Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 93


__ADS_3

Sebuah keramaian terjadi pagi ini di perusahaan LINCOLN GROUP yang tak lain adalah milik Rain.


Kehadiran Tante Sarah membuat para karyawan di sana bertanya - tanya. Apalagi mereka semua di minta untuk berkumpul di meeting room.


Dan yang terkejut juga bukan hanya para karyawan di sana, melainkan juga Reyhan.


Sehari sebelum Tante Sarah mengunjungi perusahaan, Tante Sarah sudah memberi tahu Reyhan bahwa ia akan berkunjung ke perusahaan. Namun tidak mengatakan kalau akan mengadakan rapat seperti ini.


" Maaf Tante Sarah, kalau boleh tahu untuk apa kita harus mengumpulkan semua karyawan ? apakah ada hal yang penting ? "


Tante Sarah tersenyum, " tentu Reyhan, sudah saatnya kita menentukan pemimpin yang akan menggantikan posisi Rain "


Reyhan membulatkan kedua matanya mendengar ucapan Tante Sarah.


" Tapi..maaf Tante, apakah ini tidak terlalu cepat ? "


" Tidak Rey, kita tidak harus terus menerus terpuruk, sedangkan perusahaan selalu berjalan setiap harinya. Kita butuh pemimpin yang bisa menghandle perusahaan, karena inilah salah satu milik Rain yang harus kita pertahankan. Jangan sampai semua yang sudah Rain bangun selama ini hancur begitu saja "


Reyhan terdiam, ia berpikir bagaimana caranya untuk menunda semua ini. Karena sebenarnya Rain masih hidup, tidak boleh ada yang menggantikan posisi Rain. Kalaupun ada yang menggantikan posisi Rain untuk sementara ini yang tebaik adalah Kayla, karena Kayla adik kandung Rain.


Seketika Reyhan ingin berkata dan memberi tahu Tante Sarah bahwa Rain masih hidup. Namun Reyhan ingat kalau Rain memintanya untuk merahasiakan semua ini agar bisa mengetahui dan mendapatkan dalang dari kejahatan yang di tujukan kepada Rain.


" Kalau begitu dimana Kayla , Tante. Dia harus ikut juga dalam meeting ini "


" Kayla ? untuk apa Rey ? "


" Untuk menggantikan posisi Rain, bukankah yang terbaik untuk menggantikan posisi Rain adalah Kayla , Tante "


Tante Sarah tertawa kecil mendengar ucapan Reyhan.


" Kayla itu masih kecil, Rey. Dia tidak tahu apa-apa. Bagaimana bisa dia memimpin perusahaan ? "


" Aku rasa dia bisa , kita bisa membimbing nya "


" Kita tidak butuh banyak waktu untuk itu Rain, kita harus bergerak cepat. Apalagi kita tahu sendiri kalau Kayla mengambil jurusan pendidikan yang sangat berbeda dari Rain. Kayla tidak memiliki dasar manajemen yang baik , Butuh waktu yang lama untuk memulai nya "


" Aku yakin Kayla pasti bisa, Tante. Aku akan mengajari nya "


Tante Sarah merasa kesal karena Reyhan selalu menjawab ucapan nya. Dan justru mengajaknya berdebat.


Tante Sarah beranjak dari duduknya lalu berjalan ke arah Reyhan.


" Sudahlah Reyhan, bukankah kamu hanya anak buah di sini ? aku Tante nya Rain, jadi aku lebih berkah untuk memutuskan semuanya "


Tante Sarah tersenyum sini setelah mengucapkan hal itu kepada Reyhan, lalu pergi meninggalkan Reyhan.


" Kenapa kecurigaan ku kini kepada Tante Sarah semakin dalam ? tapi apa mungkin dia tega melakukan semua ini kepada Rain " batin Reyhan.

__ADS_1


Reyhan merogoh ponselnya dan berusaha untuk menghubungi Rain.


*****


Di tempat lain, Rain juga berusaha menghubungi Reyhan. Karena tempat tinggal mereka terpencil, membuat Rain harus keluar dari pesantren dan mencari tempat yang lebih tinggi agar bisa menghubungi Reyhan.


Arkana yang sedang melihat Rain, diam-diam mengikuti Rain hingga keluar dari pesantren.


Rain pun merasa curiga, lalu ia menoleh ke belakang. Namun Arkana dengan cepat menghilang dari balik pepohonan agar Rain tidak tahu bahwa dirinya mengikuti Rain.


Rain kembali melanjutkan perjalanannya setelah melihat tidak ada siapa-siapa atau orang yang berada di belakangnya.


Melihat Rain yang sudah kembali melangkah, Arkana keluar dari balik pepohonan dan kembali mengikuti Rain. Semakin jauh, tanjakan yang mereka lalui semakin tinggi, membuat Arkana mulai kelelahan.


" Arghhhh..... "


Suara teriakan Arkana, membuat Rain terkejut.


Arkana terpeleset saat menaiki tanjakan yang tinggi, tanah liat yang basah membuat Arkana tergelincir.


Rain yang sudah berada di puncak , kembali turun untuk menemui Arkana. Tanpa melihat pun, Rain sudah tahu bahwa suara teriakan itu adalah Arkana.


" Arkana.... "


Wajah Rain terlihat khawatir, melihat Rain datang, Arkana segera menyeka air matanya. Kedua lutut nya mengalami luka lecet, dan membuat Arkana menangis. Namun melihat Rain datang, ia segera menyeka nya.


" Tidak Paman, aku hanya tergelincir, tanah ini licin sekali "


Arkana mencoba menahan rasa sakitnya, sejak kecil Arkana selalu seperti itu, ia tidak pernah menunjukkan kesedihan nya di depan orang lain. Bahkan di depan ibunya sendiri.


" Lututmu terluka "


Rain menggendong Arkana dan membawa Arkana turun dari tanjakan yang licin.


Karena tidak ada air untuk membasuh luka di lutut Arkana, Rain hanya merobek sebagian bajunya lalu ia balut untuk menutupi luka di lutut Arkana.


" Kenapa kamu ke sini ? kamu mengikutiku ? " tanya Rain sembari membalut luka Arkana.


" Aku hanya khawatir, Paman. Paman menuju hutan, aku takut kalau paman tersesat "


" Tapi ini bahaya Arkana, lihat lutut mu terluka "


" Maafkan aku , Paman. Maaf aku selalu menyusahkan mu "


Rain menatap wajah Arkana, lalu mengusap lembut wajah Arkana.


" Jangan mengkhawatirkan ku, aku sudah dewasa untuk berjalan sendiri , lain kali jangan seperti ini, mengerti !! "

__ADS_1


" Tetap saja Paman, aku yang terlebih dahulu tinggal di sini, dan aku lebih tahu tempat ini "


Rain tersenyum tipis mendengar ucapan Arkana, Arkana kembali mengingatkannya tentang Annisa dimana Annisa selalu bisa menjawab setiap apa yang di ucapkan oleh Rain. Dan selalu mengajak Rain berdebat.


" Baiklah jagoan, kamu menang. Kamu memang penguasa tempat ini " ucap Rain , lalu Rain beranjak dan berjongkong membelakangi Arkana.


" Ayo naik !! " pinta Rain agar Arkana mau naik ke punggung nya.


" Tidak perlu Paman, aku bisa berjalan "


" Lututmu sedang terluka, bagaimana kamu bisa berjalan. Ayolah naik sekarang !! "


" Tidak Paman, nanti aku akan menyakiti mu. Luka di punggungmu bisa berdarah lagi "


" Luka ku sudah sembuh, kamu bisa melihatnya "


Rain membuka kaosnya, dan memperlihatkan luka di punggungnya yang sudah mengering.


" Kamu lihat sendiri kan ? ayo naik , aku akan membawamu pulang "


Arkana naik ke punggung Rain, Arkana tersenyum karena ia merasa senang bisa kembali di gendong oleh Rain.


" Kenapa tersenyum? " tanya Rain.


" Paman bisa melihat kalau aku tersenyum? "


" Tentu, Paman ini orang nya hebat, bahkan paman bisa tahu isi hati mu "


Arkana tertawa kecil, " Paman sangat sombong " ucap Arkana.


*****


" Annisa...Annisa... "


Mengetahui Arkana tidak ada di dalam rumah, Ummi pun mencari keberadaan Arkana. Dan pencarian terakhir nya adalah Annisa, karena Ummi mengira Arkana sedang bersama Annisa yang tengah mengajar para santriwati.


" Iya ada apa Ummi ? "


" Ummi hanya mencari Arkana, ummi kira ia bersama mu "


" Arkana ? Arkana tidak ada di rumah , Ummi ? "


" Iya , Annisa. Tapi kamu tidak perlu khawatir nak. Lanjutkan saja dulu mengajar anak-anak, biar Ummi mencarinya "


" Baiklah Ummi "


Ummi shofiah kembali mencari Arkana, dan betapa khawatir nya Ummi saat mendengar dari beberapa santri yang mengatakan kalau mereka melihat Arkana keluar dari pesantren.

__ADS_1


__ADS_2