Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )

Rain & Annisa (Sakinah Bersamamu )
Part 43


__ADS_3

Sudah hampir 1 jam lamanya Annisa berdiam diri di dalam kamar mandi. Dan apa yang kalian tau apa yang Annisa lakukan, jawabannya adalah tidak melakukan apapun. Annisa hanya berdiam diri, sesekali duduk, dan kadang mondar - mandir sendiri di dalam sana.


" Apa yang harus aku lakukan ? apakah aku..ahhh..tidak..tidak..tapi, bagaimana hal itu terjadi, bagaimana jika Rain meminta haknya sebagai seorang suami, tapi...ini terlalu cepat, tidak...ya Allah, bagiamana ini ?? aku juga tidak boleh menolaknya, bukankah sudah sepatutnya seorang istri melayani dengan baik suaminya, memberikan apa yang seharusnya menjadi haknya. itu yang pernah nenek katakan kepadaku. " ucap Annisa sembari mondar - mandir.


Tok..tok..tok..


Annisa terkejut saat Rain mengetuk pintu.


" Annisa, kau baik - baik saja di dalam ? " tanya Rain, Rain khawatir jika terjadi sesuatu dengan Annisa di dalam kamar mandi karena Annisa tak kunjung keluar.


" i..i..ya..sebentar lagi aku keluar Rain " teriak Annisa.


Annisa menatap dirinya di depan kaca, lalu ia menghirup nafas panjang dan mengeluarkannya secara perlahan, terus ia lakukan hingga berulang.


Ceklek...


Pintu kamar mandi terbuka, Rain sudah berada di atas tempat tidur sembari memainkan ponselnya. Entahlah apa yang sedang Rain lihat di ponselnya, yang jelas Rain terlihat sibuk.dan fokus sekali dengan ponselnya itu.


Annisa melangkah pelan , namun kemudian kembali menghentikan langkahnya. Kaki Annisa terasa keram dan ia sangat gugup saat ini.


Rain menoleh ke arah Annisa, " Kenapa berdiam diri di situ, duduklah " pinta Rain sembari menepuk-nepuk kasur.


Annisa pun melangkahkan kakinya , berjalan menghampiri Rain.


" Aku..hmm..kita akan tidur di sini bersama ? " tanya Annisa.


Rain tersenyum mendengar pertanyaan Annisa, ia letakkan ponselnya di atas nakas, lalu tiba-tiba Rain membuka kaosnya. Hal itu membuat Annisa semakin gugup saja, tubuh Rain yang begitu atletis sangat terlihat jelas oleh Annisa.


" Kenapa kau membuka baju mu Rain ? bukannya kamar ini sudah sangat dingin " ucap Annisa.

__ADS_1


" Aku tidak biasa tidur dengan memakai baju, aku terbiasa tidur tanpa baju seperti ini " ucap Rain.


" Ayo tidurlah, sudah larut malam " ucap Rain dan dengan santainya berbaring dengan sebelah tangannya ia lipat dan menumpu kepalanya.


Annisa semakin gugup, ini adalah kali pertamanya tidur dengan seorang laki-laki, dan sekarang di perparah dengan Rain yang tidak memakai baju. Membuat Annisa semakin gugup karena ulah Rain.


" Rain..." teriak Annisa saat Rain tiba-tiba saja menarik tangannya, dan kini Annisa sudah terbaring tepat di atas tubuh Rain.


" Rain apa yang kau..." Annisa belum selesai berbicara saat kedua mata mereka saling bertemu.


Rain dan Annisa saling bertatapan cukup lama. Hingga akhirnya Rain membalik tubuh Annisa, dan kini Annisa berada di bawah kungkungan Rain.


Annisa menutup kedua matanya, dan saat membuka mata, mereka berdua kembali saling tatap.


Semakin lama, Rain semakin mendekatkan wajahnya, sebenarnya bukan hanya Annisa yang merasa gugup, Rain pun merasakan hal yang sama. Melihat wajah Rain yang semakin mendekat, Annisa pun memejamkan kedua matanya.


CUP...


" Aku tidak akan melakukannya malam ini, aku akan menunggu sampai kau siap " ucap Rain dengan senyum manisnya, lalu beranjak dari tubuh Annisa dan berbaring di samping Annisa.


" Tidurlah, besok kau harus bangun pagi dan memasak untukku kan " ucap Rain lalu menutup kedua matanya.


Annisa tersenyum, ia merasa bodoh sekali karena berpikir yang tidak - tidak mengenai Rain dan hal yang akan terjadi malam ini. Annisa merasa lega, dan justru ia semakin yakin jika Rain tulus dan bersungguh-sungguh kepadanya. Tidak hanya memikirkan nafsu atau pun hal lain.


Annisa memperbaiki posisi tidurnya , memiringkan tubuhnya membelakangi Rain. Dan Annisa mulai memejamkan matanya juga, namun baru saja memejamkan kedua matanya, Annisa kembali terkejut saat sebuah tangan melingkar di perutnya dan menariknya mendekat ke arah Rain.


Rasanya Annisa ingin berteriak, namun suara dengkuran halus terdengar. " Rupanya dia sudah tertidur ", batin Annisa.


Annisa pun terdiam merasakan pelukan dari Rain, semakin lama terasa nyaman dan hangat. Dan beberapa menit kemudian Annisa akhirnya tertidur.

__ADS_1


****


Keesokan harinya...


Annisa terbangun saat suara alarm di ponsel Annisa berbunyi , perlahan Annisa mencoba membuka mata. Dan sebuah pemandangan indah yang pertama Annisa lihat. Wajah tampan Rainlah yang Annisa lihat, hidung yang mancung, alis yang tebal, wajah yang bersih dan juga putih. Terlihat sangat sempurna.


" Ya Allah, sungguh indah sekali ciptaan mu. rasanya seperti tidak nyata, sekarang aku sudah menikah dan memiliki suami yang tampan. Di luar sana pasti banyak yang menyukai Rain, dan.. "


Annisa terdiam saat bayangan seorang wanita yang waktu itu pernah ia lihat memeluk Rain tiba-tiba melintas di pikirannya.


" Aku masih saja penasaran dengan wanita itu , apa benar Rain tidak memilki hubungan apapun dengannya "


" Apa kau sedang menikmati wajah tampan ku " ucap Rain lalu membuka kedua matanya dan tentu mengejutkan Annisa.


" Kau..kau sudah bangun Rain " ucap Annisa, Annisa pun segera beranjak, namun Rain menahannya dan justru memeluk Annisa dan membawa Annisa kedalam pelukannya.


" Biarkan seperti ini sebentar Annisa " ucap Rain, dan Annisa pun hanya bisa diam mengikuti perintah Rain.


" ini masih pagi sekali Annisa, matahari pun belum terbit, kenapa kau sudah bangun ? " tanya Rain.


" Sebentar lagi waktu subuh tiba Rain, dan sudah waktunya untuk kita Sholat " ucap Annisa.


Rain melepas pelukannya , " Baiklah , bersiaplah " ucap Rain.


", Kau juga tak bersiap Rain ?? tanya Annisa.


" Tidak , kau saja ", ucap Rain lalu kembali memejamkan kedua matanya.


Terlihat wajah kekecewaan dari Annisa , Annisa berharap Rain juga ikut bersiap melaksanakan sholat subuh dengannya ,menjadi imamnya dalam sholat dan mereka mengerjakan sholat bersama.

__ADS_1


Tapi Annisa tidak bisa memaksa Rain, Annisa hanya akan menasihati Rain perlahan , dan selalu berdoa agar hidayah datang kepada Rain.


__ADS_2