Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 68


__ADS_3

Hampir sebulan akhirnya Rain kembali ke kantornya untuk bekerja. Kini luka di kaki Annisa benar-benar pulih. Maka dari itulah Rain sudah kembali bekerja.


Setelah membersihkan apartemen, Annisa merasa bosan karena tidak ada lagi yang ia kerjakan. Di apartemen ia hanya seorang diri karena Kayla telah kembali ke luar negeri beberapa hari yang lalu.


Karena bosan , Annisa memilih untuk menonton televisi. Kebetulan televisi nya saat ini sedang menayangkan tentang acara masak memasak. Melihat Chef yang ada di televisi sedang membuat manisan dari jambu dan mangga muda. Membuat Annisa ingin sekali mencicipinya.


" Aku jadi mau manisan ? "


Annisa melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 2 siang, Annisa mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Rain.


" Assalamualaikum "


" Wa'alaikumussalam "


" Mas, jam berapa pulang ? "


" mungkin sekitar jam 4 atau jam 5 sore. Ada apa ?? " tanya Rain.


" Oh , begitu " Annisa memanyunkan bibirnya, padahal ia berharap Rain segera pulang karena ia ingin Rain membelikannya mangga muda dan juga jambu.


" Apa yang kamu inginkan Annisa ? " tanya Rain seolah tau apa yang ada di pikiran Annis saat ini.


Annisa terdiam sejenak, selama ini ia tidak pernah meminta sesuatu kepada Rain. Tapi ia sangat ingin makan mangga muda dan jambu seperti yang ia lihat di televisi.


" Aku..aku ingin makan mangga muda dan juga jambu Mas. Kalau Mas pulang, bawa itu ya " pinta Annisa.


" Baiklah, kalau aku sudah pulang bekerja. Aku akan membelinya "


" Makasih mas "


Annisa tersenyum senang, dan ia akan menunggu Rain pulang membawakannya mangga dan juga jambu.


" Apa jadwal ku selanjutnya Rey ? " tanya Rain.


" Jam 3 ada meeting bersama Prakasa group, kemudian jam 4 ada jadwal temu dengan Wijaya Group "


Rain menggigit bibir bawahnya, sepertinya ia akan terlambat pulang karena jadwalnya yang padat.


" Rey, aku minta belikan aku mangga muda dan juga jambu , dan antarkan ke apartemen ku sekarang "


Reyhan mengerenyitkan keningnya mendengar permintaan Rain.

__ADS_1


" Baiklah Rain, aku akan menyuruh orang untuk pergi membelinya dan mengantarkannya ke apartemen mu "


Sejam menunggu, Annisa di kejutkan dengan suara bel yang berbunyi. Ia kembali melirik ke arah jam dinding yang masih menunjukkan jam 3 sore, belum waktunya untuk Rain pulang.


Bel kembali berbunyi, Annisa membuka pintu dan kembali terkejut melihat seseorang yang membawakan dua kantong plastik besar.


" Permisi Bu, saya ingin mengantar pesanan "


" Pesanan ? "


" Ya Bu "


" Baiklah, terima kasih "


Annisa menerima dua kantong plastik besar yang di berikan oleh kurir tersebut, Annisa menaruhnya di atas meja. Dan ternyata dia kantong plastik besar itu berisi mangga muda dan juga jambu.


" Banyak sekali " ucap Annisa.


Dritt..Dritt..


Dering ponsel Annisa berbunyi, dan Annis segera mengambil ponselnya.


" Mangga dan jambunya Mas Rain yang kirim ? " tanya Annisa.


" Iya, kamu sudah terima ? "


" Sudah Mas, tapi banyak sekali "


Annisa kembali memperhatikan Mangga dan jambu yang ada di depannya. Sangat banyak sekali, Rain membelikannya untuk Annisa tidak tanggung - tanggung.


" Kamu bisa makan sepuasnya Annisa, maaf aku mungkin pulang terlambat. Jadi aku meminta seseorang untuk mengirimnya, aku takut kamu terlalu lama menunggu "


" Iya Mas, terima kasih "


" All for you Annisa, aku akan pulang terlambat, jangan menungguku dan segeralah tidur "


" Baik Mas "


sambungan telepon Annisa dan Rain terputus.


Melihat mangga muda dan jambu, membuat Annisa sudah tak sabar. Ia segera mengeksekusi mangga dan jambu tersebut, karena banyak, Annisa mengolahnya menjadi manisan yang ia simpan di dalam kulkas.

__ADS_1


Ting..tong..Ting..tong..


Tak lama bel apartemen kembali berbunyi, Annisa yang sedang asyik menikmati manisan buatannya terpaksa harus menghentikan sejenak dan pergi untuk melihat siapa yang datang menemuinya.


Annisa melihat di lubang kecil yang ada di pintu, ia melihat Tante Sarah yang saat ini berdiri di depan pintu. Annisa menghembuskan nafas panjang melihat Tante Sarah.


" Aku buka tidak ya ? " batin Annisa.


Ting..tong..Ting..tong..


Tante Sarah kembali memencet pintu bel, bahkan memencetnya dengan cepat. Annisa terpaksa membukakan pintu untuk Tante Sarah.


" Akhirnya di buka juga, kamu sengaja ya buka pintunya lama. Kamu senang melihat ku menunggu "


Baru saja di bukakan pintu, Tante Sarah sudah memarahi Annisa. Tante Sarah bahkan masuk begitu saja tanpa seijin Annisa.


" Ada apa Tante ? " tanya Annisa.


Tante Sarah memandang Annisa dari ujung kepala hingga ujung kaki.


" Kamu pasti sudah tau alasan aku kemari ? " ucap Tante Sarah.


" Aku sudah katakan Tante, aku tidak akan meninggalkan Rain "


Tante Sarah memperhatikan manisan yang ada di atas meja. Tante Sarah meninggikan satu alisnya melihat manisan tersebut.


" Tidak mungkin " batin Tante Sarah.


" Baiklah, kalau kamu terus terusan dengan pendirianmu. Kamu lihat saja nanti apa yang bisa aku lakukan "


Tante Sarah lalu berlalu dan pergi meninggalkan Annisa.


" Aneh sekali, biasanya Tante Sarah akan berbicara banyak " ucap Annisa lalu menutup pintu apartemen.


****


Di dalam mobil, Tante Sarah terlihat panik. Melihat manisan yang ada di atas meja , membuat Tante Sarah terkejut dan ia berpikir kalau Annisa sedang hamil. Suatu musibah baginya karena jika Annisa hamil, maka semakin sulit untuknya membuat Rain dan Annisa berpisah.


" Tidak, ini tidak boleh terjadi " ucap Tante Sarah.


Tante Sarah merogoh ponselnya dan menghubungi seseorang. Ia tampak serius berbicara dengan seseorang lewat sambungan teleponnya. Dan saat terkahir Tante Sarah tersenyum dengan sedikit menyunggingkan senyumnya. Senyum licik yang di perlihatkan oleh Tante Sarah.

__ADS_1


__ADS_2