Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 48


__ADS_3

Karena Tante Sarah adalah keluarga Rain yang tersisa, Rain juga ingin membagi kebahagiaannya.


Rencana nya hari ini Rain akan membawa Annisa ke kediaman kedua orangtuanya yang kini di tempati oleh Tante Sarah dan Iyas.


Tante Sarah pun sibuk sekali , sudah lama sekali Rain tidak mengunjungi nya ke rumah. Dan ia begitu antusias dengan menyiapkan berbagai makanan dan minuman yang banyak dan lezat untuk Rain.


" Waww...ada acara apa Bu, banyak sekali makanannya " ucap Iyas sembari mencomot satu buah ayam goreng dan langsung memakannya.


" Kau ini Iyas..baru datang , belum cuci tangan , belum mandi, udah langsung pegang makanan " ucap Tante Sarah memarahi Iyas.


"Sorry Bu, hmm..enak sekali, kalau begitu aku makan dulu Bu, aku sudah sangat lapar " ucap Iyas.


" Eittt...tunggu dulu, sekarang kamu mandi , Pakai pakaian yang rapi, kalau Rain sudah datang baru kita makan " pinta Tante Sarah.


" Rain ?? untuk apa dia datang ke sini ? untuk apa juga menyiapkan semua ini untuknya " ucap Iyas.


" Jangan seperti itu Yas, Rain sudah lama sekali tidak ke rumah , jadi kita harus menyambutnya ", ucap Tante Sarah.


" Ibu terlalu berlebihan " ucap Iyas kesal.


" Shutt...jangan berkata seperti itu Iyas " ucap Tante Sarah, mengelus lembut pipi Iyas dengan tersenyum tipis.


" Rain..Rain..Rain..menyebalkan ", ucap Iyas lalu beranjak menuju kamarnya.


****


" Sudah siap ? " tanya Rain, memeluk Annisa dari belakang , dan menyandarkan dagunya di pundak Annisa. Annisa merasa gugup saat mendapat pelukan tiba-tiba dari Rain.


" Sudah... Ayo kita pergi ", ucap Annisa, membalik badan dan kini mereka berdua saling berhadapan.


Rain menatap dalam Annisa, Annisa tetap terlihat cantik walaupun hanya dengan sedikit polesan di wajahnya.


Rain pun mengecup lembut kening Annisa, Annisa kembali terkejut dengan sikap Rain.


" Ayo kita pergi " ucap Rain setelah cukup lama mengecup kening Annisa , Rain meraih tangan Annisa dan menyatukan jemari tangannya dengan jemari tangan Annisa dan mereka berdua keluar dari apartemen.

__ADS_1


Annisa di buat takjub saat tiba di kediaman Rain. Rumah bak istana dengan pagar yang sangat tinggi dan megah. Pagar rumah tersebut langsung terbuka saat mobil yang di kendarai Rain dan Annisa tiba di depan rumah.


" Ayo turun " ucap Rain saat membuka pintu mobil dan membantu Annisa untuk turun.


Annisa pun menerima aluran tangan Rain dan turun dari mobil. " Ini rumah mu Rain ? " tanya Annisa tak percaya.


" Iya Annisa " jawab Rain lalu tersenyum.


Rain membawa Annisa masuk kedalam rumahnya. Dan Annisa kembali takjub saat melihat isi dalam rumah Rain yang terlihat sangat luas dan terdapat barang-barang mewah di dalamnya.


Dan pandangan Annisa terhenti saat melihat sebuah pigura besar yang terdapat foto Rain dengan seorang wanita yang cukup muda dari Rain, wanita itu sangat cantik dan terdapat kemiripan dengan Rain.


" Welcome Rain... ", ucap Tante Sarah saat mengetahui kedatangan Rain. Senyum lebar saat menyambut kedatangan Rain pun sirna saat melihat Rain yang ternyata datang bersama Annisa.


" Tante Sarah " ucap Rain lalu memeluk Tante Sarah, Rain begitu merindukan Tante Sarah, ia sudah menganggap Tantenya itu seperti ibunya sendiri.


Annisa terdiam dan melihat ke arah Rain dan Tante Sarah, saat berpelukan dengan Rain, Tante Sarah menatap tajam Annisa , Rain tidak melihat hal itu karena Rain membelakangi Annisa.


" Bagaimana kabarmu sayang , Tante senang sekali kau datang ke sini " ucap Tante Sarah.


" Rain baik Tan, oh ya Tan, Rain ke sini bersama Annisa " ucap Rain , berjalan ke arah Annisa dan membawa Annisa ke hadapan Tante Sarah.


" Oh ya Rain, Tante sudah masak , kamu pasti lapar kan. Ayo kita makan " ajak Tante Sarah tanpa memperdulikan Annisa. Namun Rain justru beralih ke Annisa, meraih tangan Annisa dan ikut membawa Annisa bersama ke ruang makan.


Tante Sarah tersenyum kecut melihat Rain, ia tidak tahu jika Rain datang bersama Annisa. Pasalnya Rain hanya memberi tahu jika ia akan datang, tapi tidak mengatakan jika bersama Annisa.


" Lihat Rain, Tante memasak makanan kesukaan kamu " ucap Tante Sarah.


" Terima kasih Tante, Annisa juga selalu memasak makanan kesukaan Rain di apartemen Tan. Annisa sangat pintar memasak " ucap Rain lalu menatap Annisa.


Annisa tersenyum dan senang karena Rain memujinya. Sedangkan Tante Sarah sangat tidak menyukai hal itu.


" Oh..jadi..begitu.. " Tante Sarah benar-benar geram , ia akan mempertanyakan hal ini nanti kepada Rain. Karena setahu Tante Sarah, Rain sudah tidak tinggal bersama Annisa, dan semua ini , pernikahan mereka, semua hanya keterpaksaan. Dan sekarang, bagaimana Rain dan Annisa bisa kembali bersama ?


" Hei..Rain... " sapa Iyas yang baru saja tiba di ruang makan.

__ADS_1


Iyas duduk tepat di depan Annisa, Iyas memperhatikan Annisa, membuat Annisa merasa tidak nyaman.


" Kau Annisa kan ? kakak iparku, apa kabar ? sudah lama sekali kita tidak bertemu " ucap Iyas.


Annisa hanya menjawab pertanyaan Iyas dengan senyuman, dan Rain melihat itu.


Mereka pun memulai makan malam mereka sembari berbincang. Dan yang paling banyak bicara adalah Tante Sarah dan juga Iyas, kedua ibu dan anak itu memang sama - sama memilki sifat yang sama. Sedangkan Rain lebih banyak diam, ia hanya berbicara seadanya dan menjawab seadanya pertanyaan yang di lontarkan Tante Sarah. Begitulah memang Rain sejak dulu, kecuali bila bersama Annisa, semua terbanding terbalik.


Selesai makan malam, Tante Sarah mengajak Rain ke ruang keluarga. Sementara Annisa ke toilet. Tante Sarah tidak bisa lagi menyimpan rasa penasarannya mengenai kebersamaan Rain dan Annisa.


" Ada apa Tante ? apa yang ingin Tante bicarakan " tanya Rain.


" Tante hanya ingin meminta penjelasan mu Rain ? bagiamana bisa kau bersama Annisa ? bukankah kau bilang kepada Tante, kalau Kau dan Annisa sudah tidak tinggal bersama "


Rain tersenyum dan mengajak Tante untuk duduk.


" Apa yang Tante lihat sudah menjadi jawaban dari pertanyaan Tante. Aku mencintai Annisa , dan kami akan selamanya bersama Tante " jawab Rain.


Deg....


Seketika Tante Sarah terkejut, " Tapi Rain, apa kau yakin ? kau tidak salah kan Rain ? " tanya Tante Sarah.


" Tidak Tante , aku tidak salah mencintai Annisa "


" Kau sudah berpikir panjang Rain, bagaimana jika dia sama halnya dengan Sania " ucap Tante Sarah.


Mendengar nama Sania membuat Rain meradang , ia sudah tidak ingin mendengar nama Sania lagi. Dan kenapa Tante Sarah harus menyamakan Annisa dengan Sania.


" Kenapa Tante berbicara seperti itu " ucap Rain dengan sedikit meninggikan suaranya. Rain yang sangat mudah emosi pun mulai meradang.


Mendengar suara Rain yang sedikit tinggi, membuat Tante Sarah takut dan mengerti jika ia sudah salah berbicara.


" Tenang Rain, maafkan Tante, bukan maksud Tante seperti itu. Kau tau kan Rain, Tante menyayangimu , Tante tidak ingin kau terluka " ucap Tante Sarah.


" Jangan samakan Annisa dengan Sania Tante, aku sudah tidak ingin mendengar nama wanita itu lagi, aku mengerti, aku juga menyayangi Tante " ucap Rain lalu memeluk Tante Sarah.

__ADS_1


" Baiklah, aku kan mencari cara lain " batin Tante Sarah.


Bersambung...


__ADS_2