
Pagi-pagi sekali Rain pergi dari Pondok pesantren menuju balai desa, dan sampai di sana Rain meminta bantuan untuk mengantarkannya sampai di jalan raya, hal itu Rain lakukan karena hari ini rencananya ia akan bertemu dengan Reyhan.
Karena masih pagi , hanya terlihat beberapa kendaraan yang berlalu lalang. Rain pun harus menunggu, Rain menunggu Reyhan di balik pepohonan yang ada di pinggir jalan. Sedangkan Bani, seorang remaja yang mengantar Rain , Rain pinta untuk menunggu nya juga namun jaraknya cukup jauh dari Rain. Rain tidak ingin siapa pun tahu kalau Rain menemui Reyhan.
Sekitar dua puluh menit menunggu, Rain melihat sebuah mobil yang berjalan perlahan lalu tak lama berhenti, mobil itu mengedip-ngedipkan cahaya lampunya , Rain tersenyum lalu berjalan perlahan menuju mobil. Dan dengan sigap masuk kedalam mobil.
Reyhan yang melihat kedatangan Rain secara tiba-tiba begitu terkejut. Pasalnya Rain tidak datang dari arah depan, melainkan dari arah belakang mobilnya , maka dari itu Reyhan tidak bisa melihat kedatangan Rain.
" Rain " panggil Reyhan.
Reyhan merasa sedikit takut karena lelaki di depannya tampak sangat misterius dengan memakai topi dan juga masker.
Perlahan Rain membuka masker dan topinya, lalu ia melihat ke arah Reyhan.
" Rey "
Keduanya sama-sama terharu, Rain dan Reyhan pun saling berpelukan di dalam mobil. Dan yang paling terlihat sedih adalah Reyhan, Reyhan bahkan tak bisa menahan air matanya. Reyhan benar-benar bersyukur Rain masih hidup, karena betapa sedih dan sulitnya hidup Reyhan seminggu lalu saat Rain di nyatakan meninggal karena kecelakaan, saat itu mobil Rain terbakar. Dan polisi menemukan mayat Rain yang sudah terpanggang, walaupun wajah Rain tak bisa di deteksi lagi, namun semua bukti DNA dan juga beberapa bukti lainnya menyatakan bahwa mayat tersebut adalah Rain. Maka dari itu Reyhan percaya kalau Rain sudah tiada.
" Aku sangat bersyukur kau selamat Rain "
" Iya, aku juga bersyukur bisa bertemu kembali denganmu "
__ADS_1
Reyhan pun memerhatikan wajah Rain yang terlihat ada beberapa bekas sayatan di kening dan pipi namun sudah tampak kering.
" Wajahmu Rain " ucap Reyhan.
Rain pun menceritakan kepada Reyhan apa yang terjadi kepadanya.
Flashback on
Waktu itu Rain tak sengaja melihat seorang lelaki yang wajahnya sangat mirip dengan lelaki yang ada di foto bersama Annisa. Rain pun mengejar lelaki itu, dan keduanya sempat berkelahi namun Rain lah yang menang.
Rain pun meminta lelaki itu untuk menceritakan semuanya kepadanya, ya awal bertemu dengan lelaki itu Rain tampak tak peduli, namun entah mengapa hati Rain merasa ingin tahu lebih dan ingin bertanya kepada lelaki itu. Dan yang membuat Rain curiga karena saat di datangi, lelaki itu justru kabur dan berlari menjauhi nya, Rain pun akhirnya mengejar lelaki itu.
Tentu hal itu membuat hati Rain tersayat - sayat, Rain begitu merutuki dan menyesali kebodohannya.
Bukannya takut, lelaki yang ada di depan Rain justru tersenyum, ia senang melihat Rain yang terlihat sangat frustasi, lelaki misterius itu sebelumnya pernah bekerja di perusahaan Rain, namun sempat di berhentikan karena ketahuan menyalahgunakan pekerjaan nya. Saat itu Rain datang langsung untuk memarahi nya, itulah mengapa ia begitu bersemangat saat di minta untuk menghancurkan Rain karena ia sakit hati kepada Rain. Rain tidak tahu kalau lelaki di depannya itu dulunya adalah mantan pekerjanya.
" Hahahaha...itulah balasan untuk orang sombong seperti mu " ucap lelaki itu di depan Rain.
Rain yang masih memegang kerah baju lelaki itu tampak marah, kedua mata Rain juga memerah.
" Sialan....aku akan membunuhmu " ucap Rain lalu memukuli lelaki didepannya.
__ADS_1
" Teruskan..bunuh saja aku, setidaknya aku puas, karena aku sudah berhasil membuat mu mati secara perlahan. Karena kesombongan dan kebodohan mu, kamu mencampakkan istrimu sendiri, hahaha..kau akan mati karena perbuatanmu sendiri , kamu bahkan tidak akan bertemu dengan istri mu untuk selamanya "
Lelaki itu kembali tertawa lepas di depan Rain. Rain pun perlahan merenggangkan pegangan tangannya di kerah baju lelaki itu, saat ini Rain memikirkan Annisa.
Dan saat Rain lengah, lelaki itu memukul perut Rain membuat Rain kesakitan dan melepas cengkraman nya.
Lelaki itu pun mengambil kesempatan untuk kabur dari Rain. Rain yang sudah tak berdaya pun tak bisa lagi mengejar lelaki di depannya. Bukan karena sakit di pukul oleh lelaki tadi, melainkan hati dan perasaan Rain yang begitu sakit sehingga membuat Rain tak mampu berdiri. Rain begitu menyesali perbuatannya kepada Annisa.
" Aku harus mencari Annisa, harus " ucap Rain, lalu dengan semangat berdiri dan kembali ke mobilnya untuk mencari Annisa.
Rain pun berjalan mengendarai mobilnya, dan tempat pertama yang Rain ingin datangi adalah tempat tinggal Annisa dahulu. Saat sampai di sana, Rain hanya mendapati Rumah Annisa yang sudah rata dengan tanah karena habis terbakar. Rain pun menangis dan berlutut , hati Rain Kembali sakit karena menyesal, selama ini ia tidak tahu kalau ternyata rumah Annisa sudah terbakar, dan penduduk sekitar pun memberi tahu bahwa kejadian kebakaran tersebut sudah berlangsung lama sejak hampir 6 tahun lalu.
Itu berarti tak lama saat ia meminta Annisa pergi, setelah itu Rain yang bodoh pun benar-benar tidak peduli lagi dengan kondisi istri nya, bahkan rumahnya terbakar dan saat itu Annisa tinggal di mana pun Rain tidak tahu. Bahkan Rain berusaha mungkin untuk tidak mengetahuinya dan tidak ingin lagi berurusan dengan Annisa.
Cukup lama berada di kediaman Annisa, Rain memilih pergi dan kembali berkeliling mencari Annisa, dan saat dalam perjalanan, Rain di iringi oleh dua mobil yang berusaha untuk menghalangi jalannya. Rain sempat beradu di jalanan, namun hingga akhirnya mobil Rain terpaksa masuk ke dalam hutan dan menabrak pohon. Di sanalah Rain mau tidak mau berhadapan dengan orang-orang yang tadi berusaha menghadangnya. Orang-orang itu jumlahnya cukup banyak, Rain berusaha melawan sebisa mungkin dan melemah saat mereka mulai memakai senjata tajam, dan juga senjata api.
Saat tubuh Rain yang sudah penuh dengan luka, Rain dengan sekuat tenaga berlari kedalam hutan untuk menghindar, padahal sudah begitu banyak darah yang bercucuran membuat pandangan Rain semakin buram.
Dan terakhir Rain mendengar suara tembakan, Rain pun semakin mempercepat langkahnya. Tak sengaja saat berlari Rain justru mendapat jalan buntu karena di depannya terdapat aliran sungai yang cukup deras. Karena orang-orang yang mengejarnya sudah semakin dekat, Rain pun mau tidak mau terjun kedalam sungai, bertepatan dengan suara tembakan yang mengarah kepadanya. Namun syukurnya tembakan itu meleset, dan orang-orang itu mengira bahwa tembakan mereka mengenai Rian sehingga membuat Rain terjatuh ke sungai.
Di dalam hati Rain saat itu hanya ada Annisa, Rain memasrahkan dirinya, ia berdoa di dalam hati agar sang pencipta memberinya kesempatan , dan ia berjanji akan memperbaiki semuanya , dan berharap ia dapat kembali bertemu dengan istrinya , Annisa. Rain yang sudah kehabisan darah pun tak sadarkan diri dan menghilang di balik aliran sungai.
__ADS_1