kecoa nya " Annisa mengambil kecoa yang ada di lantai dan membuangnya.


" sudah, sekarang kembalilah tidur " pinta Annisa.


" kau yakin kecoa nya sudah tidak ada lagi? " tanya Rain.


" Iya, kurasa begitu. Tidurlah Rain, aku sudah mengantuk. Bukannya besok kau juga harus bekerja " ucap Annisa lalu berjalan ke kamarnya.


Annisa tidak tau jika Rain mengekor di belakangnya.


" loh Rain, kenapa kau mengikuti ku "


" aku ingin tidur di sini juga " ucap Rain dan langsung masuk begitu saja ke dalam kamar Annisa.


" Apa yang kau lakukan Rain? "


" Aku tidak ingin tidur di kamar itu, Aku ingin di sana saja "


" Rain.. Rain, baiklah biar aku saja yang ke kamar sebelah " ucap Annisa.


" Tunggu, tidak perlu Annisa. Tidur saja di sini bersama ku " pintar Rain, Rain takut jika kecoa kembali datang dan ada juga di kamar Annisa.


" Maksudmu kita tidur berdua? tidak.. tidak.. jangan-jangan ini akalan mu saja ya Rain, jangan modus " ucap Annisa.


" Tolonglah Annisa, bukankah kita suami istri, jadi tidak masalah kan jika kita tidur berdua. Aku berjanji tidak akan berbuat macam-macam kepadamu. Aku hanya takut jika kecoa kembali datang dan menggangguku " ucap Rain dengan wajah memelas.


Annisa tekekeh mendengar ucapan Rain, terlihat jika Rain memang sangat takut dengan kecoa.


" Baiklah, tapi berjanjilah jangan berbuat macam-macam denganku "


" Iya, kau tenang saja "


" baiklah, kalau begitu tidurlah di kasur, Aku tidur di bawah " Annisa menggelar karper di lantai, lalu ia berbaring dengan memberi jarak sebuah bantal guling di antara dirinya dan Rain.


Rain tersenyum tipis, sungguh ia memang sangat takut akan kecoa. Dan ia senang Annisa ingin menemaninya. Ia pun mulai memejamkan kedua matanya, begitu pula dengan Annisa. Mereka berdua kini berada di alam mimpi mereka masing-masing.


**Bersambung..


Rain beneran takut kecoa atau modus ya.. 😁

__ADS_1


jangan lupa like nya ya teman-teman.. dan jangan lupa singgah di kolom komentar 🥰**


__ADS_2