
Kayla memperhatikan penampilan Annisa dari ujung kepala hingga ujung kaki. Kayla merasa Annisa harus sedikit memperbaiki penampilannya.
Annisa melihat Kayla yang sedang memperhatikannya, Annisa tersenyum. " Ada apa Kay ? Kenapa melihatku kakak seperti itu "
" Tidak kak, apa Kak Annisa merasa nyaman dengan pakaian yang kakak pakai ? "
Annisa memanyunkan bibirnya , lalu memperhatikan pakaian yang ia pakai. Annisa memakai rok plisket berwarna coklat, di padukan dengan Tunik berwarna senada , kemudian memakai hijab syar'i yang menutupi hampir seluruh tubuhnya.
" Nyaman, sangat nyaman. Hmm..apa menurutmu penampilan kakak aneh ? "
" Tidak kak, hmm..apa pakaian kak Annisa semua seperti ini ? "
Kayla beranjak dan langsung membuka lemari pakaian Annisa , Kayla menggeleng - gelengkan kepalanya melihat pakaian Annisa yang menurutnya kurang modis.
" Apa kak Rain pernah membelikan kak Annisa pakaian? "
Annisa tersenyum kemudian menggeleng kan kepalanya.
" Dasar kak Rain, kalau begitu bagaimana kalau kita jalan - jalan sekarang kak ? kita akan mencari pakaian yang bagus untuk kak Annisa "
" Tidak perlu Kay, kakak sudah nyaman dengan pakaian yang ada, lagipula tidak baik jika terlalu banyak menyimpan pakaian, ini saja sudah cukup " tunjuk Annisa pada gantungan pakaian yang ada di lemarinya.
" Bukan begitu kak, pakaian yang ada di lemari ini sudah bagus, hanya saja kak Annisa harus mencari pakaian yang lebih bermodel, kak Annisa kan istrinya seorang konglomerat, jadi harus berpakaian layaknya seorang konglomerat, istri dari seorang CEO kaya yaitu kak Rain "
Annisa terkekeh mendengar penjelasan Kayla.
" Kak Annisa kenapa tertawa, aku bersungguh sungguh kak, kita pergi sekarang ya kak "
Kayla menarik lengan Annisa, dan memohon kepada Annisa agar mau di ajak jalan olehnya.
" Kakak tidak bisa Kay, kak Rain memerintahkan kakak untuk tidak kemana-mana, kamu mengerti kan ? "
" Tapi kak, kak Annisa pergi bersama ku, tidak bersama orang lain. Lagipula tidak perlu khawatir kak, Kak Annisa sudah lama berada di kota, dan selama beberapa Minggu ini hanya di rumah saja bukan, kak Annisa harus sedikit merasakan refreshing "
" Kayla, kakak tidak akan kemana-mana tanpa seijin kakakmu Rain "
" Baiklah, kalau begitu biarkan aku yang meminta ijin "
Kayla mengambil ponselnya dan menghubungi Rain, namun Rain tidak mengangkat telepon darinya karena Rain sedang melaksanakan meeting bersama beberapa rekan bisnisnya.
" Hallo Kak Rain, bolehkan aku mengajak kak Annisa untuk jalan-jalan hari ini , iya kak, hanya sebentar, aku juga akan mengajak Arkana bersama kami "
" Oh..oke, terima kasih kak Rain "
Kayla menutup sambungan teleponnya. " Kak Rain sudah mengijinkan kak, ayo kita pergi "
" Yang benar Kay ? " Annisa merasa tidak yakin karena Rain secepat itu memperbolehkan mereka untuk keluar rumah.
" Benar kak, ayo cepat bersiap "
Annisa pun mau tak mau mengikuti kemauan Kayla, karena suaminya sudah memberikannya ijin.
__ADS_1
Kayla tidak membawa Annisa dan Arkana ke butik miliknya, melainkan ke butik lain yaitu milik salah satu temannya. Karena di butik temannya itu menjual banyak sekali pakaian - pakaian muslimah, tidak seperti butik Kayla. Dan untuk selanjutnya, Kayla akan mengisi butiknya dengan berbagai pakaian muslimah juga.
" Ini butik milik kamu Kay ? "
" bukan kak, ini milik teman aku , ayo kita turun kak. Arkana ayo "
Kayla mengajak Annisa masuk kedalam butik itu, Arkana berjalan bergandengan dengan Annisa.
" Hai Kay... "
Seorang wanita cantik yang juga berhijab datang menghampiri mereka dan menyapa Kayla.
" Hai Laras.. "
Kayla dan Laras saling berpelukan.
" Laras, kenalkan ini kakak ipar aku , namanya Annisa "
" Maa syaa Allah, jadi ini istrinya kak Rain yang kamu ceritakan kemarin "
Rencana Kayla untuk membawa Annisa ke butik milik Laras tentu sudah Kayla rencanakan sejak lama, dan Kayla sudah memberi tahu Laras mengenai Annisa sebelumnya.
" Salam kenal Kak Annisa, nama aku Laras "
" Salam kenal juga Laras "
Annisa dan Laras saling berjabat tangan, setelahnya Laras melirik Arkana, kemudian berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan Arkana.
" Hallo anak tampan, kamu pasti Arkana bukan ? "
Arkana melipat kedua tangannya di depan Laras, Laras tersenyum melihat betapa sopan nya Arkana kepadanya.
" Manis sekali...salam kenal juga sayang "
Laras mencubit pelan pipi gembul Arkana, membuat Arkana sedikit tidak nyaman, sedangkan Laras begitu gemas melihat Arkana.
" Gimana kalau kita langsung saja Laras, kamu tidak bisa lama "
" Baiklah, ayo ikut aku masuk ke dalam "
Laras mengajak mereka masuk dan naik ke lantai dua butik tersebut.
" Aku sudah ceritakan kepadamu kan Laras, aku mau beberapa gamis yang cantik untuk kak Annisa yang juga terlihat mewah "
" Tenang, aku sudah menyiapkannya "
Annisa berjalan mendekati Kayla dan berbisik sesuatu di telinga Annisa.
" Kay, apa ini tidak berlebihan "
" Tidak kak, tenang saja "
__ADS_1
Laras pun memperlihatkan beberapa gamis pilihan terbaik nya untuk Annisa.
" Bagaimana? Bagus tidak ? "
" Waw..manis sekali , bagaimana kak Annisa ? "
Annisa terdiam sembari melihat gamis cantik di depannya, terlihat manis namun corak gamisnya terlalu glamor dan Annisa tidak terlalu menyukai nya.
" Ummi tidak menyukai pakaian yang terlalu bercorak - corak atau banyak gambar bunga nya seperti itu Onty "
Tanpa Annisa jawab, Arkana sudah terlebih dahulu mengutarakan pendapatnya.
" Benarkah ? "
" Benar, Ummi suka pakaian yang berwarna gelap seperti hitam, coklat, atau abu. Ummi juga lebih suka pakaian yang polos, tidak bergambar seperti itu "
" Hmmm..Kayla, Arkana manis sekali, kamu begitu perhatian sekali dengan ibumu sayang , aku jadi ingin punya anak seperti Arkana "
" Punya anak ? punya suami dulu Laras " ucap Kayla.
" Iya..iya,, cari suami dulu kalau begitu "
Annisa hanya terkekeh melihat Laras dan Kayla.
" Tunggu sebentar ya kak Annisa "
Laras meninggalkan mereka untuk mengambil beberapa gamis yang sesuai seperti apa yang di sukai Annisa.
Tak lama Laras datang dengan membawa beberapa gamis yang sesuai dengan apa yang Annisa inginkan. Walaupun warna gamisnya hanya polos saja, namun kesan mewahnya tak hilang.
" Bagaimana? Kalau yang ini pasti sesuai yang di inginkan oleh kak Annisa "
" Bagaimana kak Annisa ? "
" Iya, gamisnya cantik sekali Kay, Laras "
" Yes...pilihanku memang selalu tepat kak, oh ya aku juga sudah bawa beberapa phasmina untuk Kak Annisa pakai, ada beberapa jilbab yang sepasang dengan cadarnya juga kak, yang ini bisa kakak pakai sehari - hari di dalam rumah "
" Phasmina ? Apa ini cocok untuk kakak ? " tanya Annisa.
" Cocok kak, Phasmina ini ukurannya panjang kak, jadi kalau di pakai masih bisa menutupi dada dan juga bokong, tetap terlihat syar'i kak Annisa "
" Kalau begitu langsung di coba kak " pinta Kayla.
Laras pun mengajak Annisa untuk berganti pakaian, dan mencoba salah satu gamis dan phasmina koleksinya.
Sembari menunggu, di luar ruangan, Kayla tengah sibuk mencoba beberapa jilbab dan phasmina yang ada di sana, Kayla mulai tertarik untuk ikut memakai jilbab.
" Bagaimana Arkana ? Apa Onty terlihat cantik ? "
" Tentu Onty, lebih cantik lagi kalau Onty berpakaian seperti Ummi, di tambah jilbab yang Onty kenakan sekarang "
__ADS_1
" Hmm...kamu memang pandai sekali berbicara Arkana , baiklah Onty juga akan membeli beberapa gamis dan jilbab ini "
Arkana tersenyum melihat Kayla yang tengah berlenggak lenggok di depan cermin sembari mencoba gamis dan beberapa jilbab yang ada di sana.