Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 33


__ADS_3

Annisa duduk bersimpuh di depan makan Bu Ratna, Bu Ratna di makamkan tepat di samping makam nenek Ana yang juga bersebelahan dengan makan kedua orangtua Annisa.


Annisa masih saja menangis , orang yang ia sayang dan cintai kembali meninggalkannya. Subuh pukul 4 pagi Annisa mendapat telepon dari rumah sakit jika Bu Ratna mulai sadarkan diri dan ia mencari Annisa, ya Bu Ratna sadar bahkan setelah koma panjangnya ia masih mengingat Annisa dan mencari Annisa.


Annisa pun bergegas menuju rumah sakit, tanpa berpamitan kepada Rain ia pun langsung pergi. Bahkan tempat tidurnya saja tak sempat ia rapikan.


Annisa berlari menuju ruang rawat Bu Ratna dengan perasaan yang penuh bahagia, bahkan sepanjang jalan


Annisa mengucap syukur kepada Allah karena telah menyadarkan Bu Ratna.


Namun, ketika sampai di depan ruang rawat, Annisa terdiam melihat banyaknya perawat yang berada di luar dengan wajah sedih mereka, hati Annisa pun mulai tak tenang.


Ia memberanikan diri melangkah masuk kedalam ruang rawat Bu Ratna, dan di sana juga banyak sekali perawat-perawat dan Dokter yang dimana wajah mereka terlihat sedih.

__ADS_1


Dan saat itu Annisa melihat tubuh Bu Ratna sudah di tutupi oleh selimut putih yang menutupi hingga kepala dan wajahnya.


" Ibu Saya... " tanya Annisa.


" Ibu anda sudah meninggal Bu Annisa " ucap salah seorang Dokter yang menjadi penanggung jawab dalam merawat Bu Ratna selama ini.


Dan saat itulah air mata Annisa pecah, ia membuka selimut yang menutupi wajah Bu Ratna, wajah Bu Ratna tampa pucat dan tubuhnya dingin. Tapi terlihat jelas senyuman di wajah Bu Ratna.


" Maafkan Annisa Bu, hiks.. hiks.. hiks.. "


" Ibu.. Ibu bangun, jangan tinggalkan Annisa, hiks.. hiks.. hikss... "


Annisa terus saja menangisi kepergian Bu Ratna, hingga sampai di pemakaman pun ia terus saja menangis. Air hujan yang turun dengan deras pun tak Annisa hiraukan.

__ADS_1


" Ya Allah, sekarang apa yang harus aku lakukan. Penyemangat ku sudah tiada, hanya Bu Ratna lah penyemangat ku selama ini. Hiks.. hiks.. hiks.. " Annisa kembali menangis, rasanya ia tidak ingin ke mana-mana. Semangat hidup Annisa terasa sudah tiada.


" ANNISA "


Annisa terdiam saat mendengar seseorang memanggilnya, Annisa menolehkan kepalanya ke kanan lalu menadahkan kepalanya ke atas, mata yang sudah bengkak ditambah derasnya air hujan yang turun membuat penglihatan Annisa kabur. Annisa mengerjap-ngerjapkan kedua matanya, dan saat tau siapa yang ada di sampingnya ia pun berdiri.


" RAIN "


Rain menarik lengan Annisa lalu membawa Annisa kedalam pelukannya, Annisa terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Rain. Namun Annisa merasa nyaman berada dalam pelukan Rain, Rain mengeratkan pelukannya dan mengelus lembut kepala Annisa. Merasakan itu tangis Annisa kembali pecah, ia menangis sejadi-jadinya bahkan dengan sesegukan di dalam pelukan Rain.


Rain pun ikut merasakan kesedihan yang Annisa rasakan, Rain tidak bisa berkata apapun kepada Annisa. Rain pernah kehilangan kedua orangtua mereka, dan Rain sangat mengerti bagaimana rasanya kehilangan orang yang kita sayang dan cintai. Dengan pelukan ini lah Rain ingin membantu Annisa, membagi rasa sedih mereka bersama-sama.


Rain dan Annisa saling berpelukan di bawah guyuran hujan yang turun dengan derasnya.

__ADS_1


__ADS_2